Teman Kecil

Di saat Arumi tengah sakit dan di rawat di rumah sakit. Di belahan bumi yang lain Damian baru saja sampai di luar kota. Tempat pria itu akan mengadakan meeting penting esok hari.

Bersama Rain, Damian masuk ke gedung hotel paling mewah disana. Tentu saja keduanya memesan kamar untuk menginap selama beberapa hari saja.

Damian masuk ke dalam kamar mewah yang sengaja ia sewa hari ini. Rasa lelah yang mendominasi membuat Damian mengistirahatkan tubuhnya sejenak di atas King size.

Damian menatap langit-langit serta menerawang. Entah kenapa tiba-tiba ia teringat dengan Arumi. Wajah pucatnya mendadak hadir di otak pria itu.

Damian bangkit dan mencari benda pipihnya. Ingin ia menghubungi Arumi tapi tidak jadi. Mungkin karena gengsi, Damian kembali meletakkan ponselnya di atas bantal.

Pria itu bangun dan pergi ke kamar mandi. Damian pergi membersihkan diri hanya untuk menghilangkan rasa lelahnya. Tidak sampai dua puluh menit, Usai berendam dan mengguyur tubuhnya Damian akhirnya selesai juga.

Putra sulung Tuan Arya tersebut kemudian membuka koper dan meraih pakaian di dalamnya. Celana jeans dan kaos putih berlengan panjang menjadi pilihannya hari ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.30. Damian merasa bosan jika berada di kamar itu terus-terusan. Mau tidur tidak bisa alhasil Damian berniat pergi ke suatu tempat yang sekiranya menghilangkan penat.

Damian menata rambut ikalnya di depan cermin. Selesai, Damian kembali meraih ponselnya. Di tataplah benda pipih itu, Ingin rasanya pria itu tahu tentang kabar Arumi tapi lagi-lagi Damian mengurungkan niatnya.

"Ah sudahlah... Tapi untuk apa aku menghubungi nya.. Apa peduliku.." Damian memasukan ponselnya ke dalam saku celana..

"Tapi tunggu?.Aku tanya lewat Bi Muna saja kali ya.." Ya, Harga diri apabila ia yang menghubungi Arumi lebih dulu. Lebih baik ia hubungi bi Muna saja.

Tuuuutt....

"Ck, Ini Bi Muna kemana lagi.. " Decaknya kesal. Sudah dua kali Damian menghubungi wanita paruh baya itu, Namun tidak kunjung di angkat. Damian kembali menelfon lagi, Dan tidak di angkat lagi.

"Sudahlah.." Setelah tiga kali menelfon tiga kali pula tidak angkat. Damian yang hanya memiliki kesabaran setipis tisu di bagi dua itupun langsung memasukan ponselnya.

Seperti niatnya sejak awal, Damian keluar dari kamar hore berniat jalan-jalan, Bersantai dan mencari makan. Baru satu langkah, Suara Rain menghentikan Damian yang hendak pergi itu.

"Ada apa?

"Lu mau kemana? Rapi bener..?"Tanya Rain pada sang sahabat yang begitu rapi dan mecis sore ini.

"Gue tanya lu mau kemana? Kok rapi bener..?." Tanya Rain sekali lagi karena Damian tidak menjawab pertanyaannya tadi.

"Gue mau jalan-jalan cari makan.. Lagi pengen makanan resto daerah sini.. " Jelas Damian membuat Rain mengangguk.

"Yaudah pergi deh.. Tapi gue titip boleh gak?

" Titip apa?

"Beliin gue bakso yang pedes..Gue lagi pengen makanan itu.." Tentu saja permintaan Rain di tolak mentah-mentah oleh Damian.

"Kalo pengen beli sendiri aja.. Gue malu, Masa iya gue masuk hotel ini sambil bawa bakso.. Enggak-enggak!! Gak mau gue..Kalo lu pengen beli keluar ndiri..." Usai mengatakan itu Damian pergi dengan langkah cepat dan lebar, Takut saja Rain mengejarnya.

"Baru di titipin bakso udah ogah.. Awas aja lu minta bantuan gue.." Gumam Rain medumel sendirian.

Rain sampai di salah satu Cafe di sana. Dengan gaya cool nya Damian mencari tempat, Setelah mendapatkan tempat yang sekiranya nyaman, Damian segera duduk.

Sang pelayan datang dan memberikan buku menu kepada Damian. Pria itupun mulai memilih menu yang hendak di pesan namun tiba-tiba..

"Damian bukan?

.

.

.

Mendengar itu, Damian yang usai memilih menu pesanannya medongak. Pria itu menatap wanita cantik yang kini berdiri di depannya dengan senyuman merekah di bibir seksinya.

Alis Damian berkerut menatap lekat wanita itu. Wajahnya serasa tidak asing sama sekali dan Damian merasa pernah mengenalnya. Hanya saja pria itu sepertinya sedang lupa.

Wanita cantik itu akhirnya duduk di kursi kosong di samping Damian.

"Hey! Kok bengong sih..

" Siapa ya? " Wanita itu memutar bola matanya malas. Dengan lancang wanita itu memukul lengan besar itu.

" Iih.. kamu tega deh.. masa udah lupa sama temen sendiri..." Ujar wanita itu sambil mengerucutkan bibirnya.

"Tunggu? Dinda bukan? Kamu Adinda kan?" Tebak Damian membuat Wanita yang bernama Adinda atau lebih tepatnya yang biasa di sapa Dinda itu mengangguk-anggukan kepalanya cepat.

"Aaa.. Aku kira kamu udah lupain aku tahu.." Dinda memekik keras membuat para pelanggan lainnya menatap ke arahnya.

"Ops.. Kayaknya aku terlalu keras deh.." Dinda menutup mulutnya dan merasa sangat bahagia. Akhirnya Wanita itu kembali bertemu dengan Damian, Teman masa kecilnya. Seorang pria yang sampai sekarang masih bertahta di hatinya.

"Kamu apa kabar? Udah lama kita tidak bertemu.. Kalau tidak salah sepuluh tahun yang lalu.. " Tanya Dinda kepada Damian, Pria itu tersenyum manis membuat Dinda salah tingkah jadinya.

"Kabar aku baik..Ya seperti yang kamu lihat kan?" Damian merentangkan kedua tangannya memperlihatkan bahwa dia baik-baik saja. " Kalau kabar kamu gimana?

"Ya sama yang seperti kamu lihat lah.. Setelah menuntut karir aku di luar negeri.. Sekarang aku lebih memilih tinggal di sini.. pengennya sih lanjutin karir disini ..."Ucap Wanita itu dengan senyum yang tidak pernah luntur sama sekali.

"Kalo kamu.. ?Pasti sekarang udah jadi direktur di kantor Om Arya ya.. ?" Tebak Adinda.

"Iya.. ohya..Kamu, Pulang sama siapa? Sendiri atau..?

"Aku pulang sendiri.. Aku mampir di kota ini karena ada acara pesta pernikahan temanku besok..Kalau kamu sama siapa? "Tanya Dinda balik.

"Aku datang kesini bareng sama asistenku.. Aku sedang ada meeting besok disini.." Jelasnya.

"Kira-kira kapan kamu pulang.. Bisalah kita pulang bareng.. " Damian tampan menimbang permintaan Dinda kali ini..

"Mungkin aku disini hanya sekitar tiga hari..Baiklah jika kau ingin pulang bersama ku.. tidak masalah... " Tentu saja Dinda senengnya bukan main. Wanita itu seakan punya angin segar saat ini.

"Aku kira kamu pulang bareng pacar, Suami atau siapanya kamu..Ternyata kamu datang sendiri.." Mendengar itu Dinda mendadak sedih, Damian mengernyit heran dan bertanya-tanya kenapa ekspresi Dinda mendadak mendung begitu.

"Kamu tahu gak sih..Papa sama mama tuh sering maksa aku buat cepet nikah.. Tapi aku gak mau..

" Kenapa?

" karena belum ada yang cocok di hati aku.. doain ya..Semoga aku cepet ketemu sama jodoh aku.." Ucap Dinda sembari menggenggam tangan Damian dengan senyum manis nya.

"Ya, Aku doain agar kamu cepat bertemu dengan jodohmu..

"Tapi aku mau kamu yng jadi jodohku Dam.. Dan bahkan sampai sekarang aku gak rela kamu menikah sama Wanita itu...

.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Evi Alvian

Evi Alvian

Kayaknya sang pelakor dateng nih tp gpp jika mo jadian ama Damian dan itu lebih..biar Arumi lepas dan bebas bisa bahagia ama jodohnya Brian

2024-06-16

2

Viena Alfiatur Rohman

Viena Alfiatur Rohman

Udah rebut aja Dinda.. Biar arumi bisa pisah sama arumi.. Gedek emang ke nih laki.. Tapi tetep ganteng sih🤭

2024-06-16

1

Erlangga❤

Erlangga❤

Wah..damian ganteng juga ya..
Kyaknya ada bau2 Velakor ini... Berkedok teman..

2024-06-16

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Sudah Terbiasa
3 Wanita Lain
4 Anak Tawon
5 Miris
6 Abaikan Saja
7 Tidak Tertarik
8 Istri Yang Tak Di Harapkan
9 Cemburu?
10 Firasat Seorang Ibu
11 Semua Palsu
12 Pria Penolong
13 Cantiknya Istri Orang
14 Teman Kecil
15 Sebuah Lolipop
16 Hadiah Ulang Tahun
17 Di Tolak Lagi
18 Curhatan Arumi
19 Hanya Teman?
20 Rencana Tersembunyi
21 Harta Merubah Segalanya
22 Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23 Ku Tunggu Jandamu
24 Berbeda
25 Sebagai Umpan
26 Damian Dan Dinda
27 Menyadap
28 Kabar Buruk?
29 Khawatir
30 Ajakan Atau Jebakan?
31 Suami Macam Apa?
32 Aku Memang Tidak Penting
33 Mari Bercerai
34 Aku Capek Mas!!
35 Sedikit Perubahan
36 Pengakuan
37 Kepergok?
38 Amarah Arumi
39 Keputusan
40 Seperti Inikah Rasanya?
41 Rasa Nyaman
42 Trauma?
43 Janda, Yes! Istri Orang No!
44 Tak Di Sangka
45 Pergilah....
46 Ujian Apalagi Ini?
47 Jangan Seperti Ini...
48 Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49 Lalu Siapa Yang Pantas!?
50 Tidak Perlu Ikut Campur!
51 Salam Perpisahan
52 Saling Membuka Lembaran Baru
53 Meminta Restu
54 Sebentar Lagi
55 Dua Wanita Stres
56 Karma?
57 Hanya Statusnya Yang Janda
58 Calon Keluarga Baru
59 Hama Keluarga
60 Bonus Fitting Baju Pengantin
61 Lunas!
62 Resepsi
63 Tidak Perlu Tutorial
64 Akulah Pemenangnya
65 Ucapan Adalah Doa
66 Cinta Tidak Memandang Status
67 Sikap Menantu Tergantung Mertua
68 Jangan Di Tunda
69 Setajam Silet
70 Kamulah Satu-satunya
71 Sang Pengagum
72 Kenyataan Pahit
73 Hijrah?
74 Setia
75 Ku Pertahankan
76 Jangan Ganggu Mereka!
77 Selalu Hati-hati
78 Cinta Yang Tulus
79 Semua Akan Baik-baik saja
80 Mbak Marissa
81 Dunia Sesempit itu
82 Persiapan Ke Pesta
83 Akankah Berhasil?
84 Loe Jual Gue Beli!
85 Kompor
86 Flashback
87 Mata-mata
88 Harus Sabar..
89 Hidup Penuh Ujian
90 Semua Di Sengaja
91 Hanya Kita Berdua
92 Jangan Di Tantang
93 Bukan Prioritas Utama
94 Berdoa Yang Baik-baik
95 Akan Ku Beritahu
96 Bertahanlah..
97 Aku Titip Dia....
98 Aku Pamit (Marissa)
99 Kehadiran Malaikat Kecil
100 Nyatakah Ini?
101 Surat Dari Marissa
102 Aku Percaya..
103 Skenario
104 Jangan Menutup Mata
105 Bukan Putri Angkat
106 Kakak Tidak Terpaksa
107 Selalu Rindu
108 Ada Pawangnya Masing-Masing
109 Bertemu Mantan
110 Nasibnya..
111 Malapetaka
112 Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113 Berita Baru
114 Atas Nama Dia
115 Life After
116 Mungkinkah Ini Rasanya
117 Jagoanku.. (End)
118 BONCHAP 01
119 Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120 Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121 Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Perjanjian
2
Sudah Terbiasa
3
Wanita Lain
4
Anak Tawon
5
Miris
6
Abaikan Saja
7
Tidak Tertarik
8
Istri Yang Tak Di Harapkan
9
Cemburu?
10
Firasat Seorang Ibu
11
Semua Palsu
12
Pria Penolong
13
Cantiknya Istri Orang
14
Teman Kecil
15
Sebuah Lolipop
16
Hadiah Ulang Tahun
17
Di Tolak Lagi
18
Curhatan Arumi
19
Hanya Teman?
20
Rencana Tersembunyi
21
Harta Merubah Segalanya
22
Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23
Ku Tunggu Jandamu
24
Berbeda
25
Sebagai Umpan
26
Damian Dan Dinda
27
Menyadap
28
Kabar Buruk?
29
Khawatir
30
Ajakan Atau Jebakan?
31
Suami Macam Apa?
32
Aku Memang Tidak Penting
33
Mari Bercerai
34
Aku Capek Mas!!
35
Sedikit Perubahan
36
Pengakuan
37
Kepergok?
38
Amarah Arumi
39
Keputusan
40
Seperti Inikah Rasanya?
41
Rasa Nyaman
42
Trauma?
43
Janda, Yes! Istri Orang No!
44
Tak Di Sangka
45
Pergilah....
46
Ujian Apalagi Ini?
47
Jangan Seperti Ini...
48
Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49
Lalu Siapa Yang Pantas!?
50
Tidak Perlu Ikut Campur!
51
Salam Perpisahan
52
Saling Membuka Lembaran Baru
53
Meminta Restu
54
Sebentar Lagi
55
Dua Wanita Stres
56
Karma?
57
Hanya Statusnya Yang Janda
58
Calon Keluarga Baru
59
Hama Keluarga
60
Bonus Fitting Baju Pengantin
61
Lunas!
62
Resepsi
63
Tidak Perlu Tutorial
64
Akulah Pemenangnya
65
Ucapan Adalah Doa
66
Cinta Tidak Memandang Status
67
Sikap Menantu Tergantung Mertua
68
Jangan Di Tunda
69
Setajam Silet
70
Kamulah Satu-satunya
71
Sang Pengagum
72
Kenyataan Pahit
73
Hijrah?
74
Setia
75
Ku Pertahankan
76
Jangan Ganggu Mereka!
77
Selalu Hati-hati
78
Cinta Yang Tulus
79
Semua Akan Baik-baik saja
80
Mbak Marissa
81
Dunia Sesempit itu
82
Persiapan Ke Pesta
83
Akankah Berhasil?
84
Loe Jual Gue Beli!
85
Kompor
86
Flashback
87
Mata-mata
88
Harus Sabar..
89
Hidup Penuh Ujian
90
Semua Di Sengaja
91
Hanya Kita Berdua
92
Jangan Di Tantang
93
Bukan Prioritas Utama
94
Berdoa Yang Baik-baik
95
Akan Ku Beritahu
96
Bertahanlah..
97
Aku Titip Dia....
98
Aku Pamit (Marissa)
99
Kehadiran Malaikat Kecil
100
Nyatakah Ini?
101
Surat Dari Marissa
102
Aku Percaya..
103
Skenario
104
Jangan Menutup Mata
105
Bukan Putri Angkat
106
Kakak Tidak Terpaksa
107
Selalu Rindu
108
Ada Pawangnya Masing-Masing
109
Bertemu Mantan
110
Nasibnya..
111
Malapetaka
112
Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113
Berita Baru
114
Atas Nama Dia
115
Life After
116
Mungkinkah Ini Rasanya
117
Jagoanku.. (End)
118
BONCHAP 01
119
Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120
Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121
Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!