"Cepat.. Bawa dia ke ruangan UGD." ucap Dokter yang terburu-buru saat melihat keadaan Rantara.
Beberapa saat telah berlalu, Rantara masih belum menyadarkan dirinya, begitu pula dengan gadis seumurannya.
"Dokter.. Ini sudah 3 hari, apa mereka berdua benar-benar baik-baik saja?" tanya sang Suster dengan khawatir.
"Aku tidak bisa menjaminnya, kita doakan saja yang terbaik untuk mereka berdua." jawab sang Dokter.
"Ibu.." ucap Gadis yang seumuran dengan Rantara tanpa sadar.
Suster dan Dokter yang mendengarnya itu hanya bisa menahan air mata mereka.
"Mereka berdua masih SMP, dan mereka berdua menyaksikan ledakan Hotel itu di depan mata mereka. Jujur saja aku tidak tau apa yang harus aku lakukan jika masih seumuran dengan mereka saat sadar nanti." ucap sang Suster dengan penuh rasa khawatir.
"Bolehkah aku merawat salah satu dari mereka?" tanya sang Suster ke Dokter di sebelahnya.
"Maafkan aku.. Tapi kamu tidak bisa merawatnya begitu saja." jawab sang Dokter dengan sedikit rasa bersalah.
"Aku mengerti kok." ucap sang Suster menahan air matanya.
*4 hari kemudian, Rantara mulai sadar secara perlahan*
"Ini di Hotel?" Tanya Rantara dengan bingung.
Suster yang melihat Rantara sudah sadar, langsung memanggil Dokter.
"Ibu..? Ayah..? Dimana mereka?" ucap Rantara dengan bingung sembari bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Dokter dan Suster pun menghampirinya.
"Haloo.." ucap sang Suster mencoba menghiburnya.
"Dimana aku? Kenapa ada Dokter dan Suster?" tanya Rantara dengan penasaran.
"Kamu dirumah sakit." jawab Suster itu dengan tenang.
"Aku mimpi buruk.." ucap Rantara dengan kebingungan.
"Kamu mimpi apa?" tanya Suster itu ke Rantara.
"Aku mimpi hotel yang kami tempati meledak." jawab Rantara dengan bingung.
"Ahh itu kan cuma mimpi bukan?" ucap Suster itu mencoba menghiburnya.
"Aku rasa iya.." ucap Rantara sembari melihat ke arah kanan kasurnya, dan dia melihat Gadis yang berada di dekat hotel itu sedang berbaring tidak sadarkan diri.
Rantara terkejut dan panik saat melihatnya "Dia yang ada di Hotel.." ucap Rantara dengan panik.
"Ini bukan mimpi.. Ini kenyataan," Rantara yang menyadari itupun tidak sanggup menahan rasa sedihnya. "AYAHH..!!! IBUU..!!! KARINAA..!!!" Rantara menangis sejadi-jadinya.
"AKU MOHON KEMBALI LAH JIKA INI HANYA MIMPI..!!!" Rantara terus menangis dan berteriak.
"Tenang nak tenang." ucap Suster itu dengan santai sembari menghiburnya.
"Jangan menghiburku..!! Aku hanya ingin mereka semua kembali, aku mohon.. Kembalikan mereka.. Aku mohon Suster..!! Kembalikan mereka semua..!!" ucap Rantara dengan penuh penyesalan dan putus asa.
Suster yang melihat Rantara terus menangis itu pun langsung memeluk Rantara dengan erat "Kamu harus kuat, jangan menyerah nak.. Hadapi masalah ini." ucap Suster itu menyemangati Rantara.
"AAAAAA..!!! AKU MOHON TUHANN.. BANGUNKAN AKU DARI MIMPI BURUK INI..!!!" ucap Rantara dengan penuh emosi dan rasa sedih yang mendalam.
*Beberapa tahun telah berlalu*
TAP.. TAP.. TAP.. TAP..
Rantara terus berjalan kesana kemari mencari makanan di tempat sampah dan tempat-tempat lainnya
KRUUUUKK~~~
Bunyi perut Rantara yang sedang kelaparan.
"Aku lapar.." ucap Rantara dengan lemah.
TAP.. TAP.. TAP.. TAP.. TAP..
"Apa kau lapar?" tanya seseorang yang menghampirinya.
"iya.. Aku sangat lapar." jawab Rantara ke orang tersebut.
"Ayok ikut denganku." ucap orang itu mengajak Rantara ke sebuah Restoran.
"Pesanlah apapun yang kamu mau, kamu boleh makan sepuasnya kok." ucap orang itu sembari tersenyum.
"Benarkah?" tanya Rantara dengan senang.
"Benar kok." ucap orang itu sembari mengelus kepala Rantara.
"Baiklah.." ucap Rantara dengan senang.
Rantara pun memakan banyak jenis makanan sampai dia kenyang "terimakasih banyak orang baik" ucap Rantara dengan senang dan tersenyum bahagia.
"Kamu mau bekerja denganku?" tanya orang itu dengan santai ke Rantara.
"Aku mau.." jawab Rantara dengan senang.
"Baiklah.. Sebelum itu.. Perkenalkan, namaku Radhel"
*Kembali ke masa yang sekarang*
"Sadarkan dia dulu JJ, aku ingin berbicara dengan nya." ucap Alexxa ke JJ.
"Baiklah.. Sadarkan dia secepatnya..!!" ucap JJ ke para Dokter dengan santai sembari berjalan meninggalkan ruangan itu.
*Disisi lain yaitu berada di luar kantor JJ*
SWIIINGGG....
DUARRRR.....
Ledakan terdengar dengan sangat keras. Kantor JJ itu semakin parah rusaknya akibat ledakan dari senjata PRPG itu.
JJ langsung pergi ke lantai dasar dan melihat apa yang terjadi.
JJ pun sangat terkejut, dia melihat semua bawahan Rantara datang dengan senjata lengkap.
"KEMBALIKAN RANTARA KAMI SIAL*NN..!!!" teriak salah satu pasukan dengan penuh emosi.
Pasukan Alexxa langsung menodongkan senjata ke arah mereka.
JJ pun mulai emosi "Kenapa tidak di tembak saja tadi?" ucap JJ dengan emosi ke para pasukan Alexxa.
"Saat mereka menembakkan PRPG, kami semua sedang berada di belakang perusahaan untuk menyelidiki kasus pengeboman waktu itu." ucap salah satu pasukan Alexxa.
JJ yang mendengarnya pun semakin jengkel "Arrrgghhh.. Sudahlah lupakan apa yang aku katakan tadi, sekarang serang mereka..!!" ucap JJ dengan tegas
DOR.. DOR.. DOR.. DOR.. DOR.. DOR..
Baku tembak terus terjadi di markas JJ.
*Tiba-tiba*
DOOOORRRRR...
DUARRRR....
Seluruh pasukan tiba-tiba berhenti menyerang satu sama lain, dan mereka semua melihat ke arah Utara dari arah tembakan itu berasal.
"Itu tank?" tanya salah satu pasukan Alexxa dengan heran.
"Tank itu? MAUSK? Tank Legenda itu nyata?" ucap JJ sembari bertanya-tanya.
"BUBARR..!!! ATAU KAMI AKAN MENYERANG KALIAN SEMUA!!!" Teriak seseorang dari atas gedung yang berada di sebelah kantor JJ.
Tiba-tiba kepala JJ ada bidikan laser dari seorang Sniper.
"Si.. Siapa kalian?" tanya JJ dengan nada sedikit khawatir dengan dirinya sendiri.
*Berpindah tempat ke Arstanta yang sedang jalan-jalan menikmati udara segar*
"Apakah perempuan itu baik-baik saja ya?" Arstanta bertanya ke dirinya sendiri.
Tiba-tiba suara langkah sepatu seseorang terdengar
TAP.. TAP.. TAP.. TAP.. TAP..
Arstanta pun langsung menoleh ke arah datangnya suara sepatu itu.
Arstanta sangat terkejut saat melihat orang itu "Si.. Siapa kau?" ucap Arstanta terbata-bata karena takut dengan postur tubuh orang itu.
"Apa maumu?" tanya Arstanta lagi dengan panik.
"Aku ketua dari perusahaan itu." jawab orang itu dengan berwibawa.
*Berpindah ke markas JJ*
"Siapa kalian? Apa mau kalian?" ucap JJ dengan nada sedikit ketakutan.
"Kami dari perusahaan besar, kami ingin kalian berdua menghentikan peperangan konyol ini." ucap orang tersebut dengan santai.
"Tidak..!! Tau apa kalian dengan perusahaanku?" ucap JJ dengan nada emosi
DOOORRR.....
DUARRRRR....
Tank itu menembak perusahaan JJ lagi dan membuat beberapa karyawan JJ meninggal disana.
Orang yang berada di atas Gedung itu hanya memperhatikan JJ dengan tatapan mengancam.
Pasukan Rantara pun menurunkan senjatanya.
"Apa yang kalian lakukan di perusahaan dia?" tanya orang itu ke para pasukan Rantara.
"Pemimpin kami diculik mereka, kami kesini hanya ingin menyelamatkannya." Jawab salah satu pasukan Rantara dengan santai dan sedikit emosi.
"Ohh.. Baiklah.. Lepaskan sandra itu sekarang..!!" ucap orang tersebut ke JJ dengan mengancam.
"Tcih.. Baiklah, aku akan melepaskannya." JJ pun pergi ke bawah tanah dan menggendong Rantara yang sedang tidak sadarkan diri itu menuju ke arah para pasukan Rantara.
Para pasukan Rantara pun langsung membawa Rantara pergi dari markas JJ.
"Apa kau masih menginginkan sesuatu?" tanya JJ ke orang itu.
"Tidak.. Misiku hanya memisahkan kalian." ucap orang itu, lalu dia pun pergi dari hadapan mereka begitu juga para pasukannya.
"Sial.. Siapa mereka?" tanya JJ ke dirinya sendiri.
*Berpindah ke sebuah Mall mewah*
Seorang perempuan cantik sedang berbelanja disana, dia tidak ragu untuk membeli barang-barang yang terbilang sangat mahal dengan jumlah yang sangat banyak.
Salah satu penjaga toko yang menjual barang itu pun bertanya ke wanita itu "Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya penjaga toko itu dengan penasaran.
Perempuan itu pun menjawab "Iyaa? Kenapa?" tanya perempuan itu ke penjaga toko dengan wajah tersenyum.
"Kenapa anda membeli barang-barang mewah ini tanpa ragu?" tanya penjaga toko itu dengan penuh penasaran.
"Karena bagus, dan aku juga suka barangnya." ucap perempuan itu dengan santai.
"Ohh begitu.. Saya kira ada alasan khusus." ucap penjaga toko itu dengan nada santai juga.
"Hahaha.. Iyaa." jawab perempuan itu dengan senang sembari tertawa.
Penjaga toko itu pun langsung menghitung semua total dari barang yang di beli oleh perempuan itu.
"Totalnya 10 Miliar 340 Juta." ucap penjaga toko itu dengan sedikit ragu.
"Oke" perempuan itu berkata dengan santai sembari memberikan kartu ATM nya.
"Atas nama Anna bukan?" tanya penjaga toko itu.
"iyaa, atas nama Anna." jawab Perempuan itu dengan senang dan tersenyum.
*Berpindah ke lokasi Arstanta*
"Perusahaan apa yang kamu miliki?" tanya Arstanta dengan penasaran.
"Perusahaan Legenda, yang selalu menjadi misteri." jawab orang itu.
"Perusahaan Legenda?" Arstanta bingung dengan perkataan orang tersebut.
"Apa kau tau perusahaan Radhel?" tanya Arstanta.
"Ohh.. Radhel Entertainment." jawab orang itu dengan santai.
"Bagaimana kau tau? Setauku Radhel itu cukup rahasia identitasnya untuk di ketahui oleh manusia biasa." ucap Arstanta dengan ragu dan bingung.
"Aku tau perusahaan Radhel, aku tau juga siapa itu JJ." ucap orang itu dengan santai.
"JJ? Bagaimana kau tau itu?" ucap Arstanta dengan bingung dan penasaran.
"Aku akan memberitahumu, JJ itu adalah singkatan dari Jester Jean." ucap orang itu dengan santai.
"Jester Jean? Apa kau berbohong?" ucap Arstanta mencurigainya.
"Tunggu sebentar.. Kalau kamu tau tentang orang-orang penting seperti ini, apakah kau tau rahasia diantara semua perusahaan mereka?" tanya Arstanta dengan nada penasaran.
"Aku tau.." jawab orang itu dengan santai.
"Kau hanya di manfaatkan Radhel untuk memajukan perusahaannya, sama seperti Rantara. Kau dan Rantara hanya alat milik Radhel." ucap orang itu dengan santai.
"Kau pembohong, aku tidak percaya padamu..!!" ucap Arstanta dengan tegas.
"Lancang sekali kau..!!" ucap orang itu dengan nada sedikit emosi.
"TCIH.. Jangan sok tau kau sial*n..!!" ucap Arstanta dengan penuh emosi.
Orang itu langsung membanting Arstanta ke tanah dengan sangat mudah.
"ARRRGGGHHH..!!!" teriak Arstanta karena kesakitan.
"Apa kau kira aku takut padamu?" ucap orang itu mengancam Arstanta.
Arstanta merasa ketakutan saat menatap matanya.
Tiba-tiba orang yang sedang mengancam Arstanta itu lehernya langsung di pegang oleh seseorang yang tingginya lebih dari 210 CM.
Arstanta terkejut saat melihatnya dan merasakan ketakutan yang luar biasa.
"Si.. Siapa kau?" tanya Arstanta ke orang tersebut.
Arstanta merinding melihat badan orang tersebut, karena badan orang tersebut penuh dengan otot-otot yang sangat besar dan kekar.
"Aku adalah ketua dari perusahaan BLACKDHAT." ucap orang itu dengan santai setelah mencekik leher orang yang tadi mengancam Arstanta dengan sangat mudah sampai mati.
Badan Arstanta tidak bisa berhenti gemetar karena ketakutan "Aura ini bukan manusia, siapa sebenarnya dia?" ucap Arstanta di dalam hatinya dengan perasaan takut yang luar biasa.
Orang itu pun berbalik badan dan langsung meninggalkan lokasi Arstanta sembari membawa mayatnya dengan satu tangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Teteh Lia
salut sama authornya, per bab nya bisa sepanjang ini. 👍
2024-08-17
1
Chị google là em
Aku merasa seperti menjadi karakter dalam cerita ini
2024-07-03
3