BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT

"Kia," panggil Denis begitu Kiara turun dari motornya.

"Hem," Kiara hanya menjawab dengan deheman sambil melepas pengait helm.

"Kata orang, pasangan sesama anak sulung itu adalah pasangan idaman karena independen dan dapat diandalkan. Banyak juga yang bilang, pasangan anak sulung itu pasangan yang ideal banget karena sama-sama kapabel dan cekatan. Dan yang pasti, mantap menyongsong masa depan bersama-sama." Ucap Denis sambil tersenyum tipis.

"Tapi sayangnya, kita bukan pasangan yang akan menyongsong masa depan bersama-sama." Kata Kiara seraya mengembalikan helm milik Denis. "Terima kasih," ujarnya lagi.

"Sama-sama, senang bisa mengantarkan calon istriku dengan selamat sampai ke tempat tujuan." Balas Denis.

Kiara memutar bola matanya malas, entah dimana Erick menemukan laki-laki ini? Makin ke sini tingkahnya semakin menjadi saja. Rasanya dia tidak sabar menikah hari ini saja kemudian bercerai di hari itu juga. Tapi sayangnya, tidak bisa semudah itu.

"Jadi gimana?" Tanya Denis.

"Apanya?" Kiara balik bertanya.

"Yang aku katakan tadi. Apa kamu tidak berminat mencobanya? Siapa tahu kita benar-benar... ."

"Tidak," potong Kiara yang telah mengerti maksud pertanyaan Denis. "Aku sama sekali tidak berminat." Tegasnya. "Maaf, aku tinggal dulu, sekali lagi terima kasih karena sudah mengantarku." Kiara gegas pergi sebelum Denis kembali melontarkan kata-katanya yang hanya akan membuatnya muak.

Denis tersenyum sambil geleng-geleng kepala menatap kepergian Kiara. Mungkin caranya salah dengan membuat Kiara merasa kesal, tapi hanya dengan begitu dia bisa membuka obrolan.

Denis pun hendak naik ke motornya, namun urung begitu tatapannya tertuju pada seseorang yang berdiri tak jauh dari tempat motornya terparkir.

"Ana," Denis pun gegas menghampiri Liana yang sedang menggendong Shanum yang tampak terkulai lemas.

"Shanum kenapa?" Tanya Denis khawatir, dia maju selangkah untuk melihat Shanum, ternyata gadis kecil itu sedang tidur.

"Shanum demam, Bang. Panasnya gak turun turun jadi aku putuskan untuk membawanya ke rumah sakit." Jawab Liana.

"Astaga Ana, kenapa gak telpon Abang?" Denis mengambil alih menggendong Shanum, saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Shanum dapat dia rasakan tubuh gadis kecil itu memang sangat panas.

"Apa Abang akan datang kalau aku telepon, bukankah hari ini adalah acara lamaran Abang? Aku rasa, Mama juga tidak akan mengizinkan Abang datang,"

Denis berdecak pelan, tanpa mengatakan apapun lagi, dia langsung berjalan cepat masuk ke rumah sakit agar Shanum segera mendapat penanganan. Begitu dokter menyarankan agar dirawat beberapa hari, dia langsung memilihkan kamar rawat VIP.

Dua jam berlalu. Setelah mendapat penanganan, akhirnya panas Shanum mulai turun. Liana bernafas lega, beberapa jam lalu dia dibuat cemas karena demam putrinya yang tak kunjung turun meski sudah dia kompres.

"Ternyata, dia lebih cantik dilihat secara langsung daripada hanya dilihat dari foto." Ucap Liana yang kini duduk berdampingan dengan Denis di sofa panjang yang tersedia dalam ruang rawat VIP itu. Saat turun dari taksi, tatapannya langsung tertuju pada Denis dan Kiara. Saat Denis menginap di rumahnya, Denis memperlihatkan foto Kiara padanya.

Denis mengulas senyum, "Kamu juga cantik, Ana." Ujarnya.

Liana tersenyum masam mendengarnya, jika hanya tentang cantik, hidupnya dan putri kecilnya tidak akan seperti ini. Nyatanya, kecantikan yang dia miliki tak mampu menahan suaminya untuk selalu berada di sampingnya. Tetap saja yang akan menjadi pemenang adalah wanita yang akan menjadi madunya, karena wanita itu memiliki apa yang tidak dia miliki.

"Untuk saat ini, tidak usah memikirkan apapun, Ana. Cukup fokus saja dengan kesembuhan Shanum. Meski beberapa hari ke depan Abang akan disibukan dengan segala persiapan pernikahan Abang, tapi Abang akan tetap usahakan untuk tetap bisa menjenguk kamu dan Shanum." Ucap Denis sambil menggenggam sebelah tangan Liana.

"Gak usah bikin Mama marah, Bang. Bukankah aku juga sudah terbiasa hanya berdua dengan Shanum menjalani getirnya hidup." Ujar Liana, melirik sekilas pada Denis.

"Shanum itu cucunya Mama, Ana." Hanya itu yang dapat dikatakan oleh Denis, dia menghela nafas berat seraya melepaskan genggaman tangannya dari Ana lalu menyandarkan punggungnya di sofa.

"Kamu sudah makan?" Tanya Denis, dia melirik jam tangannya, sekarang sudah lewat waktu makan siang.

Liana menggeleng, bahkan sejak pagi dia belum makan apapun karena terlalu khawatir dengan kondisi Shanum. Saat ini saja dia sudah merasa lemas, namun tidak ingin memperlihatkan itu di hadapan Denis. Dia ingin tunjukkan pada Denis dan mama Kasih bahwa dia adalah wanita yang kuat.

"Abang juga belum makan siang, mumpung Shanum masih tidur ayo kita makan ke kantin." Ajak Denis.

Liana merasa ragu untuk meninggalkan Shanum, dia melirik kearah putrinya dengan tatapan cemas. "Maaf Bang, apa bisa tolong belikan saja makanan untukku?"

Denis mengangguk, "Baiklah, kamu tunggu di sini." Denis pun beranjak keluar dari ruangan itu. Melangkah cepat menuju kantin rumah sakit.

Tak lama kemudian, Denis pun kembali ke ruang rawat Shanum dengan membawa dua kotak nasi serta beberapa jenis roti untuk persediaan Liana jika sewaktu-waktu lapar saat dia pulang nanti.

"Bang Denis,"

Panggilan seseorang menghentikan langkah Denis, dia berbalik menatap ke asal suara. Matanya langsung menatap jengah begitu melihat Erick berjalan kearahnya.

"Bang Denis ngapain di sini?" Tanya Erick, tapi tatapannya tertuju pada beberapa bungkusan yang dibawa oleh Denis.

"Siapa yang sakit?" Tanya Erick lagi, dia bisa menebak isi bungkusan itu adalah beberapa jenis makanan.

"Siapa yang sakit, apa itu penting untuk kamu tahu?" Denis tersenyum sinis.

"Aku hanya bertanya, terserah Bang Denis mau jawab atau tidak." Erick menggelengkan kepalanya lalu gegas mengayun langkah menuju ruangan Kiara.

Denis menatap kepergian Erick dengan sorot mata yang tajam, kemudian juga kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang rawat Shanum.

"Shanum belum bangun?" Tanya Denis begitu baru saja masuk.

Liana yang berdiri di sisi ranjang tempat putrinya berbaring, menoleh menatap Denis, "Belum, Bang." Jawabnya.

"Sekarang ayo kita makan," ajak Denis.

Liana pun menghampiri Denis yang telah duduk di sofa, keduanya makan dengan begitu lahap karena memang benar-benar lapar. Sesekali Liana melirik kearah putrinya berharap Shanum segera bangun.

"Shanum itu anak yang kuat, seperti Mamanya," kata Denis yang juga melirik kearah Shanum.

Liana tersenyum tipis, 'Tapi nyatanya, aku tidak sekuat yang Bang Denis lihat. Hampir setiap malam, saat Shanum telah tidur, aku menangis ditengah kesunyian malam.' Gumamnya dalam hati.

"Sudah, jangan melihat Shanum terus, kapan makanan kamu akan habis? Kamu harus makan yang banyak, jangan sampai jatuh sakit juga."

Liana mengangguk. Denis benar, dia tidak boleh jatuh sakit. Cukup hati dan perasaannya saja yang sakit, jangan sampai fisiknya juga ikut sakit.

.

Jangan lupa tinggalkan cap jempolnya ya setelah baca. 🤗🤗🤗

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

next kak author update teruus.... 💪❤️🔥

2024-12-27

1

Dewa Rana

Dewa Rana

jadi apa hubungan Denis dg Liana ya, apa adik kakak?

2024-12-16

0

Royani Arofat

Royani Arofat

masih blm tau arah konflik liana, denis dan kiara

2024-10-10

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!