Seketika suara Tank terdengar menjauh dari lokasi rumah sakit.
*Di dalam Tank MAUSK*
"Refta apa yang kau katakan pada temanmu itu?" tanya salah satu pasukan BLACKDHAT dengan penasaran.
"Aku hanya membahas kenangan masa kecil kita, itu saja." jawab Refta dengan nada tidak senang.
"Ohh.. Aku.. Aku minta maaf karena harus memisahkan kalian lagi." ucap pasukan itu dengan nada bersalah ke Refta.
"Aku mengerti kok, aku tau kita harus melakukan tugas kita." jawab Refta dengan nada santai.
Para pasukan yang lain merasa sedikit sedih dengan perpisahan Refta dan Arstanta itu.
*Di luar kantor Pemerintahan*
Pasukan Indonezia dan Jenderalnya tidak menyadari bahwa MAUSK yang berada di Armada besar BLACKDHAT sudah berpindah tempat sebelum mereka berperang. Tank MAUSK ini memisahkan dirinya bukan karena perintah, melainkan keinginannya sendiri.
Para Polisi sangat ramai di luar kantor Pemerintahan, mereka menjaga Presiden yang berada disana.
Ketika mereka semua sedang berjaga, tiba-tiba mereka mendengar suara gemuruh dari kejauhan.
"Suara gemuruh apa itu?" tanya salah satu anggota Polisi ke temannya yang berada di sampingnya.
"Aku tidak tau. Apakah ada seseorang yang memanggil sesuatu kemari?" tanya teman Polisi itu ke dirinya lagi dengan bingung.
Suara gemuruh itu semakin mendekat, suaranya semakin keras terdengar, dan tanah sedikit bergetar karena suara itu. Para pasukan Polisi pun mulai merasa khawatir dengan kejadian ini.
"Apa itu?" tanya salah satu Polisi dengan nada bingung ketika dia melihat sesuatu yang sedang datang dari sebuah persimpangan jalan.
"Aku tidak tau, mungkin itu adalah Truk." jawab anggota Polisi lainnya dengan nada santai.
"Bukan.. Itu bukan Truk, aku yakin itu adalah kendaraan perang." ucap anggota Polisi lainnya dengan nada khawatir.
Mereka semua menyaksikan sebuah Tank MAUSK yang menuju ke arah mereka.
"ITU TANK..?!!" ucap salah satu anggota Polisi dengan nada tidak percaya dan panik.
Seketika MAUSK itu pun langsung memborbardir para anggota Polisi itu dengan pelurunya.
Para Polisi pun langsung menyerang kembali dengan Pistol dan beberapa senjata berat lainnya.
Tank itu masuh tampak baik-baik saja ketika para Polisi terus menyerangnya.
"INI GILA..!! APA YANG MEREKA PIKIRKAN?!!" ucap Komandan Polisi yang berada di sana dengan nada panik dan ketakutan.
"Komandan..!! Tank ini benar-benar sangat keras dan sulit dihancurkan. Apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu anggota Polisi ke Komandannya dengan nada panik.
"TERUSLAH MENYERANG..!! AKU YAKIN KITA BISA MENGHANCURKANNYA..!!!" ucap Komandan Polisi itu dengan nada tegas dan percaya diri.
Usaha para Polisi untuk menghancurkan Tank itu benar-benar tidak membuahkan hasil sedikit pun. Malah justru Tank MAUSK ini semakin mendekat dan membombardir mereka dengan sangat kejam.
Komandan yang melihat kesempatan ketika Tank itu mendekat langsung pergi mendekat ke Tank itu.
"KOMANDAN..!! KAU MAU KEMANA?!!" tanya salah satu anggota Polisi dengan nada panik dan bingung.
Komandan itu tidak mendengarkan perkataan dari anggota Polisi itu, dia tetap melakukan hal yang dia anggap kesempatan itu.
Komandan itu naik ke atas Tank MAUSK itu dengan cepat dan langsung mencoba membuka akses masuk ke dalam Tank itu.
Namun tiba-tiba menara tank itu secara perlahan berputar mengarah ke Komandan itu.
Komandan yang menyadari itu langsung naik ke atas menara Tank itu.
Semua anggota Polisi masih menyerang Tank itu, mereka semua mencoba segala cara dengan menembak apapun yang mereka pikir adalah kelemahan Tank tersebut.
Namun sayang usaha mereka sia-sia, lalu Tank MAUSK itu masuk ke kantor Pemerintahan dengan menerobos pintu masuk kantor Pemerintahan dengan sangat mudah.
Pintu itu pun hancur, dan Tank MAUSK itu langsung mengarahkan meriamnya ke Ketua Menteri Pertahanan, dan lainnya yang berada disana.
Para Menteri dan Presiden sangat ketakutan dan terkejut dengan kehadiran Tank MAUSK itu.
"A.. Apa yang kalian inginkan dari kami?" tanya Presiden Indonezia itu dengan nada khawatir dan panik.
Dari dalam Tank itu pun mengeluarkan suara seperti Speaker yang bisa di dengar oleh banyak orang "Serahkan dirimu kepada BLACKDHAT. Atau kami akan membunuhmu dan mengambil alih Negara korupsi ini secara paksa." ucap pasukan yang berada di dalam Tank itu dengan nada yang tegas.
"Apa katamu?!! Negara korupsi?!! Tau apa kau tentang Negara ini." ucap Presiden itu dengan nada emosi dan marah.
Tank itu pun semakin mendekat ke Presiden Indonezia dan langsung mengarahkan meriamnya ke Presiden itu.
"Sebaiknya kau diam.. Kau bilang dirimu Presiden Negara ini?!! Namun nyatanya kau hanyalah Pemimpin biasa, kau hanyalah pengisi kekosongan dari Pemerintahan saja. Apa yang kau tau dari para Pemerintah di Negara ini..!!" ucap salah satu pasukan BLACKDHAT itu dengan nada santai dan kesal.
Presiden itu pun terdiam sejenak "Omong kosong, apa yang kau tau.." ketika Presiden itu melawan dan menolak fakta dari apa yang sudah di beritahu oleh pasukan BLACKDHAT, para pasukan itu pun dengan mudah dan tega menembaknya dengan meriam Tank itu sampai dia hancur
DORRRR...
Para Menteri, dan semua Polisi menyaksikan kejadian itu di depan mata mereka.
Presiden telah tiada, Negara benar-benar dilanda kekacauan yang sangat parah.
Para Polisi dan Komandan Polisi yang melihat kejadian itu langsung merasa bingung dan pasrah, karena mereka sadar mereka telah kalah dan bersalah atas terjadinya kejadian kejam ini.
Tank MAUSK itu pun mengeluarkan suara lagi "HAHAHA..!!! HAHAHAHAHHA...!!!! BLACKDHAT..!! BLACKDHAT..!! BLACKDHAT..!!" para pasukan yang berada di dalam Tank itu merasa puas dan bangga dengan apa yang mereka lakukan sembari tertawa dengan sangat bahagia.
Para Polisi terdiam begitu juga Kementrian.
"Kita gagal sebagai pelindung.." ucap Komandan Polisi yang berada di atas Tank MAUSK itu dengan nada bersalah dan sangat kecewa.
Tiba-tiba akses masuk ke Tank itu terbuka, dan salah satu pasukan BLACKDHAT yang berada di dalam Tank itu langsung menembak Komandan Polisi itu dari dalam Tank
DORR...
Kepala dari Komandan Polisi itu tertembak, dan dia terjatuh ke tanah dengan keadaan tidak sadarkan diri.
Para Polisi yang melihat kejadian itu langsung menyerang kembali Tank MAUSK itu dengan membabi buta dan brutal.
"SIAL*N..!! MATILAH KAU BLACKDHAT..!!! ucap salah satu anggota Polisi sembari terus menyerang Tank MAUSK itu yang secara perlahan meninggalkan lokasi kantor Pemerintahan.
Para anggota Polisi itu terus menembak tanpa henti walaupun mereka sebenarnya tau bahwa peluru dari senjata mereka telah habis.
"MATI..!!! MATILAH KAU BLACKDHAT..!!!" teriak salah satu anggota Polisi dengan nada marah sembari mengeluarkan air mata.
Tank MAUSK itu pergi dari lokasi, dan menuju ke para pasukan BLACKDHAT lainnya.
"Kita gagal.. Kita gagal menjaga Presiden Negara ini. Apa kita harus mati?" ucap salah satu anggota Polisi dengan nada kecewa dan putus asa.
*Berpindah ke rumah sakit tempat Arstanta dan yang lainnya berada*
Ketika Arstanta telah mengatakan bahwa dirinya akan berubah, dia melihat ke arah Radhel dan Taka.
Dan Arstanta pun sangat terkejut ketika melihat mereka berdua sudah sadar "A.. Apa kalian mendengarnya?" tanya Arstanta dengan nada malu.
"Tentu saja.. Kau akan berubah kan?" ucap Radhel dengan nada sedikit mengejek.
"Lu.. Lupakan saja apa yang sudah kukatakan Radhel sial*n..!!" ucap Arstanta dengan nada malu dan sedikit ragu.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan.. Apa kau benar-benar ingin berubah?" tanya Radhel dengan santai.
"Iya.. Aku ingin berubah." jawab Arstanta dengan santai juga.
"Aku akan membantumu jika kamu mau malakukan sesuatu untukku." ucap Radhel dengan santai lagi.
"Melakukan apa?" tanya Arstanta dengan penasaran.
*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT*
Tank MAUSK yang berpisah tadi pun datang kembali ke para pasukan BLACKDHAT.
"Darimana saja kau?" tanya Raftel dengan nada penasaran dan tegas.
Para pasukan itu pun keluar dari Tank MAUSK satu persatu "Kami dari kantor Pemerintahan dan kami melakukan hal yang Ketua inginkan sejak dulu." jawab pasukan itu dengan nada santai dan hormat.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Raftel semakin penasaran.
"Kami membunuh Presiden Indonezia di kantor Pemerintahan." jawab pasukan BLACKDHAT itu dengan nada santai dan hormat.
"A.. APA?!!" ucap Raftel dengan nada tidak percaya.
Semua pasukan BLACKDHAT yang mendengarnya langsung terkejut.
"Apa kau serius?!!" tanya pasukan lainnya dengan nada tidak percaya.
"Aku benar-benar serius." jawab pasukan BLACKDHAT itu dengan tegas dan percaya diri.
"Ini berita besar.. Laporkan ke Ketua..!!" ucap Raftel dengan nada yang tegas.
Para pasukan BLACKDHAT itu pun menuju ke lokasi Ketua mereka.
*Berpindah ke markas misterius di tengah hutan*
TAP.. TAP.. TAP..
BRAKK..
Salah satu pasukan dari perusahaan itu membuka pintu di ruangan Ketua mereka dengan sangat terburu-buru.
Ketua terkejut ketika pasukan itu tiba-tiba masuk "APA KAU TIDAK PUNYA SOPAN SANTUN..?!!!" ucap Ketua itu dengan nada tegas dan marah.
"Ma.. Maafkan aku Ketua, tapi ini adalah berita yang sangat penting." ucap pasukan itu dengan nada yang panik.
"Berita apa?" tanya Ketua perusahaan itu dengan sangat penasaran.
"Pre.. Presiden Indonezia terbunuh oleh pasukan BLACKDHAT." ucap pasukan itu dengan nada panik dan ketakutan.
"APA..?!!" Ketua perusahaan itu sangat terkejut dengan berita ini, dan Ketua itu langsung menyuruh semua pasukan dan bawahannya untuk memanipulasi berita ini.
*Berpindah ke markas JJ*
Alexxa sedang berlatih seni bela diri dan melakukan olahraga lainnya.
"Aku harus meningkatkan diriku, dan aku harus lebih kuat." ucap Alexxa di dalam hatinya dengan percaya diri.
Terlihat dengan sangat jelas jika perusahaan JJ sedang meningkatkan kualitas pasukan mereka dan para pekerja mereka secara maksimal.
*Berpindah ke markas ENTERPRISE*
Para Pemimpin pasukan keluar dari ruangan rapat
TAP.. TAP.. TAP..
Stefa menghampiri Renald dengan santai "Selamat Renald, ahh maksudku Ketua." ucap Stefa dengan nada santai dan bangga.
"Hahaha.. Tidak usah terlalu formal begitu, aku tetaplah aku." ucap Renald dengan nada santai.
"Aku melakukan ini demi mereka berdua." ucap Stefa sembari tersenyum sedikit sedih.
"Aku mengerti perasaanmu Stefa." ucap Renald sembari memegang pundak Stefa.
"Apa rencanamu sekarang Renald?" tanya Stefa dengan nada santai dan bersemangat.
"Aku akan meningkatkan perusahaan ini menjadi lebih baik." jawab Renald dengan nada santai dan bersemangat juga.
Stefa pun tersenyum mendengarnya.
*Berpindah ke lokasi Ketua BLACKDHAT*
Para pasukan BLACKDHAT yang lain sudah sampai ke lokasi ketua itu.
Mereka pun langsung memberitahu informasi ini ke Ketua BLACKDHAT itu sembari menjaganya.
"Berita bagus.. Aku akan melakukan Penjajahan secara menyeluruh di Negara korupsi ini." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai dan bersemangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments