9. 2 SAHABATKU PERGI SELAMANYA

"Kalian iblis, apa yang membuat kalian kemari?!!" tanya salah satu pasukan ENTERPRISE dengan nada kesal dan marah.

"Sudahlah.. Jangan terlalu banyak bertanya, kau mau nasibmu seperti Pemimpin pasukanmu?!!" ucap Raftel dengan nada kesal juga.

"Pemimpin? Apa maksudmu?!!" tanya pasukan ENTERPRISE itu.

"Pemimpinmu telah mati bersama kedua pasukannya, apa kau masih tidak sadar?!!" ucap Raftel dengan nada merendahkan dan kesal.

Para pasukan ENTERPRISE itu pun langsung menyadari siapa Pemimpin mereka yang dimaksud oleh Raftel.

"Pemimpin Ranteta..?!! A.. Apa kalian membunuhnya juga?!!" tanya salah satu pasukan dengan kesal sembari menodongkan senjatanya ke arah Raftel.

"Hahaha..!! Ranteta ya? Nama yang bagus, tapi sayangnya sudah mati." ucap Raftel dengan nada mengejek sembari tertawa.

Para pasukan ENTERPRISE pun menodongkan senjata mereka ke armada besar pasukan BLACKDHAT.

"SERANG..!!!" Teriak salah satu pasukan ENTERPRISE dengan emosi dan marah.

Tank MAUSK pun langsung menembak para pasukan ENTERPRISE tanpa ragu.

Tembakan Tank itu membuat ledakan yang cukup dahsyat, para pasukan ENTERPRISE benar-benar lenyap.

Arstanta dan yang lainnya terkena dampak dari tembakan peluru Tank itu, karena mereka berada dekat dengan para pasukan ENTERPRISE.

Dan karena tembakan Tank itu, Arstanta dan yang lainnya terpental dan langsung tidak sadarkan diri.

Para armada besar BLACKDHAT pun langsung pergi dari lokasi tempat Arstanta dan yang lainnya.

*Di kantor Pemerintahan*

"Mereka benar-benar ada, apa yang harus kita lakukan?" tanya Wakil Menteri Pertahanan dengan nada sedikit khawatir.

"Aku juga bingung, mereka melakukan apapun yang mereka mau seperti di rumah mereka." jawab Ketua Menteri Pertahanan dengan nada kesal.

"Aku akan menyuruh para tentara untuk melakukan tugas ini, mereka semua pasti akan kami tangkap." ucap Jenderal Tentara dengan nada yang tegas.

"Itu ide yang bagus, aku setuju." ucap Ketua Menteri Pertahanan.

"Aku juga setuju, kita tidak boleh meremehkan mereka sedikit pun." ucap Wakil Menteri Pertahanan dengan nada santai dan setuju.

*Di markas ENTERPRISE*

"Kenapa mereka belum kembali? Apakah terjadi sesuatu disana?" tanya salah satu pekerja disana dengan khawatir.

"Ini gawat.. Aku tidak ingin mereka mendapatkan masalah." ucap pekerja lainnya dengan nada khawatir.

Renald yang berada di dekat kedua pekerja itu langsung menghampiri mereka.

"Apa kalian bisa menghubungi mereka?" tanya Renald ke para pekerja itu dengan nada khawatir.

"Aku akan mencobanya." ucap salah satu pekerja dengan nada khawatir.

Pekerja itu berusaha menghubungi semua pasukan yang ikut serta ke rumah sakit bersama Ranteta.

Tetapi tidak ada respon apapun dari mereka semua.

"Tidak ada jawaban sama sekali dari mereka semua.. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya pekerja itu dengan nada khawatir dan sedikit panik

TAP.. TAP.. TAP.. TAP..

"Renald..!! Ini gawat, aku mendapatkan informasi hari ini yang sangat viral di dekat area rumah sakit Stone 3." ucap salah satu pekerja disana dengan nada panik.

"Ada apa? Bisa kau jelaskan?" tanya Renald sang Pemimpin pasukan itu dengan nada yang bingung dan penasaran.

"Aku mendengar ada Armada besar Militer disana, tapi faktanya tidak ada satu pun informasi dari Militer untuk mengadakan Armada besar. Bahkan Jenderal Militer mengakui bahwa Armada besar itu bukan perintahnya." ucap pekerja itu dengan nada panik dan semakin khawatir.

"Bisa aku liat rekamannya?" tanya Renald dengan penasaran.

"Baiklah." jawab pekerja itu sembari menunjukkan rekamannya dari masyarakat disana.

Renald saat melihat Armada itu sangat terkejut dan benar-benar panik "INI BUKAN ARMADA MILITER.. INI BLACKDHAT..!!!" ucap Renald dengan nada marah dan panik.

"APA?!!." pekerja itu tidak percaya dengan apa yang di katakan Renald.

Renald pun langsung memanggil semua Pemimpin pasukan yang berada di Markas ENTERPRISE.

Renald menuju ke ruangan darurat dan dia langsung menyalakan sirine darurat.

Seluruh pasukan dan Pemimpin pasukan ENTERPRISE ENTERTAINMENT langsung berkumpul.

Renald pun menuju ke tempat mereka semua berkumpul "INI GAWAT..!! BLACKDHAT SEKARANG ADA DI RUMAH SAKIT ITU.

AKU INGIN KITA SEMUA PERGI KE SANA DAN MEMASTIKANNYA SECARA LANGSUNG...!!!" ucap Renald dengan nada yang tegas dan khawatir.

*Di rumah sakit STONE 3*

Para Masyarakat disana langsung membantu Arstanta dan yang lainnya untuk dibawa ke dalam rumah sakit itu.

Namun ketika mereka masuk ke sana, mereka tidak menemukan satu pun Dokter maupun pekerja lainnya.

"Dimana mereka semua? Kenapa rumah sakit ini seperti terbengkalai." ucap salah satu masyarakat dengan bingung dan heran.

"Kalau begitu kita cari mereka di semua ruangan rumah sakit ini." ucap salah satu masyarakat dengan nada yang sedikit tegas dan panik.

Para Masyarakat itu mencari di setiap ruangan rumah sakit, namun mereka semua sama sekali tidak menemukan Dokter dan pekerja lainnya, mereka semua hanya menemukan pasiennya saja tanpa ada Dokter atau pun Suster yang merawat mereka.

"Apa yang sebenarnya terjadi.. Ini sangat menakutkan." ucap salah satu masyarakat dengan nada ketakutan.

"Dimana para Dokter dan Suster?" tanya salah satu masyarakat lainnya.

*Di sisi Armada BLACKDHAT*

"Kau sudah melakukan tugasmu disana bukan?" tanya Ketua BLACKDHAT kepada Raftel dengan nada santai.

"Tentu saja.. Aku menaruh semuanya di gudang bawah tanah." jawab Raftel dengan nada santai juga.

"Ohh.. Aku rasa itu akan menjadi kejutan yang menyenangkan." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai dan senang.

"Hahaha..!! Aku sangat menantikan respon dari Masyarakat." ucap Raftel dengan nada senang sembari tertawa.

*Di sisi Armada ENTERPRISE*

Semua mata Masyarakat menuju ke satu titik, yaitu Armada besar ENTERPRISE ENTERTAINMENT.

Banyak Masyarakat yang merekamnya.. Dan banyak pula Masyarakat yang menyaksikannya langsung.

"Ada apa ini sebenarnya? Apakah ada perang disini?" tanya salah satu Masyarakat kepada dirinya sendiri dengan nada bingung dan khawatir.

Armada ENTERPRISE itu menggunakan semua kendaraan miliknya, bahkan sampai Helikopter dan pesawat tempur.

"Armada ini sangat besar.. Aku tidak menyangka kita akan menggunakan seluruh kekuatan tempur kita." ucap salah satu Pemimpin pasukan ENTERPRISE dengan nada yang bingung dan bangga.

"Lihatlah lawan kita.. Dia adalah pemegang Tiang Dunia Tertinggi. Dan dia di juluki dengan julukan Raja Dunia." ucap Renald dengan nada serius dan tegas.

"Raja Dunia? Julukan konyol apa itu?" tanya Salah satu Pemimpin dari ENTERPRISE yang tidak percaya.

"Kalian akan mengerti ketika waktunya tiba." ucap Renald dengan nada santai.

*Berpindah ke rumah sakit STONE 3*

Salah satu Masyarakat ada yang pergi ke ruangan bawah tanah, dia menemukan sebuah gudang tua yang terbengkalai dan sangat bau busuk.

"Tempat apa ini sebenarnya?" tanya Masyarakat itu dengan nada jijik dan kesal.

Dia pun mulai membuka gudang tua itu. Setelah dia membukanya dengan lebar, dia pun benar-benar sangat terkejut dan ketakutan melihat isi dari gudang tua itu.

*Berpindah ke Masyarakat yang sedang membawa Arstanta dan yang lainnya*

"Kita tidak punya waktu, kita harus membawa mereka semua ke rumah sakit lainnya." ucap salah satu Masyarakat dengan nada yang panik.

"Itu ide bagus, baiklah aku akan menyiapkan mobilku." ucap salah satu Masyarakat sembari mengambil mobilnya.

Singkat cerita Arstanta dan yang lainnya akan dipindahkan ke rumah sakit yang sama dengan Rantara.

*Di sisi Masyarakat yang di gudang tua*

Dia pun langsung berlari ketika melihat isi dari gudang itu.

Masyarakat yang melihat dirinya berlari dengan keadaan panik itu membuat Masyarakat menjadi penasaran.

Salah satu Masyarakat ada yang menghentikannya "Apa yang terjadi?" tanya salah satu Masyarakat dengan nada santai.

"A.. Aku melihat para Dokter dan pekerja lainnya di gudang tua itu." jawab Masyarakat itu dengan keadaan ketakutan dan badan yang gemetar.

*Berpindah ke sisi Arstanta yang sedang di bawa ke rumah sakit*

Seorang perempuan cantik dengan santai mengikuti mobil yang membawa Arstanta

NITTT... NITTT... NITTT...

Perempuan itu pun mengangkat teleponnya sembari mengendarai motor "Dimana kamu?" tanya seseorang dengan nada khawatir.

"Aku sedang sibuk..!! Jangan ganggu aku sekarang..!!" jawab perempuan itu dengan nada yang tegas dan kesal.

"Aku mengerti.. Tapi cepatlah kembali, aku mengkhawatirkan keselamatanmu." ucap orang tersebut sebelum menutup panggilan teleponnya

NIT...

Perempuan itu pun menambah kecepatan motornya untuk mengejar mobil yang membawa Arstanta

BROOOMMM...

*Di lokasi rumah sakit STONE 3*

"ADA MAYAT DISINI..!!!" ucap salah satu Masyarakat dengan nada terkejut dan panik.

Para Masyarakat lainnya pun menghampiri salah satu Masyarakat itu, lalu mereka mengambil foto dari mayat itu dan merekamnya.

Disaat mereka sedang merekam dan mengambil foto mayat itu, tiba-tiba para Armada besar ENTERPRISE langsung menerobos pagar rumah sakit STONE 3 dan menghancurkannya.

Para Masyarakat itu pun terlihat sangat terkejut.

"Siapa kalian?" tanya salah satu Masyarakat dengan nada khawatir dan takut.

"Minggir lah kalian..!! Biarkan kami yang bekerja disini..!!" ucap Renald dengan nada tegas.

Para Masyarakat pun mulai pergi meninggalkan rumah sakit itu.

"Cari Ranteta dan Retita sekarang dimanapun itu..!!" ucap Renald dengan nada yang tegas dan khawatir.

Para pasukan dan Pemimpin pasukan langsung mencarinya disegala tempat.

Setelah beberapa lama mencari, salah satu pasukan menemukan mayat "Aku menemukan mayat di taman rumah sakit." ucap pasukan itu dengan nada khawatir ke Renald.

Para pasukan dan Pemimpin pasukan pun langsung menuju ke lokasi mayat itu, dan saat mereka membalik tubuh mayat itu, mereka semua langsung sangat terkejut dan tidak percaya.

Renald mengeluarkan air mata ketika melihat wajah Retita "Re.. Retita.. Ba.. Bagaimana mungkin?" ucap Renald dengan nada sedih sembari menangis.

Para pasukan lain dan Pemimpin pasukan lain pun juga ikut menangis.

Renald pun langsung memegang wajah Retita dengan lembut sembari mengelusnya dengan perlahan.

"Hei bod*h.. Kau sudah berjanji bukan? Bahkan kepada kita semua. Tapi kenapa kau mati duluan bod*h Retita. Bagaimana kita bisa melihatmu memimpin perusahaan ini?" tanya Renald dengan nada sedih dan terus menangis kepadanya.

Para pasukan yang melihatnya terus menerus menangis dan mereka semua tidak ada yang bisa menahan kesedihan mereka.

*Kembali ke 7 tahun yang lalu*

"Aku akan memimpin perusahaan ini..!!!" ucap Retita dengan nada tegas dan suara yang keras.

"Berhentilah bermimpi bod*h." ucap Renald dengan santai sembari mencubit pipinya.

"Aaaa...!! Kau ini menyebalkan..!!!" ucap Retita dengan nada yang kesal dan kesakitan.

"Hahaha..!!" Renald ketawa melihat Retita yang kesal itu.

*Suatu hari di suatu tempat pelatihan di markas ENTERPRISE*

"Satu..!! Dua..!! Tiga..!!" ucap Retita dengan nada tegas sembari melakukan push up dengan terengah-engah.

Renald yang mengintip Retita yang sedang latihan, tersenyum dan merasa senang dari balik pintu.

*Suatu hari di kantin markas ENTERPRISE*

"KAU TIDAK BISA MENJADI KETUA PERUSAHAAN INI RETITA..!!!" ucap Ranteta dengan nada kesal dan tegas ke Retita.

"AKU BISAA..!! AKU JANJI.. AKU AKAN MENJADI KETUA PERUSAHAAN INI..!!!" ucap Retita dengan nada yang tegas dan yakin.

Semua pasukan, bahkan Pemimpin pasukan mendengar janji Retita itu. Semua Pemimpin pasukan hanya tersenyum mendengarnya termasuk Renald.

"BODOHH..!!! KAU MENGATAKANNYA TERLALU KERAS..!!!" ucap Ranteta dengan kesal sembari menutup mulut Retita.

Retita hanya bisa diam disaat itu, dan semua yang ada di kantin tertawa melihat kelucuan tingkah laku adik dan kakak itu.

*Kembali ke masa yang sekarang*

"Kenapa selalu seperti ini..!! KENAPA YA TUHAN?!!" tanya Renald dengan nada sedih dan menyesal sembari melihat ke atas langit.

"Kenapa?... Kenapa aku baru merasakan perasaan rindu dan senang disaat orang itu sudah mati, Kenapa?!!" ucap Renald dengan perasaan sangat sedih sampai dirinya bersujud.

"Aku menyesal.. Aku benar-benar menyesal tidak bisa memberikan yang terbaik untuknya. Aku menyesal karena tidak bisa menyemangatinya. Aku menyesal karena terlalu mementingkan diriku sendiri dan tidak memperhatikannya. Aku menyesal Retita.. Maafkan aku karena sudah dingin kepadamu." ucap Renald dengan penuh penyesalan dalam dirinya sembari menangis dan bersujud.

*Di suatu hari di pantai*

"Renald.. Maukah kau mengajariku ilmu berpedang?" tanya Retita dengan penuh semangat.

"Tidak..!! Aku sibuk sekarang." jawab Renald dengan cuek dan langsung meninggalkannya.

*Di suatu hari di hutan*

"Renald.. Bisa membantuku sebentar? Tas ku beraaat..!!" ucap Retita dengan manja.

"Tidak.. Urus dirimu sendiri Retita." jawab Renald dengan cuek.

"Aaahhh.. Kau tega sekali." ucap Retita dengan nada manja dan ngambek.

*Kembali ke masa sekarang*

"Aku memiliki banyak sekali salah padamu. Namun kamu hanya membalasnya dengan senyuman konyol di wajahmu. Aku menghargaimu, aku juga menghormatimu Retita." ucap Renald di dalam hatinya dengan sedih.

Salah satu pasukan tiba-tiba sangat terkejut ketika dia membuka Handphonenya dan melihat rekaman video dari internet. Lalu dia tiba-tiba menangis.

Salah satu pasukan disampingnya itu pun melihat Handphone dari prajurit itu karena penasaran.

Dan dia sangat terkejut dan ikut menangis.

Renald yang melihat kedua pasukan itu menangis langsung menghampirinya "Apa yang kalian lihat?" tanya Renald dengan suara yang sedikit santai dan sedikit sedih.

"Ranteta.. Ranteta juga mati oleh BLACKDHAT." jawab prajurit itu tidak kuasa menahan tangisannya.

"APA?!! RANTETA?!!" Renald pun langsung mengambil ponsel dari kedua pasukan itu dan melihat rekamannya.

Nafas Renald terengah-engah melihat Ranteta yang dibunuh begitu kejam oleh pasukan BLACKDHAT.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!