BAB 10. PERNIKAHAN

"Ana, ayolah jangan seperti ini. Shanum aja mau ikut kok," kata Denis. Sekali lagi, dia berusaha membujuk Liana.

Tadi malam, setelah meyakinkan Liana, akhirnya adik sepupunya itu mau ikut bersamanya. Mama Kasih dan papa Bagas juga menyambut kedatangannya dengan penuh haru. Bagaimana tidak, sudah lebih dari satu tahun lamanya mereka tidak bertemu padahal tinggal di kota yang sama. Mereka hanya sesekali bertemu Shanum itupun Denis yang membawanya. Terlalu kecewa dengan keputusan Liana yang tidak mau berpisah dengan Erick yang telah mendua, membuat papa Bagas dan mama Kasih enggan untuk menemuinya lagi.

"Kan aku sudah bilang, Bang. Aku gak mau menyaksikan awal kehancuranku lagi." Ucap Liana sambil merapikan jas pengantin Denis yang terpasang di manekin. Yah, hari ini adalah hari pernikahan Denis kakak sepupunya, bersama Kiara yang akan kembali menjadi madunya jika Denis tak berhasil menahan Kiara untuk terus menjadi istrinya.

"Kita sudah bahas ini tadi malam, Ana. Kenapa sekarang kamu malah berubah pikiran lagi? Ini bukan awal dari kehancuranmu, tapi awal kembalinya kebahagiaan Shanum, kebahagiaan kamu juga tentunya." Tegas Denis.

"Tapi bagaimana dengan Bang Denis sendiri? Kenapa Abang mau mengorbankan masa depan Abang untuk menikahi wanita yang tidak Abang cintai? Kalaupun Mas Erick kembali pada kami, apa aku tetap bisa bahagia? Sementara Bang Denis sendiri berkorban untuk ku dan juga Shanum."

"Kamu salah, Ana. Abang tidak mengorbankan masa depan Abang, tapi justru Abang juga ingin merajut masa depan Abang." Ucap Denis.

"Maksudnya?" Netranya Liana memicing, dia tidak mengerti dengan perkataan Denis.

"Lain kali saja kita bahas masalah ini. Sekarang cepat ganti pakaianmu, sebentar lagi kita akan berangkat ke kediaman Kiara." Denis mendorong pelan bahu Liana menuju ruang ganti.

Liana pun akhirnya menurut. Dia masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan yang telah disiapkan oleh mama Kasih. Tak lama kemudian, dia pun keluar dengan penampilan yang terlihat lebih cantik padahal belum menggunakan riasan wajah.

Beberapa saat kemudian, setelah semuanya siap, mereka semua pun gegas berangkat menuju kediaman orang tua Kiara.

.

.

.

"Kak, jujur saja aku tidak setuju dengan keputusan yang Kakak ambil kali ini," ucap Azka, adiknya Kiara.

Sejak tahu tentang pernikahan muhalil ini dia langsung menentangnya keras, hanya saja tidak memiliki kesempatan untuk bertemu Kiara karena pekerjaannya di kantor yang begitu padat, belum lagi beberapa hari belakangan kondisi istrinya yang sedang mengalami morning sikcnes membuatnya benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk pergi kemanapun selain ke kantor. Hari ini pun dia terpaksa meninggalkan istrinya di rumah yang keadaannya masih belum stabil, demi untuk melihat pernikahan kakaknya dengan laki-laki yang diketahui bernama Denis selaku sang muhalil.

"Harus berapa kali lagi Erick menjatuhkan talak agar kedua mata Kakak terbuka, bahwa dia bukan laki-laki yang baik untuk Kakak." Azka mulai tersulut emosi, apalagi sejak tadi Kiara hanya diam tanpa merespon ucapannya.

"Kakak yakin, kali ini Mas Erick akan berubah, Azka!" Tegas Kiara dengan penuh keyakinan.

Azka membuang nafas berat lalu keluar dari kamar kakaknya, percuma saja bicara pada orang yang telah buta akan cinta. Yang salah pun akan terlihat benar dimatanya.

Sementara itu di pelataran, papa Rangga dan mama Flora tak melepaskan senyum diwajahnya menyambut kedatangan Denis dan keluarganya.

Begitu Denis keluar dari mobil, papa Rangga langsung memeluknya sambil menepuk pelan pundak calon menantunya tersebut. Kemudian menghampiri papa Bagas dan saling berjabat tangan, pun dengan mama Flora yang menghampiri mama Kasih.

Tatapan mama Flora lalu berpindah pada seorang wanita yang baru saja keluar dari mobil bersama anak kecil yang begitu cantik dan menggemaskan. Sorot matanya berubah sendu, menyiratkan rasa iba di dalam sana. Tapi, sesaat kemudian mama Flora kembali tersenyum menyambut wanita yang dia ketahui bernama Liana, adik sepupunya Denis.

"Kamu cantik sekali," puji mama Flora.

"Terima kasih, Tante," Liana tersenyum, "Tante juga cantik," balasannya. Dan itu memang benar, wanita paruh di depan itu masih terlihat cantik meski usianya tak lagi muda.

Mama Flora pun tersenyum, dia lalu berpindah menatap gadis kecil di samping Liana. "Ini pasti Shanum ya? Sama cantiknya seperti Mamanya,"

Shanum mendongak menatap mamanya, seakan meminta pendapat harus mengatakan apa. Melihat itu, mama Flora lantas merendahkan tubuhnya sejajar dengan Shanum.

"Sebentar lagi kan, Om Denis nya Shanum akan jadi menantu saya, menantu sama halnya seperti anak saya. Jadi Shanum harus panggil saya dengan sebutan Nenek ya?" kata mama Flora lalu beralih menunjuk kearah suaminya, "Dan itu Kakek."

Shanum terdiam beberapa saat, dia menatap mama Flora dan papa Rangga bergantian, kemudian akhirnya mengangguk pelan sebagai jawabannya.

Semua orang yang ada di sana ikut tersenyum menyaksikan momen itu. Terkecuali Liana yang justru menatap Denis dengan lekat bak meminta penjelasan. Denis hanya mengangguk pelan sebagai isyarat, bahwa dia akan menjelaskannya nanti.

Begitu mempelai pria memasuki ruangan yang menjadi aula pernikahan sekaligus tempat yang akan diadakan ijab kabul sebentar lagi, semua mata para tamu undangan langsung tertuju pada sosok bak pangeran yang terlihat begitu gagahnya. Diantaranya para tamu yang juga dulu menghadiri pernikahan Erick dan Kiara mulai membanding-bandingkan kedua laki-laki itu.

"Karena calon mempelai laki-laki sudah datang, sekarang tolong panggilkan calon mempelai wanitanya." Ucap penghulu, setelah itu dia masih harus menikahkan calon pengantin lainnya.

Mama Flora dan mama Kasih pun beranjak meninggalkan aula pernikahan menuju kamar pengantin untuk memanggil Kiara. Mama Kasih tak dapat menahan untuk tidak berdecak kagum begitu melihat penampilan Kiara yang sangat terlihat cantik. Beruntung sekali putranya bisa mendapatkan wanita seperti Kiara.

Untuk mempersingkat waktu, kedua wanita paruh baya itu lantas segera membawa Kiara menuju aula pernikahan. Sepanjang langkah, mama Kasih tak hentinya melirik Kiara sambil tersenyum, tak sabar rasanya untuk segera memboyong calon menantu itu ke rumahnya.

Jantung Denis seketika berdebar begitu Kiara telah duduk di sampingnya, debaran yang sama ketika pertama kali bertemu Kiara.

Pernikahan Kiara kali ini, papa Rangga sendiri yang akan menikahkan putri sulungnya tersebut. Berbeda ketika dengan Erick, penghulu lah yang mengucapkan kalimat ijabnya.

"Silahkan, Pak Rangga," ucap penghulu, mempersilahkan papa Rangga untuk segera memulai ijab kabul.

Papa Rangga mengangguk, kemudian mengulurkan tangannya pada Denis.

Denis tampak menarik nafas dalam-dalam, lalu membalas jabat tangan papa Rangga seraya menghembuskan nafasnya perlahan.

"Denis Prasetyo, bin Bagas Prasetyo. Saya nikahkan dan kawinan engkau kepada putri saya yang bernama Kiara Atmajaya binti Rangga Atmajaya, dengan mas kawin seperangkat Emas dan Uang senilai 100 juta rupiah dibayar tunai."

"Saya terima nikahnya dan kawinnya, Kiara Atmajaya binti Rangga Atmajaya dengan mas kawin tersebut, tunai."

"Bagaimana para saksi?"

Sah!

Sah!

Terpopuler

Comments

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah, 🙏 Alhamdulillah wasyukurillah 🤲 akhirnya sekian purnama merindu sah juga, 😁 ikut deg' degan baca izab qobul' nya bng Denis 🤭

2024-12-27

1

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

yuk bisa yuuk.... 💪 bng Denis memperjuangkan cinta sejati untuk masa depan, smga slalu Istiqomah di jln Allah SWT. 🤲 hppy wedding 💒 Samawa bahagia slalu, 🙏❤️🔥

2024-12-27

1

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

perlahan tapi pasti semua tabir kepalsuan akan terungkap di balik tinta hitam, next kak slm support sehat slalu. 🤲❤️🔥

2024-12-27

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. MENYESAL
2 BAB 2. 5 SYARAT
3 BAB 3. JANJI
4 BAB 4. SECEPATNYA
5 BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6 BAB 6. BARU AWAL.
7 BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8 BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9 BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10 BAB 10. PERNIKAHAN
11 BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12 BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13 BAB 13. BUKAN MONTIR
14 BAB 14. SENTUH AKU
15 BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16 BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17 BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18 BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19 BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20 BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21 BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22 BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23 BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24 UCAPAN TERIMA KASIH
25 BAB 24. ANCAMAN
26 BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27 BAB 26. JANGAN SEKARANG
28 BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29 BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30 BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31 BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32 BAB 31. SUARA ITU...
33 BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34 BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35 BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36 BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37 BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38 BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39 BAB 38. DUA GARIS
40 BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41 BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42 BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43 BAGI-BAGI POIN
44 BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45 BAB 43. BUKAN MUHALIL
46 BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47 BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48 BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49 BAB 47. CERAIKAN DIA
50 BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51 BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52 BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53 BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54 BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55 BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56 BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57 BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58 BAB 56. MERASA JAHAT
59 BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60 BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61 BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62 BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63 BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64 BAB 62. MERINDUKANMU
65 BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66 BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67 BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68 BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69 BAB 67. HAK PATEN
70 BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71 BAB 69. ANA
72 BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73 BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74 BAB 72. DENDAM
75 BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76 BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77 BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78 BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79 BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80 BAB 78. MENGEJAR
81 BAB 79. KRITIS
82 BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83 BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84 BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85 BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86 BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87 BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90 Janji CINTA
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1. MENYESAL
2
BAB 2. 5 SYARAT
3
BAB 3. JANJI
4
BAB 4. SECEPATNYA
5
BAB 5. TIDAK PUNYA HATI NURANI
6
BAB 6. BARU AWAL.
7
BAB 7. TAK SEKUAT YANG TERLIHAT
8
BAB 8. TUHAN SEAKAN MENDUKUNG
9
BAB 9. TIDAK BISA MENUNGGU TERLALU LAMA
10
BAB 10. PERNIKAHAN
11
BAB 11. LAKUKAN MALAM INI JUGA!
12
BAB 12. DIA JUGA KORBAN
13
BAB 13. BUKAN MONTIR
14
BAB 14. SENTUH AKU
15
BAB 15. APA SEBENARNYA TUJUANMU?
16
BAB 16. BIBITKU ATAU PIL MU
17
BAB 17. MERENCANAKAN SESUATU
18
BAB 18. NAMA DAN MAKANAN KESUKAANNYA SAMA
19
BAB 19. TIDAK BISA MENYELESAIKAN MISI
20
BAB 20. AKU MEMANG SENGAJA
21
BAB 21. SIAPA YANG MELAKUKANNYA?
22
BAB 22. PURA-PURA AMNESIA
23
BAB 23 SEPERTI ADA YANG HILANG
24
UCAPAN TERIMA KASIH
25
BAB 24. ANCAMAN
26
BAB 25. JANGAN GALAK-GALAK SAMA SUAMI
27
BAB 26. JANGAN SEKARANG
28
BAB 27. HANYA KAMU YANG BISA
29
BAB 28. KALIAN SALING MENGENAL?
30
BAB 29. AKAN ADA BANYAK AIR MATA
31
BAB 30. INGIN KAMU MENGAKUI SATU HAL
32
BAB 31. SUARA ITU...
33
BAB 32. SIAPA YANG TAHU KAMU JUSTRU TERSESAT
34
BAB 33. RAGAKU BERSAMANYA TAPI HATI DAN PIKIRANKU TERTUJU PADAMU
35
BAB 34. APA KAMU MASIH MAU MENUNGGU AKU?
36
BAB 35. KAMU SALAH PAHAM DENGANKU
37
BAB 36. EFEK HUJAN-HUJANAN
38
BAB 37. SUDAH SEHARUSNYA MENDAPATKAN GANJARANNYA
39
BAB 38. DUA GARIS
40
BAB 39. TIDAK ADA ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN
41
BAB 40. SIAPA KAMU SEBENARNYA?
42
BAB 41. SI LAKI-LAKI SUBUH
43
BAGI-BAGI POIN
44
BAB 42. SUSTER MARIA BILANG KALAU KAMU... .
45
BAB 43. BUKAN MUHALIL
46
BAB 44. APA KAMU BENAR-BENAR TULUS MENCINTAI AKU?
47
BAB 45. AKAN MEMBERITAHUNYA
48
BAB 46. DATANG SENDIRIAN SAJA
49
BAB 47. CERAIKAN DIA
50
BAB 48. SALAH KAMU SENDIRI
51
BAB 49. MENUJU RUMAH SAKIT
52
BAB 50. AKAN MENJADI AYAH
53
BAB 51. AKU ATAU KAMU?
54
BAB 52. HANYA ADA SATU CARA UNTUK MEMBUKTIKAN
55
BAB 53. BELAJAR DARI AIR LAUT
56
BAB 54. OBAT PEREDA MUAL YANG SANGAT AMPUH
57
BAB 55. BIAR GAK KANGEN SEPERTI SHANUM
58
BAB 56. MERASA JAHAT
59
BAB 57. TIDAK BERMAKSUD MERAGUKAN
60
BAB 58. PENGEN JENGUK SI DEDEK
61
BAB 59. TIBA-TIBA MANJA
62
BAB 60. GARA-GARA BANG DENIS
63
BAB 61. KITA AKAN MENGHADAPI INI BERSAMA-SAMA
64
BAB 62. MERINDUKANMU
65
BAB 63. HANTU LUAR NEGERI
66
BAB 64. SEKALIAN BAKAR LEMAK
67
BAB 65. MASIH AKAN BERLANJUT
68
BAB 66. TERBAKAR DI DALAM MOBIL
69
BAB 67. HAK PATEN
70
BAB 68. CINTA BUKAN SEKEDAR UNGKAPAN
71
BAB 69. ANA
72
BAB 70. SAUDARI KEMBAR?
73
BAB 71. BERUSAHA MENGIKHLASKAN
74
BAB 72. DENDAM
75
BAB 73. JUGA MEMILIKI HATI NURANI
76
BAB 74. DIMANA TEMPAT TINGGALNYA?
77
BAB 75. MENYUSUL KE BANDUNG
78
BAB 76. SEKALIAN HONEYMOON
79
BAB 77. MAMA KANGEN, NAK
80
BAB 78. MENGEJAR
81
BAB 79. KRITIS
82
BAB 80. BAGAIMANA AKU BISA HIDUP SEPERTI INI?
83
BAB 81. SEUMUR HIDUP TIDAK AKAN BISA MENGHILANGKAN RASA BERSALAH DAN SESAL
84
BAB 82. ANAK KITA SUDAH KEMBALI
85
BAB B3. DAPAT CUCU LAGI
86
BAB 84. DATANG TERLAMBAT
87
BAB 85. DUA ANAK CUKUP!
88
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
89
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
90
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!