Ketika pasukan itu membalik tubuh dari jasad tersebut, dia benar-benar sangat terkejut dan tidak percaya ketika melihat wajah dari jasad itu.
Tanpa berfikir panjang dia langsung memberitahu Pemimpinnya "La.. Lapor.. Aku menemukan jasad Pemimpin pasukan.." Pasukan itu pun terdiam saat ingin melanjutkan ucapannya sembari mengeluarkan air mata.
"Ada apa denganmu? Jelaskan penemuanmu disini..!!" ucap Pemimpin pasukan itu dengan nada tegas dan bingung.
"Ba.. Baiklah." jawab pasukan itu dengan nada yang sedih.
"Pemimpin pasukan Retita Astof, adikmu telah mati di taman rumah sakit. Dia memiliki luka bekas tembakan di kepalanya." ucap pasukan itu dengan nada sangat sedih dan menangis.
"APA?!! KAU JANGAN BERCANDA BODOH..!!!" ucap Pemimpin pasukan itu sembari memukul kepala pasukan itu dengan sangat keras
BUGGG...
Pasukan itu pun memegangi kepalanya yang sudah di pukul oleh Pemimpin pasukan itu.
"Aaarrrgghhh.. A.. Aku tidak berbohong." ucap pasukan itu dengan nada sedih dan kesakitan.
"Kau bohong..!! Kau pasti berbohong..!! Aku tidak percaya..!!" ucap Pemimpin pasukan itu dengan nada sedih sembari menangis.
Salah satu Pasukan lainnya yang melihat Pemimpin mereka menangis, langsung memberitahu semua pasukan untuk langsung berkumpul di dekatnya.
"Aku tidak percaya..!!" ucap Pemimpin pasukan itu sembari menangis dan menutup wajahnya.
*Berpindah ke para pasukan Sniper*
"Laporkan ini ke Ketua sekarang..!!" ucap salah satu pasukan ke pasukan lainnya dengan nada yang tegas.
*Di markas BLACKDHAT*
NITTT... NITTT... NITTT...
Salah satu pekerja mengangkat panggilan telepon itu "Halo.." ucap pekerja itu dengan nada yang santai dan ramah.
"Halo.. Aku ingin kamu memberitahu Ketua bahwa ada Pemimpin pasukan dari Enterprise Entertainment lagi disini..!!" ucap pasukan Sniper itu dengan nada yang sedikit tegas.
"Baiklah.. Aku akan memberitahunya." jawab pekerja itu sebelum menutup panggilan teleponnya dan pergi ke ruangan Ketua
TOK.. TOK.. TOK..
Pekerja itu mengetuk pintu ruangan Ketua, namun anehnya Ketua tidak merespon sama sekali.
Pekerja itu terus menerus mengetuk pintu itu sampai beberapa kali. Tetapi hasilnya tetap sama.
Pekerja itu pun pergi menemui pekerja lainnya "Apakah kau tau dimana Ketua?" tanya pekerja itu dengan nada khawatir dan bingung.
"Aku tidak tau." jawab pekerja lainnya dengan nada santai.
Pekerja itu pun bertanya-tanya kepada semua pekerja di perusahaan ini, namun mereka semua tidak ada yang tau.
"Ini aneh, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya pekerja itu di dalam hatinya dengan bingung.
"Mungkin aku akan bertanya kepada Pemimpin pasukan." ucap pekerja itu dengan santai sembari menuju ke ruangan para Pemimpin pasukan
TOK.. TOK.. TOK..
"Permisi.." ucap pekerja itu dengan nada santai dan sopan.
Dia menunggu respon dari salah satu Pemimpin pasukan itu.
"Ini aneh.. Ada apa ini?" tanya pekerja itu ke dirinya sendiri dengan kebingungan.
*Berpindah ke para pasukan Sniper*
"Kenapa tidak ada jawaban sama sekali? Apa yang dilakukan pekerja itu sih..!!" ucap salah satu pasukan Sniper dengan kesal.
"Sudahlah.. Tetap fokus saja ke tugas kita." ucap pasukan lainnya dengan santai
DOOOORR...
DOR.. DOR.. DOR.. DOR..
Seluruh pasukan Sniper itu terkena serangan bertubi-tubi dari belakang, dan akhirnya mereka semua mati tanpa ada yang selamat.
Para pasukan dan Pemimpin ENTERPRISE yang mendengarnya langsung menjadi waspada.
Radhel dan Taka juga sudah mulai mempersiapkan senjata mereka setelah mendengar serangan itu.
*Di sisi Arstanta*
"Serangan? Siapa mereka?" tanya Arstanta dengan nada yang panik dan khawatir di dalam hatinya.
*Di sisi pasukan ENTERPRISE*
"Pemimpin.. Aku tidak ingin ada korban lagi, kita mundur saja untuk saat ini." ucap salah satu pasukan ENTERPRISE dengan nada khawatir.
"Itu benar Pemimpin.. Tolong mengertilah." ucap pasukan ENTERPRISE yang lain dengan nada khawatir dan ragu.
"Aku ingin melihat adikku dulu." ucap Pemimpin pasukan itu sembari menangis.
"Pemimpin..!! Tolong mengertilah." ucap salah satu pasukan dengan nada yang khawatir dan panik.
*Di atas gedung tempat para pasukan Sniper*
"Tcih.. Apa kalian kira kami takut kepada kalian?" ucap Alexxa dengan nada senang dan sombong.
"Aku akan menghancurkan kalian..!! Aku tau rencana kalian." ucap Alexxa dengan bangga.
Tiba-tiba pasukan JJ muncul di atas gedung
"Sialan.. Kenapa mereka ada disini." ucap Radhel dengan nada kesal.
*Di sisi pasukan ENTERPRISE*
"Maaf Pemimpin.. Tapi kami harus melakukan ini." ucap salah satu pasukan dengan nada yang ragu.
Pasukan itu pun langsung menggendong Pemimpin pasukan itu dan membawanya ke mobil.
*Di sisi lain kota di dekat rumah sakit*
Terlihat disana banyak sekali pasukan dan kendaraan-kendaraan perang sedang menuju ke arah rumah sakit. Para masyarakat menyaksikan armada besar itu.
"Apa kita benar-benar harus menyerang mereka dengan armada pasukan sebanyak ini?" tanya Anna ke Ketua BLACKDHAT.
"Tentu saja, aku tidak akan pernah meremehkan musuhku." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan santai.
*Berpindah ke atas gedung rumah sakit*
"Pemimpin.. Lihat disana, apakah itu pasukan yang sama seperti mereka?" tanya salah satu pasukan sembari menunjuk ke pasukan ENTERPRISE.
"Aku tidak tau.. Maka dari itu kita serang saja." ucap Alexxa dengan nada senang.
"Baiklah.." ucap salah satu pasukan itu dengan santai.
Para pasukan Alexxa pun menyerang mereka
DOR.. DOR.. DOR.. DOR..
DOOOORR..
Para pasukan ENTERPRISE itu dihujani peluru oleh pasukan Alexxa tanpa belas kasihan.
"Semuanya.. Mundur..!!" ucap salah satu pasukan ENTERPRISE ke para pasukan lainnya dengan tegas dan panik.
Para pasukan Alexxa terus menerus menyerang mereka.
"Selamatkan Pemimpin terlebih dahulu.. Kami akan menahan mereka..!!" ucap salah satu pasukan dengan yakin.
"Tapi.." ucapan pasukan yang memerintahkan untuk mundur itu langsung dipotong oleh pasukan lainnya "Selamatkan Pemimpin.. Bilang kepadanya kami sudah bekerja dengan baik." ucap pasukan itu dengan nada santai sembari tersenyum.
"Ba.. Baiklah.." jawab pasukan tersebut dengan nada sedih, lalu dia langsung pergi meninggalkan lokasi.
Saling tembak menembak pun terjadi di antara pasukan Alexxa dan pasukan ENTERPRISE.
*Disisi Radhel*
"Taka.. Kita harus membantu pasukan yang dibawah itu dan menyerang para pasukan JJ." ucap Radhel dengan nada tegas dan khawatir.
"Baiklah.. Saatnya beraksi." ucap Taka dengan nada yang bersemangat.
Taka dan pasukannya pun langsung masuk ke area rumah sakit dan membantu pasukan ENTERPRISE.
Para pasukan ENTERPRISE pun bingung dengan para pasukan Taka "Apa yang kalian lakukan? Tanya salah satu pasukan ENTERPRISE.
"Kami hanya di perintahkan Boss kami." jawab Taka dengan nada santai.
*Disisi Alexxa*
"APA..?!! SIAL*N KALIAN..!!" ucap Alexxa dengan emosi.
Para pasukan Alexxa banyak yang terbunuh karena kalah jumlah dengan pasukan ENTERPRISE dan Taka.
"MUNDUR..!!!" ucap Alexxa dengan nada tegas dan langsung melarikan diri.
Para pasukan Alexxa pun semuanya langsung mundur dari pertempuran itu.
"HEI...!!! KEMBALI KALIAN PENGECUT..!!!" ucap Taka dengan nada emosi dan marah.
"Tahan tembakan..!!" ucap salah satu pasukan ENTERPRISE.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Taka dengan nada santai.
"Iya berkatmu kami baik-baik saja.. Terimakasih banyak karena sudah membantu kami." jawab pasukan itu dengan nada santai dan lega.
*Berpindah ke Pemimpin pasukan ENTERPRISE*
"Aaaaa...!!! Adikku.. Aku ingin menolong adikku..!! Lepaskan aku pasukan..!!! Ini perintah...!!!" ucap Pemimpin pasukan itu dengan penuh emosi dan sedih.
"Pemimpin.. Tenangkan dirimu." ucap salah satu pasukan disampingnya dengan nada khawatir.
"Adikku..!!! Retita..!!: Pemimpin pasukan itu terus menangis.
Para pasukan hanya bisa menenangkannya dan mereka sama sekali tidak bisa melakukan apapun kepada dirinya.
"Hei.. Telepon markas dan laporkan tentang kejadian ini." ucap salah satu pasukan memberi perintah ke pasukan lainnya.
Pasukan itu pun menelepon markas utama.
Mereka pergi ke arah yang salah, mereka tidak tau bahwa jalan yang mereka lewati adalah jalan yang sama yang dipakai armada besar BLACKDHAT. Lalu tidak lama mereka semua bertemu dengan armada besar BLACKDHAT.
Pasukan ENTERPRISE itu sangat terkejut "INI BENCANA..!!!" ucapnya dengan nada panik dan ketakutan.
"Bendera itu.. Tidak salah lagi." ucap pasukan lainnya dengan nada yang ragu dan khawatir.
"Tidak mungkin..!! Aku tidak mau mati sekarang.." ucap Pemimpin pasukan itu dengan nada yang lemas dan takut.
*Disisi BLACKDHAT*
"Ketua.. Ada pasukan ENTERPRISE." ucap salah satu Pemimpin pasukan dari BLACKDHAT.
"Semuanya.. Tembak mereka sampai hancur." ucap Ketua BLACKDHAT dengan nada santai.
Tank MAUSK pun menembak mereka tanpa ragu. Lalu mobil yang di kendarai mereka pun meledak, dan mereka semua mati di dalamnya.
"Kau tega sekali.." ucap Anna dengan nada khawatir dan takut.
"Aku adalah aku.. Dan aku akan melakukan apapun yang aku inginkan." ucap Ketua BLACKDHAT dengan nada santai dan bangga.
"Dia sungguh menyeramkan." ucap Anna di dalam hatinya dan merasa takut.
Para pasukan BLACKDHAT itu melindas jasad mereka dan mobil yang di ledakan mereka tanpa ragu dan belas kasihan.
"Ini sangat kejam.. Aku ingin keluar dari perusahaan iblis ini." ucap Anna di dalam hatinya dengan sangat ketakutan dan merasa bersalah.
*Di rumah sakit*
Taka melihat ada seseorang yang memperhatikan mereka di salah satu ruangan di lantai 2 rumah sakit.
Taka pun langsung menembakkan senjata ke orang itu beberapa tembakan.
Orang itu pun mengangkat tangannya setelah terkena 2 tembakan di lengannya.
Radhel langsung menuju ke arah Taka sembari berlari "Jangan tembak..!!! Itu rekan kita." teriak Radhel dengan perasaan khawatir.
Taka yang mendengar itu pun langsung menurunkan senjatanya.
Radhel langsung berteriak ke Arstanta "Arstanta..!!! Aku minta maaf yaa.. Ini adalah salah satu Pemimpin pasukanku." Arstanta yang mendengarnya langsung menuju ke arah Radhel sembari memegangi tangannya yang terluka.
"Dia sungguh menyeramkan." ucap Arstanta dengan nada sedikit takut.
"Aku? Terimakasih banyak." jawab Taka dengan bangga dan senang.
"Apa kau masih meragukan wanita?" tanya Radhel dengan nada mengejek.
"Tidak.. Aku rasa wanita benar-benar kuat." jawab Arstanta sembari tersenyum.
Taka yang mendengarnya merasa senang dengan apa yang di ucapkan Arstanta.
Disaat mereka sedang berbincang-bincang, salah satu pasukan ENTERPRISE melaporkan kejadian ini ke markas.
Disaat mereka semua sedang sibuk dan berbincang-bincang, tiba tiba terdengar suara kendaraan berat yang jumlahnya sangat banyak menuju ke arah mereka.
"Aku mendengar suara yang sangat bising, apa kalian mendengarnya juga?" tanya Radhel dengan nada bingung dan ragu.
"Aku mendengarnya." jawab Taka dengan khawatir.
"Aku rasa ada tamu yang tidak diundang." ucap salah satu pasukan ENTERPRISE dengan nada sedikit khawatir.
Beberapa saat kemudian para armada besar BLACKDHAT sampai ke rumah sakit itu dan langsung menerobos masuk kesana.
"Bendera itu.. KALIAN BLACKDHAT..!!!" ucap salah satu pasukan dengan nada kesal dan marah.
Ketua dari BLACKDHAT itu pun keluar dari salah satu Tank Mausk yang sudah di modifikasi menjadi lebih besar dan kuat.
"Mari kita berperang ENTERPRISE." ucap Ketua BLACKDHAT dengan nada santai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments