Kedua pemain yang baru berumur belasan tahun itu mulai melakukan beberapa bentuk peregangan sebelum bertanding. Antasena memperhatikan Tamyiz yang hanya meloncat-loncat kecil dengan kaki kanannya sambil memukulkan raket ke udara.
"Gerakannya salah, tumpuan kaki juga salah" gumam Antasena. Hal yang paling dasar pun, lawan di hadapannya ini lupa. Akan tetapi saat Antasena memulai servisnya, perlahan ia tidak mampu mengimbangi permainan lawannya di atas lapangan.
Tek!
"Fokus nak! lawan terus mengincar sisi kanan smash kuat ke tengah," seru Dayat menyemangati Antasena yang mulai tertinggal dengan skor 1-4.
"Iya om ...," ucap Antasena melakukan seperti apa yang dikatakan oleh coachnya. Dia mampu mengungguli Tamyiz tapi hal itu tidak berlangsung lama, saat ia telah mendapat 9 skor ia kembali dihanyutkan oleh alur permainan lawannya.
Tubuh Tamyiz berkeringat hebat mencoba untuk menangkis beberapa smash tajam yang terarah ke bagian tengahnya. Jarak pandangnya seakan meluas, dan ia seperti terasa menyatu dengan raket. Tanpa sadar air liur menetes setelah ia mendapat 11 skor.
Tamyiz mengambil kembali kok yang tidak sengaja ditaruh ke dalam sakunya untuk memulai rally berikutnya.
"Waktunya istirahat adikku, rally akan dilanjutkan 10 menit lagi ya," Di nama tag wasit itu tertulis Dimas Suwidarko.
Woosh!
Tamyiz tetap memberi pukulan servis, kemudian menggaruk-garuk kepala sebelum kembali untuk meminum suplemen khusus atlet. Dia baru menyadari bahwa mulut dan lehernya terasa lengket karena air liur.
"nice game Tamyiz, tapi berhati-hati. Teknik, tumpuan kaki, stamina dan pengalaman lawanmu jauh berada di atas levelmu saat ini. Tamyiz harus manfaatkan reaksi dan vision untuk mendapat skor dari celah-celah sempit." papar Mr Koch.
"Seperti di awal round yang tadi," tanya Tanyiz.
"Betul tapi jangan seperti yang tadi. Tamyiz hanya fokus ke satu arah saja. Serang ke semua arah dengan teknik yang kau kuasai dengan seluruh kemampuan dan tenagamu. Kita anak kampung harus membuat sejarah baru."
Tamyiz mengangguk sambil meminum susu kotak rasa coklat yang membuat Mr. Koch naik darah. Sebagai pihak yang mengejar ketertinggalan, Antasena mendapatkan amukan dan cecaran dari Song.
"Apa sulitnya mengikuti arahan dari pelatih!" tegur Song.
"Pah sudah pah, anak kita sedang istirahat." Linmei mencoba menenangkan Suaminya.
"Ayah tahu kan pertarungan UFC antara Jon Jones melawan Lyoto Machida," tanya Antasena mencoba untuk memberikan analogi lewat olahraga lain.
"Apa hubungannya MMA dan bulu tangkis?" Song kebingungan dengan pertanyaan anaknya yang 'latah'.
"Machida berlatih setiap hari agar bisa mengalahkan Jon Jones, tapi bahkan latihan pun tidak cukup ... Aku sudah mengikuti semua arahan pelatihku, betul kan Om Dayat?" sahut Antasena.
"Betul tapi aku yakin di rally yang selanjutnya sampai akhir. Teknik dan stamina Antasena tidak tertandingi," ucap Dayat.
"Memang cari tadi tidak ada yang berhasil tapi jangan khawatir Ayah. Tamyiz sudah kelelahan dan aku akan membawa piala juara 1 nasional ke rumah," Antasena berusaha meyakinkan Ayahnya.
Antasena berjalan kembali ke atas lapangan dengan menampakan kepercayaan diri sementara Tamyiz tampak seperti orang kebingungan.
"Tamyiz jangan lupa main ke rumahku ke setelah ini," ujar Antasena.
"Ah iya tenang saja ... aduh kepalaku pening," balas Tamyiz.
"Sudah jelas siapa yang akan menang, menyerah saja daripada kau pingsan di tengah-tengah pertandingan. Kalau kalah di final ini kau tetap dapat medali perak kan?" Antasena menerapkan taktik untuk menjatuhkan mental lawan seperti yang disampaikan Dayat sewaktu istirahat.
"Orang yang banyak bercakap itulah orang yang lemah sebetulnya. Aku mana puas kalau kalah hari ini," balas Tamyiz sambil menjulurkan lidahnya.
"Hahaha kakimu saja sudah gemetar. Pulanglah Tamyiz, Ibumu saja tidak datang. Mana dia hayoh?" Antasena mencoba untuk merundung Tamyiz.
"Gosok gigi dulu anak manja ... Ibumu akan kecewa sebentar lagi. Kekalahan anaknya dilihat secara live," balas Tamyiz menatapnya dengan tajam
Final mulai sekarang!
Saat Darko mengucapkan kata itu, Tamyiz cepat memukul servis dan hanya dalam waktu sebentar telah mengakhiri rally karena Antasena yang tidak siap dan sebaliknya pada salah satu rally. Tamyiz tidak mampu menangkis beberapa lob dari Antasena yang membuat lawannya itu unggul.
Tek!
Nafasnya memburu pertanda tubuhnya semakin lemas karena Tamyiz telah mendekati batas fisiknya. Antasena dapat merasakan bahwa kemenangan ada di depan mata. Dia meloncat berjingkrak-jingkrak di hadapan Ayahnya dengan skor 16-19.
"Bawa pulang," Antasena mengulang beberapa kali ucapan itu. Berusaha memberi sugesti pada dirinya untuk menghadapi lawan yang sungguh tangguh.
Tamyiz memulai servisnya dan kali ini dia seakan hanyut dalam dunianya sendiri. Mr. Koch tersenyum penuh kemenangan karena yakin bahwa Tamyiz di momen yang menentukan ini, sedang berusaha melampaui batasnya.
Tek!
Tong!
Seperti di awal permainan, para penonton kembali terdiam tetapi karena alasan yang berbeda. Dayat merasa bahwa kemampuan vision Antasena sebagai seorang pemain bulu tangkis meningkat tajam, terbukti dari beberapa serangan telak Tamyiz yang dapat dipatahkan olehnya.
Tamyiz! Palembang!
Antasena! Jabodetabek!
Tek!
Sebuah lob yang sangat tinggi mengarah ke dekat garis keluar, Antasena bernafas lega karena kok itu pasti masuk ke dalam garis. Dia hanya perlu 1 skor lagi untuk menyamakan kedudukan tapi harapan kemenangan segera sirna.
Woosh!
Tamyiz tidak merasa marah apabila dia kalah dari Antasena, justru ia senang karena mendapat pengalaman dan teman baru. Hal yang wajar dalam suatu olahraga apabila seorang pemain atau sebuah klub unggulan semua orang memenangi kompetisi itu.
Tamyiz hanya ingin mengerahkan seluruh kemampuannya ke dalam satu pukulan. Antasena berharap bahwa kok itu akan jatuh ke luar garis, tetapi smash keras menukik tajam ke bagian kanan dekat garis keluar.
Pada hari itu, seorang anak telah berjaya mengukir sejarah baru.
—>
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
luneshan
betul buktikan dengan aksi bukan hanya bicara aja
2024-07-23
2
luneshan
kok jadi kasian sama lawannya ya
2024-07-23
2
anggita
mampir ng👍like kasih hadiah☝iklan.
2024-06-17
0