"SEDANG APA KAU DISINI!!?
Arumi mendadak tegang mendengar suara yang begitu menggelegar itu. Jantungnya berdetak lebih cepat dari dari biasanya. Perlahan Arumi berbalik badan ke arah sumber suara.
Deg!!
Wanita itu menelan salivanya pahit menatap sang suami yang kini tengah menatapnya dengan sorot mata tajam. Persis saat hendak mengulitinya hidup-hidup.
"Apa yang kau lakukan disini Arumi?" Tanya nya dengan suara dingin yang terdengar begitu menakutkan di telinga Arumi. Arumi menggelengkan kepalanya cepat. Kakinya perlahan mundur saat Damian mulai perlahan maju.
"Bukankah aku sering peringatkan. Jangan ada satupun orang yang masuk kecuali aku sendiri! Dan itu tentu berlaku untukmu juga bukan?
"Mas..Aku, A..Aku ta..tadi cu.. ma, Cuma..
PRAAANKK!!
Saking rasa gugup dan takutnya, Arumi mundur sampai tidak menyadari apa yang berada di belakangnya.
Arumi berbalik badan dan menunduk melihat ke bawah apa yang tidak sengaja ia senggol sampai jatuh dan menimbulkan suara yang keras.
Mata Arumi terbelalak ketika sebuah bingkai foto pecah berserakan disana. Dan yang lebih parahnya lagi, Foto itu adalah foto Soraya. Arumi bergetar, Sungguh ia takut saat ini.
Ia tidak tahu jika Damian akan pulang secepat ini. Ya, Damian yang tengah berada di kantor memang sangat sibuk, Namun ia lupa bahwa ada proposal yang tertinggal. Justru itu, Damian pulang sebelum jam makan siang.
Begitu sampai di rumah, Rumah yang di tinggali Damian terlihat begitu sepi, Akan tetapi pria itu abai saja. Damian naik ke atas menuju di letak kamarnya berada. Namun saat hendak masuk, Pria itu menghentikannya langkahnya. Matanya memicing saat tak sengaja melihat kamar sebelahnya tidak tertutup dengan sempurna.
Niat hati ingin menutup pintu, Nyatanya Damian di suguhkan oleh kelancangan Arumi yang telah berani masuk ke kamar tersebut.
"Aaaaa... Sakit mas!!" Tangisannya terdengar pilu, Damian menarik rambut istrinya itu dengan kuat membuat arumi memekik kesakitan tentu saja.
"kau sudah berani melanggar apa yang aku larang hah? Berapa kali aku bilang? Jangan pernah masuk ke kamar ini! Kau mengerti!!" Bentak Damian tepat di depan wajah Arumi, Wanita itu memejamkan matanya. Air matanya mengalir deras membasahi pipi hingga ke leher.
Arumi menatap sang suami yang menatapnya dengan tajam. Tidak ada tatapan sendu dan tatapan penuh cinta disana. Yang ada hanya tatapan tajam penuh kebencian yang Arumi sendiri tidak tahu apa alasan Damian begitu membencinya.
"Kenapa mas? Kenapa kamu larang aku masuk ke kamar ini? Apa karena kamar ini adalah kamar khusus Soraya, iya? Kamu tega memperlakukan aku seperti ini demi wanita lain mas..
Ucapan itu mampu membuat Damian terdiam. Ya, Seharusnya Damian tidak melakukan itu. Pria itu berani menyiksa istri sendiri, Melampiaskan kekecewaannya dan kemarahannya terhadap Arumi.
"Lebih baik kau diam, Kau tidak tahu apa-apa tentang Soraya..
PLAAAKK..
Tubuh Arumi sampai terpelanting saking kerasnya tamparan tersebut. Belum sembuh luka yang semalam akibat terbentur meja, Kini kening itu kembali terbentur. Jika semalam hanya sebuah goresan tapi hari ini cukup berdarah dan sedikit parah.
Kepala Arumi mendadak pening. Wanita itu berusaha bangkit sembari memegangi kepalanya. Penglihatannya mulai kabur, Dan..
Bruuukk...
Tubuh Arumi oleng dan terjatuh tepat di kaki Damian yang entah mengapa terdiam ikut merasakan nyeri..
"Arumi..Kamu dimana? Mama datang nih!!
Suara teriakan itu membuat damian terkesiap. Ya, Itu suara mamanya bisa gawat jika sang mama tahu apa yang ia lakukan terhadap menantu kesayangannya.
.
.
.
"Astagaa Damian!! Apa yang telah kamu lakukan sama Arumi hah! Kok bisa keningnya berdarah kayak gini?" Begitulah tanggapan Mama Linda ketika melihat sang putra memapah sang menantu yang sudah tampak lemas.
"Damian gak tahu ma, Pas Damian pulang Arumi udah kayak gini.." Kilahnya kepada sang mama, Pria itu bicara setenang mungkin. Padahal dalam hati Damian sudah ketar ketir takut sang mama mengetahui yang sebenarnya.
"Arumi..Kamu dengar mama kan sayang.. Kamu gapapa kan?" Tanya Mama Linda dengan khawatir.
"Arumi gapapa kok ma..Cuma pusing aja.." Tentu saja jawaban itu adalah dusta. Mana berani Arumi mengaku sementara ia belum punya keberanian untuk mengakui segalanya.
"Gapapa gimana? Orang berdarah begini? Udah ya, Sekarang Damian bawa istri kamu ke rumah sakit.. Mama gak mau sesuatu yang fatal terjadi kepada menantu mama ini.." Damian cukup bingung sekarang.
"Kok kamu cuma diem aja sih?
"E.. itu ma.. Damian sekarang lagi sibuk di kantor.. Dami...
" Jadi kamu lebih mementingkan pekerjaan kantor daripada keselamatan istri kamu!? Ya sudah kalo kamu gak mau antar Arumi ke rumah sakit. Biar mama yang saja yang mengantarnya...
"Arumi baik-baik aja kok ma...Arumi beneran gapapa.. Nanti di obati juga udah sembuh kok.."Ucapnya. Arumi tidak mau mama mertuanya ini terlalu banyak mengkhawatirkan nya dan menyalahkan Damian sampai nanti Ujung-ujungnya ia yang di salahkan. Sungguh ia lelah dengan semua ini.
"Ya gak bisa gitu dong...
"Udah sayang..apa yang di katakan mama benar.. Kita ke rumah sakit sekarang.." Damian pun segera menuntun Arumi yang semakin tidak bertenaga itu ke mobil.
"Huuufftt..Menyusahkan saja.." Gumamnya ketika selesai menuntun Arumi masuk ke dalam kendaraan roda empatnya. Tidak ada pilihan lain, Damian terpaksa harus mengantar Arumi ke rumah sakit.
Tidak seperti ketika di rumah saat ada mama Linda Damian bersikap manis. Berlagak seolah-olah pria itu adalah pria yang sangat mencintai istrinya dan meratukan wanitanya.
Begitu sampai di rumah sakit, Kemarahan pria itu kembali bangkit. Bukan rangkulan dan perhatian yang ia dapat tapi sikap kasar.
"Ayo.. Kau tidak perlu bersandiwara lagi dihadapanku.. Kau pikir aku tidak tahu rencana mu!" Dengan kasar Damian menarik tangan Arumi agar segera keluar dari mobil tersebut.
"Sebenci itukah kamu ke aku mas? Sampai-sampai luka seperti ini kamu anggap sandiwara..? " Damian menatap Arumi yang lagi-lagi menangis. Pria itu menarik nafas..
"Sudah tidak perlu medrama lagi..." Damian kembali menarik tangan Arumi masuk dan menelusuri setiap koridor rumah sakit. Arumi pun hanya pasrah ketika pria yang berstatus menjadi suaminya itu melangkah cepat dan lebar membuat Arumi yang di belakangnya terseok-seok.
Bruukkk...
Tanpa sengaja seseorang menabrak Arumi membuat wanita itupun terjatuh tersungkur.
"Maaf mbak..Saya Gak sengaja.." Ucap seorang pria tampan membungkuk hendak membantu Arumi agar kembali berdiri. Belum juga pria itu menyentuh tangan Arumi, Damian segera menepis tangan pria tersebut membuat pria itu mengernyit heran.
"Jangan pernah sentuh istri saya!!" Bentak Damian , Pria yang tak lain adalah Brian itu menatap wanita yang masih terduduk di lantai tersebut. Arumi menggelengkan kepalanya seolah meminta bantuan dari Brian.
"Ayo!! Jangan manja kamu!!" Arumi kembali berdiri dan di seret oleh Damian dan semua itu tidak luput dari tatapan mata Brian.
"Sakit mass.."Rintih Arumi di sertai air mata yang mengalir. Wanita itu terus di seret paksa membuat jalannya tertatih.
"Ayo! Jangan manja kamu!! "Bentak pria itu lagi. Brian melongo sampai sepasang suami dan istri tersebut menghilang.
"Gila! Dia suaminya..?Kejem banget..Amit-amit.." Ucapnya sembari mengusap perutnya layaknya wanita hamil.
"Abaikan saja lah..."Gumam Brian dalam kesendiriannya. Pria itu mengangkat kedua bahunya dan pergi menuju mobilnya.
.
.
.
Tbc
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
semoga kelak kmu ga menyesal ya damdam jika arumi sudh pergi dri mu
2024-06-12
1
Evi Alvian
Arumi udh ketemu jodohnya tp blum jelas...btw kapan Brian nolong Arumi sih kasian liat Arumi dianiaya mulu ama orang gila
2024-06-12
2
Erlangga❤
Ini kan adegan yg lagi sama Mommy Alea itu ya.. mungkin akan ada pertemuan2 lainnya nnti
2024-06-12
1