BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU

Kiara mondar-mandir di dalam kamar sambil terus menatap layar ponselnya, sesekali dia menyingkap gorden jendela dan melihat kearah pagar.

Sudah mendekati pukul delapan malam, tapi Denis belum juga pulang seperti yang dikatakannya sebelum pergi, bahwa dia akan pulang setelah Maghrib. Namun, bukan Denis yang Kiara tunggu, melainkan suster Maria yang katanya juga akan datang setelah Maghrib.

Kiara sudah beberapa kali menghubungi nomor suster Maria, tapi nomornya malah tidak aktif.

Tak berapa lama kemudian, terlihat sebuah taksi singgah di depan pagar. Yakin itu adalah suster Maria yang datang, Kiara pun gegas keluar dari kamar dan berjalan cepat menuruni anak tangga menuju pintu utama.

Bertepatan dengan itu, Denis pun melangkah masuk setelah art membukakan pintu.

"Kia, kenapa tergesa-gesa seperti itu?" Tanya Denis.

Kiara tak menanggapi, dia terus melanjutkan langkahnya hingga ke pelataran. Namun, taksi yang tadi dia lihat sudah tidak ada lagi.

"Non Kia cari siapa?" Tanya satpam yang baru saja menutup pagar, melihat Kiara celingak-celinguk nampak mencari seseorang.

"Taksi yang tadi kemana, Pak?" Tanya Kiara balik.

"Sudah pergi,"

"Pergi? Apa tadi penumpangnya ada menitipkan sesuatu pada Bapak?"

"Gak ada, Non. Orang tadi yang naik Taksi itu Mas Denis kok,"

"Denis?" Kiara mengerutkan keningnya.

"Iya, Non. Kan tadi pagi Mas Denis perginya juga naik Taksi."

"Baik Pak, terima kasih." Kiara pun kembali masuk ke rumah. Dia lupa jika di hari pernikahan, Denis datang bersama keluarganya dan tidak membawa kendaraan sendiri. Lalu, kemana perginya Denis seharian ini jika tidak pulang ke rumahnya untuk mengambil kendaraan?

Sambil berjalan menuju kamar, Kiara kembali mencoba menghubungi suster Maria namun, nomornya masih tidak aktif juga.

Begitu sampai di kamar, Kiara dikejutkan oleh penampilan Denis yang berdiri di sisi ranjang, dengan hanya mengenakan handuk menutupi sebagian tubuhnya.

"Aku sudah siap!" Kata Denis seraya berkacak pinggang, seolah menantang.

"Tu-nggu sebentar," ucap Kiara sedikit terbata, lalu buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Kembali dia mencoba menghubungi suster Maria, namun masih saja tidak aktif.

Kiara pun membasuh wajah, setelah itu melepaskan seluruh pakaiannya lalu membalut tubuhnya menggunakan bathrobe. Menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan, itu dia lakukan beberapa kali kemudian akhirnya keluar dari kamar mandi.

Denis yang masih berdiri di sisi ranjang, menoleh begitu mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Dia tertegun melihat penampilan Kiara, bathrobe pendek yang dikenakan istrinya itu memperlihatkan pahanya yang putih dan mulus. Sebagai laki-laki normal, bohong kalau dia tidak tertarik, tapi rasa gugupnya lebih mendominasi. Karena bagaimanapun, ini adalah yang pertama kali untuknya.

"Aku juga sudah siap," kata Kiara. Namun, kata-katanya itu tak sejalan dengan gerakannya yang begitu lambat menghampiri Denis.

"Ingat, kamu harus menjatuhkan talak mu setelah kita melakukannya." Ucap Kiara setelah berdiri di hadapan Denis. Kalimat peringatan itu dia ucapkan dengan lirih, sama seperti Denis, dia pun merasa gugup meski ini bukan yang pertama kali baginya. Betapa tidak, dia harus melakukannya dengan laki-laki asing tanpa cinta.

Denis hanya diam, seolah tidak mendengarkan peringatan Kiara. Tatapannya tak lepas menatap tepat pada kedua mata istrinya itu, dalam hati dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang akan dia lakukan bersama Kiara bukanlah sebuah kesalahan. 'Kia istriku, dan wanita yang sejak dulu aku cintai. Aku akan melakukannya dengan penuh cinta dari dalam dasar hatiku,' gumamnya dalam hati.

Denis pun maju memangkas jarak, atas rasa inisiatifnya sebagai laki-laki dia mengangkat tubuh Kiara dan membaringkannya perlahan di atas ranjang.

Meski Kiara tak menginginkannya, tapi Denis akan membuat Kiara tidak akan melupakan malam ini. Dengan semangat kelelakiannya, dia membuka tali bathrobe yang membungkus tubuh istrinya. Sejenak dia tertegun, begitu indah pemandangan di depan matanya saat ini. Untuk yang pertama kalinya melihat tubuh polos seorang wanita.

Denis pun membuka satu-satunya kain yang menutupi sebagian tubuhnya. Handuk yang melilit di pinggangnya, dia lempar begitu saja ke lantai bersamaan dengan bathrobe yang dikenakan Kiara.

Setelah tubuh keduanya sama-sama polos, Denis mulai mencumbui istrinya, seluruh bagian sensitif Kiara tak absen dari sapuan bibirnya.

Kiara mengumpat dalam hati ketika tubuhnya tak bisa diajak kompromi. Seharusnya dia tidak menikmati ini, karena melakukannya bukan dengan laki-laki yang dicintainya. Tapi sialnya, Denis begitu lihai merangsang seluruh bagian sensitifnya. Namun, sebisanya dia menahan, dengan memejamkan mata serta mengatupkan bibirnya dengan rapat, agar tak mengeluarkan suara yang akan membuat Denis berpikir dia menyukai permainan ini.

Seperti tekadnya yang akan membuat Kiara tak akan melupakan malam ini, Denis semakin gencar dengan aksinya. Meski hasratnya bak sudah di ubun-ubun namun, dia tetap menahan untuk tak segera memulai permainan inti. Demi meruntuhkan pertahanan Kiara, bibirnya semakin aktif meninggalkan bekas kemerahan di sekujur tubuh istrinya. Yang akhirnya, membuat Kiara tak dapat menahannya lagi.

Denis pun tersenyum puas begitu mendengar Kiara mengeluarkan lenguhan yang semakin memancing hasratnya. Bibirnya yang masih bermain disekitar perut istrinya, berpindah memagut bibir ranum yang kini tiada henti mengeluarkan nada-nada manja yang membuat siapapun mendengarnya tidak akan tahan.

'Ini memang bukan yang pertama bagimu, Kia. Tapi ini adalah yang pertama bagiku, akan aku buat malam menjadi spesial untuk kita berdua dan kau tidak akan pernah melupakannya.' Ucap Denis dalam hati.

Kiara reflek mencengkeram sprei, ketika benda pusaka milik Denis memasuki inti tubuhnya. Dengan bibir yang masih menyatu, Denis mulai menggerakkan panggulnya perlahan yang membuat Kiara benar-benar lupa segalanya. Bahkan Kiara lupa dengan suster Maria yang tak kunjung datang membawa pil kontrasepsi darurat yang dimintanya.

Gerakan yang awalnya lambat, perlahan semakin cepat seiring peluh membasahi tubuh keduanya. Merasakan sesuatu yang akan meledak keluar dari inti tubuhnya, Kiara mengalungkan kedua tangannya di leher Denis seraya menggigit bibir ketika cairan kental nan hangat itu mengalir keluar. Bersamaan dengan itu, Denis pun akhirnya mencapai puncaknya. Untuk yang pertama kali dia menabur bibit yang akan menghadirkan kehidupan baru.

"Terima kasih, Kia." Ucap Denis seraya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kiara.

Kiara tak menjawab, dia hanya sibuk mengatur nafasnya yang terengah-engah. Ketika sadar akan situasi yang terjadi, dengan gerakan cepat dia mendorong tubuh Denis yang berada di atasnya lalu menarik selimut membungkus tubuhnya. Dengan tergesa-gesa dia berjalan menuju kamar mandi dan lupa tentang perjanjiannya dengan Denis.

Denis tersenyum mendengar pintu kamar mandi yang ditutup dengan sedikit kasar. Dia turun dari tempat tidur, memungut handuk yang dia lemparkan ke lantai lalu melilitkannya di pinggang.

"72 jam sama dengan 3 hari. Kita lihat saja Kia, siapa yang akan menang, bibitku atau pil mu." Denis terkekeh sembari mengingat ketika dia menguping Kiara menelpon seseorang di balkon. Dia pikir, istrinya itu menelpon Erick untuk laporan, tapi rupanya Kiara menelpon suster Maria.

'Halo, suster Maria?'

[Ya dokter Kia, ada apa?]

''Sus, saya minta tolong antarkan pil postinor ke rumah saya sekarang.'

[Maaf Dok, saya gak bisa kalau sekarang. Shift saya kan sampai siang, hari ini. Setelah itu saya ada acara keluarga. Paling bisa sore atau selambatnya setelah Maghrib.] Kata suster Maria.

Kiara menghela nafas, 'Baiklah, tapi tolong usahakan setelah Maghrib pil postinor itu harus sudah ada.'

[Baik Dok, akan saya usahakan.]

Sambungan telepon pun terputus. Kiara membawa dirinya duduk di kursi kayu yang tersedia di balkon. Tak pernah terbayang, malam ini dia akan berbagi peluh dengan pria asing.

'Pil postinor,' gumam Denis kemudian menjauh dari pintu balkon. Dia berjalan menuju tempat tidur mengambil ponselnya yang tergeletak di atas ranjang lalu berjalan menuju sofa.

Terlalu penasaran dengan pil yang diminta Kiara pada suster Maria, Denis pun membuka google untuk mencari tahu apa kegunaan pil tersebut.

Kedua matanya terbelalak begitu tahu, pil postinor tersebut ternyata digunakan sebagai kontrasepsi darurat yang harus diminum 12 sampai 72 jam setelah berhubungan badan tanpa pengaman untuk mencegah kehamilan.

Denis mengambil celananya yang dia letak dia letakkan di sofa, mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Dia menyeringai tipis menatap bungkusan yang berisi pil kontrasepsi darurat yang dia dapatkan dari suster Maria. "Terima kasih kerjasamanya,"

.

Halo semuanya. 🤗

Menjelang bab 20, please jangan ada yang menumpuk bab agar retensi aman. Bentar lagi perhitungan loh, konsisten yak. 🙈

Lope lope sekebon sawit. ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Athallah Linggar

Athallah Linggar

wah dr.kiara dpt orisinil ga mau tuh pdhl dia bekas. Dasar kamu tuh tak tau diuntung dr,menyesal kamu ga dengerin nasehat orangvtua

2024-09-30

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

bagus Denis uda disabotase duluan pilnya dari suster Maria,,,

2024-07-11

0

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

waduh......baca pagi pagi segerrr banget dah..... ujan pula.....

2024-07-04

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!