Bab 11 Di buat senam jantung pagi-pagi

Aku bergeming sambil memandangi Jungkook, Jungkook lantas beranjak dari tempat duduknya dia mengayun kan langkah nya ke arahku. Degub jantungku semakin kuat, setelah melihat kenyataan bahwa Jungkook sekarang berjongkok di sebelahku hanya berjarak setengah meter.

"Jungkook-ssi! Anda mau a-apa?" ucapku terbata, aku menatap ragu wajah Jungkook yang jaraknya sangat dekat. Aku pun melempar pandangan ke arah samping.

Tiba-tiba Jungkook malah duduk di meja makan dia memegang kedua bahuku, sontak aku kaget.

"Jungkook-ssi!" Aku menekankan namanya refleks. Kita pun berkontak mata saling menatap dalam beberapa saat. Aku lantas membuang muka ke arah lain, jujur aku tidak habis pikir kenapa Jungkook sangat berbeda sekarang.

"Tatap mata aku Eltyas-ssi, jika kamu ingin melihat ketulusan ku." Jungkook menginterupsi, sedangkan aku hanya terdiam.

Gerak cepat Jungkook membuat aku tak bisa mengelak, dia telah menangkup pipiku dan berhasil menatap nya. Aku membeku di buat nya, apalagi wajah kita yang berjarak beberapa centi saja.

"Lihat sini! Tatap aku! Apa aku terlihat bercanda atau berbohong padamu." titah Jungkook padaku, aku melihat rona keseriusan dari wajah nya dan ada kejujuran dari sorot matanya.

Aku menelan salivaku dalam, Jungkook benar-benar menggodaku habis-habisan. Mataku kini hilang arah malah menatap fokus ke bibir nya yang menggoda. Sial! bibir pink nya membuat imanku hampir goyah.

Aku langsung memalingkan wajahku ke sisi lain, membuang nafas kasar karena rasa sesak di dada melihat menampakan semacam ini. Aku pun berdiri dari duduk ku.

"Kita bisa bahas ini lain kali, Jungkook-ssi." ucap ku dengan cepat seraya berlari terbirit-birit meninggal kan Jungkook dengan perasaan campur aduk.

Aku membuka pintu dengan kasar lantas sigap mengunci nya. Aku berjalan ke arah ranjang dan menghempaskan badanku, membiarkan wajahku tenggelam kesana sambil tengkurap.

Aku menggerakkan kedua kaki ku ke udara seraya memukul kedua tanganku ke ranjang. Posisiku seperti hiu terdampar, aku benar-benar di buat salah tingkah oleh perlakukan Jungkook barusan. Ah, untung nya barusan aku bisa kabur. Kalau masih di sana rasanya jantungku akan meledak.

Jungkook secara terang-terangan mengatakan confession tanpa beban. Rasanya aku ingin sekali langsung mengiyakan lamarannya, tapi aku sangat menjaga image ku. Aku tidak ingin terlihat seperti wanita murahan. Ah sial!

Tak selang berapa lama pintu kamar ku terketuk. "Ah siapa lagi itu yang menggangu." gerutuku.

Tok! Tok! Tok!

"Eltyas! Buka pintunya! Aku Jungkook." Jungkook? Aku menghela nafas. Astaga untuk apa lagi dia kemari, aku saja masih salah tingkah begini.

"Eltyas!" teriak Jungkook, ya ampun tidak sabaran sekali uri Jungkook. Astaga ada apa dengan mulutku ini, kenapa meng klaim dia Jungkook ku. Aku menggeleng kepala tak habis pikir, lantas turun dari ranjang dengan ragu-ragu.

Ceklek! Handle pintu ku putar, tampak lah seorang Jungkook yang menyambut ku dengan senyuman. Ya Allah hatiku meleyot aku membatin.

"Lama sekali buka pintunya!" Kata Jungkook seperti merajuk aku hanya tersenyum kikuk.

"Eum ... Hehe maaf Jungkook-ssi. Tadi aku lagi di kamar mandi," Aku berkilah. Astaga malah berdosa aku ini.

"Handphone mu ketinggalan." Kata Jungkook sambil menyodorkan sebuah handphone yang mirip seperti pemberian Suga.

Aku menerima nya dengan baik. "Hehe iya. Aku lupa." Aku menggaruk kepala ku.

"Lain kali hati-hati. Handphone nya keluaran terbaru. Sayang kan kalau hilang." Jungkook memberi saran, aku hanya mengangguk pelan.

"Gamsahabnida." ucapku. "Ya, sudah aku masuk dulu." ucapku hendak mau kembali masuk ke dalam kamar. "Tunggu!" panggil Jungkook membuat aku terdiam membelakangi nya.

"Eum ... soal lamaran ku yang tadi, kamu tidak perlu tergesa-gesa menjawabnya. Tapi -- aku harap kamu mau berkomitmen denganku." ucap Jungkook, membuat aku semakin memaku.

"Eltyas-ssi, maaf soal aku memegang mu sembarangan dan membuatmu tak nyaman. Aku terlalu bersemangat untuk menyatakan itu." Kata Jungkook. Aku masih bergeming.

"Tapi -- Aku sangat berharap kamu mau berkomitmen denganku. Kamu bisa berfikir dulu, tidak perlu terburu-buru untuk menjawab." Jungkook melanjutkan perkataannya. Aku pun membalikan badan dan menatap Jungkook.

"Apa kamu serius dengan ucapan mu itu Jungkook-ssi?" Aku masih ingin memastikan tentang keseriusan nya padaku, aku tidak ingin salah mengambil keputusan lagi.

Jungkook mengangguk cepat dengan begitu antusias. "Aku sangat serius." ucap nya mantap.

"Kamu tidak akan menyesal?"

Jungkook menggeleng cepat. "Tidak! Ini sudah menjadi keputusan ku. Kamu wanita yang aku cari-cari selama ini, Eltyas." jelas nya membuat ku mengkerut bingung.

"Maksud ku, kamu adalah tipe wanita idaman yang aku cari selama ini." jawab Jungkook, mengerti akan raut wajahku yang tampak bingung.

Ah ... Dia malah menggombal, mana ada dia mencari-cari sosok seperti aku? Bukan kah sudah jelas bahwa tipe idaman nya adalah sosok mbak Ayu. Aku mendengus kesal, karena Jungkook berbicara tidak sesuai dengan faktanya.

"Kenapa?" Jungkook tampak kebingungan dengan rona wajah ku yang tiba-tiba berubah.

"Kalau menggombal jangan kepadaku Jungkook-ssi. Aku tidak akan mudah kepincut oleh kata-kata gombalmu." ucapku dengan nada kesal.

Dahi Jungkook mengkerut jelas, sepertinya dia tak paham akan jalan pikiran ku yang tiba-tiba. "Kenapa ka --?"

" -- Aku akan memikirkannya, aku mau istirahat. Kamu juga harus istirahat Jungkook-ssi." ucapku memotong kalimatnya.

"Permisi!" Aku pamit dan melangkah pergi masuk ke dalam kamar. Aku tidak mendengar dulu perkataan nya, aku tidak berselera untuk berbincang dengan pria yang suka gombal.

Duh, mood swing ku kambuh lagi. Fase datang bulan membuat aku memiliki kepribadian ganda. Setelah itu aku menghempaskan tubuhku ke atas ranjang, aku ingin mengusir pikiran tentang Jungkook. Tapi, notif pesan membuat fokusku hilang.

"Siapa yang mengirim pesan padaku semalam ini? Suga? untuk apa dia mengirim pesan padaku? Mau menyuruhku malam?" Daripada aku terus bergumam dengan pikiran tak jelas, aku segera meraih ponselku dengan rasa malas.

Pas aku menyalakan handphone, tampak ada beberapa pesan di layar belakang. Aku tak sengaja membawa nya, aku langsung mengerut kan dahi dan menganga saat membaca pesan dari nomor tak di kenal.

Isi pesannya : Jangan berfikir buruk padaku ya cantik, aku hanya menyukai mu bukan mbak IU!

What? Aku di buat kaget oleh pesan masuk itu, ini pasti nomornya Jungkook. Dia diam-diam mencuri nomor hp-ku tadi? Dan sekarang dia seolah-olah memiliki telepati dengan isi pikiran ku. Astaga aku benar-benar di buat menganga lebar. Member BTS kenapa semua seperti cenayang? Ah ... benar-benar mengusik kenyamanan ku.

Apalagi beberapa pesan masuk dari Suga, membuat aku merutuki diri beberapa kali.

Isi pesan Suga:

Jangan coba-coba mengusir ku lagi Eltyas! Hari ini aku akan mentoleransi tapi lain kali tidak.

Dan jangan menjadikan sakit mu untuk lupa akan kewajibanmu. Jangan lupa besok kamu harus memasak untuk ku. Aku tegas kan hanya untuk ku saja!

Astaga! Aku membuang kasar nafasku ke udara, kenapa semua orang hari ini membuatku kesal. Ada apa dengan nasibku ini, aku malah terikat dengan bos kulkas yang menyebalkan macam Suga. Di samping rasa syukur aku banyak mengumpat nya. Argh! Ada rasa menyesal karena mau menjadi kacung nya.

****

Aku menggeliat ketika hawa dingin menusuk sum-sum ku. Aku terbangun dari tidur ku yang tak nyenyak. Ya, bagaimana mau tidur nyenyak sedangkan pikiranku kemana-mana. Jungkook benar-benar membebani pikiran ku semalaman. Aku susah tidur karena ajakan Jungkook membuat aku dilema sekaligus gelisah.

Setelah aku pikirkan berulang kali, aku masih enggan untuk setuju akan ajakan nya. Status aku yang seorang Janda dan tidak kaya, membuatku rendah diri jika di sanding kan dengannya. Apalagi aku belum bisa membuka hatiku secara benar, karena kisah cintaku yang menyakitkan membuatku trauma.

Dua tahun lalu aku menikah dengan teman ku sendiri, 1 tahun pernikahan dengannya hanya menyisakan banyak luka. Membuat psikis ku terganggu dan mulai menutup diri. Kehilangan buat hati saat dalam kandungan dan menemukan fakta lain bahwa suami berselingkuh, membuat sakit hati berkepanjangan dan berkali lipat.

Jiwaku rapuh, dan enggan menjalani hidup dengan benar. Akan tetapi sebuah harapan datang, ketika aku menemukan kembali cahaya yang dulu padam. Aku kembali tersenyum dan bersemangat karena motivasi mereka, iya mereka adalah Bangtan. Idol grup yang memberi semangat untukku untuk bertahan dan sampai nekat untuk pergi ke negeri orang.

Tak terasa air mataku kembali menetes, ketika rasa sakit mulai menyeruak kembali dalam diriku. Rasa takut mulai merajai ku lagi, aku agak pesimis jika Jungkook tidak mau menerima akan status ku ini. Aku berharap tidak, tapi nyata nya batin ku tersiksa. Aku ingin kembali berkomitmen dengan seseorang, tetapi jika itu Jungkook aku merasa kurang senang. Bukan tidak senang untuk di cintai tetapi, tidak kuat untuk menerima fakta baru yang bisa menyakiti ku lagi.

Ponsel ku bergetar, aku langsung tersadar dari lamunanku. Nama "Bos dingin" mengalihkan fokusku seraya membuang nafasku kesal.

"Pagi-pagi udah nelepon aja!? Dia gak ada kegiatan lain apa!" gerutuku seraya mengamati layar handphone yang terus menyala.

Aku menghapus air mataku, setelah melepas nafas panjang akhirnya aku menerima panggilan telepon nya.

"Iya, ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya ku dengan menekan kan kata 'Tuan' dengan rasa kesal.

"Sampai kapan kamu akan hibernasi?" tanya Suga dengan nada ketus. Ck! Ini orang pagi-pagi udah cari masalah. Aku memutar malas bola mataku, rasanya malas sekali untuk meladeni beruang kutub sepertinya.

"Hei! Kamu masih hidup kan?" Astaga kata-kata nya membuat aku ingin menyentil ulu hati nya, kalau dia bukan bos ku. Sudah ku cecar habis dia.

"Iya, bos. Kenapa? Ada yang perlu saya bantu?" tanya ku dengan suara di buat-buat, seolah-olah begitu sopan.

Suga terdengar melepas nafas kasar. "Ck, cepat keluar! buatkan saya sarapan!" Dia berdecak kesal, aku hanya tersenyum miring melihat ke arah layar handphone.

"Ck, sabar Tuan, saya mandi dulu." Aku ikut berdecak, biarin deh kalau dia tambah kesal.

"Saya sudah lapar, Eltyas! Jangan buang-buang waktu!" Dih ini bos gak sabaran amat, kebelet nikah kah? bisanya cuman marah-marah.

"Ck, iya sebentar." Aku menyahut dengan rasa kesal, aku langsung mematikan panggilan suara itu sebelah pihak. Aku tidak tahan dengan omelan nya bikin naik darah.

***

Ketika aku ke ruang makan, Suga tengah duduk di bangku meja makan sambil menaikkan handphone.

"Pagi, Tuan." sapaku, lantas berlalu pergi begitu saja. Tanpa mendengar sapaan kembali dari Suga. Suga yang menyadari kehadiran ku terdengar berdecak tanpa membalas sapaan ku. Seperti nya dia kesal padaku, dari rona wajah nya sangat tidak bersahabat.

"Tunggu Eltyas-ssi!" panggilan nya membuat aku menghentikan langkah dan membalik badan mengarah ke pada nya.

"Kamu tidak menanyakan saya ingin sarapan apa?" tanya Suga ketus.

"Biasanya juga tak minta apa-apa." Aku bergumam pelan.

"Ck, biasa kan tanyakan mulai sekarang." seru nya, dia pasti mendengar gumaman ku. Bodo amat!

"Iya, Tuan. Anda mau sarapan apa?" tanyaku dengan ramah. Lebih tepatnya sikap ramah tapi hati dongkol.

"Terserah!" Kata Suga sambil fokus kembali ke layar hp nya. Astaga ini orang minta di geprek sepertinya, membuat aku naik darah.

***

Aku membuat sarapan ala kadarnya, nasi goreng Indonesia adalah pilihan ku. Setahuku Suga menyukai makanan khas Indonesia, semoga saja pilihan ku tepat. Meskipun aku dongkol padanya, aku harus bekerja secara profesional. Aku juga tidak mau di pecat di tengah jalan, setidaknya aku akan bertahan sampai uangku terganti atau sampai Suga memenuhi janjinya dan membuat aku mencapai mimpiku.

"Hai, udah sibuk aja pagi-pagi." sapa Jungkook yang berdiri di belakang. Hampir saja piring yang ku pegang jatuh. Mana isinya nasi goreng untuk Suga, bisa-bisa Suga tambah marah padaku.

"Astaghfirullah, anda mengangetkan saja Jungkook-ssi." ucapku seraya mengelus dada yang berdebar kencang. Kaget sekaligus salah tingkah karena di sapa Jungkook.

"Kok, cuman satu! Calon mu ini tidak kamu buat kan?" bisik Jungkook tepat di telingaku seraya menggoda. Ah pipiku langsung memanas.

"Ih ..." Aku mendesah pelan, mengulum senyum seraya melirik Jungkook malu-malu.

Argh! Jungkook pandai sekali, membuat senam jantung pagi-pagi.

To be continued ....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!