3. MAJU PASUKAN..!!!

*Orang orang berlarian kesana kemari tanpa arah untuk menyelamatkan diri mereka masing masing. Tempat parkir umum itu benar benar menjadi tempat bertarung*

Alexxa dengan percaya diri terus menembaki Rantara yang mencoba untuk menghindari peluru miliknya

DOR.. DOR.. DOR.. DOR..

Rantara yang merasa jengkel dengan Alexxa terus berlarian dan menghindar dari serangan Alexxa yang tiada ampun "SIAL..! Kapan dia akan mengisi peluru senjatanya?" ucap Rantara dengan kesal. Alexxa yang terus menerus menembak mulai berfikir tentang jumlah peluru dari senjata miliknya "HEI ANGKATAN LAUT..!!! MAU SAMPAI KAPAN KAU MENGHINDAR?!!!" Alexxa mengejek Rantara yang tidak bisa membalas serangannya yang bertubi tubi.

Rantara yang mulai kelelahan langsung bertaruh dengan lompat ke belakang secara tiba tiba sambil membalas serangan Alexxa

DOR.. DOR.. DOR.. DOR..

Alexxa yang terkejut karena serangan tiba tiba dari Rantara itu terdiam sejenak, sehingga pipinya tergores salah satu peluru dari serangan Rantara, dan mulai mengeluarkan sedikit darah. "BOLEH JUGA KAU..!!!" Alexxa berkata dengan sedikit jengkel dan kesal.

Rantara yang melihat Alexxa berhenti menyerangnya sejenak langsung bergegas mencari tempat berlindung di balik tembok parkiran seperti yang Alexxa lakukan.

Rantara langsung mengisi kembali peluru dari senjata miliknya

TRAKK.... KRETEK.. SRESEKK..

Alexxa yang khawatir dengan jumlah peluru didalam senjatanya pun mulai mengecek juga

TRAK..

Alexxa merasa sedikit panik karena pelurunya hanya tersisa 20 "Aku harus melakukan sesuatu." Alexxa tanpa berpikir panjang langsung mengeluarkan Handphonenya dan mulai menelepon salah satu pasukannya.

Rantara yang mendengar Alexxa sedang menelepon seseorang langsung menunjukkan dirinya dan menyerangnya secara bertubi tubi

DOR.. DOR.. DOR.. DOR.. DOR.. DOR.. DOR..

Alexxa yang tidak siap dengan serangan itu mendapatkan luka tembakan di lengan kanan dan perutnya "AARRGHH..!!!" Alexxa yang merasa kesakitan langsung berlindung kembali di balik tembok "Ini gawat, aku harus mengulur waktu." Alexxa berkata dalam hatinya dengan keadaan sedikit panik dan cemas pada nasib dirinya.

Rantara yang terus membidik tempat persembunyian Alexxa merasa khawatir, karena waktu terus berjalan dan dia tau posisinya ini mempertaruhkan nyawanya.

Rantara lalu menembakkan 3 peluru ke dinding tempat persembunyian Alexxa dengan jeda tembakan selama 1,5 detik

DOR... DOR... DOR..

Alexxa yang merasa khawatir mulai merinding mendengar suara tembakan milik Rantara. Alexxa terus bersembunyi disana sampai dia menemukan waktu yang tepat untuk serangan balik.

Beberapa saat berlalu, Alexxa tampak bingung dengan suasana sunyi ini "Ada apa ini? Apa dia tidak menyerang? Apa dia menungguku menunjukkan diriku? Ini gawat, aku harus bertaruh." Alexxa terus mencari cara agar dia bisa keluar dari situasi yang dialaminya sekarang.

Alexxa mulai memasukkan amunisi senjatanya ke senjatanya lagi dan mulai mengokangnya

TRAK... SRESEK..

Alexxa merasa ragu ragu untuk menunjukkan dirinya. Dia mulai menunjukkan senjatanya terlebih dahulu. Alexxa bingung, kenapa dia tidak menyerangnya? Bukankah ini kesempatan bagus jika dia bisa merusak senjata milik lawannya?

TAP.. TAP.. TAP.. TAP..

Alexxa mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari mulai mendekat. Alexxa yang bersiap untuk menyerang langsung memegang senjatanya erat - erat.

Tidak lama kemudian, Alexxa mendengar suara yang memanggil dirinya "NONA..!!! DIMANA KAMU NONA..?!!! Alexxa yang mendengar suara pasukannya langsung merasa lega dan tenang "AKU DISINI..!!!" para pasukan Alexxa yang mendengarnya pun langsung berlari ke arah suara Alexxa. Dan Alexxa pun dibantu mereka untuk pergi dari tempat parkir itu.

*Disisi lain di dekat tempat parkir itu, Rantara sedang bersembunyi di Gang sempit agar dia bisa melarikan diri dengan aman*

Rantara menenangkan dirinya terlebih dahulu "Fiuhh..! Hampir saja aku mati." Rantara berkata dengan nada pelan dan perasaan lega. Rantara langsung membuka Handphonenya dan menelepon pasukannya

NITTT... NITTT... NITTT... NITTT...

Salah satu pasukan yang mendengar suara telepon dari dalam ruangan kantor pun langsung mengangkatnya "Halo.. Kami dari peru.." Rantara langsung memotong pembicaraannya dengan tegas "HEI..!! KIRIM SELURUH PASUKAN KE HOTEL BINTANG LIMA DI DAERAH RADOLF SEKARANG..!!!" pasukan yang menyadari itu suara dari Pemimpinnya pun langsung terkejut "SI..SIAP..!!!" pasukan tadi langsung mematikan telepon dengan Rantara dan memberitahu pasukan lainnya

NIT..

Rantara merasa lebih tenang sekarang dan dia mulai menatap langit dengan santai "Ini akan menjadi pertempuran yang sengit." Rantara berkata dengan nada yang tenang dan sedikit bersemangat.

Disaat saat ketenangan itu, salah satu pasukan Alexxa sedang berjalan jalan untuk mencari udara segar sambil bersantai.

Tiba tiba pasukan Alexxa yang sedang jalan jalan itu melihat Rantara di Gang sempit "Itu bukannya Pemimpin dari pasukan Heavy Sea?" dia mengambil Handphone dan langsung merekam Rantara dari belakang tanpa Rantara sadari.

Saat Rantara sedang menunggu pasukannya datang, tiba tiba dia mendengar suara tembakan dari belakangnya

DOR.. DOR.. DOR..

Rantara terkejut dan perlahan melihat kebelakang dengan wajah tidak percaya "To..tolong" dia berkata dengan suara yang melemah dan pelan sambil mengeluarkan air mata.

Rantara melihat salah satu pasukan Alexxa yang mengarahkan pistolnya ke arah dirinya.

Rantara yang terkena tembakan dari pasukan Alexxa pun terjatuh tidak sadarkan diri di Gang sempit itu, dan perutnya penuh dengan luka tembakan dari pasukan Alexxa itu.

Pasukan Alexxa itu membawa Rantara yang sedang tidak sadarkan diri itu ke Alexxa dengan penuh semangat.

Alexxa yang melihat salah satu pasukannya membawa Rantara langsung merasa senang dan bahagia "HAHAHA..!!! Kerja bagus pasukan, aku tidak menyangka kau bisa membuatku sesenang ini." ucap Alexxa dengan penuh semangat.

Pasukan yang mendapatkan pujian dari Alexxa hanya bisa terdiam dan merasa malu "Ti.. Tidak kok, ini hanya kebetulan hahaha." pasukan itu sebenarnya merasa senang tetapi dia menyembunyikannya dibalik wajah malunya. Alexxa yang memperhatikan tubuh Rantara tanpa berpikir panjang langsung memerintahkan semua pasukannya untuk mengawal tubuh Rantara yang sedang tidak sadarkan diri itu dibawa ke markas pusat "PASUKAN..!!! BAWA TUBUH RANTARA INI KE MARKAS UTAMA SEKARANG JUGA..!!!" Alexxa berkata dengan tegas dan senang.

*10 menit setelah keberangkatan pasukan besar Alexxa ke markas utama, pasukan Rantara baru sampai ke lokasi kejadian dengan senjata lengkap*

Salah satu pasukan yang baru sampai di dekat Hotel bintang lima itu turun dari mobil dan mulai mengecek sekeliling

TAP.. TAP.. TAP.. TAP..

*Pasukan itu pun tidak lama kemudian masuk ke sebuah tempat parkir yang berada disana*

"Lapor.. aku menemukan banyak sekali bekas tembakan dan peluru berserakan di tempat parkiran hotel." pasukan itu berbicara lewat Walkie Talkie ke seluruh pasukan.

Salah satu pasukan membalas laporan itu "Teruskan penyelidikan.. Aku akan mengirim 5 orang bersenjata kesana." pasukan yang sudah di parkiran itu membalas "siap" pasukan itu berbicara dengan santai dan tenang.

Saat terus menyelidiki tempat parkir itu, pasukan itupun menemukan darah di dekat tembok parkiran "Darah?!! Rantara, situasi apa yang kau alami sebenarnya." pasukan itu berkata dengan nada khawatir saat melihat darah ini.

Pasukan ini berpikir ini adalah darah milik Rantara, dan dia terus berpikir hal hal buruk tentang Rantara.

TAP.. TAP.. TAP..

Pasukan bersenjata akhirnya datang ke lokasi dan mereka terkejut saat melihat lokasinya "Ini gila.. Aku tidak percaya dengan pemandangan mengerikan ini." mereka melihat banyak sekali mobil yang rusak dan tembok yang penuh dengan bekas tembakan dimana mana.

*Kembali ke pasukan yang sedang menyelidiki darah*

"Pemimpin.. apa kau baik baik saja? Aku khawatir dengan keselamatanmu." pasukan itu berbicara dalam hatinya. Dia merasa sedih dan semakin khawatir saat memikirkan darah yang dia lihat.

Kelima pasukan bersenjata lengkap itu melihat pasukan yang sedang menyelidiki darah disana.

Mereka pun langsung menghampiri pasukan yang sedang menyelidiki darah disana "Hei.. Ada apa? Kenapa kau diam saja?" pasukan itu menoleh ke arah yang dilihat oleh pasukan yang menemukan darah "Darah? Hei kenapa kau tidak melaporkannya ke pasukan lain?!" pasukan itu berkata dengan sedikit emosi dan khawatir.

Salah satu dari kelima pasukan itu yang khawatir langsung melaporkan penemuan darah ini ke pasukan lainnya "Da.. Darah.. Kami menemukan darah seseorang disini." para pasukan yang mendengar informasi ini langsung terkejut dan panik. Salah satu pasukan membalas laporan tadi "Dimengerti.. Kami akan mencari keberadaan Pemimpin." pasukan itu pun mulai menyuruh seluruh pasukan untuk mencari Pemimpin mereka "LAPORAN DARURAT SEMUANYA..!!! SEPERTI YANG KALIAN DENGAR, CARI PEMIMPIN DIMANAPUN DIA BERADA SEKARANG..!!!" semua pasukan mulai berpencar dan mencari Rantara di sekitar hotel dan tempat tempat didekatnya.

Salah satu pasukan yang lewat dekat Gang sempit melihat darah di Gang itu "LAPOR..!!! AKU MENEMUKAN DARAH DI GANG SEMPIT DEKAT DENGAN TOKO ROTI" para pasukan yang mendengar itu mulai menyelidiki lokasi Gang sempit "Hmm.. Aku yakin Pemimpin ada disekitar sini." ucap pasukan itu dengan tenang sambil berjalan mencari informasi lain di Gang sempit itu. Disaat dia terus menyelidiki Gang itu, dia melihat 3 bekas peluru di tanah yang berada dekat dengan lokasi ditemukannya darah "Lapor.. Aku menemukan 3 buah peluru disini dan berada dekat dengan lokasi darah di Gang sempit." pasukan itu terus memperhatikan jenis peluru itu "Hmm.. Pistol ya?" pasukan itu pun terus mencari informasi lebih lanjut di Gang sempit.

Salah satu pasukan yang tadi mendapatkan telepon dari Rantara langsung mencoba untuk menelepon balik Rantara dengan ponselnya.

*Dilokasi yang berbeda, Alexxa yang menjaga tubuh Rantara, mendengar suara Handphone Rantara bergetar*

NITTT... NITTT... NITTT...

Alexxa mengambil Handphone itu dan melihat orang yang meneleponnya "HAHAHA..!!! Mereka khawatir ya?" Alexxa berkata dengan penuh semangat dan senang. Salah satu pasukan Alexxa yang berada di dekat Alexxa memperhatikan luka pada tubuh Alexxa dan Rantara "Nona.. Apa kau mau disembuhkan dahulu luka itu dan luka orang ini?" Alexxa yang mendengarnya berfikir sejenak dan mengangguk "Ide bagus, aku tidak ingin dia mati sebelum kita mendapatkan informasi penting tentang Radhel." Alexxa pun mengambil P3K di mobil dan mulai mengobati luka miliknya dan Rantara.

*Disaat semua pasukan sedang panik karena Rantara menghilang tanpa kabar, pasukan yang sedang menelepon Rantara pun semakin cemas dengan keadaan Rantara*

Pasukan itu terus menelepon tanpa henti dengan rasa khawatir "Aku mohon.. Angkatlah aku mohon Pemimpin." setelah beberapa saat menelepon, tiba tiba telepon itu pun diangkat

NITT..

Pasukan itu terkejut dan mulai berbicara dengan nada yang sangat khawatir "Pemimpin.. Kau dimana? Kami di lokasi, kami sudah sampai." pasukan itu menunggu jawaban dari Rantara.

Pasukan itu pun merasa aneh, karena Rantara tidak berkata apapun dan hanya diam "Pemimpin.. Katakan sesuatu, kami sudah sampai, ayok kita kembali ke markas." pasukan itu hanya bisa terus berbicara tanpa tahu keadaan Rantara yang sebenarnya.

Alexxa yang mendengar pasukan Rantara khawatir malah semakin senang dengan keadaan ini "Aku sudah di markas.. Aku di markas JJ." ucap Alexxa dengan nada mengejek pasukan itu.

Pasukan yang mendengar suara orang lain dari telepon itu pun semakin khawatir dan panik "SI..SIAPA KAU?!!.. DIMANA RANTARA?!!!" pasukan itu berkata dengan tegas dan sedikit panik.

Alexxa pun tertawa sangat senang dan menjawabnya "HAHAHAHA...!!! PEMIMPIN KALIAN ADA DI MARKAS JJ. JIKA KALIAN PUNYA NYALI, DATANGLAH KEMARI PECUNDANG..!!!" Alexxa pun langsung menutup telepon itu.

NIT..

Pasukan yang mendengarnya langsung melaporkan ini ke seluruh pasukan "SEMUANYA..!!! PEMIMPIN DI TANGKAP MUSUH, SEKARANG DIA BERADA DI MARKAS JJ, KITA HARUS MELAKUKAN SESUATU" pasukan itu berkata dengan emosi dan khawatir. Para pasukan yang mendengarnya langsung terkejut dan marah.

Salah satu pasukan menjawab dan memberi saran "SEMUANYA..!!! LAPORKAN INI KE KETUA RADHEL. KITA.. PASUKAN HEAVY SEA, DENGAN INI MENYATAKAN PERANG KE PERUSAHAAN JJ" seluruh pasukan yang mendengarnya langsung bersemangat "SELAMATKAN PEMIMPIN..!!!" para pasukan pun langsung bergegas ke lokasi Radhel berada.

*Disuatu tempat yang gelap, di sebuah perusahaan raksasa, pemimpin mereka memperhatikan gerak gerik dari perusahaan Radhel dan perusahaan JJ*

"Mereka bisa merusak bisnis milik kita disana, aku mau kalian melakukan sesuatu." orang itu berkata dengan nada santai dan berwibawa. Salah satu Pemimpin pasukan menjawab "Siap.. Aku mengerti..!!" Pemimpin pasukan itu langsung mundur dari hadapannya.

"Kalian berlebihan.. Aku akan turun tangan." ucap ketua perusahaan itu dengan santai.

Salah satu Pemimpin perusahaan itu mulai berkata ke seluruh pasukannya "PERHATIAN..!!! AKU INGIN 1 ORANG SNIPER DAN 1 TANK MAUSK YANG SUDAH DIKEMBANGKAN DI PERSIAPKAN SEKARANG..!!!" para pasukan yang mendengarnya langsung memberi hormat dan dengan tegas berkata ke Pemimpinnya dengan kompak "SIAP..!!!" Pemimpin itu tersenyum mendengarnya.

Ketua dari perusahaan itu mengaktifkan pengeras suara di seluruh perusahaannya di Dunia "BLACKDHAT..?!!" seluruh pasukannya dengan semangat dan senang langsung menjawabnya "ONLY ONE..!!!" para pasukan itu merasa sangat senang setelah mendengar suara ketua mereka setelah sekian lama menghilang "AKU TIDAK PERCAYA INI.. ITU BENAR BENAR DIA.. KYAAA...!!!" ucap salah satu pasukan wanita di perusahaan itu dengan penuh keterkejutan dan semangat.

*Wajah dari ketua perusahaan ini benar benar tidak diketahui oleh orang orang sembarangan. Dan wajah dari para Pemimpin pasukan juga sangat rahasia. Bisa dibilang semua jejak tentang mereka tidak akan pernah bisa ditemukan lagi*

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!