BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI

"Kok kamu pulang sendirian? Mana, katanya kamu mau bawa calon mantu Mama ke sini? Kok gak ada?" Mama Kasih langsung memburu putranya dengan banyak pertanyaan, begitu Denis baru saja sampai di rumah.

Bagaimana tidak, mama Kasih sudah memasak banyak untuk menyambut calon menantunya.

Denis tersenyum sembari menangkup wajah wanita yang telah membawanya ke dunia itu, "Nanti dia juga akan tinggal di sini kan, Ma? Jadi sekarang, mending Mama dan Papa mempersiapkan untuk menjemput calon mantu kalian ke sini." Ucapnya dengan tatapan berbinar.

Mama kasih terdiam mencerna. Menjemput calon mantu, apa artinya dia harus menyiapkan mobil yang mewah untuk menjemput wanita yang akan dipersunting oleh putranya?

"Aduh Mama, kok bengong sih? Maksud aku, persiapan lamaran, Ma." Denis terkekeh pelan melihat mamanya justru tampak bingung.

"Lamaran?"

"Iya, lamaran. Ini kan yang Mama mau? Aku segera Nikah, jadi gak usah ngulur waktu lagi, Mama dan Papa harus segera datang melamar dia." Ucap Denis.

Mama Kasih langsung tersenyum lebar, "3 hari lagi, Mama dan Papa akan akan datang melamar dia." Setelahnya mama Kasih pun berbalik hendak menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti dan kembali berbalik menatap Denis karena lupa sesuatu.

"Oh ya Denis, nama calon mantu Mama siapa?" Tanyanya.

"Kiara Atmajaya," jawab Denis.

"Di dengar dari namanya aja, sepertinya anak orang berada?" Mama Kasih menerka.

"Iya, Ma. Keluarganya punya 2 perusahaan besar, dan Kiara sendiri adalah seorang dokter kandungan." Ucap Denis.

Mama Kasih melongo mendengarnya, tidak menyangka putranya akan mendapatkan istri anak konglomerat. Seketika terlintas di pikirannya untuk menyiapkan seserahan lamaran yang sepadan dengan derajat calon menantunya itu.

"Ma, malam ini aku boleh ya nginap di rumah Ana? Malam ini aja kok, setelah aku nikah waktuku hanya untuk Kiara, akan sulit mencari waktu untuk bisa bermain sama Shanum lagi." Denis memanfaatkan kesempatan ini, dia yakin mamanya pasti mengizinkan karena dia telah membawa kabar bahagia itu untuk mamanya.

Mama Kasih mecebikkan bibirnya, egois juga rasanya kalau dia melarang Denis. "Ya udah, malam ini aja. Terus nanti kalau kamu sampai di sana video call, Mama mau lihat Shanum. Tapi Shanum aja, gak usah sama Ana."

Denis mengacungkan jempolnya. Mama Kasih pun gegas menuju kamar untuk memberitahu suaminya, serta mencatat apa saja yang harus mereka beli untuk seserahan lamaran.

Menjelang magrib, Denis gegas menuju rumah Liana dengan membawa makanan yang dimasak Mama Kasih yang katanya untuk menyambut calon mantunya. Dari pada mubazir, dibagi-bagikan ke pemulung yang sering memungut sampah di sekitar rumahnya dan sisanya dia bawa untuk makan malamnya bersama Liana dan Shanum.

Usai makan malam, Denis mengajak Shanum ke halaman belakang untuk video call dengan Mama Kasih. Sementara Liana membereskan bekas makan mereka.

Kedua mata Liana berkaca-kaca saat melihat sisa-sisa makanan di piring. Akhirnya, setelah sekian lama dia bisa memakan lagi masakan mama Kasih.

"Shanum kangen Nenek. Kapan Shanum bisa ketemu Nenek lagi?" Tanya Shanum, terakhir kali dia ketemu mama Kasih 3 bulan lalu saat Denis membawanya ke sana.

'Shanum bisa tinggal sama Nenek, tapi bilang sama Mama Ana untuk tidak keras kepala lagi. Bilang sama Mama Ana untuk bisa berlapang dada menerima semuanya.' Tapi itu hanya dapat mama Kasih katakan dalam hati. Mana tega dia mencetuskan kalimat itu pada anak sekecil Shanum yang belum mengerti masalah orang dewasa.

"Sekarang Nenek lagi sibuk, kalau Nenek udah gak sibuk lagi kita pergi jalan-jalan ya," ucap mama Kasih akhirnya. Shanum langsung bersorak senang mendengarnya.

Cukup lama berbincang-bincang, Denis pun memutus sambungan video call itu. Kemudian meminta Shanum ke kamar untuk tidur. Gadis kecil itupun patuh, Shanum langsung menuju kamar. Sementara Denis menghampiri Liana yang tengah mencuci piring.

"Ini sudah malam loh, kan bisa dicuci besok pagi." Ucap Denis yang baru saja masuk ke dapur.

"Kalau ada waktu sekarang, kenapa harus menunggu besok?"

Denis tersenyum mendengarnya, "Hari pernikahan Abang nanti, kamu mau datang gak?" Tanyanya sembari menatap lekat Liana dari samping.

"Konyol. Aku tidak sekuat itu, Bang, untuk menyaksikan awal kehancuran ku lagi." Kata Liana.

"Benar kata Mama, kamu memang keras kepala." Denis terkekeh pelan. Liana pun tersenyum tipis menanggapinya.

"Kamu harus percaya sama Abang, ini hanya akan sebentar, Ana." Tegas Denis. "Abang sudah janji pada Shanum untuk mengembalikan kebahagiaannya," suaranya mulai terdengar lirih. Bila menyangkut Shanum, hatinya langsung berdenyut nyeri.

"Aku percaya sama Abang, tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, Bang. Bagaimana kalau Abang lengah? Lagi-lagi, aku harus mengalah, bukan? Dan Shanum, dia harus menerima kenyataan bahwa Papanya... ." Liana menjeda kalimatnya dengan menghela nafas berat, untuk meneruskan kalimat itu rasanya dia tidak sanggup.

Denis pun terdiam, tak tahu harus berkata apa lagi. Namun, dalam hatinya tetap bertekad untuk memenuhi janjinya pada Shanum.

.

.

.

Satu hari sebelum lamaran, Denis menyibukkan dirinya di bengkel karena setelah ini dia akan disibukan dengan keperluan persiapan pernikahan.

Saat tengah mengecek laporan keuangan, tiba-tiba seorang menggebrak mejanya yang membuatnya tersentak kaget.

"Kamu tahu sopan santun, gak sih!" Denis menatap tajam pada Erick yang juga menatapnya dengan tajam.

"Aku hanya meminta Abang menikahi Kia hanya sebagai syarat agar kami bisa rujuk. Ini bukan pernikahan sungguhan Bang, jadi untuk apa acara lamaran itu? Hanya akan membuang-buang waktu saja!" Tukas Erick.

"Aku sudah bilang, aku tidak mau menjalani pernikahan yang tidak sah. Jadi lamaran itu bisa dibilang juga salah satu syaratnya. Tapi kalau kamu merasa keberatan, silahkan batalkan saja. Tapi jangan libatkan aku lagi untuk kedepannya. Silahkan kamu cari laki-laki lain yang mau menuruti perkataan kamu, tapi jelas kamu harus menerima resikonya untuk menjelaskan pada orang tua Kia kenapa mempelai prianya diganti." Kata Denis sambil tersenyum sinis.

Erick menggeram tertahan dengan kedua tangannya terkepal erat, dia tidak menyangka kalau Denis akan susah diatur seperti ini. "Baiklah, tapi setelah pernikahan itu, aku tidak mau tahu, Abang harus segera menceraikan Kiara!"

"Kamu tunggu saja," ucap Denis santai, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. Meladeni Erick hanya akan membuang-buang waktunya saja. Sebelum waktunya tersita untuk mengurus pernikahan, lebih baik dia fokus menyelesaikan pekerjaannya di bengkel.

Erick pun pergi dengan membawa kekesalan yang tidak bisa dia lampiaskan. Menghajar Denis hanya akan menimbulkan masalah dan menghambat semua rencananya. Yang dapat dia lakukan sekarang hanyalah menunggu waktu perceraian Kiara dan Denis tiba.

"Kamu benar-benar tidak punya hati nurani, Rick!" Umpat Denis sambil menatap punggung Erick yang perlahan menjauh.

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

no comen of OVT, ✌️ ikut alur ceritanya lg nggu surprise plot twist. dari maak author 😘 love se'kebooon ❤️🔥

2024-12-27

1

Lina Suwanti

Lina Suwanti

di masa lalu ada hubungan apa yaa antara Liana n Erick,apakah Shanum anak mereka?

2025-02-23

0

Juleha. Siti

Juleha. Siti

shanum anaknya erik y thor

2024-12-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!