17. SIAPA ITU NAI?

Arstanta yang pingsan langsung dibawa oleh orang itu ke suatu bangunan yang berada tidak jauh dari lokasi Arstanta bertarung.

Setelah itu, orang tersebut langsung mengambil Handphonenya dan menelepon seseorang.

"Nona.. Aku mendapatkannya." ucap orang tersebut dengan nada yang senang dan santai.

"Apa kau berhasil menangkapnya?" tanya orang yang ada di telepon itu dengan nada meragukan dan sedikit meremehkan.

"Aku yakin Nona.. Tidak salah lagi aku berhasil menangkap Arstanta." jawab orang itu dengan nada yakin dan juga santai.

"Jika kau memang benar-benar berhasil menangkapnya, maka bawa dia ke hadapanku sekarang." ucap orang yang ada di telepon dengan nada santai dan sedikit senang.

"Baik Nona.. Saya akan segera menemui anda." ucap orang tersebut dengan nada santai sebelum panggilan telepon di antara mereka berdua berakhir.

Setelah panggilan telepon sudah berakhir, orang tersebut langsung menggendong Arstanta di pundaknya, dan dengan santai membawanya ke sebuah mobil yang berada tidak jauh dari lokasi Arstanta dan Trexa berada.

Ketika orang itu memasukkan Arstanta ke mobil miliknya untuk dibawa, tiba-tiba Kaedee menghalanginya.

Orang tersebut yang melihat Kaedee menghalangi jalannya, seketika langsung menodongkan pistol ke arahnya.

"Pergilah bocah..!! Atau kau tidak akan pernah bisa melihat dunia ini lagi selamanya." ucap orang itu dengan nada yang mengancam.

Kaedee yang melihat orang itu mengancamnya, seketika langsung menendang tangan dari orang itu dari bawah dengan sangat keras dan cepat hingga membuat tangannya patah dan menjatuhkan pistolnya ke tanah.

"ARRRGGHH..!!! APA YANG KAU LAKUKAN BOCAH SIALAN..!!" Teriak orang itu dengan nada kesal dan marah sembari menahan rasa sakit yang didapatkannya.

Kaedee yang mendengar orang itu marah kepada dirinya, seketika langsung tersenyum mengejek ke arahnya.

"Pak tua.. Jika kau ingin berkelahi jangan lakukan secara setengah-setengah, kau tidak akan pernah meraih kemenangan jika seperti itu." ucap Kaedee dengan nada mengejek dan merendahkannya.

"BERANINYA KAU..!!!" ucap orang itu dengan nada marah sembari meninju ke arah perut Kaedee.

Kaedee dengan reflek yang cepat langsung menangkisnya dan membuat jarak yang cukup besar diantara mereka berdua.

"Hei pak tua.. Jangan marah-marah begitu, apa kau ini tidak punya kesabaran ya?" ucap Kaedee mengejek orang itu dengan nada merendahkan lagi.

Mendengar ejekan yang terus-menerus yang di katakan oleh Kaedee, orang itu pun seketika langsung menyerang Kaedee dengan teknik pukulan lurus ke arahnya.

Kaedee yang bisa melakukan seni beladiri, seketika langsung menangkisnya dan memukul dagu dari orang tersebut dengan keras dan cepat.

Orang itu terkena pukulan telak dari Kaedee, dan seketika itu juga orang tersebut langsung jatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri.

Kaedee tersenyum bahagia dan mengejek sekali lagi.

Setelah itu Kaedee langsung mengambil kunci mobil dari orang itu, lalu dia membawa mobilnya dan Arstanta ke rumah miliknya dengan perasaan senang dan bahagia.

*Berpindah ke para pasukan Rantara yang sudah sampai di lokasi Arstanta*

Ketika armada pasukan Rantara baru tiba di lokasi, seketika itu semua pasukan Rantara dibuat terkejut ketika melihat tubuh Trexa yang terbaring di tanah seperti orang mati.

Rantara yang melihat langsung tubuh Trexa yang tidak bergerak sama sekali seketika langsung menghampirinya.

"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Rantara dengan nada tidak percaya dan terkejut.

"Pemimpin.. Aku rasa ada orang lain yang habis menghajarnya secara membabi buta." ucap salah satu pasukan Rantara dengan nada sedikit tidak percaya dan terkejut juga.

"Menghajarnya? Apa kau sedang bercanda?!! Orang ini adalah Pemimpin pasukan pertama dari perusahaan Radhel, bagaimana mungkin ada seseorang yang tidak bersenjata bisa mengalahkannya." ucap Rantara dengan nada tegas dan tidak percaya.

"Tapi Pemimpin.. Itu mungkin bisa-bisa saja, jika orang tersebut menguasai seni beladiri tingkat tinggi." ucap salah satu pasukannya dengan nada santai.

"Aku juga tau kalau soal itu, tetapi masalahnya seseorang yang mengalahkan Trexa, tidak lain adalah orang biasa yang secara tidak sengaja di bantu oleh Boss kita." ucap Rantara dengan nada yakin dan masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

*Berpindah ke rumah sakit STONE 2*

"Apa pelindung yang ada di bajumu rusak?" tanya Radhel ke Taka dengan nada santai.

"Tidak kok, punyaku masih bisa digunakan." jawab Taka dengan nada santai dan tenang.

Taka pun tiba-tiba terfikirkan sesuatu.

"Radhel, apa bocah itu kau berikan pelindung ini juga?" tanya Taka dengan nada santai dan tenang.

"Tidak, aku tidak memberikannya apa-apa kecuali Handphone dan uang." jawab Radhel dengan nada santai ke Taka.

Taka terdiam sejenak dan sangat terkejut ketika mendengarnya.

"Apa kau serius?" tanya Taka dengan nada tidak percaya sembari menatap Radhel dengan terkejut.

"Aku serius." jawab Radhel dengan santai sembari menatap Taka juga.

"Tubuhnya terbilang sangat kuat bocah itu, tapi.. Bagaimana mungkin orang biasa sepertinya tidak terlalu mendapatkan dampak yang parah dari ledakan sebuah peluru dari Tank?" tanya Taka di dalam hatinya dengan nada bingung dan heran

*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT yang sudah sampai di markas utamanya*

Semua Pemimpin pasukan dan juga Ketua perusahaan langsung turun dari Kapal selam, begitu juga Refta.

"Ini gila.. Kita benar-benar selamat dari serangan besar para armada tentara di dunia." ucap Raftel dengan nada senang dan lega.

"Apa kita benar-benar sudah aman sekarang?" tanya Refta dengan nada sedikit ketakutan dan khawatir.

"Kita seharusnya sudah aman sekarang, karena markas kita benar-benar tidak bisa dilacak oleh perusahaan itu dengan mudah." jawab orang yang memakai Jas dengan santai.

"Perusahaan itu?" tanya Refta dengan nada bingung.

"Perusahaan informasi terbesar di dunia yang dirumorkan bisa tau semua rahasia semua Negara yang ada di dunia." jawab orang yang memakai Jas itu lagi dengan nada santai dan sedikit bersemangat.

Ketua BLACKDHAT pun menghampiri orang yang menggunakan Jas itu dengan berjalan santai.

Profesor Xenard, mau sampai kapan kau akan menutupi identitas aslimu?" tanya Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai.

Seketika semua Pemimpin pasukan langsung terkejut dan juga tidak percaya.

Karena mereka semua tau jika orang ini adalah pencipta dari berbagai senjata mematikan dan berbagai teknologi canggih.

"Apa aku sedang bermimpi?" tanya Raftel dengan nada tidak percaya.

"Apa dia Asli?" tanya Refta dengan nada bingung dan tidak percaya juga.

"Dia asli, namun sepertinya kalian semua belum bisa melihat wajah sebenarnya dari Profesor Xenard ini." ucap Ketua BLACKDHAT dengan nada santai.

"Wajah asli? Apakah itu bukan wajah aslinya?" tanya Raftel dengan nada bingung.

"Itu hanyalah buatan tangan untuk menipu lawan kita, dan juga suara dari orang ini hanyalah tipuan belaka yang benar-benar jauh berbeda dari suara aslinya." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai.

*Berpindah ke sebuah perusahaan megah dan mewah di tengah Kota*

Disana terlihat sebuah wanita cantik dan juga seksi sedang duduk sembari menikmati kopi di kursi mewahnya dengan santai sembari membaca novel.

Salah satu pasukannya memasuki ruangan dengan ucapan permisi dan langsung menghampirinya.

"Nona.. Maaf mengganggu waktumu, Aku rasa si tua jefan sudah mati karena ulah seseorang." ucap pasukan itu dengan nada santai dan khawatir.

"Mati? Apa yang kau katakan? Dia tadi bilang kepadaku jika dirinya akan datang membawa Arstanta." jawab Nona itu dengan nada sedikit bahagia dan tidak percaya.

"Tapi Nona.. Sedari tadi aku menunggu, nampaknya balasan pesan ataupun panggilan telpon darinya seperti tidak bisa di hubungi." jawab pasukan itu dengan nada santai dan juga sedikit khawatir.

Nona dari orang itu sedikit terkejut dan penasaran dengan apa yang dikatakan oleh pasukannya itu.

Dan dengan cepat Nona itu langsung menelepon orang tadi atau Jefan lagi untuk memastikannya.

Namun anehnya orang itu tidak pernah mengangkat panggilan teleponnya, padahal dengan jelas tertulis di Handphone miliknya berdering.

Nona itu pun merasa ada yang tidak beres dengan dirinya, lalu dia pun langsung memerintah 2 orang pasukannya untuk ikut bersamanya.

"Aku ingin kau memanggil salah satu pasukan lainnya dan ikut bersamaku ke lokasi mobilnya berada," ucap Nona itu dengan nada yang sedikit tegas.

"Baik Nona.. Saya akan menjaga anda." jawab pasukan itu dengan nada santai sembari menundukkan kepalanya.

"Bagaimanapun juga, Arstanta bagaikan harta negara. Karena bocah itu sebenarnya tau sisi lain dari dunia, atau dengan kata lain dia adalah kunci yang pasti untuk mencari tau rahasia pemerintah yang asli." ucap Nona itu dengan nada santai dan tegas.

*Berpindah ke Arstanta dan Kaedee*

Kaedee sedang bersantai sembari menunggu Arstanta sadar kembali, lalu karena Kaedee merasa bosan, dia pun pergi meninggalkan Arstanta yang berada di kamarnya.

Kaedee keluar dari rumahnya untuk bersantai lagi dan juga melihat mobil hasil curiannya.

"Keren juga nih mobil." ucap Kaedee dengan suara yang pelan dan juga perasaan senang.

Mobil yang Kaedee curi bukanlah mobil biasa, karena bentuk badan dan juga logonya sudah memperlihatkan bahwa mobil itu biasa dipakai oleh orang kaya.

*Berpindah ke Arstanta*

Arstanta mulai membuka matanya secara perlahan dan juga melihat ke kanan dan ke kiri untuk memastikan.

"Aku dimana? Perasaan tadi lagi bertarung sama Pemimpin pertama." ucap Arstanta dengan suara pelan dan juga heran.

Arstanta mencoba menggerakkan badannya namun tampaknya dia masih merasa kesakitan.

"Aww.. Kepalaku masih terasa sakit dan pusing, badanku nampaknya juga masih belum bisa bergerak dengan bebas," ucap Arstanta dengan nada tenang dan pasrah.

"Apakah Radhel dan juga pasukannya akan menjemputku ke mari? Atau mungkin mereka tidak tau keberadaanku sama sekali?" tanya Arstanta ke dirinya sendiri dengan nada penasaran.

Arstanta yang masih terus berfikir, tiba-tiba mendengar langkah kaki yang sedang menuju kemari dari balik jendela kamar.

Arstanta penasaran dengan suara langkah kaki orang ini apakah dia punya niat buruk kepada dirinya.

Langkah semakin terdengar, dan ternyata yang muncul adalah seorang wanita yang sama sekali tidak dia kenal, lalu dengan mudah dia masuk ke ruangan Arstanta.

Arstanta yang penasaran dengan kehadirannya langsung bertanya kepadanya.

"Kau ini siapa?" tanya Arstanta dengan nada penasaran dan juga curiga.

"Aku Nai ketua dari perusahaan yang cukup terkenal di kota, dan julukan sebagai wanita tercantik di Indonezia." ucap wanita itu dengan perasaan percaya diri yang tinggi.

"Nai? Nama macam apa itu?" tanya Arstanta dengan nada bingung.

"Apa kau mengejekku?" tanya Nai dengan nada yang kesal.

"Tidak.. Aku hanya bertanya." jawab Arstanta dengan nada santai sembari menahan ketawa.

*Di sisi Kaede*

Kaedee mendengar suara Arstanta yang sedang berbicara dengan orang selain dirinya, Kaedee yang merasa curiga langsung berjalan santai menuju ke ruangan Arstanta untuk memastikannya.

Nai yang mendengar suara langkah kaki dari ruangan yang tidak jauh darinya, seketika langsung melarikan diri dengan cara melompat keluar dari jendela kamar Arstanta.

"Hei..!! Kau mau kemana?" tanya Arstanta dengan nada heran dengan tingkah lakunya.

Kaedee yang mendengar suara Arstanta sedang memanggil seseorang seketika langsung masuk ke ruangan

KREKK...

Ketika Kaedee membuka pintu, yang ada di depannya hanyalah Arstanta saja.

Arstanta cukup terkejut ketika melihat Kaedee.

"Kaedee? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Arstanta dengan nada bingung.

"Hah?!! Apa maksudmu aneh, kau sekarang ada di rumahku tau," jawab Kaedee dengan nada sedikit kesal ke Arstanta.

"Apa kau berbicara dengan orang lain tadi?" tanya Kaedee lagi dengan nada curiga.

"Aku berbincang-bincang dan juga sedikit bercanda dengan seorang wanita yang tiba-tiba masuk dari jendela." jawab Arstanta dengan nada santai.

"Apa kau yakin? Kau tidak sedang mempermainkanku bukan?!!" tanya Kaedee dengan nada sedikit mengancam dan kesal.

"Aku bersumpah Kaedee, wanita cantik tiba-tiba masuk kemari tanpa izin." jawab Arstanta dengan nada yakin dan juga serius.

"Seperti apa wanita itu?" tanya Kaedee dengan nada santai.

"Dia cantik, bertubuh seksi dan juga terlihat seperti seorang putri," jawab Arstanta dengan nada santai sembari mengingat-ingat.

"Apa kau mengenalnya?" tanya Arstanta dengan nada santai lagi.

Kaedee berfikir sejenak untuk mengingat-ingat seseorang yang mempunyai kemiripan seperti itu.

Setelah cukup lama berfikir, Kaedee menyadarinya dan mengetahui orangnya.

"Aku tau.. Tapi kenapa orang seperti dirinya malah mengincar kamu?" tanya Kaedee dengan nada penasaran dan juga curiga.

Arstanta yang bingung ketika melihat Kaedee, seketika langsung menatap matanya.

"Apa yang kau ketahui tentang dirinya?" tanya Arstanta kepada Kaedee dengan nada penasaran.

"Aku akan menceritakannya, namun kamu juga harus memberitahu aku siapa dirimu yang sebenarnya." ucap Kaedee dengan nada santai sembari tersenyum ke Arstanta.

"Baiklah aku setuju." jawab Arstanta dengan nada yakin dan santai sembari tersenyum kembali ke Kaedee juga.

*Di balik jendela rumah Kedee*

Secara diam-diam Nai masih ada disana, dia tidak meninggalkan lokasi begitu saja, dan dia juga mendengar semua percakapan dari Kaedee dan juga Arstanta.

"Aku mendengar kalian.. Beritahu aku semuanya tentang rahasia kalian berdua." ucap Nai di dalam hatinya dengan perasaan bahagia dan senang.

*Berpindah ke Arstanta dan juga Kaedee*

"Nai adalah Ketua dari perusahaan besar bernama Crazy Rich, dia suka sekali sesuatu yang mewah dan juga megah, dia juga bukan Ketua yang sembarangan, karena banyak saksi mata yang mengatakan bahwa Nai adalah wanita yang sangat berprestasi." ucap Kaedee dengan nada santai.

"Jadi.. Apakah Nai itu termasuk seseorang yang sangat kaya? Atau hal-hal yang megah dan mewah itu hanya sekedar hobinya?" tanya Arstanta dengan nada penasaran.

"Itu memang hobinya, namun kenyataannya, dia juga benar-benar sangat kaya karena penjualan Kosmetiknya. Namun aku yakin bukan dari Kosmetiknya saja yang membuat masyarakat tertarik dengan apa yang dia jual. Namun dari penampilan Nai sendiri yang dapat memikat orang-orang dengan kecantikan yang dimilikinya." ucap Kaedee dengan nada santai sembari menganalisa.

"Kau cukup hebat dalam hal menganalisa Kaedee, apakah kau punya usaha sendiri?" tanya Arstanta dengan nada santai.

"Aku hanya bocah nakal yang selalu keluar saat malam untuk bersenang-senang, apa menurutmu seseorang sepertiku bisa menjadi pengusaha?" tanya Kaedee dengan nada santai sembari meragukan ucapan Arstanta.

"Aku serius.. Kau pasti bisa Kaedee." ucap Arstanta dengan nada yakin dan santai.

Kaedee menarik nafas panjang dan membuangnya dengan santai.

"Hmm.. Nanti saja jika aku ada waktu untuk melakukannya." ucap Kaedee dengan santai.

"Hah?!! Apa maksudmu nanti? Seharusnya kau lakukan sekarang." ucap Arstanta dengan nada santai dan sedikit egois.

"Aku tidak punya uangnya bod*h." ucap Kaedee dengan nada sedikit kesal.

"Tinggal cari." jawab Arstanta dengan nada sedikit mengejeknya.

"Kau ini." ucap Kaedee sembari menahan Emosi

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!