Seluruh Armada besar dari Indonesia benar-benar kebingungan ketika melihat Armada besar BLACKDHAT dari lautan.
Tidak tanggung-tanggung, Armada besar BLACKDHAT itu menyerang para tentara Indonezia dengan sangat brutal.
"Ini adalah serangan kejutan dari kami, kalian benar-benar akan kalah." ucap salah satu Pemimpin pasukan dari BLACKDHAT dengan nada yang senang dan bangga.
Jenderal yang menyadari bahwa ada serangan dari arah lautan tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa melihatnya saja tanpa memberikan perlawanan.
"Jenderal..!! Ini gawat, kita harus memanggil para Armada lautan." ucap salah satu tentara Indonezia dengan nada yang panik dan khawatir.
"Aku tidak bisa, kita benar-benar akan kalah disini." ucap Jenderal itu dengan nada sedikit ketakutan dan pasrah.
Pasukan Indonezia yang mendengar Jenderal mengatakan hal seperti itu hanya bisa terdiam.
*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT*
Para pasukan BLACKDHAT sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh Ketua mereka, mereka bangga memiliki Ketua yang rela melakukan hal seperti ini demi mereka.
"Ketua memang hebat, dia rela memanggil Armada besar Negara lain untuk membantu kita." ucap salah satu pasukan di dalam hatinya dengan nada bangga dan senang.
Raftel yang melihat Armada lautan dari Austraria itu merasa aneh.
"Ini bukan Armada perang Austraria, namun ini adalah Armada besar pasukan BLACKDHAT yang berada di Austraria." ucap Raftel dengan nada terkejut.
"APA?!!.." ucap salah satu pasukan BLACKDHAT dengan nada sangat terkejut.
"Ini gila, julukan itu benar-benar nyata" ucap pasukan lainnya dengan nada terkejut.
Seluruh pasukan BLACKDHAT itu sangat terkejut ketika mendengarnya. Mereka mengira itu adalah pasukan dari para tentara Austraria, namun mereka salah.
"Jika yang dikatakan oleh Raftel adalah kenyataan, maka aku benar-benar tidak mengerti lagi dengan perusahaan ini." ucap salah satu Pemimpin BLACKDHAT disana dengan nada bangga dan senang
NITTT... NITTT... NITTT...
Ketua BLACKDHAT pun mengangkat panggilan telepon itu dengan santai.
"Kami disini untuk membantumu, apa kamu memiliki perintah untuk kami?" tanya seseorang yang menggunakan Jas itu dengan nada yang santai.
Ketua BLACKDHAT pun tersenyum "Apa kau membawa MAUSK di kapal mu?" tanya Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai.
"Aku membawanya, memangnya ada apa?" tanya orang yang memakai Jas tersebut dengan nada penasaran.
"Kekuarkan para MAUSK itu dan biarkan mereka memenangkan Perang ini." jawab Ketua BLACKDHAT dengan nada yang santai.
"Baiklah.. Aku akan berlabuh untuk mengeluarkan mereka." ucap orang yang memakai Jas tersebut dengan nada santai juga.
Kapal induk itu pun menuju ke arah daratan di ikuti oleh Armada besar dari Austraria yang mengawalnya.
*Di sisi tentara Indonezia*
Jenderal dari pasukan Indonezia yang melihat kapal induk milik BLACKDHAT ingin berlabuh itu pun langsung memerintahkan para tentara Indonezia untuk menyerang kapal induk tersebut.
"PERINTAH UNTUK SEMUA PASUKAN..!! SERANG KAPAL INDUK YANG INGIN BERLABUH ITU SEKARANG..!!!" teriak Jenderal pasukan Indonezia itu dengan nada tegas dan bersemangat.
Para pasukan darat dari Indonezia pun langsung menuju ke kapal induk BLACKDHAT untuk menyerangnya.
Para pasukan itu menyerang dengan Formasi bertempur mereka. Mereka juga mengarahkan meriam dan senjata mereka ke kapal induk BLACKDHAT itu.
*Di sisi pasukan BALCKDHAT*
Para pasukan BLACKDHAT melihat para tentara Indonezia menyerang dari daratan dengan Armada yang sangat besar.
Para pasukan BLACKDHAT itu mulai mencoba menahan mereka agar tidak mengganggu rencana mereka.
Kapal induk itu pun berhasil berlabuh.
Lalu pintu raksasa yang berada di belakang kapal induk BLACKDHAT itu mulai terbuka secara perlahan.
*Berpindah ke rumah sakit di tempat Arstanta*
Refta menginap di rumah sakit, dia selalu bersama Arstanta selama 2 hari itu, dia juga menjaga Arstanta dengan sangat baik.
"Refta.. Apa kau tidak lelah? Kau sudah membantuku dengan sangat baik selama 2 hari ini, aku ingin kamu beristirahat Refta." ucap Arstanta dengan nada khawatir.
"Aku baik-baik saja kok.. Apa kau perlu sesuatu lagi?" tanya Refta dengan nada santai.
Arstanta pun memegang tangan Refta "Aku butuh kamu untuk beristirahat." jawab Arstanta dengan nada santai dan khawatir.
Refta sedikit terkejut dan tersipu malu ketika mendengarnya "Ba.. Baiklah aku akan istirahat." ucap Refta dengan santai. Dia juga menidurkan kepalanya ke perut Arstanta.
Lalu dengan lembut Arstanta mengelus kepala Refta secara perlahan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Refta dengan santai.
"Memanjakanmu seperti kau memanjakanku." jawab Arstanta dengan nada santai.
Refta hanya tersenyum setelah mendengar itu dari Arstanta.
*Berpindah ke markas JJ*
"Alexxa.. Apa kau mau meningkatkan dirimu?" tanya JJ dengan nada santai.
"Apa maksudmu?" tanya Alexxa dengan nada yang bingung dan heran.
"Aku hanya ingin perusahaan kita berkembang dengan sangat pesat, dan aku mendapatkan informasi bahwa Radhel sedang terkena musibah sekarang." ucap JJ dengan nada santai dan sedikit senang.
"Hmm.. Aku akan membantumu sebisaku, aku benar-benar akan meningkatkan diriku untukmu." ucap Alexxa dengan nada santai sembari tersenyum.
"Kau benar-benar anak yang hebat ya?" tanya JJ dengan nada santai sembari tersenyum.
"Aku akan membalas budi padamu JJ, dan aku sangat berterimakasih padamu karena sudah membantuku ketika aku terkena musibah di hotel itu." ucap Alexxa dengan nada santai sembari tersenyum juga.
"Hotel ya.. Iya aku rasa kau anak kecil yang berada di hotel itu." ucap JJ dengan nada santai dan senang.
*Berpindah ke Rantara*
"Aku harus meningkatkan diriku, jika ini adalah perang maka aku akan memenangkannya." ucap Rentara dengan nada yang percaya diri.
"Pemimpin.. Kami akan membantumu agar kau bisa memenangkan perang ini." ucap salah satu pasukan Rentara dengan nada santai dan bersemangat.
"Aku menghargai bantuan kalian pasukan, dan aku sangat berterimakasih kepada kalian semua." ucap Rentara dengan nada santai sembari tersenyum.
Para pasukan Rentara yang mendengar itu juga ikut tersenyum.
*Berpindah ke markas ENTERPRISE*
"Renald.. Aku ingin kita mengadakan Rapat darurat lagi." ucap Stefa dengan nada santai dan sedikit memaksa.
"Ada apa?" tanya Renald dengan nada bingung dan penasaran.
"Aku ingin mengangkatmu menjadi Ketua ENTERPRISE yang baru." ucap Stefa dengan nada yang santai.
*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT*
Pintu dari kapal induk itu terbuka, dan para pasukan BLACKDHAT yang lain sangat terkejut ketika mereka melihat isi dari kapal induk tersebut.
"Ini kemenangan kita." ucap salah satu Pemimpin pasukan BLACKDHAT dengan bangga.
Tank MAUSK yang berada di dalam kapal induk itu perlahan mulai keluar dan menyerang para tentara Indonezia.
Tank itu menyerang para tentara Indonezia tanpa ragu dan tidak mundur sedikit pun.
*Di sisi Jenderal Indonezia*
"Sial..!! Tank apa itu?!! Kenapa sulit sekali dihancurkan..!!" ucap Jenderal tersebut dengan nada kesal dan jengkel.
"Jenderal..!! Apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu tentara Indonezia dengan nada panik.
"SERANG..!! SERANG SAJA MEREKA..!!!" ucap Jenderal itu dengan nada tegas dan panik.
Tank MAUSK itu terus menyerang tanpa ragu, dan para Tank MAUSK itu menghancurkan apapun yang mereka lewati.
Para tentara Indonezia mulai hancur dan mati secara perlahan-lahan.
"Jenderal..!! Kita harus mundur..!!" ucap salah satu tentara Indonezia dengan nada panik dan ketakutan.
"Ti.. Tidak..!! Kita pasti bisa menang." ucap Jenderal itu dengan nada tegas dan panik.
"KAU EGOIS SEKALI JENDERAL..!!! ucap tentara Indonezia itu dengan nada yang kesal dan emosi.
Jenderal itu pun langsung menembak kepala dari tentara Indonezia itu dengan Pistol karena emosi dan marah.
Para tentara Indonezia yang melihat kejadian itu langsung terpancing emosi juga. Lalu tiba-tiba ada salah satu pasukan yang menembak langsung ke arah Jenderal itu tanpa ragu
DORR..
Jenderal itu terjatuh dan mati di tempat dia berdiri.
Para tentara Indonezia yang melihat kejadian itu mulai ketakutan dan berlarian untuk menyelamatkan diri mereka.
Dan secara perlahan tapi pasti, para tentara Indonezia itu mati satu persatu karena terus menerus di serang oleh Tank MAUSK itu secara brutal.
*Berpindah ke markas Militer utama*
Para tentara yang berada disana di kejutkan dengan kemunculan ratusan pesawat pengebom dan ratusan kapal laut yang mengarah ke markas itu.
"Ini gila..!! Semuanya larii..!!" ucap salah satu pasukan dengan nada panik.
"Sial tidak ada listrik disini, dan disini sangat gelap sekali." ucap pasukan Indonezia yang lain dengan nada panik.
*Di sisi BLACKDHAT*
Para pasukan BLACKDHAT menghancurkan segalanya, mereka tanpa ragu menyerang Masyarakat yang tidak mau mendengarkan perintah mereka.
Para Masyarakat yang melihat kejadian ini semakin ketakutan.
Para tentara BLACKDHAT itu mamasuki Kota-kota yang berada dekat dengan lokasi mereka berperang saat ini.
Mereka menyerang semua Masyarakat jika mereka benar-benar egois dan tidak mau mematuhi mereka.
"OII..!! PARA MASYARAKAT INDONEZIA..!!! PERGILAH KALIAN DARI KOTA INI..!!!" ucap Raftel dengan nada tegas.
Para Masyarakat Indonezia yang mendengarnya hanya bisa menurut.
*Berpindah ke kantor Pemerintah*
TAP.. TAP.. TAP..
Tiba-tiba Presiden masuk ke kantor Pemerintahan itu.
"Pak Presiden? Bapak sedang apa disini?" tanya Ketua Menteri Pertahanan dengan nada panik dan bingung.
"Tidak ada apa-apa kok.. Saya cuma mau disini saja." ucap Presiden dengan santai sembari duduk di salah satu kursi disana.
*Berpindah ke markas utama Militer*
Semua yang ada di markas itu benar-benar dihancurkan dan di ledakkan.
Markas ini berada dekat dengan lautan, sehingga membuat kapal perang bisa menyerangnya juga.
*Perang yang sangat kejam, Indonezia benar-benar di hancurkan secara perlahan, baik dari Militer, Masyarakat maupun Pemerintahan. Markas Militer utama Indonezia hancur karena tidak ada informasi apapun, Masyarakat semuanya ketakutan dan panik, Ini adalah pertanda yang sangat buruk*
*Berpindah ke rumah sakit Arstanta di rawat*
Mereka semua yang ada di rumah sakit mendengar suara Tank yang sedang berjalan, para Dokter dan Suster disana mulai ketakutan dan panik.
*Gelapnya malam membuat suasana menjadi semakin menyeramkan, ditambah tidak ada listrik dan Internet yang membuat ketakutan semakin kuat*
TAP.. TAP.. TAP..
Suara langkah kaki dari luar ruangan Arstanta terdengar, Arstanta pun memegang tangan Refta dengan erat karena takut terjadi hal buruk padanya.
KREKK..
Pintu ruangan Arstanta terbuka, dan Arstanta pun tidak bisa melihat orang itu karena senter yang sangat terang dari pasukan BLACKDHAT itu.
"Refta.. Waktunya kembali." ucap pasukan itu dengan nada santai.
"Baiklah.. Aku akan kembali." jawab Refta dengan berat hati.
Refta melepas pegangan tangan Arstanta dengan lembut dan perlahan.
"Sampai jumpa Arstanta." ucap Refta dengan nada santai dan lembut.
Arstanta tidak bisa melihat Refta ketika itu karena senter yang sangat terang itu.
Pasukan itu dan Refta pergi dari ruangan Arstanta dengan santai sembari menutup pintunya kembali.
"Refta.. Aku akan berubah untuk membuatmu berada di sampingku lagi..!!" ucap Arstanta dengan nada tegas dan percaya diri.
Arstanta tidak sadar jika sebenarnya percakapan mereka berdua sudah di dengar oleh Radhel dan Taka yang sedang berpura-pura tidak sadarkan diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments