Hari terus berganti. Sudah lama Brian tidak bertemu dengan Arumi lagi. Terakhir pria itu bertemu ketika di taman dan seusai Brian mengantarkan Arumi mengikuti suaminya di cafe.
Setelah itu Brian sudah tidak pernah bertemu lagi. Arumi juga tidak ada menghubunginya lagi. Tapi Mana mungkin Arumi menghubungi Brian, Memangnya siapa dia?. Sodara bukan, Pacar bukan, Tunangan bukan apalagi suami. Arumi sudah punya suami, Seorang pria yang biasa di sebut gila oleh Brian.
Terlebih Brian memang sedang sibuk-sibuknya. Selain jadwal pemotretan yang padat, Brian harus ikut pergi menjemput Nalendra yang pergi ke kampung halaman wanita yang di cintanya.
Akan tetapi jangan salah, Walaupun Brian pergi meninggalkan kota. Pria itu mempunyai mata-mata dimana orang suruhannya mengawasi apa saja yang di lalukan Arumi dan suaminya yang luar sana.
Brian juga bingung sebenarnya, Kenapa ia bisa melakukan semua ini. Kembali ke awal padahal ia bukan siapa-siapa wanita itu. Tapi Brian merasakan ada yang berbeda, Wajah Arumi terkadang tiba-tiba muncul di otaknya. Senyum wanita itu membuat Brian seperti orang gila.
Selain Brian, Ada juga Arumi yang semakin hari hidupnya semakin menyedihkan. Semenjak Damian kepergok makan berdua bersama Dinda, Sikap Damian semakin menjadi-jadi saja.
Pria itu sangat jarang pulang ke rumah. Kalaupun itu pulang mungkin tengah malam. Rasa curiga Arumi sebagai seorang istri semakin menjadi saja. Wanita itu yakin bahwa ada sesuatu di luar. Entah itu apa yang pasti Arumi tidak akan tinggal diam saja saat ini.
Sikap kasar Damian juga membuat Arumi jengah. Tamparan, Pukulan dan yang lainnya sering wanita itu dapatkan. Arumi sudah merasa tidak kuat lagi, Ia harus segera lepas dari Damian tapi tidak tahu bagaimana caranya.
Jika Arumi hidupnya semakin menyedihkan dan sekarang sedang berada dalam fase berjuang. Lain lagi dengan Damian yang hubungannya dengan Dinda semakin dekat seja. Tidak ada lagi Soraya, yang ada di otak pria itu.
Tentu saja Dinda senangnya bukan main. Wanita itu merasa menang sekarang Karena hubungannya dengan Damian semakin dekat. Bahkan keduanya sudah dua kali berhubungan layaknya suami dan istri. Peran Anne sebagai pemuas nafsuu Damian sudah tidak berlaku lagi.
Mengetahui itu Anne sakit hati. Bukan karena cemburu tapi Anne seakan kehilangan tambang emas miliknya. Tapi awas saja, Anne sudah punya rencana untuk itu.
Kembali ke Brian, Sepulangnya dari kampung halaman istri Nalendra. Brian hanya beristirahat sebentar lalu pergi lagi. Pria itu sudah tidak peduli lagi dengan teriakan Ratu Medusa yang berkuasa di rumah itu. Terserah Maminya ngomel-ngomel ia sudah tidak peduli...
"Ada kabar apa hari ini?" Tanya Brian pada seorang pria berbadan tinggi besar. Pria itu adalah salah satu anak buah kakek Brian, Opa Darren.
Ya, Tanpa sepengetahuan siapapun. Pria itu sudah Brian sewa.
"Saya selalu melakukan apa yang anda perintahkan Tuan muda.. Untuk sementara ini, Saya belum pernah melihat wanita itu keluar dari rumahnya. Saya rasa dia sangat betah berada di rumahnya.. Tapi saya punya informasi baru.. Dan sesuai keinginan anda saya sudah merekam semuanya..." Jelas pria itu membuat Brian tersenyum senang.
"Apa informasi barunya?
" Sudah dua kali saya memergoki suami Arumi memesan kamar hotel Tuan.." Ucap pria itu seraya menyerahkan sebuah Flashdisk di hadapan Brian.
"Ini Tuan..
" Terus pantau pria itu... Dan satu lagi..Aku punya rencana baru.." Ujar Brian sembari menaik turunkan alisnya.
" Apa itu Tuan..?
Brian meminta pria suruhannya itu mendekat, Anak buah Opa Darren pun menurut. Tampak Brian sedang membisikkan sesuatu, Pria itupun mengangguk mantap.
"Baiklah Tuan muda.. akan saya laksanakan..
.
.
.
Keesokan harinya, Dua orang pria keluar dari dalam mobil sederhana yang baru saja di parkirkan di halaman sebuah rumah mewah.
Dua pria berseragam tersebut berjalan menuju ke pintu utama sambil membawa koper yang berisikan alat-alat.
Tok...tok..
Tok..tok...
Ceklek..
Seorang pria tampan membuka pintu itu. Pria tersebut memasang raut wajah angkuh dan terkesan arogan. Tak ada senyuman sama sekali.
" Cari siapa? " Tanya Damian dengan nada datar dan dingin.
" Permisi Tuan.. Kami adalah teknisi AC yang Tuan hubungi kemarin.." Ucap salah satu pria itu. Ia mengatakan bahwa mereka datang karena Damian yang telah menghubungi nya kemarin karena AC di rumahnya sedang mengalami masalah.
" Oh..Jadi kalian yang akan membenahi AC di rumah ini..Silahkan masuk.." Tubuh Damian menyingkir membiarkan kedua orang tukang AC tersebut masuk.
"Sudah beberapa hari AC di ruang tamuku ini tidak bisa di nyalakan.. Kadang masih bisa di nyalakan tapi tidak normal seperti biasanya.. Tolong di periksa ya.. " Titah Damian pada kedua orang pria itu, Damian juga mengeluhkan gangguan yang terjadi di alat pendingin ruangan tersebut.
"Baik Tuan..Akan kami laksanakan..
"Dan satu lagi.. Setelah selesai, Tolong periksa AC yang lainnya juga ya.. Sekalian, Takut ada rusak.." Setelah mengucapkan itu, Damian segera pergi dari sana. Pria itu masuk ke kamarnya meninggalkan kedua teknisi AC itu bekerja.
Keduanya saling pandang dan segera melakukan pekerjaannya. "Kita benahi dulu AC nya..Setelah itu kita laksanakan tugas kita.. " Ucapnya. Temannya itupun hanya mengangguk dan melakukan apa yang akan di kerjakan.
Saat hendak naik tangga, Arumi turun dari dalam kamarnya. Wanita itu mengangguk dan tersenyum ramah kepada petugas tersebut sebelum akhirnya Arumi melanjutkan perjalanannya menuju ke dapur.
"Ayo..
Petugas itu mulai membenahi AC nya. Diam-diam salah satu petugas itu meminta baut kepada temannya tersebut.
Dengan hati-hati pria itu menerima Baut tersebut dan meletakkan di pojoan AC yang hampir selesai dalam pembenahan itu.
"Lebih baik sekarang kau pergi dan letakkan Camera itu di tempat yang aman. Ingat di tempat yang aman dan jangan sampai ada yang curiga.." Ucap pria itu kepada temannya dengan pelan agar tidak ada yang mendengar.
Ya, Baut yang mereka letakkan bukan Baut yang sebenarnya. Baut tersebut adalah sebuah Camera CCTV yang memang sengaja teknisi suruhan Brian itu letakkan di tempat yang aman tanpa ada yang mencurigai.
Ya, Selain menyuruh untuk mengawasi Damian dan Dinda. Brian juga tidak ingin ketinggalan berita yang lainnya. Pria itu meminta orang suruhannya untuk meletakkan sebuah Camera kecil didalam rumah itu. Selain ingin melihat Arumi, Brian juga punya tujuan lain.
Entah apa itu, Tapi yang pasti sepertinya Brian mempunyai rencana tersembunyi yang hanya cukup dia sendiri yang tahu.
"Bagaimana? Apa sudah selesai?
"Tenang..Semua sudah beres.. Dan yang pasti Camera ini akan segera terhubung.
"Ya sudah.. kita pindah ke tempat yang lain..Jangan lupa lakukan seperti yang tadi.. " Kedua pria itupun segera naik tangga menuju ke kamar Damian. Tentu saja selain memeriksa AC mereka akan meletakkan CCTV juga..Siapa tahu ada rahasia yang sengaja pria itu sembunyikan.
.
.
.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Viena Alfiatur Rohman
Bagus Brian.. Seenggaknya kmu bisa bntu Arumi.. biar gak trus2an di siksa ma pria edan itu
2024-06-20
0
Erlangga❤
Gpp.. biar jadi bukti nanti agar arumi bisa cpet cerai dari Damian
2024-06-20
0
Evi Alvian
Nah bakalan kebongkar nih kedoknya si Damian...jadi pengen cepat" Arumi ninggalin Damian laki" gila (kata Brian)
2024-06-20
1