2. RIVAL ABADI

*Singkat cerita Radhel berhasil membawa Arstanta ke rumah sakit terdekat, dan dia juga sedang berfikir tentang penyerangan terhadap perusahaan milik JJ*

Radhel sedang berfikir dan mengira - ngira apakah JJ tau yang telah merusak kantornya itu adalah ulahnya. Radhel juga masih mencari kemungkinan bahwa JJ benar benar menyadarinya. Radhel tau JJ tidak sepolos itu, dan Radhel yakin JJ pasti menyadarinya.

*Di kantor milik JJ, JJ sedang berfikir dan mencari pelaku dari insiden yang tidak terduga ini*

"Hei kalian..! Apa salah satu dari kalian tau siapa orang yang melakukan ini?!" JJ berkata dengan suara yang emosi dan tegas kepada para Pekerja kantor disana yang sedang lembur.

Salah satu Pekerja mengangkat tangannya dengan ragu ragu "Aku melihatnya.. Itu terjadi begitu cepat." jawab pekerja tersebut dengan nada yang sedikit ragu.

JJ yang mendengarnya langsung menghampiri Pekerja tersebut sambil menahan emosinya "Ceritakan detailnya seperti apa, aku tau ini pasti ulah si Radhel." JJ berkata dengan nada kesal.

Pekerja tersebut langsung menceritakan tentang kejadian ini ke JJ "Aku melihat seorang anak remaja laki laki di belakang kantor, saat itu aku sedang melihat lihat pemandangan malam dari kaca lantai 2 kantor. Tiba tiba anak remaja laki laki itu menerobos pagar kawat yang dipasang di belakang kantor dengan nekat. Aku terkejut saat melihatnya, dia benar benar nekat menerobos banyaknya kawat disana, aku kira dia akan terluka parah atau semacamnya, tetapi ini seperti tidak mungkin." pekerja itu berkata dengan nada santai dan yakin.

JJ saat mendengarnya langsung mencurigai Arstanta, karena saat dia melihat Arstanta, dia terlihat panik dan takut sambil berlari dari arah kantor JJ.

JJ tanpa fikir panjang langsung memotong kata katanya itu dengan yakin ke Pekerja kantoran itu "Setelah itu dia berlari menjauhi kantor bukan? Dia menggunakan pakaian yang lusuh dan berbadan kurus." JJ berkata dengan nada santai sembari menebaknya.

Pekerja kantoran itu terkejut ketika mendengarnya "Itu benar, bagaimana kau tau?" tanya pekerja tersebut dengan nada bingung.

tanpa basa basi JJ langsung menelepon bawahan kepercayaannya

NITTT... NITTT... NITTT... NITTT

Alexxa yang mendengar Handphonenya berdering langsung mengangkatnya dengan santai "Ini aku JJ, Alexxa, cari seseorang dengan pakaian lusuh di kota. Dia menggunakan baju berwarna kuning polos dan celana olahraga berwarna hitam dengan motif dua garis lurus kebawah berwarna putih. Lakukan pencarian orang itu besok di Siang hari dan bawa dia ke hadapanku." JJ berkata dengan nada santai ke Alexxa.

Alexxa yang mendengar penjelasan JJ langsung menutup telepon JJ.

NIT...

Dia sedang bersantai sembari meminum secangkir kopi "Aku mengerti, waktunya berburu rusa nakal." Alexxa berkata dengan nada yang sombong.

Tanpa berfikir panjang Alexxa langsung mengambil senjata apinya "Waktunya bekerja kawan." Alexxa berkata dengan nada santai dan mempersiapkan senjata SCARS yang dia bawa.

JJ yang sadar teleponnya dimatikan merasa sedikit terhibur dengan tingkah laku Alexxa yang sombong dan sok tau "Dasar Perempuan aneh." JJ berkata dengan nada sedikit senang dan sedikit tersenyum disaat itu juga.

Salah satu Pekerja lembur disana bertanya pada JJ dengan nada sedikit ragu dan gugup "Boss.. Bukankah Alexxa sangat berbahaya untuk pekerjaan seperti ini? Bukankah dia juga salah satu dari para Pemimpin pasukan kepercayaanmu?" JJ yang mendengarnya langsung berfikir kembali "Kau benar.. Tetapi kau juga salah." Pekerja tersebut bingung dengan perkataan JJ "Apa maksudnya Boss?" JJ lalu menjelaskan dengan yakin dan tenang "Jangan pernah meremehkan seseorang, catat itu. Aku tau dia memang berpakaian lusuh dan terlihat seperti orang miskin. Tetapi, ada hal yang tidak kita ketahui tentang dirinya, yaitu bagaimana dia bisa menerobos banyaknya kawat di pagar belakang kantor? Ini terdengar tidak masuk akal bukan?" Pekerja tersebut mengangguk dan tersenyum dengan penjelasan yang disampaikan JJ kepadanya "Aku mengerti Boss, penjelasanmu dapat dimengerti dengan sempurna." pekerja itu berkata dengan tenang dan santai.

*Matahari mulai terbit, pagi hari telah tiba, dirumah sakit tempat Arstanta di rawat, Radhel datang kesana untuk menjenguk Arstanta*

Arstanta sedikit senang dengan kedatangan Radhel ke ruangannya "Halo Radhel.. Bagaimana keadaanmu? Apa kau sedang cemas? Wajahmu terlihat sedikit bingung." Radhel yang mendengar kata kata Arstanta langsung meresponnya dengan santai dan senyum "Bagaimana kau tau bocah? Kau bisa dengan mudah mengetahui keadaanku secepat itu ya?" Radhel sedikit kagum dengan Arstanta. Arstanta yang mendengar itu dari Radhel pun tersenyum senang "Itu mudah kok.. Kau hanya perlu menggunakan hatimu dan merasakan aura dari orang itu saja." Arstanta tersenyum dan dia berbicara dengan suara senang dan bangga. Radhel yang melihat Arstanta seperti itu pun ikut tersenyum juga.

Di tengah tengah kesenangan mereka berdua, Radhel mulai memasang wajah sedikit serius "Hati - hati mulai dari sekarang Arstanta, aku yakin orang itu pasti mengincarmu." Radhel memperingatkan Arstanta dengan khawatir.

Arstanta yang melihat perubahan suasana sedikit merasa cemas "Aku paham, aku akan lebih waspada mulai sekarang. Kau tenang saja Radhel, utamakan keselamatanmu dulu." Radhel yang mendengar kata kata Arstanta langsung tersenyum dan sedikit meremehkan Arstanta dengan candaannya "KAU PIKIR AKU AKAN MATI SEMUDAH ITU HAH?! Aku Radhel loh, Pembisnis terkaya di kota ini." Arstanta yang mendengarnya langsung sedikit mengejeknya "Aku tidak yakin kau terkaya di kota ini. Bajumu saja tidak menunjukkan bahwa kau adalah pembisnis dan orang kaya." Radhel yang mendengarnya sedikit kesal dan jengkel dengan Arstanta "HEI.. Tarik kembali ucapanmu itu keroco, walaupun bajuku cuma baju polos dan celana pendek, aku bisa membayarmu dengan gaji besar tau." Arstanta tertawa mendengar Radhel yang jengkel "Hahahaha, aku tau kok, tapi saat pertama kali kita ketemu, kau juga menggunakan kaos dan celana seperti itu juga bukan? Apa kau tidak mandi?" Arstanta terus mengejek Radhel yang sedang jengkel itu. Radhel yang mendengarnya langsung merasa sedikit malu dan tambah jengkel "SUKA SUKA AKU LAH..!!! MEMANGNYA APA URUSANMU?!" Arstanta tertawa lagi saat mendengarnya.

Radhel mengeluarkan Handphone terbaru dari saku celananya dan memberikannya ke Arstanta dengan wajah sedikit kesal dan jengkel "Kau membutuhkan ini bukan untuk pekerjaanmu?!" Arstanta yang terkejut merasa tidak enak dengan Radhel "Kenapa kau berikan ini? Aku kan bisa beli sendiri dengan uangku." Radhel yang mendengarnya lalu mengejek Arstanta dengan wajah mengejek dan merendahkan "Harga Handphone ini bisa menghilangkan setengah gajimu yang sekarang kau tau?! Kalaupun kamu mau beli sendiri sih, aku tidak melarangnya." Arstanta yang merasa jengkel dengan ejekan Radhel hanya bisa menahannya dengan geram "TCIH.. Suatu hari aku akan membalasmu Radhel." Radhel sedikit tertawa mendengar Arstanta yang jengkel.

Radhel sedikit menjauhi Arstanta, lalu dia menelepon seseorang "Rantara, aku ingin kau melakukan penyelidikan ke kantor JJ yang berada di Jalan Traksana nanti Siang." Rantara yang mendengarnya langsung tersenyum senang dan tertawa "Hahaha, perintah diterima Kapten, Rantara siap berlayar." Rantara langsung mengambil Jubah Angkatan Lautnya dan mengambil senjata api AKS47 miliknya "Waktunya berlayar hahaha." Rantara sangat senang dengan perintah ini dia bahkan merasa tidak sabar dengan pekerjaannya. Radhel langsung mematikan Telepon dengan Rantara.

NIT...

Arstanta yang mendengar suara Rantara sedikit bingung dengan Radhel "Siapa itu? Bawahanmu?" Radhel yang mendengar pertanyaan Arstanta langsung menoleh ke arahnya dan menjawabnya dengan santai dan bangga "Dia Rantara salah satu Pemimpin pasukan kepercayaanku." Arstanta yang mendengarnya langsung terkejut "KEREN..!!! Kau tidak pernah memberitahuku tentang ini." Radhel yang mendengar Arstanta langsung mengejeknya "Keroco tidak pantas tau." Arstanta yang mendengar itu langsung jengkel "APA MAKSUDMU RADHEL..?!" Radhel yang mendengar itu langsung mengejek Arstanta lagi "ADA APA..?! KAU TIDAK TERIMA HAH?!" Arstanta yang mendengarnya hanya bisa menahan emosinya dan rasa jengkelnya ke Radhel "KAU MENYEBALKAN!!!" Radhel yang mendengarnya hanya tersenyum licik dan menahan ketawa.

Arstanta langsung bertanya ke Radhel dengan penasaran dan rasa ingin tahu yang tinggi "Kenapa dia seorang wanita? Memangnya wanita kuat?" Radhel yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap Arstanta dengan wajah yang tidak senang "Dia 100X lebih kuat darimu tau. Kau bahkan bisa dihabisi olehnya dengan mudah." Arstanta yang mendengar itu dari Radhel hanya bisa terdiam.

*Matahari terus naik semakin tinggi, dan Siang hari pun tiba. Di sebuah Jalan Raya Traksana, Rantara sedang mengendarai mobil Sedannya sambil melihat keadaan kantor JJ*

Saat Rantara sedang melihat lihat keadaan kantor JJ, Rantara sedikit terkejut dengan banyaknya orang disana dengan pakaian seperti Mafia, dan beberapa dari mereka memegang senjata api yang cukup berbahaya.

*Disisi lain*

Alexxa yang sedang mempersiapkan dirinya untuk menemukan Arstanta sedang berkemas dengan barang barang bawaannya dibantu oleh pasukannya "HEI KALIAN..!!! Lakukan dengan cepat, ini waktunya berburu" seluruh pasukan Alexxa menjawab dengan kompak "SIAP NONA!!!" mereka semua menjawab perintah Alexxa dengan kompak dan semangat.

Rantara yang sedang mengawasi kantor JJ dengan mobilnya terus memperhatikan gerak gerik pasukan Alexxa yang aneh "Ada apa dengan mereka? Ini sangat aneh, seperti ada seseorang yang memimpin mereka disana." Rantara berkata dengan nada curiga dan penasaran.

*Disisi Alexxa*

Alexxa memberikan perintah langsung ke para pasukannya "JANGAN BIARKAN ORANG LAIN MASUK UNTUK SAAT INI..!!! TEMPAT INI DITUTUP UNTUK SEMENTARA ATAS PERINTAHKU..!! ATAS NAMAKU ALEXXA MARINA..! MENGERTI..?!!" Alexxa berkata dengan tegas dan keras ke para pasukannya. "SIAP NONA!!!" mereka menjawab perintah Alexxa dengan kompak dan semangat. Alexxa lalu pergi menggunakan mobil biasa agar tidak dicurigai dan dapat berbaur dengan mobil mobil lainnya di kota.

BROOMM... BROOOMMM... BROOMM..

Alexxa merasa sedikit jengkel dengan mobil ini "Tcih, suara macam apa ini tidak keren sekali." Alexxa berbicara didalam hatinya dengan perasaan tidak puas.

Rantara yang melihat ada mobil yang keluar dari kantor JJ langsung mengikutinya dari belakang dengan jarak tertentu "Mencurigakan, apa mungkin dia adalah Pemimpin pasukan Mafia ini? Aku harus mencari taunya sendiri." Rantara berbicara dengan dirinya sendiri dengan rasa ingin tahu yang besar.

BROOOMMM....

*Setelah sekian lama mengikuti Alexxa, Alexxa akhirnya masuk ke sebuah parkiran Hotel bintang 5*

Rantara yang curiga pun mengikuti Alexxa masuk ke sebuah parkiran itu.

Setelah beberapa saat mencari mobil Alexxa, Rantara menemukan mobilnya, tetapi Rantara hanya menemukan mobilnya saja yang kosong tanpa ada pengemudinya di tempat parkir itu "Kemana dia ya? Apa mungkin dia masuk ke dalam?" Rantara bertanya tanya pada dirinya sendiri.

Lalu Rantara yang penasaran pun langsung parkir di dekat mobilnya Alexxa sambil mencari momen yang tepat untuk mencari tau siapa orang yang mengemudikan mobil ini.

*Beberapa saat berlalu tetapi Rantara tidak melihat tanda - tanda kemunculan pengemudi mobil ini. Dia pun keluar dari mobilnya karena mengira pengemudi mobil ini ada di dalam Hotel tersebut*

Rantara keluar dari mobilnya sambil membawa senjatanya untuk jaga jaga "Siapa orang itu ya? Aku penasaran, apa mungkin dia benar benar Pemimpin pasukan? Aarrgghhh..! Aku pusing." Rantara yang bingung dan hanya bisa menebak nebak terus pengemudi mobil ini yang menghilang entah kemana.

Alexxa yang sedang mengisi peluru senjata apinya di belakang Rantara dengan jarak yang lumayan jauh pun tersenyum.

TRAK.. TREKTEK..

Alexxa mulai mempersiapkan senjata SCARS nya saat itu juga dan mulai mengokang nya.

TRAKK..

Alexxa yang sudah sadar diikuti Rantara tanpa berfikir panjang langsung membidik kepala Rantara dengan senjatanya.

Rantara yang tidak sengaja melihat Alexxa sedang membidik dirinya dari kaca Spion mobil pun langsung menghindar dan bersembunyi di balik mobil untuk berlindung.

TAP.. TAP.. TAP.. TAP..

Alexxa yang senang dengan keadaan ini langsung tertawa dengan keras "HAHAHA..!!! KITA BERTEMU LAGI ANGKATAN LAUT BOD*H..!!!" Rantara yang menyadari suara itu adalah Alexxa langsung tersenyum dan tertawa juga "HAHAHAHA..!!! ALEXXA AKU AKAN MENGHABISIMU BAJING*N..!!!" Alexxa yang merasa tertantang dengan perkataan Rantara langsung menembakkan puluhan Peluru ke mobil tempat berlindung Rantara.

DORR.. DORR.. DORR.. DORR.. DORR..

Rantara langsung berlari ke mobil lainnya dan menembakkan puluhan peluru juga ke Alexxa

DORR.. DORR.. DORR.. DORR.. DORR..

Alexxa yang menghindari semua peluru dari Rantara langsung berlindung di balik tembok parkiran itu.

*Baku tembak terus terjadi disana, peluru yang terus menerus keluar dari senjata api mereka berdua menyebabkan banyak kendaran rusak parah. Bahkan sampai ada yang benar benar tidak bisa digunakan lagi karena dampak dari mereka berdua yang begitu dahsyat dalam bertarung. Tempat parkir Hotel itu telah berubah, yang tadinya tempat parkir umum, sekarang telah menjadi arena bertarung untuk mereka berdua*

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!