Sebuah mobil sport tampak terhenti di halaman bangunan mewah nan megah. Seorang pria tampan keluar dari mobil tersebut.
Dengan jaket yang di selampirkan di pundak, Pria yang biasa Di panggil Brian tersebut masuk ke dalam istana nya dimana ia tinggal bersama kedua orang tuanya.
"Hit you with that ddu-du, ddu-du, du... Tet tet tot tet.. To tet to tet.. Ah-yeah, ah-yeah " Senandungnya sambil menari-nari sendiri. "Hit you with that ddu-du, ddu-du Adduh!!
Brian terperanjat kaget ketika sebuah spatula mendarat di kepala.
"Dari mana!?" Di tataplah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu tampak berkacak pinggang disana. Brian nyengir, Tak lama kemudian pria itu melirik ke arah tangga.
"Satu..dua ti... Kabooorrr...
"Heh!! Awas kamu ya! Main kabur aja mami belum selesai ngomelin kamu Brian!!..
Di dalam kamar, Brian segera menutup pintunya. Tak lupa pria itu menguncinya dua kali agar tidak ada siapapun yang berani masuk ke kamarnya. Brian melempar jaketnya ke atas tempat tidur, Membuka sepatu dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang King size itu.
"Haaah...Capek.." Keluh nya seraya menarik nafas. Pria itu meraih benda pipihnya yang pagi ini berdering.
"Halo Enda...
"Hm, Kau tidak kerja hari ini?
"Hari ini? Ah aku Kerja tapi hanya sebentar saja kenapa?
"Bisa jemput aku? Mobilku sedang di bengkel..
"Ah, Baiklah sepupuku.. Kau tidak perlu khawatir...
"Hm,..
Tuuuuutt..
"Lah mati! Enda..Enda, " Brian kembali meletakkan ponselnya. Perbincangannya dengan sang sepupu yang bernama Nalendra itu tidak seseru dulu. Bila dulu mereka selalu bercerita tidak dengan sekarang. Semenjak kehilangan sang kekasih untuk selamanya. Sodara sepupunya itu berubah,,Sifatnya lebih terkesan dingin dan tak tersentuh sama sekali.
"Ah sudahlah.." Brian akhirnya pergi ke kamar mandi hanya untuk sekedar membersihkan diri. Tidak sampai lima belas menit,,Brian telah usai dengan ritual mandinya itu.
Sambil bersiul ria Brian memilih pakaian yang akan di pakai berangkat bekerja ke pemotretan hari ini.
Ya, Brian Sean Abraham. Putra Tuan Tunggal Tuan Leon Sean Abraham Dan Nyonya Irene Anastasya. Pria yang berusia dua puluh lima tahun itu berprofesi sebagai Penyanyi dan Model.
Sejak usianya dua belas tahun. Brian mendadak ingin mengikuti jejak sang sepupu yang bernama Nalendra. Seorang pria tampan yang seumuran dengannya. Nalendra adalah artis cilik Awalnya. Pria itu debut saat usianya lima tahun hingga sampai sedewasa sekarang.
Brian pun ikut tertarik hingga ia meminta izin ingin seperti sepupunya. Namun semua tidak mudah Brian jalani, Jika hanya urusan model, Brian langsung lulus tapi tidak dengan menyanyinya. Brian harus berlatih dan terus berlatih agar suaranya bisa enak di dengar.
Maklum, Para sesepuhnya tidak memiliki bakat terjun ke dunia tarik suara, Berbeda dengan Nalendra yang bakatnya menurun dari sang ayah yang memang ketika mudanya adalah seorang publik Figur.
Tapi yang namanya usaha pasti tidak akan mengkhianati hasil bukan? Brian berhasil dan sekarang ia sering melakukan duet dengan sepupunya. Para fans nya pun juga tidak kalah dari Nalendra yang memang sudah debut lebih dulu.
Namanya ikut dikenal oleh semua orang. Siapa yang tidak mengenalnya? Bukan hanya sekedar mengenal, Para gadis pun berlomba-lomba ingin dekat dengan anak nakal Mami Irene tersebut.
Memiliki paras tampan, Suara indah, Pekerjaan mapan dan memiliki harta yang takkan habis hingga tujuh turunan. Siapa yang berani menolak pria macam seperti itu?
Tapi sayangnya, Sampai sekarang Brian sama sekali belum memiliki daya ketertarikan terhadap wanita. Bukan tidak tertarik, Mungkin belum menemukan yang pas di hati saja.
.
.
.
"Wah... Masak apa mami hari ini? Sepertinya sangat enak.." Ucapnya
"Tidur di mana kamu semalem?" Tanya Mami Irene dengan mata memicing.
"Hehe... Brian tidur di rumah Joe Mam.. Abis udah malem, Males pulang.." Jelasnya seraya memakan sarapan paginya. Pria itu seolah-olah sangat menikmati masakan sang Mami.
"Dasar Anak Tawon..
Brian berhenti mengunyah, Pria itu menatap sang mami dengan mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Tadi mami bilang apa?"
"Bilang apa? Enggak.. Mami gak bilang apa-apa.. Telinga kamu aja mungkin yang bermasalah ya kan Pi?" Tanya Mami Irene pada sang suami. Namun Papi Leon hanya mengangkat kedua bahunya.
"Halah.. Tadi Brian dengar kok Mami bilang apa.. Mami bilang Brian kayak anak tawon kan?"
"Lah itu kamu denger.. Pakek Tanya lagi. Makanya tidur itu di rumah, Emang persis anak tawon kan? Sekarang tidurnya di disini, Besok di sana, Lusa di situ.. Capek tahu Mami tuh sama kamu...
"Udah Mami.. Sekarang Mami duduk. Ini tuh masih jam sarapan, Jangan marah-marah mulu.." Tegur Papi Leon karena telinganya sudah penuh dengan suara sang istri yang pada dasarnya banyak bicara.
"Iya.. Mami duduk sekarang.. "Mami Irene akhirnya duduk dan ikut sarapan bersama suami Dan putranya.
Tak lama kemudian, Brian sudah selesai dengan sarapan paginya. Ingin berangkat bekerja tapi masih ada sesuatu yang penting ia bahas bersama sang mami.
" Ada apa? Udah berangkat sana! .." Ketus Mami Irene seraya membersihkan meja makan di bantu oleh pelayan.
"Mam minta duit dong..." Mami Irene menghentikan pergerakannya menatap tajam sang putra.
"Apa!? Minta uang? Gak ada..
"Astagaa mam.. Dikit cuma buat beli bensin aja.." Mami Irene memasukan sebelah tangannya ke salah saku dasternya. Wanita itu meraih beberapa lembar uang disana.
"Nih... " Mata Brian melotot. Bagaimana tidak? Uang yang di berikan oleh sang Mami hanya senilai dua puluh ribu itupun sudah lecek. Iya kali artis terkenal beli bahan bakar cuma dua puluh ribu.
"Ya Allah Mam.. Iya kali Brian beli pakek uang ini...
"Gak mau ya udah..." Dengan santai Mami Irene hendak kembali memasukan uang tersebut namun siapa sangka Brian merebut dua lembar uang seratus ribuan dan kabur darisana.
"Heeeh!! Dasar ya kamu.. main tarik aja!! Mami sumpahin berjodoh sama janda cantik kamu Brian!!!.." Teriak Mami Irene yang sudah tidak di dengar lagi oleh sang putra.
.
.
.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
anggita
Ikut ngasih👍like aja buat Arumi.
2024-06-17
0
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
janda cantik tpi perawan 🤭
2024-06-12
0
Evi Alvian
Eitdahh mami Irene punya mulut gak dijaga awas sumpahmu ntar jadi kenyataan lho putramu ntar jodohnya janda beneran
2024-06-12
1