11. BLACKDHAT VS INDONEZIA

Arstanta masih terkejut dengan apa yang dia dengar.

"Ini tidak mungkin dirimu," ucap Arstanta dengan nada tidak percaya.

"Kau pasti bukan dirinya yang asli." ucap Arstanta lagi dengan nada yang sedikit kesal.

"Aku adalah Refta Elna, kau mengenalku bukan?" tanya Refta dengan nada khawatir.

"Aku tidak percaya.. Buktikan padaku sesuatu yang bisa membuatku percaya." ucap Arstanta dengan nada sedikit menantang.

"Baiklah, aku akan membuktikannya."ucap Refta dengan nada santai.

Arstanta menunggu apa yang akan dilakukan oleh Refta.

Refta pun menunjukkan kalung yang dia pakai di lehernya.

Arstanta sangat terkejut dan merasa tidak percaya ketika melihatnya.

"Kau? Apa kau benar-benar nyata?!!" tanya Arstanta dengan nada sedikit bingung dan terkejut.

"Kau adalah temanku Arstanta.. Aku adalah teman masa kecilmu di tempat itu." ucap Refta ke Arstanta dengan nada tenang sembari tersenyum.

"Refta..!! Aku kira kau sudah mati disaat kejadian itu.." ucap Arstanta sembari mengeluarkan air matanya.

"Tenanglah, aku baik-baik saja." ucap Refta dengan nada tenang sembari memegang salah satu tangan Arstanta.

"Bagaimana kau tau aku ada disini?" tanya Arstanta dengan nada yang santai.

"Aku.. Aku Sebenarnya adalah anggota BLACKDHAT, ketika aku ikut ke Armada besar itu, aku melihat dirimu dan langsung menyadari bahwa itu benar-benar dirimu." jawab Refta dengan nada santai dan tenang.

"Arstanta pun terkejut mendengarnya." Apa kau termasuk Pemimpin pasukan disana?" tanya Arstanta dengan penasaran.

"Tidak kok, aku hanya pasukannya saja." jawab Refta dengan nada santai sembari tersenyum.

Arstanta pun mendekatkan dirinya ke Refta dan memegang kedua tangannya "Syukurlah kau selamat Refta.. Aku benar-benar bersyukur." ucap Arstanta dengan nada santai sembari sedikit menangis.

Tiba-tiba Refta langsung memeluk Arstanta dengan sangat erat.

"Aku juga Arstanta.. Aku sangat mengkhawatirkan dirimu." ucap Refta dengan nada tersedu-sedu dan menangis.

"Refta..?" Arstanta terkejut dengan apa yang baru saja dia lakukannya.

"Aku.. Aku mengkhawatirkan dirimu selama ini, aku memikirkanmu terus Arstanta..!! Aku ingin melihatmu lagi." ucap Refta dengan nada yang sangat khawatir dan sedih.

Refta pun langsung memeluk Arstanta dengan sangat erat sembari mendekapkan wajahnya ke dada Arstanta, dan tubuhnya bergetar karena dia takut kehilangan Arstanta di dalam hidupnya.

Arstanta pun memeluknya kembali dengan erat.

"Terimakasih karena sudah mengkhawatirkan diriku" ucap Arstanta dengan nada yang sedih sembari menangis juga.

*Di sisi para pasukan BLACKDHAT*

"Semuanya bersiap untuk berperang..!!" ucap Raftel dengan nada tegas ke seluruh pasukan.

Seluruh pasukan BLACKDHAT mulai bersiap-siap.

*Di perusahaan rahasia*

"Aku akan menyebarkan berita besar ini ke seluruh dunia." ucap Ketua dari perusahaan itu sembari menyebarkan berita ini.

*Di kantor Pemerintah*

"Ini benar-benar perang.. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini." ucap Ketua Menteri Pertahanan.

"Aku juga." ucap Wakil Menteri Pertahanan dengan nada yang ragu.

*Di markas Militer*

"Apa yang kau lakukan?!! Semuanya harus ikut berperang..!!" ucap Jenderal di markas itu dengan tegas.

Seluruh pasukan di markas Militer itu pun langsung bersiap-siap.

"Kita perang dengan siapa?" tanya salah satu pasukan ke pasukan lain yang berada di sebelahnya.

"Aku tidak tau, aku dengar kita akan berperang melawan BLACKDHAT." jawab pasukan itu dengan ragu.

"Apa itu BLACKDHAT?" tanya pasukan itu dengan bingung.

"Aku juga tidak tau." jawab pasukan disebelahnya dengan bingung juga.

*Berpindah ke Negara Austraria*

"Hei.. Pemandangan lautnya indah sekali bukan?" tanya salah seorang pria disana ke pacarnya.

"Iya sayang.. Aku juga merasa pemandangan laut ini sangat indah." jawab pacarnya itu dengan nada yang tenang dan santai.

Disaat mereka berdua melihat ke laut lagi, mereka menjadi bingung dan ragu dengan apa yang mereka lihat.

"Itu kapal bukan?" tanya pria itu dengan nada yang bingung dan ragu.

"Sayang.. Itu kapal tau.." jawab pacarnya dengan santai.

"Kapal apa yang sebesar itu disini?" tanya pria itu lagi dengan nada bingung.

"Aku tidak tau sayang.." jawab pacarnya dengan santai lagi.

*Berpindah ke kapal yang berada di tengah laut*

Kapal itu adalah kapal induk yang sangat besar. Kapal itu sedang menuju ke arah Pelabuhan di Austraria.

Para pekerja di pelabuhan sangat bingung dengan kapal itu.

Mereka semua menyaksikan kapal itu menuju ke Pelabuhan, namun yang mereka bingung adalah ukuran dari Kapal itu bisa sampai seukuran Pelabuhannya.

"Kapal apa itu? Setauku kapal terbesar di dunia adalah kapal pengantar barang." ucap salah satu pekerja disana dengan heran.

"Aku juga baru melihat kapal yang seperti itu, aku sudah lama bekerja disini, namun tidak pernah melihat kapal yang seperti ini satu pun." ucap pekerja lainnya menanggapi ucapan pekerja tadi dengan nada yang kebingungan.

Semua orang menyaksikan kapal itu semakin mendekat ke Pelabuhan dan siap berlabuh.

Mereka semua bersiap-siap membantu kapal raksasa itu berlabuh. Namun ada yang aneh, kapal itu benar-benar bisa berlabuh dengan sendirinya.

"Hah?? Bagaimana mungkin? Kapal ini benar-benar berlabuh tanpa bantuan kita sedikitpun." ucap salah satu pekerja dengan nada kebingungan.

"Apakah kalian pernah melihat kapal ini?" tanya pekerja itu ke pekerja lainnya dengan penasaran.

"Aku tidak pernah melihatnya, apakah kita sedang berhalusinasi?" tanya pekerja itu dengan nada bingung.

Tiba-tiba pintu dari kapal itu terbuka dan mengeluarkan tangga yang panjang menuju langsung ke bawah Pelabuhan untuk menjadi jalan keluar dari kapal raksasa itu.

Kapal itu juga langsung mengeluarkan jangkar setelah mengeluarkan tangga itu.

Tiba-tiba seseorang turun dari kapal itu, dia menggunakan baju Jas berwarna hitam dan dia berjalan santai menuju ke suatu tempat yang berada di dekat pelabuhan itu.

*Berpindah ke markas Militer*

"AKU INGIN KALIAN SEMUA BERANGKAT KE LOKASI YANG SUDAH DI TENTUKAN SEKARANG..!!!" ucap Jenderal itu dengan nada tegas.

Seluruh Armada pesawat tempur, Helikopter dan kendaraan-kendaraan perang lainnya menuju ke lokasi Armada besar BLACKDHAT berada.

*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT*

"Ketua.. Kapal itu sudah sampai di tujuan, dan mereka sedang melakukan itu." ucap Raftel dengan nada santai.

"Aku mengerti, aku ingin kalian semua yang berada disini bersiap-siap.. Rencanaku akan segera dimulai." ucap Ketua BLACKDHAT dengan santai.

Tiba-tiba seluruh Jaringan Internet yang berada di Negara Indonezia menghilang.

Seluruh Masyarakat dan Pemerintah menjadi panik karena hal itu.

*Berpindah ke markas Militer*

"Ada apa ini?!!!" ucap salah satu Komando di markas itu dengan keadaan panik.

Di markas Militer itu mereka semua tidak mendapatkan Internet sedikitpun.

*Berpindah ke Armada Besar Militer*

Para tentara mulai kebingungan dengan keadaan ini.

Mereka merasakan sedikit kepanikan karena kejadian ini.

"Apa kalian mendapatkan Internet?" tanya salah satu tentara ke tentara lainnya dengan bingung.

"Baru saja Internetku hilang, apa kau juga?" tanya prajurit itu dengan nada bingung.

"Aku juga." jawab tentara itu dengan nada sedikit khawatir.

Jenderal yang memimpin Armada Besar ini juga kehilangan Internet, dan Jenderal ini merasa khawatir dan bingung dengan kejadian tiba-tiba ini.

*Berpindah ke Armada besar BLACKDHAT*

NITTT... NITTT... NITTT...

Ketua dari BLACKDHAT itu langsung mengangkat panggilan telepon itu dengan santai.

"Kau berhasil.. Aku kagum denganmu." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada yang santai ke Ketua perusahaan misterius itu.

"Hahaha.. Sungguh kehormatan bagiku di puji oleh dirimu Raja Dunia. Aku akan membantumu selama kau masih mau berbisnis denganku." jawab Ketua perusahaan misterius itu dengan nada yang senang.

"Aku ingin kau melakukan sesuatu lagi." ucap Ketua BLACKDHAT itu dengan nada yang santai dan serius.

Ketua BLACKDHAT itu mengatakan sesuatu ke perusahaan misterius ini.

Ketua dari perusahaan misterius ini menyetujui apa yang Ketua BLACKDHAT ini perintahkan.

"Aku akan melakukannya Raja Dunia." ucap Ketua perusahaan misterius itu dengan nada yang senang dan bersemangat sebelum dia menutup panggilan teleponnya.

*Berpindah ke Rumah Sakit tempat Arstanta berada*

Seluruh Dokter dan pekerja yang ada disana sangat kebingungan dengan kejadian ini, mereka mencoba segala cara yang mereka tau untuk mendapatkan Internet kembali.

"Aku tidak mendapatkan Internet sama sekali.. Apa kalian juga?" tanya salah satu Dokter ke para Suster disana.

"Iya.. Kami juga, ada apa ini sebenarnya?" tanya Suster itu dengan penasaran dan sedikit ketakutan.

"Aku dengar Negara ini akan berperang melawan BLACKDHAT, namun aku tidak mengerti apa itu BLACKDHAT sebenarnya." jawab Suster itu dengan nada bingung dan ketakutan.

*Di perusahaan JJ*

Para pekerja di perusahaan JJ merasa kebingungan dan panik karena tidak ada Internet.

"Hei..!! Dokumen ku sangat penting tau, apa yang sebenarnya terjadi sih?!!" ucap salah satu pekerja disana dengan nada emosi.

"Aaaarrghh..!! Apa yang terjadi dengan Internet sih?!!" ucap pekerja lainnya dengan nada emosi juga.

JJ yang melihat situasi ini, merasa ada yang aneh.

JJ pun melihat berita terbaru di Internet yang berbeda dengan yang lainnya.

"Internet ini sangat berguna, aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini." ucap JJ dengan nada sedikit bingung.

*Berpindah ke markas perusahaan misterius*

"Internet ini adalah internet yang kami ciptakan bersama BLACKDHAT, dan segala sesuatu yang melewati Internet ini tidak akan pernah bisa di ambil dan di retas oleh siapapun." ucap Ketua dari perusahaan itu dengan nada yang bangga.

*Berpindah ke para pasukan BLACKDHAT*

Mereka semua mendengar suara pesawat di atas mereka.

Dan pesawat itu pun mulai menghujani mereka dengan peluru dan Bom.

Para pasukan BLACKDHAT itu beberapa ada yang mati karena serangan itu.

Lalu dengan cepat pasukan BLACKDHAT menyerang mereka kembali dengan kendaraan perang yang mereka bawa saat ini.

*Berpindah ke Ketua BLACKDHAT*

Di peperangan besar itu, Ketua BLACKDHAT pergi ke arah laut dan bersantai disana.

Dia hanya menunggu rencana dia yang akan datang.

Para pasukan BLACKDHAT terus menerus bertempur melawan tentara Indonezia, mereka berhasil menjatuhkan setengah pasukan udara dari Armada Besar itu.

Dan karena tidak ada informasi sama sekali yang bisa digunakan, para tentara Indonezia terlihat kebingungan dan ragu saat ingin menyerang pasukan BLACKDHAT.

*Berpindah ke tengah kota*

Para Masyarakat mulai panik dengan keadaan ini, mereka berpikir perang ini akan berlangsung sangat lama.

Di tengah-tengah kepanikan itu tiba-tiba semua listrik di Negara itu satu persatu mulai padam.

Tidak ada Internet dan listrik, tentara Indonezia semakin kebingungan dengan keadaan ini.

*Berpindah ke rumah sakit tempat Arstanta*

Ketika mereka berdua sedang asik mengobrol, listrik tiba-tiba saja padam, Arstanta terkejut dengan kejadian ini dan dia mulai merasa khawatir.

Refta yang menyadari ini, langsung memeluk Arstanta lagi dengan ketakutan "Aku takut.." ucap Refta dengan panik dan ketakutan.

Peperangan ini sangat dahsyat, dan peperangan ini terjadi sudah 2 hari lamanya.

Pasukan BLACKDHAT dan para tentara sudah mulai kelelahan, mereka semua tidak kuat lagi untuk melanjutkan peperangan ini.

Di saat seperti ini, para pasukan BLACKDHAT langsung mundur dari medan peperangan dan menuju ke tepi pantai.

Para tentara Indonezia yang melihat mereka sudah mulai kelelahan langsung menyerang mereka secara membabi buta.

*Berpindah ke Ketua BLACKDHAT*

"Akhirnya mereka datang." ucap Ketua BLACKDHAT dengan santai dan tersenyum melihat ke arah lautan.

Kapal induk itu telah membawa Armada besar dari Austraria menuju ke Indonezia.

Dan para Armada besar itu langsung menyerang pasukan Indonezia.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!