BAB 4. SECEPATNYA

"Pulang jam berapa tadi malam?" Tanya mama Kasih, mamanya Denis saat tengah menghidangkan nasi goreng ke piring putranya.

"Gak tahu, Ma, gak lihat jam soalnya." Jawab Denis sambil mengulum senyum. Setelah dari rumah Liana, dia langsung tidur dan sama sekali tidak memperhatikan jam. Tapi sepertinya, malam sudah sangat larut ketika dia sampai di rumah.

Mama kasih geleng-geleng kepala, "Gak mampir kan, ketemu Ana?" Kali ini tatapannya penuh selidik.

"Em," Denis hanya dapat menggelengkan kepalanya. Tapi mama Kasih tak dapat dia bohongi. Mamanya pasti tahu dia sehabis menemui Liana tadi malam.

"Denis, Mama kan sudah sering bilang sama kamu, gak usah sering-sering lagi ketemu Ana. Dia itu keras kepala jadi biarkan dia berpikir sendiri. Dan kamu, fokus saja sama tujuan kamu. Jadi kapan, kamu kenalin ke Mama, perempuan yang kamu gadang sebagai calon istri kamu?" Tanya mama Kasih.

Denis nampak kesusahan menelan nasi goreng di mulutnya, "Hari ini aku mau ketemu dia kok, Ma. Setelah ketemu sama orangtuanya, aku akan bawa dia ke sini ketemu Papa dan Mama."

Mama Kasih menghela nafas lega, akhirnya apa yang dia harapkan selama ini sebentar lagi akan terwujud. Tak terhitung sudah berapa banyak wanita yang dia kenalkan pada putranya itu, tapi Denis selalu menolak dengan alasan akan membawa pilihannya sendiri.

"Bagaimana kabarnya Shanum?" Tanya mama Kasih kemudian. Tak dapat dipungkiri, dia rindu juga dengan cucunya itu.

"Anak sekecil itu tidak akan baik-baik saja tanpa sosok Ayahnya, Ma." Jawab Denis lirih.

Mama Kasih hanya dapat menghela nafas panjang. Dia kasihan, tapi dia tidak bisa berbuat banyak untuk itu. "Sudah, tidak usah membahas itu lagi, sekarang cepat habiskan sarapan kamu dan segera pergi, bawa calon mantu Mama kesini." Ucapnya mengalihkan pembicaraan.

Denis mengangguk, dia pun kembali melanjutkan sarapannya.

"Oh ya Ma, Papa kemana? Tumben gak kelihatan?" Tanya Denis setelah menghabiskan nasi gorengnya. Dia seakan baru sadar kalau sejak tadi papanya tidak ikut sarapan bersama.

"Belum bangun, semalam begadang nonton bola." Jawab mama Kasih dengan nada yang kesal. Dia sampai memasang headset karena tak tahan mendengar suara gaduh suaminya yang nonton bola sambil teriak-teriak.

Denis pun berpamitan pada mamanya. Waktu baru menunjukkan pukul 7:30 pagi, masih ada banyak waktu sebelum dia bertemu Erick dan Kiara, dia akhirnya memutuskan untuk ke bengkel terlebih dahulu.

Mendekati waktu yang ditentukan, Denis pun gegas berangkat ke kafe dekat kantor Erick. Jarak dari bengkel ke kantor Erick tak begitu jauh, hanya memerlukan waktu kurang dari setengah jam.

Saat sampai di kafe tersebut, ternyata Erick dan Kiara sudah lebih dulu ada di sana. Denis tampak mengatur nafas sambil berjalan menghampiri Erick dan Kiara.

"Kia, itu orangnya." Ujar Erick sambil menunjuk ke arah Denis.

Kiara menoleh, tatapannya terpaku pada sosok laki-laki yang berjalan kearah mejanya. Sesaat kemudian netranya memicing, dia seperti pernah melihat laki-laki itu, tapi entah dimana.

"Maaf sudah membuat kalian menunggu lama," ujar Denis setelah berdiri di samping Erick. Sebenarnya dia tidak terlambat, hanya Erick dan Kiara saja yang datangnya di luar jam yang ditentukan.

"Santai saja," ucap Erick lalu mempersilahkan Denis duduk.

"Kia, ini Bang Denis, orang yang akan menjadi suami muhalil kamu."

Kiara hanya menanggapinya dengan anggukan pelan, bahkan untuk balik menyebutkan namanya saja dia merasa sungkan. Apalagi mengulurkan tangan untuk berkenalan. Entah bagaimana nanti setelah dia menikah dengan laki-laki itu.

"Setelah Bang Denis menikahi Kia nanti. Segera selesaikan semua syarat itu lalu ceraikan Kia." Ucap Erick lalu membuang nafas berat. Membahas tentang syarat, jujur saja dia benar-benar merasa tidak nyaman. Bagaimanapun, dia tidak rela Kiara disentuh oleh laki-laki lain namun, hanya dengan cara itu dia bisa rujuk kembali bersama Kiara.

Denis hanya tersenyum sambil mengangguk pelan, dia tidak mau membahas tentang syarat-syarat itu dihadapan Kiara.

Erick pun memesan makanan. Meski masih merasa kenyang, tapi Denis tetap makan. Sementara Erick dan Kiara makan dengan lahap karena keduanya memang belum sarapan.

Sambil mengunyah makanannya, sesekali Denis melirik Kiara tanpa sepengetahuan Erick maupun Kiara. Bibirnya menyunggingkan tipis, 'Kau berhutang padaku, Kia. Jangan pikir aku melupakannya, aku akan menagihnya nanti. Di malam pernikahan kita,' gumamnya dalam hati.

Selesai makan, mereka bertiga pun lekas berangkat menuju kediaman orang tua Kiara. Meski gugup harus berhadapan dengan mantan mertuanya, namun Erick tetap memberanikan diri untuk datang demi memastikan semuanya berjalan lancar. Dia tidak ingin Denis sampai salah bicara dan akan merusak semuanya.

Begitu sampai, Kiara langsung menuntun dua laki-laki yang berdiri di sisi kanan dan kirinya menuju ruang tamu. Setelah Erick dan Denis duduk berdampingan di sofa panjang, Kiara gegas menuju lantai atas untuk memanggil kedua orangtuanya.

Tak lama kemudian, Kiara pun kembali ke ruang tamu bersama papa dan mamanya.

"Jadi kamu, yang bersedia menjadi suaminya Kiara?" Tanya papa Rangga seraya duduk, tatapannya hanya fokus pada laki-laki yang duduk di samping Erick tanpa menghiraukan keberadaan Erick sendiri.

"Iya, Om," jawab Denis sambil tersenyum tipis.

Perubahan sikap papa Rangga tersebut membuat Erick semakin merasa tidak nyaman. Dulu, saat pertama kali datang ke rumah itu, dia diperlakukan dengan sangat istimewa. Tapi hari ini, bahkan papa Rangga dan mama Flora seakan tidak melihat keberadaannya.

"Jadi kapan, kamu membawa orang tua kamu datang ke sini untuk melamar Kiara?" Tanya papa Rangga selanjutnya.

Erick tersentak mendengarnya, "Pa, aku rasa tidak perlu pakai acara lamaran. Langsung ijab kabul saja." Seru Erick merasa keberatan. Sementara Kiara yang duduk di samping mama Flora hanya diam menyimak, meski sebenarnya dia juga keberatan dengan kata lamaran itu.

Papa Rangga langsung berpindah menatap Erick dengan lekat, "Kamu kan, yang merencanakan ini semua? Jadi sekarang, kamu juga harus mematuhi peraturan yang saya buat!" Tegas papa Rangga. Bahkan dia berbicara secara formal pada mantan menantunya itu.

Erick pun terdiam. Selain harus berlapang dada atas syarat yang telah disebutkan oleh Denis. Mau tidak mau kini dia juga harus mematuhi peraturan yang dibuat mantan papa mertuanya.

"Baik, Om. Secepatnya aku akan membawa kedua orangtuaku untuk datang melamar Kia," ucap Denis sambil melirik Kiara yang hanya menunduk menyimak pembicaraan mereka.

Erick langsung menoleh menatap Denis, dari tatapannya mengisyaratkan agar Denis menolak tentang acara lamaran yang hanya akan membuang-buang waktu. Tapi sayangnya, Denis sama sekali tidak melihat kearahnya.

Setelah berbincang-bincang sebentar, Denis pun berpamitan pulang. Dia langsung menuju rumahnya untuk menyampaikan kabar yang selalu ditunggu-tunggu oleh kedua orangtuanya.

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

mnyala 🔥 pak Rangga c Erick emang perlu di kasih pencerahan biar paham 🤭😁

2024-12-27

0

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

hadeeeh.... Bambang tidak semudah itu, jgn egois pikirkan Liana dn shanum 😥

2024-12-27

0

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

aku malah berfikir Liana adik kandungnya Denis, teruus Denis berusha untuk melepaskan Kiara dari jerat bayang Eric yg toxic slalu menyakiti hati perempuan. kasian shanum 😥 maaf kak author 🙏 klo aku berfikir aneh sedikit OVT ✌️😁

2024-12-27

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!