Hadiah Ulang Tahun

Setelah pertemuan ketiga antara Arumi dan Brian waktu itu. Entah memang secara kebetulan atau apa? Keduanya tanpa sengaja sering bertemu. Bahkan Brian juga sempat mengajak Arumi makan kala itu.

Tentu saja masih dalam batas. Karena Brian tahu Arumi berstatus istrinya orang. Mengajaknya makan pun karena mereka memang tidak sengaja bertemu dengan Arumi yang tengah berjalan kaki. Kemana tujuannya Brian pun tidak tahu.

Arumi pun juga tidak bisa berbuat apapun. Wanita itu menganggap Brian hanya sebatas teman saja. Tak lebih dari itu, Walaupun memang tidak dapat di pungkiri Arumi merasa nyaman apabila berada di dekat pria yang baru ia ketahui adalah Artis terkenal di negeri ini.

Brian adalah pria yang suka sekali menghibur, Sudah beberapa kali keduanya bertemu dan berakhir berbincang tapi tidak lama. Mengingat Arumi masih berstatus istri orang.

Selain Arumi, Ada juga Damian yang semakin dekat dengan Adinda. Semenjak pertemuan mereka di salah satu Cafe di luar kota. Damian seakan punya teman baru, Tak jarang keduanya punya janji makan berdua, Jalan berdua. Bahkan dengan beraninya Dinda mendatangi perusahaan dimana Damian bekerja.

Sama seperti sebelumnya, Sikap Damian tidak berubah sama sekali, Pria itu masih Damian yang sama. Bersikap datar dan dingin, Marah, membentak dan Arumi merasa ada sedikit perubahan akan Sikap Damian.

Meskipun Damian memang sikapnya seperti itu. Akan tetapi Arumi dapat melihat perubahan itu, Sering Arumi memergoki suaminya tersenyum sendiri dengan ponselnya. Telfonan dengan siapa dan Arumi tidak tahu itu.

Jika di lihat dari ekspresinya Damian sangat bahagia apabila mendapatkan telfon dari orang itu. Ingin sekali Arumi mengulik privasi sang suami, Hanya saja ia takut Damian marah itu saja.

"Kamu mau kemana mas? Ini hari minggu.. Bisa gak sih kamu di rumah aja.." Damian yang sedang sibuk dengan benda pipihnya menghentikan langkah. Ia menatap Arumi yang berdiri tidak jauh darinya.

"Aku ada janji dengan seseorang hari ini.." Jawabnya datar. Bahkan matanya masih sibuk mengetik disana. Sebuah senyum terbit dari sudut bibir pria itu. Sebuah senyum yang tidak pernah Arumi lihat, Mungkin memang sengaja tidak di perlihatkan.

"Punya janji sama siapa mas?" Senyum yang semula terbit itu langsung hilang begitu saja saat Arumi kembali bertanya. Padahal Arumi sangat menikmati senyum itu tadi. Tapi apa tidak bisa ia menikmati senyum itu hanya untuk dirinya saja? Bukankah dia adalah istrinya? harusnya senyum indah itu miliknya! ya hanya miliknya saja..

"Bukan urusanmu.." Jawabnya datar, Damian pergi begitu saja dan tak menghiraukan Arumi lagi. Wanita itu mematung di tempat, Sampai kapan ia akan terus seperti ini? Menunggunya sampai benar-benar lelah, Tapi kapan?

Arumi masuk ke kamarnya. Wanita itu duduk di tepi tempat tidurnya hingga matanya tidak sengaja menangkap calender yang terletak di atas nakas.

"Ternyata hari ini adalah ulang tahun Mas Damian.." Senyum Arumi terbit, Ia bangkit dan segera bersiap. Arumi meraih tas selempangnya dan segera pergi dari rumah itu.

Arumi mengendarai mobil sendiri, Tujuannya hanya satu. Yaitu sebuah Pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Arumi berniat ingin membelikan Damian hadiah ulang tahun.

Salah satu yang Arumi tahu, Suaminya paling tidak suka apabila hari lahirnya di rayakan. Dan ia mengetahui semua itu dari mama Linda, Ibu mertuanya.

Sejak usianya menginjak dua puluh tahun, Damian enggan apabila hari ulang tahunnya di rayakan, Sudah mirip seperti anak kecil katanya. Apalagi Sekarang pria itu sudah berusia tiga puluh tiga tahun.

" Bismillah... Semoga mas Damian gak nolak hadiah ketiganya.." Ya, Sudah dua kali Arumi menyiapkan hadiah ulang tahun untuk suaminya. Dan keduanya di tolak oleh Pria itu. Hadiah yang sempat di tolakpun sampai sekarang masih Arumi simpan rapi.

Tak butuh waktu lama Arumi akhirnya sampai di pusat perbelanjaan. Wanita itu masuk dan langsung menuju ke tempat penjualan jam tangan.

Arumi begitu sangat antusias memilih jam tangan yang berjejer rapi di dalam sana.

"Hey! " Arumi terkesiap saat seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya..

.

.

.

"Brian! Kirain siapa?" Brian tersenyum senang ketika bertemu wanita ini lagi. Wanita yang sudah beberapa hari singgah di pikirannya. Bahkan ia sampai di katai orang gila oleh Mami Irene karena ketangkap sedang senyum-senyum seorang diri.

"Kau mengenaliku?" Tanya Brian pada Arumi yang dapat mengenalinya.. padahal pria itu sedang mode tertutup karena takut di kejar fans. Dan ia berhasil, Para fans nya terkecoh dan tidak dapat mengenalinya. Tapi Arumi? Wanita itu dapat mengenalinya.

" Tentu saja aku mengenalmu.. kita sudah sering bertemu.." Ucapnya

" Kau sedang apa? Mencari jam tangan?

" Iya..." Jawabnya tersenyum manis. Brian sampai mematung menatap senyuman itu..

"Astogeeh!.. Senyumnya manis sekali..Lebih manis dari gulali .. " Batinnya sekaligus salah tingkah. Pria itu menggaruk tengkuknya karena merasa malu di tatap seperti itu. Lebih tepatnya malu-malu kucing mungkin?

" Kau ingin mencari jam tangan? Tapi ini jam tangan Pria..

" Memang aku ingin membelinya..Hari ini adalah hari ulang tahun suamiku, Harusnya tadi malam sih jam dua belas.. Tapi gapapa lah yang penting di rayain kan?.." Diam. Entah mengapa Brian tidak suka Arumi menyebut pria gila itu adalah suaminya. Wajar-Wajar saja kan? Tapi tetap saja Brian tidak suka.

"Ya sudah..Arum, Aku pamit dulu ya.. Aku ada janji.." Arumi menoleh dsn tersenyum lagi.

"Janji?

" Biasalah nongkrong sebentar saja .. Ya sudah aku pergi dulu ya..." Brian tersenyum sebelum ia benar-benar pergi dari sana.

"Owh.. ya sudah.. Hati-hati ya.." Mendengar ucapan itu Brian mendadak tertegun.

" I... iya..

" Bye! Semoga berjumpa kembali.." Brian pun segera pergi darisana. Sesekali Penyanyi dan model papan atas itu menoleh ke arah Arumi yang kembali sibuk dengan jam tangannya.

Waktu terus berjalan, Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Arumi pergi ke dapur dan mengambil sebuah kue yang sudah ia beli tadi.

Di letakkan lah Kue itu di atas meja ruang tamu. Tidak lupa hadiah jam tangan yang sudah di bungkus dengan begitu indah wanita itu letakkan di samping kue tersebut.

"Mas Damian kemana ya.. Apa dia tidak pulang lagi hari ini?" Gumamnya, Arumi melihat ke arah jam dinding. Di rumah itu sepi, Bi Muna sudah dua hari ini izin pulang kampung karena ibunya sakit keras.

Tak ada yang menemani Arumi, Hanya dentingan suara jam yang berisik sejak tadi. Padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam.

"Enggak.. Aku yakin mas Damian pasti pulang.." Monolognya meyakinkan diri sendiri. Arumi menghela nafas panjang dan masih setia menunggu kedatangan pria yang berstatus suaminya itu.

Satu jam

Dua Jam

tiga jam

Malam pun semakin larut, Arumi yang sejak tadi menunggu kedatangan Damian pun tak terasa terlelap di sana.

.

.

.

TBC

.... Mau nya hari ini Crazy UP ya.. Tapi mendadak tubuh othor limbung lagi.. Kepala pusing dari kemarin sore belum sembuh2🤕😭😣. Badan sakit semua😭, Apalagi kemarin gak istirahat sama sekali.. Maklum lah ya,, Kemarin memang super duper sibuk. Padahal sebenarnya sama dokter suruh istirahat yang cukup. Tapi yang namanya emak2 ya, Banyak yg harus di urus.. ini dan itu. Kalo hari ini belum efektif maaf ya🙏, Doaken ya.. semoga segera sehat lagi..🤗

Terpopuler

Comments

Febrianti Febri

Febrianti Febri

suami istri dua dua nya pada bodoh banget

2025-02-14

0

Holipah

Holipah

heran aku klw ada suami ky gitu si istri jdi tolol

2024-06-18

0

Evi Alvian

Evi Alvian

Suami kayak Damian ngapain masih diharapakan jelas gak bakalan pulang..

Btw buat authornya mending tinggal istirahat aja dulu kalopun upnya belum bisa efektif gpp kita ngerti..moga cepet sembuh ya thour

2024-06-18

2

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Sudah Terbiasa
3 Wanita Lain
4 Anak Tawon
5 Miris
6 Abaikan Saja
7 Tidak Tertarik
8 Istri Yang Tak Di Harapkan
9 Cemburu?
10 Firasat Seorang Ibu
11 Semua Palsu
12 Pria Penolong
13 Cantiknya Istri Orang
14 Teman Kecil
15 Sebuah Lolipop
16 Hadiah Ulang Tahun
17 Di Tolak Lagi
18 Curhatan Arumi
19 Hanya Teman?
20 Rencana Tersembunyi
21 Harta Merubah Segalanya
22 Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23 Ku Tunggu Jandamu
24 Berbeda
25 Sebagai Umpan
26 Damian Dan Dinda
27 Menyadap
28 Kabar Buruk?
29 Khawatir
30 Ajakan Atau Jebakan?
31 Suami Macam Apa?
32 Aku Memang Tidak Penting
33 Mari Bercerai
34 Aku Capek Mas!!
35 Sedikit Perubahan
36 Pengakuan
37 Kepergok?
38 Amarah Arumi
39 Keputusan
40 Seperti Inikah Rasanya?
41 Rasa Nyaman
42 Trauma?
43 Janda, Yes! Istri Orang No!
44 Tak Di Sangka
45 Pergilah....
46 Ujian Apalagi Ini?
47 Jangan Seperti Ini...
48 Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49 Lalu Siapa Yang Pantas!?
50 Tidak Perlu Ikut Campur!
51 Salam Perpisahan
52 Saling Membuka Lembaran Baru
53 Meminta Restu
54 Sebentar Lagi
55 Dua Wanita Stres
56 Karma?
57 Hanya Statusnya Yang Janda
58 Calon Keluarga Baru
59 Hama Keluarga
60 Bonus Fitting Baju Pengantin
61 Lunas!
62 Resepsi
63 Tidak Perlu Tutorial
64 Akulah Pemenangnya
65 Ucapan Adalah Doa
66 Cinta Tidak Memandang Status
67 Sikap Menantu Tergantung Mertua
68 Jangan Di Tunda
69 Setajam Silet
70 Kamulah Satu-satunya
71 Sang Pengagum
72 Kenyataan Pahit
73 Hijrah?
74 Setia
75 Ku Pertahankan
76 Jangan Ganggu Mereka!
77 Selalu Hati-hati
78 Cinta Yang Tulus
79 Semua Akan Baik-baik saja
80 Mbak Marissa
81 Dunia Sesempit itu
82 Persiapan Ke Pesta
83 Akankah Berhasil?
84 Loe Jual Gue Beli!
85 Kompor
86 Flashback
87 Mata-mata
88 Harus Sabar..
89 Hidup Penuh Ujian
90 Semua Di Sengaja
91 Hanya Kita Berdua
92 Jangan Di Tantang
93 Bukan Prioritas Utama
94 Berdoa Yang Baik-baik
95 Akan Ku Beritahu
96 Bertahanlah..
97 Aku Titip Dia....
98 Aku Pamit (Marissa)
99 Kehadiran Malaikat Kecil
100 Nyatakah Ini?
101 Surat Dari Marissa
102 Aku Percaya..
103 Skenario
104 Jangan Menutup Mata
105 Bukan Putri Angkat
106 Kakak Tidak Terpaksa
107 Selalu Rindu
108 Ada Pawangnya Masing-Masing
109 Bertemu Mantan
110 Nasibnya..
111 Malapetaka
112 Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113 Berita Baru
114 Atas Nama Dia
115 Life After
116 Mungkinkah Ini Rasanya
117 Jagoanku.. (End)
118 BONCHAP 01
119 Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120 Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121 Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Perjanjian
2
Sudah Terbiasa
3
Wanita Lain
4
Anak Tawon
5
Miris
6
Abaikan Saja
7
Tidak Tertarik
8
Istri Yang Tak Di Harapkan
9
Cemburu?
10
Firasat Seorang Ibu
11
Semua Palsu
12
Pria Penolong
13
Cantiknya Istri Orang
14
Teman Kecil
15
Sebuah Lolipop
16
Hadiah Ulang Tahun
17
Di Tolak Lagi
18
Curhatan Arumi
19
Hanya Teman?
20
Rencana Tersembunyi
21
Harta Merubah Segalanya
22
Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23
Ku Tunggu Jandamu
24
Berbeda
25
Sebagai Umpan
26
Damian Dan Dinda
27
Menyadap
28
Kabar Buruk?
29
Khawatir
30
Ajakan Atau Jebakan?
31
Suami Macam Apa?
32
Aku Memang Tidak Penting
33
Mari Bercerai
34
Aku Capek Mas!!
35
Sedikit Perubahan
36
Pengakuan
37
Kepergok?
38
Amarah Arumi
39
Keputusan
40
Seperti Inikah Rasanya?
41
Rasa Nyaman
42
Trauma?
43
Janda, Yes! Istri Orang No!
44
Tak Di Sangka
45
Pergilah....
46
Ujian Apalagi Ini?
47
Jangan Seperti Ini...
48
Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49
Lalu Siapa Yang Pantas!?
50
Tidak Perlu Ikut Campur!
51
Salam Perpisahan
52
Saling Membuka Lembaran Baru
53
Meminta Restu
54
Sebentar Lagi
55
Dua Wanita Stres
56
Karma?
57
Hanya Statusnya Yang Janda
58
Calon Keluarga Baru
59
Hama Keluarga
60
Bonus Fitting Baju Pengantin
61
Lunas!
62
Resepsi
63
Tidak Perlu Tutorial
64
Akulah Pemenangnya
65
Ucapan Adalah Doa
66
Cinta Tidak Memandang Status
67
Sikap Menantu Tergantung Mertua
68
Jangan Di Tunda
69
Setajam Silet
70
Kamulah Satu-satunya
71
Sang Pengagum
72
Kenyataan Pahit
73
Hijrah?
74
Setia
75
Ku Pertahankan
76
Jangan Ganggu Mereka!
77
Selalu Hati-hati
78
Cinta Yang Tulus
79
Semua Akan Baik-baik saja
80
Mbak Marissa
81
Dunia Sesempit itu
82
Persiapan Ke Pesta
83
Akankah Berhasil?
84
Loe Jual Gue Beli!
85
Kompor
86
Flashback
87
Mata-mata
88
Harus Sabar..
89
Hidup Penuh Ujian
90
Semua Di Sengaja
91
Hanya Kita Berdua
92
Jangan Di Tantang
93
Bukan Prioritas Utama
94
Berdoa Yang Baik-baik
95
Akan Ku Beritahu
96
Bertahanlah..
97
Aku Titip Dia....
98
Aku Pamit (Marissa)
99
Kehadiran Malaikat Kecil
100
Nyatakah Ini?
101
Surat Dari Marissa
102
Aku Percaya..
103
Skenario
104
Jangan Menutup Mata
105
Bukan Putri Angkat
106
Kakak Tidak Terpaksa
107
Selalu Rindu
108
Ada Pawangnya Masing-Masing
109
Bertemu Mantan
110
Nasibnya..
111
Malapetaka
112
Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113
Berita Baru
114
Atas Nama Dia
115
Life After
116
Mungkinkah Ini Rasanya
117
Jagoanku.. (End)
118
BONCHAP 01
119
Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120
Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121
Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!