14. HANCURNYA BLACKDHAT?

Para pasukan BLACKDHAT bersiap untuk melakukan Penjajahan kepada Negara Indonezia. Mereka melakukan hal ini karena mereka ingin menjadi Penguasa Dunia yang sebenarnya.

*Di sisi para pasukan udara BLACKDHAT*

Pesawat pengebom dan lainnya sedang menuju ke Kota dimana para Penduduk mengungsi, mereka ingin membombardir Kota itu agar perusahaan BLACKDHAT dapat membangun markas baru disana

NITTT... NITTT... NITTT...

Bunyi suara panggilan telepon yang terdengar oleh para Pilot.

"Siapa yang mau mengangkatnya?" tanya salah satu pasukan udara itu dengan nada bingung.

"Biar aku saja." ucap pasukan udara yang lain dengan nada santai dan percaya diri.

Pasukan udara itu mengangkat panggilan telepon tersebut.

"Halo.. Ada apa?" tanya pasukan udara tersebut dengan nada santai.

"Aku ingin kalian membombardir Kota Jeakarta secepatnya agar kita dapat membangun markas kita lebih cepat." ucap Ketua BLACKDHAT dengan nada yang santai.

"Apa kau ingin kami membombardir sampai hancur lebur? Atau kau hanya ingin kami membombardir bangunannya saja?" tanya Pilot itu dengan nada bingung dan heran.

"Pertanyaan bagus, aku ingin kalian semua membombardir Jeakarta sehancur-hancurnya, jika perlu lakukanlah sampai nama Jeakarta itu sendiri telah tiada." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai dan bersemangat.

*Berpindah ke Ketua BLACKDHAT*

Belum sempat menutup telepon dari pasukan udara itu, tiba-tiba Ketua BLACKDHAT di telepon langsung oleh Ketua perusahaan misterius.

Panggilan telepon yang sedang berlangsung oleh pasukan udara itu langsung terputus begitu saja.

"Ketua BLACKDHAT.. Jangan pernah kau menyentuh Jeakarta sekarang, aku tidak ingin markas kedua milikku kau hancurkan begitu saja." ucap Ketua perusahaan misterius itu dengan nada mengancam.

"Memangnya dimana markasmu?." tanya Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai.

"Pasukanmu sedang mengarah ke Jeakarta bukan? Aku ingin kau membatalkan misi gilamu itu." ucap Ketua perusahaan misterius itu dengan nada mengancam lagi.

"Memangnya kenapa jika aku tidak membatalkan serangan ini?" tanya Ketua BLACKDHAT dengan nada sedikit penasaran dan merendahkan.

"Kau akan aku jadikan buronan Internasional." jawab Ketua dari perusahaan misterius itu dengan nada santai.

"Ancaman yang bagus, kalau begitu aku akan hentikan." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada yang santai juga.

"Keputusan yang bagus." jawab Ketua perusahaan misterius itu dengan nada yang senang.

"Kau berpikir aku akan menghentikannya bukan? Atau mungkin aku benar-benar akan menghentikannya." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada yang santai sembari sedikit tersenyum.

"Apa kau serius?!! Kau akan benar-benar menjadi penjahat Internasional..!!" ucap Ketua perusahaan misterius itu dengan nada yang mengancam dan sedikit panik.

"Aku tidak pernah bercanda dalam membuat rencana apalagi membatalkannya, aku rasa itu keputusan yang aneh jika aku tiba-tiba membatalkannya." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai sembari menutup panggilan telepon dari Ketua perusahaan misterius itu.

*Berpindah ke sisi perusahaan misterius*

BRAKKK...

Ketua perusahaan itu memukul meja yang ada di depannya dengan sangat keras.

"APA KETUA BLACKDHAT SUDAH GILA?!!!" ucap Ketua perusahaan misterius itu dengan nada sangat marah dan emosi.

Ketua perusahaan misterius ini pun langsung menyuruh semua bawahannya untuk menyebarkan berita besar ini ke seluruh dunia agar BLACKDHAT di lenyapkan.

*Berpindah ke para pasukan udara BLACKDHAT*

NITTT... NITTT... NITTT...

Pasukan yang tadi mengangkat panggilan telepon itu langsung mengangkatnya lagi karena khawatir.

"Ketua?" tanya pasukan udara tersebut untuk memastikannya.

"Ini aku.. Tenanglah aku baik-baik saja." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai.

"Syukurlah kau baik-baik saja, apa yang ingin kau katakan selanjutnya?" tanya pasukan udara tersebut dengan nada santai.

"Aku ingin misi untuk membombardir Jeakarta dipercepat sekarang..!! Dan jangan lengah..!!" jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan nada khawatir dan sedikit tegas.

"Ada apa sebenarnya?" tanya pasukan udara itu dengan nada yang bingung dan penasaran.

"LAKUKAN SAJA..!!!" jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan nada yang tegas dan sedikit marah.

Pasukan udara itu terdiam sejenak sebelum dia menjawab lagi "A.. Aku mengerti." ucap pasukan udara tersebut dengan nada khawatir dan takut.

Mendengar perintah itu semua Armada BLACKDHAT membombardir Jeakarta tanpa belas kasihan, dan mereka juga membantai semua Masyarakat yang ada di kota tersebut dengan bom-bom yang mereka jatuhkan dari langit.

*Berpindah ke Indonezia*

Semua listrik kembali berfungsi, dan Internet pun muncul kembali karena perusahaan misterius itu sudah membuka akses Internet dan listrik di Indonezia lagi.

Indonezia pun sekarang sudah menjadi normal kembali.

*Seluruh Masyarakat Indonezia merasa senang dengan kejadian ini, dan tanpa berlama-lama mereka semua menyebarkan tentang peperangan yang sedang terjadi di Negaranya ini ke semua Media Sosial*

*Berpindah ke rumah sakit di tempat Arstanta*

Ketika Listrik dan Internet kembali normal, para Dokter dan pekerja yang bekerja di rumah sakit itu langsung melaporkan kejadian ini ke Media Sosial juga.

*Di ruangan Arstanta dan yang lainnya*

"Radhel.. Apa menurutmu Indonezia sedang berperang melawan BLACKDHAT?" tanya Arstanta dengan nada bingung dan penasaran.

"Aku yakin itu benar-benar terjadi.. Banyak hal aneh terjadi ketika perang itu berlangsung." jawab Radhel dengan nada santai.

"Kau benar.." ucap Arstanta dengan nada santai ssmbari berfikir.

"Boss.. Apa kamu sudah bisa bergerak?" tanya Taka dengan nada khawatir.

Radhel menoleh ke arah Taka "Aku sudah bisa bergerak sejak aku pertama kali tersadar." jawab Radhel dengan nada santai sembari menatap Taka.

"Syukurlah kau baik-baik saja." ucap Taka dengan nada santai dan khawatir dengan wajah yang merah merona

"Aku tidak tau jika Taka tersenyum bisa semanis ini." ucap Radhel di dalam hatinya dengan nada sedikit bingung dan heran.

NITTT... NITTT... NITTT...

Handphone Radhel langsung berbunyi ketika dia sedang berbincang-bincang dengan Taka dan Arstanta.

"Haloo..." ucap Radhel dengan nada santai.

"Boss..!! Apa kau baik-baik saja? Kau ada dimana? Apa yang kau lakukan selama ini? Apa kami harus menjemputmu?." tanya salah satu pekerja yang menelepon Radhel dengan nada sangat khawatir dan panik.

"Hei.. Aku baik-baik saja, ada apa?" tanya Radhel dengan nada santai.

"Kami mengkhawatirkanmu..!!" jawab pekerja itu dengan nada khawatir.

"Hahaha..!! Aku baik-baik saja kok, aku dijaga Taka dan Arstanta." ucap Radhel dengan nada santai dan sedikit percaya diri.

"Syukurlah.. Aku ingin tau keberadaanmu." ucap pekerja itu dengan nada sedikit penasaran.

"Aku ada di rumah sakit, tapi aku tidak tau di rumah sakit apa." ucap Radhel dengan santai.

"Hmm... Aku menemukanmu berada di rumah sakit Stone 2, dan kau berada dekat dengan ruangan Rantara." ucap pekerja itu dengan nada santai.

"Ohh.. Itu berita bagus." ucap Radhel dengan nada santai.

"Aku tau..!!" jawab pekerja itu dengan nada santai dan senang.

"Baiklah kalau begitu.. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku ya.." ucap Radhel dengan nada santai sembari tersenyum karena merasa senang.

"Baiklah.. Jaga dirimu Boss." ucap pekerja itu dengan nada santai dan senang lagi.

"Iya.. Aku akan menjaga diriku." jawab Radhel dengan nada santai juga sebelum dia menutup panggilan teleponnya.

*Berpindah ke markas JJ*

JJ sangat terkejut ketika melihat berita yang terjadi baru-baru ini "Perusahaan BLACKDHAT... Sekuat itukah mereka? Sampai-sampai mereka bisa membuat Negara Indonezia ini hancur." ucap JJ dengan nada sangat terkejut dan tidak percaya.

"Ada apa JJ?." tanya Alexxa dengan nada bingung dan penasaran.

"BLACKDHAT memenangkan peperangan ini, namun anehnya mereka tetap membombardir Jeakarta walaupun mereka tau ada banyak Masyarakat Indonezia yang mengungsi disana." ucap JJ dengan nada santai dan bingung.

"Apa mereka ingin melakukan Genosida?" tanya Alexxa dengan nada santai dan sedikit penasaran.

"Aku rasa BLACKDHAT hanya ingin unjuk kekuatannya saja kepada dunia, dan mungkin dengan apa yang dia lakukan, dia berpikir bahwa tingkat Negara saja tidak bisa menghentikan mereka." ucap JJ dengan nada santai dan sedikit khawatir.

*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT*

Pesawat pengebom dan pesawat lainnya berhasil menghancurkan Jeakarta sehancur-hancurnya dengan jumlah pesawat yang lumayan banyak.

"Apa kau ingin kami membantumu lebih dari ini?" tanya Jenderal dari Negara Austraria dengan nada santai ke Ketua BLACKDHAT menggunakan jaringan telepon.

"Jenderal.. Pasukanmu dan Negaramu sudah sangat membantu kami, kami akan memberikan bayaran yang sesuai dengan apa yang kau inginkan." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan nada senang.

"Aku ingin kau menghilangkan nama Austraria ini agar Negara kami tidak direndahkan oleh Negara lainnya." ucap Jenderal itu dengan nada sedikit tegas.

"Aku akan mengurusnya.." jawab Ketua BLACKDHAT itu dengan nada santai sebelum panggilan telepon dari mereka berdua selesai.

*Berpindah kembali ke markas JJ*

"Jadi maksudmu BLACKDHAT hanya ingin menunjukkan kekuatan mereka saja?" tanya Alexxa dengan nada santai dan bingung.

"Iya.. Aku rasa begitulah menurutku." jawab JJ dengan nada santai sembari berfikir apa yang akan terjadi selanjutnya.

*Berpindah ke para pekerja di ENTERPRISE ENTERTAINMENT*

"Berita yang bagus sekaligus mengerikan." ucap Renald dengan nada santai dan sedikit senang.

"Ada apa Renald?" tanya Stefa dengan nada sedikit penasaran.

"Apa kau tau berita terbaru tentang BLACKDHAT?" tanya Renald dengan nada santai.

"Aku tidak tau.. Memangnya ada apa?" tanya Stefa dengan nada penasaran.

"BLACKDHAT dapat menghancurkan sebagian besar hal penting yang ada di Negara Indonezia, mereka membuktikan diri mereka sebenarnya, dan di sisi lain aku juga berduka atas kematian Presiden mereka." ucap Renald dengan nada santai dan sedikit hormat.

"Renald.. Apa rencanamu sekarang? Aku rasa dalam waktu dekat BLACKDHAT akan menjadi penjahat tingkat Internasional." ucap Stefa dengan nada santai.

"Aku rasa sudah saatnya kita menaikkan pangkat dari ENTERPRISE ENTERTAINMENT, tetapi kita bergerak dari balik layar saja." jawab Renald dengan nada santai.

"Aku akan mengikuti rencanamu Renald." ucap Stefa dengan nada santai dan percaya, lalu dia melanjutkan pekerjaannya.

*Berpindah ke rumah sakit STONE 2*

TAP... TAP... TAP...

"Hei.. Pemimpin apa yang kau lakukan?, lukamu belum sepenuhnya sembuh bukan?" ucap seseorang dengan nada khawatir dari luar ruangan Arstanta dan yang lainnya.

"Sudahlah tenang saja, aku baik-baik saja kok." jawab orang lainnya tersebut dengan nada santai

KREKK...

Orang itu membuka pintu ruangan Arstanta dan yang lainnya dengan santai.

"Boss..!!" orang itu ternyata adalah Rantara yang sedang masuk ke dalam ruangan Arstanta dan ditemani oleh beberapa pasukannya, dia berbicara dengan nada senang dan bersemangat.

"Rantara.. Bagaimana kabarmu?" tanya Radhel dengan nada senang juga.

"Aku baik-baik saja..!! Kenapa kau bisa berada disini?" tanya Rantara dengan nada penasaran dan khawatir ketika melihat Radhel yang sedang di rawat.

"Ahh.. Aku hanya terkena ledakan biasa kok." jawab Radhel dengan nada santai.

"Apa kau benar-benar tidak apa-apa?" tanya Rantara dengan nada khawatir dan bingung.

"Aku baik-baik saja." jawab Radhel dengan nada santai sembari tersenyum ke arahnya.

Arstanta menatap Rantara cukup lama, dia pikir Rantara adalah Angkatan Laut yang asli karena pakaian yang dia pakai.

Rantara yang menyadari dirinya di perhatikan oleh Arstanta langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung dan penasaran.

"Apa yang kau lihat?!!" tanya Rantara dengan nada santai dan sedikit mengancam.

"Aku.. Aku hanya melihat pakaian yang kau gunakan, bukankah pakaian itu mirip sekali dengan pakaian para tentara Angkatan Laut?" tanya Arstanta dengan nada sedikit ragu dan penasaran.

Rantara tersenyum mendengar pertanyaan itu "Memang benar, aku memiliki cita-cita untuk menjadi Angkatan Laut, maka dari itu aku selalu memakai pakaian ini." jawab Rantara dengan nada santai dan bangga.

"Apa kau yakin? Kau saja tidak bisa jauh tanpaku." ucap Taka dengan nada santai sembari sedikit mengejeknya dengan nada bercanda.

"HAH?!! Apa kau mengira aku akan selalu membutuhkan dirimu itu?!!" jawab Rantara dengan nada sedikit kesal.

"Memang begitu faktanya bukan?!!" ucap Taka dengan nada sedikit mengejek dan merendahkan.

"Hei.. Apa kalian tidak bisa tidak bertengkar ketika saling bertemu?" tanya Radhel dengan nada santai dan bingung.

"Taka yang memulainya.. Aku tadi hanya sedang berbicara dengan pria ini." jawab Rantara dengan nada sedikit kesal dan sedikit malu.

"Hmph..!!" Taka mulai ngambek melihat Rantara yang menyalahkan dirinya.

"Apa mereka benar-benar Pemimpin pasukan?" tanya Arstanta di dalam hatinya.

Arstanta bingung dengan tingkah laku mereka berdua yang seperti gadis biasa.

*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT yang berada di tengah lautan*

Singkat cerita para pasukan BLACKDHAT yang berada di daratan langsung naik ke kapal induk raksasa itu membawa semua kendaraan perangnya dan para pasukannya.

Dan mereka pergi ke tengah laut agar mereka tidak bisa dilacak dengan mudah oleh para tentara Indonezia yang sudah mendapatkan Internet.

Ketika mereka sedang mengamati kehancuran Jeakarta, tiba-tiba ada sebuah Armada besar yang sedang menuju ke arah mereka dari lautan.

"Ketua.. Aku melihat sebuah Armada besar Angkatan Laut di depan dan di dibelakang kita." ucap salah satu pasukan BLACKDHAT dengan nada yang sangat khawatir.

"Berapa jumlah mereka?" tanya Ketua BLACKDHAT itu dengan nada yang santai.

"Jumlah mereka mungkin ratusan.. Namun aku melihat bendera Negara mereka semua berbeda-beda." ucap pekerja itu dengan nada khawatir dan sedikit ketakutan

TAP.. TAP.. TAP..

"Kapten..!! Apa kau sudah membaca berita hari ini?!!" tanya salah satu Pemimpin pasukan BLACKDHAT dengan nada khawatir dan panik.

"Ada apa?" tanya Ketua itu dengan penasaran.

"BLACKDHAT.. BLACKDHAT sudah menjadi buronan di dunia." ucap pasukan itu dengan nada panik dan ketakutan.

Ketua BLACKDHAT itu sedikit terkejut dengan apa yang dia dengar.

"Ohh.. Jadi begitu cara kau menyerang diriku ya.." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada sedikit kesal dan santai.

*Berpindah ke markas misterius*

"HAHAHA..!! Apa sekarang kau menyesali perbuatanmu?" tanya Ketua perusahaan rahasia itu kepada dirinya sendiri dengan nada senang dan sangat bahagia.

*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT*

Para pasukan BLACKDHAT tiba-tiba di bombardir oleh Armada besar Angkatan Laut itu tanpa menunggu waktu lama.

Mereka di serang dari arah depan maupun belakang mereka.

Banyak pasukan dari Armada besar BLACKDHAT yang hancur dan tenggelam ke dasar lautan karena serangan itu.

Dan karena kejadian ini, BLACKDHAT dinyatakan telah musnah dan runtuh oleh para Tiang dunia tanpa alasan yang jelas.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!