Saat orang itu meninggalkan Arstanta, Arstanta hanya bisa terdiam sembari bergetar.
"Siapa dia sebenarnya? Apa yang dia lakukan disini?" ucap Arstanta dengan wajah pucat dan ketakutan.
*Berpindah ke Anna yang sedang berada di Mall*
NITTT...
NITT...
Anna pun langsung mengangkat telelepon itu.
"Ada apa Ketua?" tanya Anna ke ketua BLACKDHAT.
"Aku ingin kamu menutupi kasus yang ada pada perusahaan JJ dan Radhel. Lalu hilangkan jejak tentang BLACKDHAT yang muncul ke publik." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai.
"Ohh.. Hanya itu saja kan?" tanya Anna kembali.
"Iya.. Hanya itu saja." jawab Ketua BLACKDHAT
NITT...
Telepon itu langsung dimatikan oleh Ketua BLACKDHAT.
"Ehh.. Kenapa dimatikan? Padahal aku ingin bilang sesuatu." ucap Anna dengan nada sedikit kesal dan kecewa.
Anna pun langsung pergi ke suatu tempat untuk menemui seseorang, lalu dia membayar orang tersebut untuk menghapus jejak BLACKDHAT dan kasus perusahaan JJ dan Radhel.
*Berpindah ke kota di dekat lokasi markas utama JJ*
Seseorang keluar dari sebuah kantor yang berada di sebelah markas JJ.
Orang itu melihat hasil rekaman yang dia ambil saat pasukan Rantara menyerang markas JJ.
"Aku hampir tidak mempercayai ini, tapi mereka benar-benar nyata." ucap orang tersebut dengan sangat senang.
TAP.. TAP.. TAP.. TAP..
Tiba-tiba ada seseorang yang lewat di depannya sembari memegang pistol dan menodong perutnya.
"Hapus rekaman itu..!!" ucap orang itu dengan nada yang mengancam.
"Si.. Siapa kau? Apa hubungannya ini denganmu" jawab orang itu dengan nada kesal dan melawan
DORRR...
Perut orang tersebut langsung di tembak oleh orang itu.
Lalu orang tersebut langsung menghancurkan Handphone milik korbannya sampai berkeping-keping.
*Berpindah ke para pasukan Rantara*
"Rantara.. Kami akan menyelamatkanmu secepatnya." ucap salah satu pasukan Rantara dengan khawatir.
"Kita harus cepat membawa Rantara ke rumah sakit.. Jika tidak Rantara bisa kehabisan darah." ucap pasukan Rantara yang lain sembari menahan darah yang keluar dari lukanya.
Mobil yang membawa Rantara pun langsung menambah kecepatannya.
*Berpindah ke Radhel yang sedang menuju ke ruangan Arstanta*
TAP.. TAP.. TAP..
"Taka, aku harap kau bisa membantu di misi kali ini." ucap Radhel di dalam hatinya
NIIIITTTT...
NIIITTT...
Radhel langsung mengangkat Telepon itu.
"Ada apa?" tanya Radhel.
"Kami membawa Rantara ke rumah sakit." jawab salah satu pasukan Rantara yang menelepon Radhel.
"Kalian sudah membawa Rantara kembali?" tanya Radhel memastikan.
"Iya Boss.. Kami membawanya sekarang." jawab pasukan itu dengan santai.
"Syukurlah.. Apa kalian bersama Taka?" tanya Radhel.
"Tidak.. Ketua Taka tidak ikut." jawab pasukan itu dengan santai.
"Kalian tidak didampingi Pemimpin?" tanya Radhel dengan terkejut.
"Iya Boss.. Kami menyerang markas JJ tanpa ada Pemimpin pasukan yang memerintah." jawab Pasukan itu dengan nada santai.
"Ohh.. Jadi begitu." jawab Radhel dengan perasaan lega dan tenang.
"Jaga Rantara dengan ketat saat di rumah sakit..!! Ini perintah." ucap Radhel dengan santai dan sedikit tegas.
"Siap.." jawab pasukan itu
NITTT...
Telepon itu pun langsung dimatikan Radhel "Mereka sangat egois dan ceroboh." ucap Radhel di dalam hatinya dengan khawatir.
Radhel pun langsung masuk ke ruangan Arstanta
CEKREK...
Radhel terkejut sekaligus bingung "Kemana bocah sialan itu..?!!!" ucap Radhel dengan nada marah dan khawatir.
*Berpindah ke Arstanta*
"A.. Aku harus pergi dari sini" ucap Arstanta dengan badan yang masih sedikit bergetar dan ketakutan.
Arstanta terus berjalan secara perlahan-lahan meninggalkan lokasi itu dan kembali ke ruangannya.
*Berpindah ke Radhel*
Radhel menunggu Arstanta kembali di ruangannya dengan khawatir
TAP.... TAP.... TAP.... TAP....
Radhel yang mendengar suara langkah kaki di luar ruangan Arstanta langsung keluar dari ruangan itu.
Radhel pun sedikit terkejut saat melihat Arstanta "Kemana saja kau?!!" tanya Radhel dengan khawatir.
Arstanta hanya terdiam dan masih ketakutan.
"ada apa denganmu?" tanya Radhel lagi dengan khawatir dan bingung.
"R... Radhel.. I.. Informasi tentang dirimu." ucap Arstanta terbata-bata karena badannya masih bergetar.
"Ada apa dengan informasi diriku?" tanya Radhel dengan bingung dan penasaran.
"Me.. Mereka mengetahuinya tentang dirimu dan perusahaanmu." jawab Arstanta dengan sedikit terbata-bata.
"Ahh.. Kamu lebih baik menenangkan dirimu dulu." ucap Radhel dengan tenang ke Arstanta.
Arstanta hanya mengangguk.
Arstanta pun langsung duduk di kasurnya dan menatap Radhel.
Radhel yang sedang mengambilkan air untuk Arstanta merasa tidak nyaman dengan tatapan Arstanta.
"Hentikan tatapan kosongmu itu Arstanta." ucap Radhel dengan santai.
"Ahh.. Maaf." jawab Arstanta dengan tenang.
Radhel pun menghampiri Arstanta sembari memberikannya minum.
Arstanta langsung meminum air itu dan merasa lebih baik "Terimakasih" ucap Arstanta dengan tenang.
"Apa yang sebenarnya terjadi di luar?" tanya Radhel ke Arstanta dengan santai.
"Aku dihampiri seseorang yang tidak aku kenal, kemudian dia membongkar semuanya, dia tahu kau siapa, bahkan JJ." jawab Arstanta dengan tenang.
"Lalu.. Dia bilang.." Arstanta langsung berhenti berbicara.
"Ada apa?" tanya Radhel dengan penasaran.
"Ahh.. Tidak kok." jawab Arstanta.
"Lanjutkan ceritamu." ucap Radhel dengan penasaran.
Arstanta mengangguk dan melanjutkan ceritanya "Dia bilang kau adalah pemilik perusahaan Radhel Entertainment. Apakah itu benar?" tanya Arstanta dengan penasaran.
Radhel terdiam sejenak "itu benar.. Aku adalah pemilik perusahaan itu." jawab Radhel dengan santai.
"Apakah informasi yang diberikannya benar semua ya?" tanya Arstanta di dalam hatinya.
"Apa kau tau dia darimana?" tanya Radhel dengan penasaran.
"Dia hanya bilang bahwa dirinya adalah Ketua dari perusahaan Legenda." jawab Arstanta dengan ragu.
"Perusahaan Legenda?" tanya Radhel ke Arstanta dengan bingung.
*Berpindah ke Anna*
Anna sedang santai berjalan di tengah kota dengan mobil mewahnya sembari bernyanyi "Na.. Nanana~~." Anna bernyanyi dengan senang dan bahagia.
Tetapi setelah itu dia sangat terkejut "A.. Apa? Apa yang kau pikirkan Ketuaaaa..!!!" ucap Anna di dalam mobilnya dengan nada emosi dan panik.
Anna melihat Tank MAUSK dan para pasukan BLACKDHAT sangat mencolok di jalanan di tengah kota.
*Berpindah ke markas JJ*
Alexxa sedang berjalan santai sembari melihat-lihat kerusakan markasnya.
"Kenapa kau tidak menembak Snipernya?" tanya JJ ke Alexxa.
"Jika aku menembak Sniper itu.. Sudah dipastikan Tank raksasa itu akan menembak langsung ke arah kita bukan?" jawab Alexxa dengan santai.
"Kau benar." ucap JJ dengan santai.
"Apa kau tau sesuatu tentang mereka?" tanya JJ ke Alexxa dengan santai.
"Aku tidak tau.. Bahkan aku baru melihatnya." jawab Alexxa dengan tenang.
"Kita akan mencari tau." ucap JJ dengan santai.
*Berpindah ke suatu tempat yang sangat mewah*
TOK.. TOK.. TOK..
"Siapa disana?" tanya orang itu.
"Ini kami dari pasukan Rantara." jawab para tentara itu dengan santai.
"Ohh.. Masuklah pintunya tidak dikunci." ucap orang itu dengan santai.
"Permisi.." ucap para pasukan Rantara yang masuk dengan sopan.
"Santai saja.. Apa yang kalian inginkan?" tanya orang itu.
"Kami membutuhkan bantuanmu Taka." ucap pasukan itu dengan serius.
*Berpindah ke ruangan Arstanta*
"Aku tidak tau apa yang dikatakan orang itu. Apa yang dimaksud perusahaan Legenda?" tanya Radhel ke dirinya sendiri.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Radhel ke Arstanta.
"Dia mengatakan hal yang aneh.. Lalu aku kesal dan tiba-tiba aku dibanting ke tanah olehnya dengan sangat mudah." ucap Arstanta dengan serius.
"Setelah itu.. Aku diancam olehnya." ucap Arstanta dengan sedikit ketakutan.
*Berpindah ke sebuah perusahaan raksasa di di tengah hutan*
BROOOOMMM....
Anna langsung memakirkan mobil mewahnya di garasi dan menuju ke ruangan para petinggi BLACKDHAT.
TAP.. TAP.. TAP.. TAP..
Anna terburu-buru menuju ke ruangan itu.
Saat Anna sampai di ruangan itu, dia melihat Ketua dari perusahaan itu sedang duduk dengan santai sembari menatapnya.
*Berpindah ke Arstanta*
"Saat aku diancam.. Tiba-tiba ada seseorang yang langsung mencekik leher orang yang mengancamku dengan sangat mudah." ucap Arstanta dengan sedikit panik dan ketakutan.
"Siapa orang itu?" tanya Radhel dengan penasaran.
*Berpindah ke markas BLACKDHAT*
"Apa yang kau pikirkan Ketua..?!!" ucap Anna dengan panik dan kesal.
"Kau menyuruh para pasukan menggunakan MAUSK? APA MAKSUDNYA ITU?!!" ucap Anna dengan emosi dan kesal.
"Aku hanya melakukan tugasku.. Aku ingin kita dianggap sebagai Raja dunia." ucap Ketua BLACKDHAT itu.
"HAH..?!! Apa maksudnya?" tanya Anna dengan kesal dan bingung.
"Menguasai segalanya." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan santai.
"Tapi bisa kan menggunakan para pasukan saja? Tanpa harus menggunakan MAUSK?" tanya Anna dengan santai dan sedikit kesal.
"Tidak.. Aku rasa kita harus menunjukkan teknologi dari perusahaan kita ke mata dunia." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan santai.
"Terserah kamu lah Ketua." ucap Anna dengan nada santai dan tenang.
*Berpindah ke Arstanta*
"Dia bilang kepadaku saat sedang berjalan pergi. Dia mengaku bahwa dia adalah Ketua BLACKDHAT." ucap Arstanta dengan serius sekaligus bingung.
"BLACKDHAT? Apa kau serius?" ucap Radhel dengan nada tidak percaya.
"Iyaa.. Aku serius" jawab Arstanta untuk meyakinkan Radhel.
"Ini gawat." ucap Radhel dengan nada khawatir dan ketakutan.
"Ada apa?" tanya Arstanta.
"Dia adalah Mitos didalam mitos, dan apakah kalian benar-benar saling bertemu?" tanya Radhel dengan sangat penasaran.
"Iya.. Dia berbadan sangat tinggi dan berotot sangat kekar." jawab Arstanta meyakinkan Radhel.
*Berpindah ke tempat Taka*
"Mau menyerang siapa?" tanya Taka dengan sangat yakin dan percaya diri.
"Kami mau menyerang markas JJ." jawab pasukan itu dengan yakin.
"Ohh.. Sialan itu? Baiklah." ucap Taka dengan santai dan langsung mengambil senjata SCARS miliknya.
*Berpindah ke markas BLACKDHAT*
"Aku punya berita bagus." ucap Ketua BLACKDHAT.
"Apa itu?" tanya Anna dengan penasaran.
"Aku berhasil membunuh ketua perusahaan Legenda itu." jawab Ketua BLACKDHAT dengan senang.
"Apa kau serius?" tanya Anna dengan tidak percaya.
"Aku serius." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan bangga.
"Bagaimana kau bisa membunuhnya? Bukankah dia selalu dijaga ketat?" tanya Anna dengan bingung.
"Mereka lengah, dan disaat itu, aku sedang berada di rumah sakit." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan santai.
"Mayatnya pasti akan ditemukan seseorang bukan?" tanya Anna dengan khawatir.
"Tidak.. Mayatnya sudah aku kubur di tempat yang tidak akan pernah bisa ditemukan." Jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan santai.
*Berpindah ke para pasukan Enterprise*
Kedua pasukan yang seharusnya menjaga Ketua dari perusahaan Enterprise itu mulai panik dan mencari Ketua mereka di sekitar rumah sakit.
*Mereka bernama Robert dan Perty*
"Apa kau tidak melihat Ketua?" tanya Robert ke Perty dengan nada khawatir.
"Tidak.. Aku tidak melihatnya sejak tadi, tetapi sebelum dia pergi ke suatu tempat, aku melihat dia sekilas pergi ke arah taman di rumah sakit ini." jawab Perty dengan jujur dan penasaran.
"Hmm.. Ke arah taman? Untuk apa Ketua kesana?" tanya Robert ke Perty lagi.
"Entahlah.. Mungkin ada sesuatu disana, apa kamu mau mengeceknya?" ucap Perty dengan nada penasaran dan khawatir.
"Baiklah." jawab Robert dengan santai.
Mereka berdua pun pergi ke taman di daerah rumah sakit itu dan mengecek setiap hal mencurigakan di sana.
Disaat mereka berdua sedang mencari, salah satu dari pasukan itu menginjak tumpukan tanah di pojok taman dekat dengan pohon yang besar.
"Tumpukan tanah di taman? Dan kenapa ada di sini?" ucap Robert dengan nada bingung dan bertanya-tanya di dalam hatinya.
"HEI..!! APA KAU MENEMUKAN SESUATU ROBERT?" teriak Perty bertanya kepada Robert yang berada di pojokan itu.
"ADA KEANEHAN DISINI, KEMARILAH..!!" Teriak Perty ke Robert dengan suara yang keras.
Robert pun langsung menghampiri Perty dengan tergesa-gesa.
"Apa yang kau temukan?" tanya Robert ke Perty dengan penasaran.
"Lihat.. Apa kau mencurigainya?" tanya Perty dengan nada penasaran.
"Hmm.. Baiklah ayok kita menggalinya." ucap Robert dengan nada penasaran juga.
Mereka berdua pun menggali tanah tersebut. Dan mereka berdua tiba-tiba sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Ke.. Ketua?" ucap Robert dengan nada sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments