Bab 19 Tanpa berpikir panjang

Selama aku sakit, aku di rawat Suga dengan baik, dari di papah menuju toilet, di suapi dan di kasih obat dengan rutin. Sebenarnya aku merasa tidak enak malah di rawat oleh majikan ku sendiri, tapi Suga bersih keras untuk merawat ku. Meskipun hal-hal yang bersifat pribadi itu di lakukan oleh suster yang bertugas, itu pun di khusus kan oleh satu orang.

Aku merasa canggung karena banyak menghabiskan waktu bersama Suga, Chanyeol yang menolong ku kemarin malah tak menampakan batang hidungnya. Aku berpikiran kalau dia mungkin sibuk, hari kedua aku di rawat aku di kejutkan oleh para member BTS yang menjenguk ku dengan membawa banyak buah tangan.

Seokjin membawaku satu rantang makanan yang di pasak nya, Jungkook membawaku beberapa bingkisan cemilan seperti susu pisang dan kue-kue. Kemudian RM dan J-Hope memberiku beberapa bingkisan buah. Sedangkan Taehyung dan Jimin malah membawa buket Bunga, katanya biar aku selalu senang karena mencium wanginya mawar.

Aku benar-benar terharu, mereka bisa perhatian seperti ini, aku rasanya ingin mereka di sini sedikit lebih lama. Karena mendengar guyonan lucu dan gelak tawa mereka, membuat aku semangat untuk kembali sembuh. Tak terasa jam besuk pun telah berakhir. Suga pun menyuruh mereka untuk pulang, mau tak mau mereka pun pergi.

"Eltyaseu, semangat. Semoga lekas sembuh." pamit Jungkook. Setelah itu dia menyelip kan satu surat diam-diam ke tanganku tanpa sepengetahuan siapapun.

Dia memberiku isyarat untuk membaca itu secara diam-diam, aku pun mengangguk pelan sebagai tanda mengiyakan.

Semua member lain ikut berpamitan, setelah mereka pergi aku kembali merasa awkward karena hanya ada Suga.

"Suga-ssi, apa anda tidak mau pulang? Aku tidak apa-apa di tinggal sendiri." Aku mengatakan itu karena merasa kasian pada Suga yang malah aku repotkan sedari kemarin.

"Kenapa? kamu tidak suka aku di sini? lebih suka dengan Chanyeol?" Perkataan Suga itu membuat aku menelan saliva. Aneh sekali dia lebih dingin semenjak kepergian member lain, padahal tadi dia terlihat ketawa-ketiwi.

"Maksud aku bukan begitu, aku gak mau terus merepotkan kamu. Aku ingin kamu istirahat Yoongi-ssi." Aku menjelaskan padanya kalau dia salah paham. Tapi, raut wajah nya semakin tak ramah. Membuat aku semakin tidak mengerti atas jalan pikiran Suga.

"Terus kamu lebih suka merepotkan Chanyeol begitu? Daripada aku?" Perkataan Suga membuat aku jengkel, bagaimana bisa di terus membawa-bawa nama Chanyeol.

"Maaf Suga-ssi, kenapa kamu terus membawa nama Chanyeol oppa?" Aku bertanya dengan rasa kesal, aku tidak menutupi raut kekesalan ku. Hal itu membuat Suga mendesah pelan.

"Kenapa? Ada masalah Suga-ssi?" Aku bertanya ketika melihat raut wajah Suga yang tampak tak nyaman ketika aku berkata seperti itu.

Untuk kali ini aku lebih berani untuk menyampaikan argumen ku, karena aku tidak ingin salah paham mengenai siapapun. Karena melihat wajah Yoongi yang selalu tak suka ketika dia atau aku menyebut nama Chanyeol. Entah apa yang terjadi aku tidak mengerti.

"Kau itu pura-pura lugu, bodoh atau gimana?"

Deg!

Perkataan Suga membuat andrenalin ku tertantang, bagaimana bisa dia mengejek ku secara terang-terangan. Ia, dia berkata seolah-olah mengejek, dan aku tidak suka melihat orang dan siapapun itu yang secara terang-terangan meledekku.

"Maksud mu apa ya? Aku tidak mengerti?" Kali ini aku bertanya dengan nada di tekan, membuat Suga terdengar membuang nafas kasar.

"Kau sebenarnya ada hubungan apa dengan Chanyeol? Nyampe rela di gendong-gendong. Jika kau ada hubungan dengan Chanyeol jujur saja padaku, jangan tiba-tiba menjadi berita hangat di kalangan netizen.

"Hah?! Maksud nya?!" Aku semakin tidak mengerti atas perkataan Suga, yang membuatku bingung kenapa Suga bisa tahu aku kemarin di gendong Chanyeol.

Apa jangan-jangan? "Jelasin foto ini!" praduga ku bersaman dengan Suga yang memperlihatkan handphone nya padaku dan saat aku melihat nya membuat aku menganga.

"Kenapa berita nya aneh begini?" ujar ku tak terima.

"Kau pacarnya Chanyeol?" tanya Suga dengan nada ketus.

"Selama ini kau menutupi semua ini dari kami?"

"Terus tujuanmu datang dan mau bekerja dengan ku itu apa? Ingin memata-matai? Atau apa?"

Deg!

Aku hanya membisu, aku benar-benar tidak mengerti atas apa yang terjadi. Tapi, menurut Dispact aku di rumor kan menjadi kekasih rahasia Chanyeol dan beberapa foto kemarin yang mungkin di ambil oleh paparazzi, semakin menguatkan argumen itu.

Berita itu baru beredar dari kemarin malam, tapi karena ada Suga -- Aku sama sekali tidak membuka handphone. Dan pantas saja, member BTS yang lain yang baru saja menjenguk ku serasa berbeda gerak-gerik nya.

Malah bahasan mereka selalu terkait pacar rahasia dan sewaan, aku yang tidak tahu kalau itu sebuah sindiran hanya menyimak dengan guyonan.

Astaga, bagaimana ini? Chanyeol pasti kesulitan juga karena berita ini. Pantesan sedari kemarin malam, Chanyeol sama sekali tidak mengubungi ku bahkan menjenguk ku ke sini.

"Gimana kamu bisa jelaskan?" tanya Suga dengan raut kesal, karena aku hanya terdiam.

"Itu semua bohong, itu akal-akalan Dispact aja." Aku menjawab dengan raut kesal juga, karena aku seolah-olah tersangka di sini.

"Terus foto ini juga akal-akalan Paparazzi juga?"

Pertanyaan Suga membuat aku langsung ter skakmat. Aku bergeming beberapa saat, sampai akhirnya aku buka suara.

"Eum ... soal -- itu ... Memang benar." ujar Aku dengan rasa was-was dan takut secara bersamaan. "Tapi, aku tidak memata-matai kalian, apalagi anda. Soal kecelakaan itu real, bukan unsur kesengajaan." Aku berkata jujur.

"Kecelakaan ya mana?" tanya Suga dengan tatapan datar.

"Soal aku pingsan yang akhirnya kalian menolongku, dan soal aku terjatuh di taman. Itu karena emang aku teledor dan Chanyeol lah yang menolongku." Aku menjelaskan dengan mantap tetapi menunduk karena takut atas tatapan dingin Suga yang seakan menusuk.

"Apa aku harus mempercayai mu?" tanya Suga, kini meraih daguku untuk melihat dan menelisik sorot mata ku dengan seksama.

Aku yang di perlakukan demikian, ingin membuang muka, tetapi Suga dengan sergap menangkup wajahku dengan kedua tangan. Sampai kami bertatapan cukup dalam.

Setelah beberapa saat kami saling bertatapan, Suga membawa tubuhnya tegak kembali dan dengan segera melepas kedua tangan nya yang menangkup pipi ku.

"Buktikan, jika kamu memang dapat di percaya." Setelah mengatakan itu, Suga meningalkan aku sendiri yang mematung dengan jantung yang berdebar kencang, yang seolah ingin loncat dari cangkangnya.

Aku memegangi kedua pipi ku yang kini terasa panas, setelah itu menggeleng cepat untuk mengusir semua aura yang terpancar kuat dari seorang Suga.

Aku mencerna ulang perkataan Suga barusan, aku berpikir apa itu sebuah ancaman atau hanya peringatan nya saja? Lalu, apa arti tatapan Suga barusan kepadaku? dia yang memandang lekat dan begitu dalam padaku. Apa bisa aku definisikan kalau dia sudah mulai menyukai ku?

Ya Allah, ada apa dengan diriku ini? Kenapa aku begitu senang jika Suga benar-benar menyukai ku? Lalu, bagaimana dengan confession nya Jungkook? Lalu, bagaimana dengan kedekatan ku dengan Chanyeol dan rumor tentang kita? Kenapa aku merasa biasa aja.

Sial, tatapan Suga membuatku benar-benar bimbang! Aku pun menepuk pelan jidatku yang benar-benar lemah hanya karena tetapan Suga.

Setelah beberapa saat aku sendirian, Suga pun datang kembali ke kamar ku dengan membawa beberapa orang. Aku menyipitkan mata atas apa yang di lakukan Suga. Ketika dia menyuruh orang-orang itu yang ku taksir adalah kru nya untuk menyiapkan beberapa kamera.

"Suga-ssi apa yang ingin anda lakukan?" tanya ku pada Suga yang kini tengah berjalan ke arah ku.

"Lakukan konferensi pers! Jika kamu benar-benar tidak ada hubungan dengan Chanyeol." Suga berujar mantap, sedangkan aku menyipitkan mataku tak percaya.

"Apa? Sekarang?"

"Terus kapan lagi? Dengan kondisi mu yang seperti ini, itu sangat kuat untuk menyangkal rumor ini."

Mendengar perkataan Suga, membuat aku sejenak berpikir.

"Kenapa tidak Chanyeol oppa saja? Dia lebih berpengaruh kan?" Aku menyarankan itu, karena Chanyeol lebih berhak untuk melakukan pembelaan atas rumor ini.

"Tidak, kamu yang harus melakukan ini."

"Maaf Yoongi-ssi, ini begitu dadakan. Apalagi kondisiku yang seperti ini membuat aku semakin tak percaya diri, aku tidak ingin melakukan konferensi pers hanya karena di anggap untuk di kasihani."

"Oke, kalau itu yang ingin kamu lakukan. Apa yang kamu lakukan ini sudah memperkuat argumen ku terhadap kamu." ketus Suga, lantas menyuruh kru nya untuk membereskan semua kamera yang baru saja di pasang mereka.

"Yoongi-ssi? Bisakah kita berpikir logis terlebih dulu? Bisa tidak jangan egois begitu?" Aku berkata dengan kekesalan ku, karena aku berpikir kalau Suga terlalu terburu-buru dalam bertindak.

"Apa kamu bilang berpikir logis? Aku sudah berpikiran ulang dengan hal ini, sedangkan kamu yang mengacaukan nya." Yoongi berkata dengan raut marah.

"Yoongi-ssi, apapun itu harus di pikirkan dengan kepala dingin bukan asal-asalan. Aku tanya apa kamu sudah mendiskusikan ini dengan Chanyeol oppa? apa dia setuju? kalau dia memang tidak ingin melakukan konferensi pers sendiri dan dia mengizinkan untuk aku yang melakukan nya. Baru kamu bertindak, kenapa kamu tidak rasional dan mengedepankan ego mu?"

Aku berkata panjang lebar karena tindakan Suga tidak selaras dengan apa yang aku pikirkan, aku harap Suga dapat menghargai Chanyeol dan aku yang hanya karyawan nya.

"Apa kamu bilang? Aku egois? Kamu yang egois, yang hanya memikirkan soal Chanyeol saja." Suga tambah marah dan dia kini menyorot tajam mataku. Aku yang merasa dia salah paham hanya menghela nafas panjang.

"Terserah kamu, mau menganggap aku bagaimana. Cuman satu hal yang ingin aku katakan, semua hal jangan di hadapi dengan amarah tetapi di jalani dengan pembawaan yang tenang dan kepala dingin. Aku berharap kamu berpikir ulang atas apa yang terjadi. Aku minta maaf jika apa yang aku katakan tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan."

Setelah aku memperjelas dan menyampaikan argumen ku, aku memilih terdiam dan mengalihkan pandangan dari nya. Setelah perkataan ku Yoongi pergi dari kamar ku bersama semua kru.

Aku benar-benar tidak mengerti atas apa yang di pikirkan Suga, akan tetapi aku mengambil satu hal darinya. Suga yang terkenal selalu berpikir logis, kini malah melakukan sesuatu tanpa pikir panjang.

BERSAMBUNG....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!