Kami berjalan beriringan di koridor, menaiki anak tangga. Dan sampailah kita di ruang utama apartemen ini.
"Suga-ssi?" Aku memanggil Suga ketika ia hendak masuk ke dalam kamar, hal itu membuat Suga berhenti melangkah dan menoleh ke arah ku."
"Hm ...."
"Kenapa tadi pintu nya bisa di buka? Padahal handel pintu itu tidak bisa aku gerakan begitu saja. Apa kamu memiliki kekuatan super?" Aku nanya kepada Suga dengan mata yang menyelidik.
"Hahaha. Kamu itu lucu sekali. Mana ada jaman sekarang kekuatan seperti itu, ada nya juga kepintaran teknologi." ujar Suga seraya tertawa begitu renyah.
Melihat tawa Suga yang renyah membuatku mencabik kesal. "Aku serius, aku pengen tahu."
Yoongi terhenti dari gelak tawanya, dan sekarang sedang menatapku. "Pake ini." ujar nya sembari memperlihatkan ibu jari nya padaku.
"Maksud ada finger print?"
"Hm .... Di pintu keluar secret room itu ada keamanan nya yang di lengkapi dengan smart lock door.
"Di handel pintu nya ya?"
"Iya."
"Eum, aku baru tahu."
"Ya sudah, kamu mending istirahat."
Aku pun mengangguk." selamat malam Suga-ssi," ujarku. Setelah membungkuk sopan aku pun melangkah pergi melewati Suga.
Aku masuk kedalam kamar menepuk jidat ku pelan. Astaghfirullah, bodoh sekali aku ini. Kenapa gak kepikiran ke sana, pantesan handel pintu nya langsung nyala pas aku sentuh. Ah, malu sekali terlihat katrok di depan Suga.
Aku menjerit pelan dan melempar kan tubuhku ke atas ranjang, tiba-tiba aku tersenyum teringat kembali saat bersama Suga di ruangan itu. Ah, benar-benar serasa pengantin baru. Aku tantrum dengan membalik badan ke kanan kiri seraya menendang-nendang kaki ku ke udara.
Aku terbangun dari tidurku saat mendengar suara alarm di hp, dengan gerak cepat aku meraih ponselku yang berada di atas nakas dan segera mematikan nya.
Aku duduk menyender kan bahu ke headboard, lantas mengucek kedua mata ku yang agak perih. Setelah beberapa saat kemudian aku melihat awang-awang kamar, dan melihat ponsel ku yang tergeletak di samping ku lantas aku mengambil nya.
Aku membuka layar hp dan melihat banyak notifikasi dari Jungkook, berupa pesan dan panggilan suara. Apa Jungkook mengkhawatirkan ku ya? Terus apa yang harus aku katakan. Tidak mungkin kan aku bilang terkunci di ruangan rahasia bersama Suga.
Dih, kenapa juga aku harus bingung. Lagian aku dan Jungkook tidak ada hubungan apa-apa. Aku memilih mengabaikan pesan nya yang belum aku baca di layar utama. Lagian, aku gak punya alasan untuk menjawab pesan nya.
Saat aku menyimpan ponsel di atas nakas dan ingin bangkit dari ranjang, panggilan dari Jungkook membuat pergerakan ku tertahan. Kenapa pagi-pagi gini Jungkook nelepon ya, ah aku bingung harus ngomong apa.
Aku terus menatap layar ponsel yang menyala itu, belum ada keinginan untuk mengangkat nya. Karena tidak ingin Jungkook berfikiran yang enggak-enggak, Aku pun memilih mengangkat telepon suara dari nya.
"Hallo? Eltyas-ssi?" sapa Jungkook terburu-buru, terdengar dari nada suaranya dia tengah khawatir.
"Ye, Jungkook-ssi?" Aku kembali menyapa nya.
"Astaga, kau itu kemana saja? Aku mengkhawatirkan mu sedari kemarin."
"Maaf, kemarin aku gak sempet pegang hp karena merawat Tuan Yoongi yang tengah sakit." Pada akhirnya aku jujur juga, karena aku tidak mau di cap perempuan tukang bohong. Pada akhirnya Jungkook bakal tahu sendiri kan.
"Suga hyung sakit? Kenapa kamu gak menghubungi aku?"
"Eum ... Aku gak mau ngerepotin kamu, dan alhamdulilah Tuan Suga telah sehat, kok."
"Ya sudah aku tutup teleponnya, ya. Aku akan kesana menemui kalian."
Tut!
Telepon pun terputus, padahal aku hendak melarangnya karena tidak enak hati telah membuat dia khawatir. Tapi, apa boleh buat orang Jungkook adalah teman nya Suga. Ya, gapapa kan.
Setelah aku teleponan dengan Jungkook, aku segara bergegas untuk mandi. Setelah itu menyiapkan sarapan untuk Suga, dan syukur alhamdulilah Suga kini telah sehat. Ketika aku membangunkan nya, dia telah siap dengan rapih. Sepertinya dia akan pergi ke gedung Hybe.
"Pagi Eltyas-ssi?" sapa Suga, raut wajah nya tampak berseri-seri.
"Pagi juga Suga-ssi. Wah, anda begitu ceria, apakah ada kabar baik?" Aku menegur nya dengan antusias.
"Tentu, hari ini aku akan bekerja dan hanya menghitung Minggu aku akan bertemu dengan para Army."
"Oh, iya. World tour nya udah tinggal beberapa Minggu lagi, ya. Semoga sukses ya Yoongi-ssi."
"Eum ... Gomawoyo."
Kami pun lantas sarapan bersama, di tengah sarapan kami ada suara bel berbunyi. Aku sangat yakin itu adalah Jungkook.
"Biarkan aku saja Suga-ssi yang membuka nya."
Aku berjalan dengan binar bahagia untuk membuka pintu utama. Saat aku hendak memutar handel pintu, aku di kaget kan oleh Suga yang telah berdiri di samping ku. Padahal sebelumnya aku tidak mendengar langkah kaki nya.
Ketika pintu telah terbuka, tampak Jungkook tengah tersenyum sembari menenteng sesuatu di tangan nya.
"Pagi semuanya?" sapa Jungkook pada kami dengan ceria dan ramah.
"Ngapain pagi-pagi kesini Jungkooki?" sapa Suga, aura dingin nya mulai keluar lagi. Etdah, ini orang kayak bunglon aja, tadi ceria sekarang datar lagi raut wajahnya.
"Eh, hyung aku kesini bawain makanan buat hyung. Katanya hyung sakit, jadi aku mengkhawatirkan hyung."
"Gak perlu repot-repot, lagian aku sudah sembuh." ujar Suga lantas melirik ke arah ku. "Eltyas merawat ku dengan sangat baik." puji nya, membuat ku tersenyum malu.
"Eum ... Enak ya kalau punya asisten, udah cantik pinter lagi." puji Jungkook, aku semakin salah tingkah.
"Makannya cari dong, biar ada yang ngerawat biar ada yang masakin." ujar Suga memanas-manasi Jungkook. Di sini hawa nya mulai tak kondusif. Aku segera membawa mereka ke dalam, tak ingin melihat tetangga pada ngelihatin mereka.
"Nyari asisten? Mending nyari calon istri aja ya, Eltyaseu?" Debaran jantung ku mulai kuat ketika Jungkook bilang seperti itu.
"Eum ...." Hanya itu yang bisa ku jawab, kami pun berjalan ke ruang meja makan.
"Ayo makan bersama Jungkook, pasakan chef ku begitu enak. Nanti, kalau punya calon harus di test dulu ya, dia bisa masak apa enggak. Nanti takut nya, dia bilang bisa masak tapi masak air doang." ujar Suga menasehati.
Menurut aku itu berupa sindiran sih, karena nada Suga dingin sekali kayak es kutub. Tapi, Jungkook terkekeh entah lah apa yang ada di pikiran Jungkook. Sepertinya dia bukan tersinggung tetapi malah ikut berargumen lagi.
Jungkook bilang. "Iya dong hyung, pasti nya harus bisa masak. Minimal masak mie lah, tapi gak apa-apa kalau dia gak bisa masak. Kan aku bisa masakin dia, atau pesan online aja atau bisa makan di restauran gitu. Sekarang itu serba instan hyung, gak akan membebani kita."
Perkataan Jungkook membuat Suga langsung terdiam, seperti kena skak. Ah, Jungkook memang golden maknae yang segala bisa, termasuk meng skakmat hyung nya.
Jungkook lantas menatapku yang tepat ada di depan nya."Iya kan, Eltyaseu?" ujarnya kemudian tersenyum manis.
Duh, pagi-pagi udah di suguhi hidangan manis kayak gini, gak akan diabetes kan? Tapi, karena Suga dingin macam es dan Jungkook manis macam gula. Bisa jadi ini es serut, pagi-pagi di hidangkan oleh es serut rasanya manis seger gimana gitu. Aku begitu kegirangan dalam hati.
Setelah sarapan, Suga dan Jungkook pamit untuk pergi kerja. Aku pun mengantar kan mereka sampai pintu keluar, rasa-rasanya aku seperti wanita simpanan mereka. Ah, pikiran ku pagi-pagi udah halu saja. Kebanyakan di suguhi pemandangan yang bagus sih, jadi gini jadinya.
Karena aku bosan aku memilih untuk mencari udara segar ke luar apartemen, ya walaupun gak punya uang aku bisa ke luar jalan-jalan melihat yang seger-seger kan.
Pas aku mau naik lift aku bertemu dengan maid Na. Karena takut dia merasa bosan, aku memutuskan untuk menemani nya sampai pekerjaan nya selesai. Hanya sebagai mandor karena kalau ikutan beres-beres bisa-bisa di amuk Suga lagi, jadi aku memilih menjadi istri penurut eh maksudnya jadi karyawan penurut.
"Terimakasih Maid Na!" ujarku pada Maid Na ketika sudah menyelesaikan pekerjaan nya dengan baik.
"Sama-sama, Non. Gak perlu terimakasih segala kali, Non. Lagian saya kerja di sini."
"Hehe, iya-iya." Aku jadi aneh begini. Ya, setidaknya basa-basi kan ke maid Na.
Aku memilih ikut Maid Na keluar apartemen, seperti tujuan awal ku. Aku ingin mencari udara segar sekalian cuci mata. Aku dan Maid Na pun berpisah di taman, karena Maid Na yang bekerja paruh waktu akan bekerja lagi di tempat majikan nya yang lain.
Maid Na memang hebat, umur nya yang tak lagi muda tapi tenaga dan prinsip nya darah muda sekali. Aku jadi terinspirasi oleh nya, kerja keras itu pasti gak akan mengkhianati hasil.
Aku memilih untuk duduk di ayunan, di area taman. Sembari menutup kedua mataku untuk menikmati terpaan sinar mentari pagi. Hari ini taman tampak lengang, para penghuni apartemen sepertinya tengah sibuk menjalani Senin nya.
Di dekat air mancur ada anak kecil dan kakek nya tengah berjalan dengan riang. Melihat momen itu membuat ku teringat kembali almarhum kakek ku, aku mencoba mengenyahkan perasaan sedih ini untuk meng scroll handphone ku.
Aku mulai merasa jenuh dan ingin buang air kecil, aku bergegas berdiri dan berlari kecil untuk pulang ke apartemen Suga. Saat aku menaiki tangga dengan tergesa-gesa aku terpeleset.
"A ...!" Aku berteriak refleks karena tubuhku hampir terjengkang ke belakang.
Tetapi -- HAP! Seseorang menahan tubuhku yang hampir saja terbentur anak tangga.
Aku bergeming di tempat, saat tangan kekar itu melingkar di pinggangku.
"Nona kau tidak apa-apa?" ujar lelaki yang berada di belakang ku itu. Posisi kita masih sama, badan ku masih di tahan oleh kedua tangan kekar nya.
Aku terdiam di tempat karena masih syok.
"Nona?" panggil nya lagi, suara itu membuat aku menolehkan kepala ke belakang.
"K-kamu?" ujarku dengan bibir bergetar karena penampakan wajah tampan yang kini tengah tersenyum manis padaku.
"K-kamu Chan-yeol EXO?" ujarku, yang bergeming dengan mulut yang menganga.
Aku yang kaget membawa badanku tegak dengan tergesa-gesa, tubuhku yang belum seimbang membuat ku oleng dan ... BRUK!
"A ...!" Aku menjerit histeris.
Aku terjengkang kebelakang dengan menahan kaki ku dengan sekuat tenaga agar aku tak terjatuh. Karena kejadian nya cepat, kaki ku akhirnya terkilir sedangkan Chanyeol gerak cepat menahan kepala ku yang sebentar lagi akan ke bentur ke tanah.
BERSAMBUNG....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments