Brian membawa Arumi yang masih belum sadarkan diri itu ke rumah sakit besar tempat Mommy Alea bekerja. Dengan masker dan Topi, kacamata yang sejak tadi tak lepas dari hidung bangirnya.
Tidak lupa sebuah hodie hitam ia pakai untuk menutupi dirinya. Pria itu tidak mau aksi menolongnya terhadap seorang perempuan bisa berakhir viral.
Beruntung ia bertemu dengan Mommy Alea hingga Nalendra meminta ibu dari sepupunya itu untuk memeriksa Arumi yang masih memejamkan matanya.
"Kamu ketemu dia dimana? Badannya panas banget loh ini.." Kata Mommy Alea seraya masih melakukan pemeriksaan terhadap Arumi yang belum sadarkan diri juga.
"Tadi dia tiba-tiba nyebrang Mom.. Hampir aja kena tabrak.. Kalo sampai kena tabrak kan bisa rusak mobilku.." Mommy Alea menghentikan pergerakannya dan menatap Brian yang hanya cengengesan usai mengatakan itu.
"Bisa-bisanya kamu lebih mengkhawatirkan mobilmu daripada keselamatan orang..
"Hehe..Bercanda Mom..
Pria itu akhirnya lebih memilih untuk duduk saja di salah satu sofa sembari menunggu Mommy Alea selesai melakukan pemeriksaan.
"Sepertinya dia harus di rawat deh.. Suhu tubuhnya panas banget.. "Ujar Mommy Alea kepada Brian yang bingung disana. Bagaimana tidak, Ia tidak mengenal wanita ini jika pun harus di rawat iapun tidak tahu.
"Terserah Mommy aja deh.. Nanti kalo udah sadar Brian hubungi keluarganya.." Ucap Brian terpaksa setuju saja. " Tapi ngiming-ngiming.. Dia sakit apa Mom.." Tanya Brian yang ikut penasaran. Maklum, Suhu tubuh Arumi memang panas dan wajahnya juga sangat pucat.
"Dia kena demam tifoid..
"Hah! Apa itu deman Tifoid?
"Tipes Brian.. Dia terkena Tipes,,Selain itu dia juga kelelahan sepertinya.." Ujar Mommy Alea masih melakukan pemeriksaan hingga matanya menyipit ketika tidak sengaja melihat bekas luka lebam di area dada atas sebelah kiri.
"Ini.."Mommy Alea adalah dokter, Meskipun seorang dokter bedah. Mommy Alea cukup memahami bekas luka apa itu. Sejenak Mommy Alea menggelengkan kepalanya, Ia hanya seorang dokter yang tugasnya memeriksa pasien nya saja tanpa mencari kehidupan pribadi seorang pasien. Kecuali pasien itu sendiri yang ingin membuka apa yang telah terjadi.
"Kenapa Mom?
"Ah, Gapapa kok.. " Sahutnya dengan ekspresi biasa saja. Mommy Alea pun melakukan tahap selanjutnya, Yaitu memasang sebuah infus di tangan Arumi.
Kondisinya memang sudah sangat parah, Apabila tidak di rawat akan lebih parah lagi. Dan lagi, Mommy Alea menemukan bekas yang di pergelangan Arumi. Mommy Alea menghela nafas, Apa wanita ini adakah korban kekerasan.
Ya, Mommy Alea paham apa yang telah terjadi dengan Wanita yang di tolong keponakannya ini. Dan sebagai seorang wanita Mommy Alea sudah dapat menyimpulkan.
"Setelah dia sadar kamu cepet hubungi keluarganya ya Brian..Mommy yakin kok, Sebentar lagi dia bakalan sadar.." Brian hanya mengangguk patuh saja. Setelah Mommy Alea pergi keluar dari ruangan itu, Brian maju menatap wajah cantik yang terlihat pucat itu.
"Kayak pernah lihat, Tapi dimana ya.. "Brian masih menatap Arumi dan mencoba mengingat.. Hingga..
"Tunggu!? Wanita ini kan yang gak sengaja aku tabrak di rumah sakit ini kan? Yang punya suami gila.." Ya, Sekarang Brian ingat siapa Arumi sebenarnya. Wanita itu adalah wanita yang tidak sengaja Brian tabrak tempo hari bersama suaminya yang Brian sebut pria gila.
"Terus kemana suaminya? Kok dia cuma sendiri.." Monolog Brian pada diri sendiri. " Suaminya kan gila mana mungkin nemenin istrinya yang pagi K.O..
Brian kembali duduk di sofa. Ingin menghubungi keluarganya tapi Brian takut, mengingat suami dari Wanita ini otaknya hanya 25 persen. Alhasil Brian lebih memilih duduk saja menunggu Arumi sadarkan diri. Setelah itu ia akan meminta Wanita itu untuk menghubungi keluarganya.
.
.
.
"Akhirnya kau sadar juga.."Brian bisa bernafas lega. Setelah satu jam lebih Akhirnya Arumi membuka matanya.
"A..aku dimana?
"Oh..kau ada di rumah sakit...Tadi kau pingsan jadi aku membawamu kemari.. " Ujarnya membuat Arumi terdiam dan mencoba mengingat sesuatu. Dan sekarang ia ingat, Tadi ia memang berniat pergi ke rumah sakit tapi karena ada sedikit gangguan alhasil Arumi pergi untuk menaiki kendaraan lainnya. Namun sayang tepat di tengah jalan ada sebuah mobil yang hampir saja menabraknya.
"Kamu..
"Ahya..Kita belum kenalan rupanya..Aku Brian.. Akulah yang tadi tidak sengaja hampir menabrakmu. Tapi tunggu dulu? Apa kau tidak mengenalku?." Brian menatap mata Arumi. Entah mengapa mendadak ada desiran yang aneh dalam dirinya. Tapi pria segera tersadar mungkin saja hanya perasaannya.
Melihat Arumi yang menggelengkan kepalanya membuat Brian mencebikkan bibirnya. Brian seperti tidak ada harga dirinya di depan Wanita ini. Bisa-bisanya Wanita di depannya tidak mengenalnya sama sekali.
"Jadi benar kau tidak mengenalku?
"Tidak..Memang kau siapa? apa kita pernah bertemu?" Tanya Arumi polos. Melihat tatapan mata itu, Sepertinya Wanita ini memang jujur karena Brian tidak melihat ada kebohongan di matanya.
"Namamu siapa?
"Aku arumi.." Ucapnya masih dengan suara yang lemah, Wanita itu menatap pergelangan tangan kirinya yang tertancap infus. Sudah ia duga apabila ia akan di rawat.
"Ohya.. Sebenarnya tadi aku ingin menghubungi keluargamu tapi aku tidak berani.. Jadi terpaksa aku menunggumu sadar terlebih dahulu...
"Terima telah menolongku ya... Boleh aku minta tolong?
" Apa?
"Tolong kemarikan tas ku, Aku ingin menelfon keluargaku.." Brian mengangguk, Pria itu meraih tas Arumi yang ia letakkan di sofa tadi dan menyerahkannya kepada Arumi. Arumi pun segera menelfon Keluarganya.
"E..karena kau telah menelfon keluargamu.. Aku pamit dulu.." Ucap Brian tersenyum.
"Iya terimakasih telah menolongku.." Arumi pun ikut membalas senyuman manis Brian. Mendapat senyuman semacam itu, Entah mengapa Brian mendadak salah tingkah.
"Ah iya.. Tidak perlu, Sudah sepantasnya sebagai sesama manusia bukankah harus saling tolong menolong bukan?" Ah sejak kapan Brian bisa mengucapkan ucapan bijak semacam itu.. Biasanya ucapannya selalu di luar kendali.
Tak ingin berlama-lama Bria kembali pamit pergi. Pria itu terlihat sangat berburu-buru. Sesekali matanya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Hari ini ia punya jadwal padat. Dan sekarang ia telat, Sudah pasti Nalendra akan mengomel setelah ini.
Di sepanjang perjalanan, Brian kembali kepikiran tentang Arumi. Wanita itu mengatakan tidak mengenal Brian sama sekali. Padahal semua orang apalagi dari kalangan wanita mengenalnya tapi kenapa Arumi tidak?
"Dia makhluk dari planet mana sampai-sampai tidak mengenalku sama sekali.."Monolognya seakan tidak percaya.
"Juri luar negeri saja kenal masa iya dia tidak kenal.." Gumamnya lagi. "Eh, tapi ya..kalo di pandang-pandang dia cantik.. Mirip sama Aktris Thailand..Duh siapa deh lupa namanya.. Sayangnya udah punya suami, Pesona istri orang memang berbeda.." Ucapnya sambil cekikikan sendiri.. Namun tawannya terhenti saat ponselnya berdering.
Brian pun segera mengangkat telepon dari nama pemanggil Ratu medusa itu..
"Halo mami..
"PULAAANG!!
.
.
.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Ayu galih wulandari
😂😂😂 anak durhaka masak ibunya di beri nama Ratu Mendusa
2024-07-11
0
Viena Alfiatur Rohman
Bisa2nya Mami irene di kasih nama Ratu Medusa.. ratu ular😂
2024-06-15
0
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
istri org emng lbih menggoda bri, tpi itu ga sembarang istri bri, wlu status'y istri tpi masih perawan loh 😁
2024-06-15
0