Sebuah Lolipop

Tak terasa sudah tiga hari Arumi di rawat di rumah sakit. Wanita itu hanya di temani Bi Muna terkadang Bunda Nimas. Keluarga dari Damian memang sengaja tidak Arumi beritahu. Tentu saja alasannya keselamatan Arumi sendiri.

Arumi tidak mau apabila keluarga suaminya Tahu, Mereka menyalahkan Damian karena lebih mementingkan pekerjaan dan hingga ujungnya ia juga yang menjadi sasaran kemarahan Damian. Yang lebay lah, Yang tukang ngadu lah, Yang pura-pura lah.. Arumi sudah lelah dengan semua itu.

Hanya ayahnya saja yang tahu tentang dirinya yang sakit. Tapi sampai saat ini Dendy belum ada menjenguk sang putri sama sekali. Hal itu jelas membuat Bunda Nimas marah bukan main. Apa sepenting itukah harta sampai anaknya sendiri masuk rumah sakit ayahnya tidak peduli sama sekali?

Nimas juga sudah memberitahukan tentang sikap Damian yang sesungguhnya terhadap Dendy. Bukannya kaget, Marah atau semacamnya. Yang ada Dendy justru menyalahkan Arumi menuduh Arumi telah menjadi istri yang durhaka.

Siang ini Arumi tengah berada di taman di temani salah satu perawat disana. Arumi yang belum di perbolehkan pulang hanya bisa pasrah. Separah apa ia sakit kali ini, Di rawat saja sampai tiga hari. Biasanya cukup minum obat dari dokter sudah langsung mendingan.

"Nona butuh sesuatu? Kalau butuh akan saya belikan Non.." Tanya perawat yang seumuran dengannya itu. Wanita itu duduk tersenyum menatap sang perawat yang setia menemani nya dan seringkali memeriksa kondisinya..

"Aku pengen minum yang seger-seger bi.. Bolehkan?

" Boleh..Non Arumi tunggu disini dulu ya.. Biar saya belikan dulu.." Arumi mengangguk. Perawat yang cantik dan sangat baik serta lemah dan lembut. Arumi menatap lurus ke depan, Di depan sana begitu banyak bermacam-macam bunga yang tertanam dengan rapi. Bahkan begitu banyak pasien yang sedang berjalan-jalan mungkin merasa bosan apabila di kamar terus menerus.

Mata Arumi memanas ketika matanya tidak sengaja menangkap sepasang suami dan istri sedang berdua. Sepertinya sang istri tengah di rawat karena faktor kehamilan. Terbukti dari perut wanita itu yang membuncit.

Sang suami juga tampak sangat perhatian dan begitu memanjakan nya. Wajah cantik yang penuh senyum itu kini mendadak suram, Arumi meraba perutnya yang masih rata. Andai Damian mau menyentuhnya?Mungkin sekarang dirinya sudah hamil dan mempunyai anak yang lucu-lucu.

Tapi jangankan punya anak, Menyentuhnya saja Damian tidak sudi. Arumi merasa bahwa dia adalah wanita yang paling menyedihkan di dunia ini.

"Apa hanya aku wanita yang paling miris dan paling menyedihkan didunia ini..?" Gumamnya pada diri sendiri.

"Gak kok..kata siapa?" Arumi terkejut ketika ada seorang lelaki berdiri bersandar di bawah pohon rindang.

"Kamu!.. Eum siapa deh.. Aku lupa.." Pria itu menepuk keningnya. Wanita ini memang sangat lucu. Brian berjalan dan duduk di bangku panjang itu, menemani Arumi yang hanya seorang diri saja. Namun keduanya cukup berjarak.

Walaupun Brian pria luaran yang kadang suka pergi ke dunia malam, Pria itu cukup mengerti tentang interaksinya dengan perempuan. Apalagi Brian tahu bahwa Arumi sudah bersuami tentu saja terbatas bukan?

" Mau lolipop?" Brian menyodorkan lolipop ke arah Arumi. Wanita itu hanya diam menatap lolipop yang masih berada di tangan Brian.

Arumi juga menatap Brian yang tampak menikmati lolipop juga. "Tapi aku bukan anak kecil..Masa iya di beri lolipop sih?

" Memangnya yang harus maka lolipop itu anak kecil? Tidak kan? Ayo terima saja.. Tenang, Ini gratis kau tidak perlu membayarnya.. Walaupun aku meminta bayaran, Sudah kemarin aku menagihnya.. Ayo ambil saja.." Dengan tersenyum Arumi menerima makanan yang berbahan gula dan pewarna itu.

"Makasih..

" Buka bungkusnya dan nikmati, Aku yakin dengan menikmati lolipop pikiranmu jadi tenang.." Ujarnya tersebut sembari menatap Arumi sejenak. Arumi terkekeh kecil dan kembali menatap lolipop yang begitu indah dengan warna-warninya. Ada merah, kuning, Biru, Pink dan Orange sangat berwarna tapi tidak sewarna hidupnya.

"Kau tau, Bagiku lolipop ini adalah penawar..

"Penawar?"

" Iya, Penawar.. Penawar rasa sedih.. Lihat anak kecil. Saat dia sedang sedih dan menangis pasti perasaannya akan lebih tenang setelah di beri lolipop.." Jelasnya membuat Arumi tanpa sengaja tertawa. Padahal apa yang di ucapkan Brian adalah hal yang sangat sederhana tapi Entah kenapa Arumi senang mendengarnya.

" Kau kira aku anak kecil yang bisa tertawa hanya di beri Lolipop..

" Apa ada peraturannya bahwa lolipop hanya di khususkan anak kecil? Tidak kan? " Arumi mengangguk dan mulai membuka bungkus makanan manis tersebut. Dan benar saja apa yang di katakan Brian pikirannya jadi tenang setelah lidahnya merasakan manisnya lolipop itu.

Sudah lama Arumi tidak makan makanan seperti itu. Dan sekarang adalah pertama kalinya ia kembali memakannya dan rasanya memang sangat berbeda.

"Bagaimana kondisimu..." Tanya Brian, Entah mengapa ia tiba-tiba bertanya seperti itu. Padahal ini adalah tiga kalinya ia bertemu dengan wanita ini. Akan tetapi rasanya seperti sudah saling mengenal sejak lama.

"Aku baik.. Mungkin besok aku sudah di perbolehkan pulang. " Jawab Arumi masih dengan lolipop di tangannya. " Kalau kau? Sedang apa disini? Sepertinya kita kembali bertemu di rumah sakit ini...

" Aku kesini ada urusan dengan Mommy ku..Dia seorang dokter..Dan dokter yang memeriksa mu kemarin adalah Mommy ku..." Kata Brian membuat Arumi membulatkan matanya..

" Mommy? Jadi ibumu seorang dokter..

" Bukan Ibuku yang seorang dokter.. Dia tanteku, Hanya saja para keponakannya memanggilnya dengan sebutan Mommy..

" Apa Mommy mu yang cantik itu.. Yang lemah lembut itu? " Brian mengangguk antusias. " Aku kira dokter cantik itu ibumu..

" Bukan! kalo ibuku.. Galak, Persis Ratu medusa.." Arumi terkekeh mendengar nya. Bisa-bisanya pria ini menyebut ibunya sendiri adalah Ratu Medusa. Ratu jahat berambut ular, Dan siapapun yang menatap matanya berubah menjadi batu.

" Kenapa kau tertawa? Aku serius.. Dia memang baik tapi entah kenapa sikapnya kepadaku berubah.. asalnya menjadi malaikat berubah menjadi monster yang menyeramkan.." Ucap Brian dengan ekspresi yang menyeramkan.

Arumi tertawa lagi, Selama dua tahun bersama Damian baru kali ini ia tertawa. Lagi pula kapan lagi? Saat bersama Damian jangankan tertawa dan tersenyum mengukir senyum saja sepertinya tidak.

"Huuufftt..Sungguh kau lucu sekali..Kau sedikit cerewet ya...

"Haha entah mengapa aku ini memang cerewet padahal Papiku sangat irit bicara.. Beda dengan mami yang memang cerewetnya luaaar binasa!! " Arumi kembali tertawa namun senyum itu perlahan hilang. Dan Arumi sendiri mendadak ciut seketika ketika seorang wanita patuh baya yang masih terlihat cantik itu berdiri di belakang Brian dengan berkacak pinggang. Tatapannya tajam menatap Brian yang tanpa sadar sedang membicarakan dirinya.

"Lalu? " Bukan Arumi yang bertanya tapi Mami Irene. Dan sepertinya Brian belum menyadarinya.

"Ya seperti kataku tadi.. Dia hanya galak kepadaku saja... Padahal ya, Aku ini adalah anak kandungnya tapi Mami benar-benar memperlakukan ku seperti anak tiri.. Medusa memang.. Hey! kau kenapa? " Brian merasa heran saja saat Arumi tiba-tiba diam saja.

" E..itu..

" Itu?

" Di belakangmu..." Brian perlahan berbalik badan, Matanya seketika melotot melihat siapa yang berdiri dan menatapnya tajam..

"E..Arumi.. Sepertinya Ratu medusa benar-benar ada disini..Aku pergi dulu bye.." Brian bangkit sambil nyengir kuda.

"Satu..dua.. ti..

"Adduuh..."Rintih Brian ketika telinga mendadak sakit dan panas secara bersamaan.

"Mau kabur kemana kamu hah! Sekarang pulang!!

"Iya mi, Iya...

.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Yaaa ampun.. kocak banget 🤣

2024-06-24

1

Viena Alfiatur Rohman

Viena Alfiatur Rohman

Ayo Briang jngan di kasih kendor..Ratu medusa pasti ngerestui kok.. Gak perlu khawstir..😂

2024-06-17

1

ariyan

ariyan

Pepet terus Arumi'y Brian

2024-06-17

1

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Sudah Terbiasa
3 Wanita Lain
4 Anak Tawon
5 Miris
6 Abaikan Saja
7 Tidak Tertarik
8 Istri Yang Tak Di Harapkan
9 Cemburu?
10 Firasat Seorang Ibu
11 Semua Palsu
12 Pria Penolong
13 Cantiknya Istri Orang
14 Teman Kecil
15 Sebuah Lolipop
16 Hadiah Ulang Tahun
17 Di Tolak Lagi
18 Curhatan Arumi
19 Hanya Teman?
20 Rencana Tersembunyi
21 Harta Merubah Segalanya
22 Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23 Ku Tunggu Jandamu
24 Berbeda
25 Sebagai Umpan
26 Damian Dan Dinda
27 Menyadap
28 Kabar Buruk?
29 Khawatir
30 Ajakan Atau Jebakan?
31 Suami Macam Apa?
32 Aku Memang Tidak Penting
33 Mari Bercerai
34 Aku Capek Mas!!
35 Sedikit Perubahan
36 Pengakuan
37 Kepergok?
38 Amarah Arumi
39 Keputusan
40 Seperti Inikah Rasanya?
41 Rasa Nyaman
42 Trauma?
43 Janda, Yes! Istri Orang No!
44 Tak Di Sangka
45 Pergilah....
46 Ujian Apalagi Ini?
47 Jangan Seperti Ini...
48 Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49 Lalu Siapa Yang Pantas!?
50 Tidak Perlu Ikut Campur!
51 Salam Perpisahan
52 Saling Membuka Lembaran Baru
53 Meminta Restu
54 Sebentar Lagi
55 Dua Wanita Stres
56 Karma?
57 Hanya Statusnya Yang Janda
58 Calon Keluarga Baru
59 Hama Keluarga
60 Bonus Fitting Baju Pengantin
61 Lunas!
62 Resepsi
63 Tidak Perlu Tutorial
64 Akulah Pemenangnya
65 Ucapan Adalah Doa
66 Cinta Tidak Memandang Status
67 Sikap Menantu Tergantung Mertua
68 Jangan Di Tunda
69 Setajam Silet
70 Kamulah Satu-satunya
71 Sang Pengagum
72 Kenyataan Pahit
73 Hijrah?
74 Setia
75 Ku Pertahankan
76 Jangan Ganggu Mereka!
77 Selalu Hati-hati
78 Cinta Yang Tulus
79 Semua Akan Baik-baik saja
80 Mbak Marissa
81 Dunia Sesempit itu
82 Persiapan Ke Pesta
83 Akankah Berhasil?
84 Loe Jual Gue Beli!
85 Kompor
86 Flashback
87 Mata-mata
88 Harus Sabar..
89 Hidup Penuh Ujian
90 Semua Di Sengaja
91 Hanya Kita Berdua
92 Jangan Di Tantang
93 Bukan Prioritas Utama
94 Berdoa Yang Baik-baik
95 Akan Ku Beritahu
96 Bertahanlah..
97 Aku Titip Dia....
98 Aku Pamit (Marissa)
99 Kehadiran Malaikat Kecil
100 Nyatakah Ini?
101 Surat Dari Marissa
102 Aku Percaya..
103 Skenario
104 Jangan Menutup Mata
105 Bukan Putri Angkat
106 Kakak Tidak Terpaksa
107 Selalu Rindu
108 Ada Pawangnya Masing-Masing
109 Bertemu Mantan
110 Nasibnya..
111 Malapetaka
112 Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113 Berita Baru
114 Atas Nama Dia
115 Life After
116 Mungkinkah Ini Rasanya
117 Jagoanku.. (End)
118 BONCHAP 01
119 Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120 Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121 Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Perjanjian
2
Sudah Terbiasa
3
Wanita Lain
4
Anak Tawon
5
Miris
6
Abaikan Saja
7
Tidak Tertarik
8
Istri Yang Tak Di Harapkan
9
Cemburu?
10
Firasat Seorang Ibu
11
Semua Palsu
12
Pria Penolong
13
Cantiknya Istri Orang
14
Teman Kecil
15
Sebuah Lolipop
16
Hadiah Ulang Tahun
17
Di Tolak Lagi
18
Curhatan Arumi
19
Hanya Teman?
20
Rencana Tersembunyi
21
Harta Merubah Segalanya
22
Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23
Ku Tunggu Jandamu
24
Berbeda
25
Sebagai Umpan
26
Damian Dan Dinda
27
Menyadap
28
Kabar Buruk?
29
Khawatir
30
Ajakan Atau Jebakan?
31
Suami Macam Apa?
32
Aku Memang Tidak Penting
33
Mari Bercerai
34
Aku Capek Mas!!
35
Sedikit Perubahan
36
Pengakuan
37
Kepergok?
38
Amarah Arumi
39
Keputusan
40
Seperti Inikah Rasanya?
41
Rasa Nyaman
42
Trauma?
43
Janda, Yes! Istri Orang No!
44
Tak Di Sangka
45
Pergilah....
46
Ujian Apalagi Ini?
47
Jangan Seperti Ini...
48
Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49
Lalu Siapa Yang Pantas!?
50
Tidak Perlu Ikut Campur!
51
Salam Perpisahan
52
Saling Membuka Lembaran Baru
53
Meminta Restu
54
Sebentar Lagi
55
Dua Wanita Stres
56
Karma?
57
Hanya Statusnya Yang Janda
58
Calon Keluarga Baru
59
Hama Keluarga
60
Bonus Fitting Baju Pengantin
61
Lunas!
62
Resepsi
63
Tidak Perlu Tutorial
64
Akulah Pemenangnya
65
Ucapan Adalah Doa
66
Cinta Tidak Memandang Status
67
Sikap Menantu Tergantung Mertua
68
Jangan Di Tunda
69
Setajam Silet
70
Kamulah Satu-satunya
71
Sang Pengagum
72
Kenyataan Pahit
73
Hijrah?
74
Setia
75
Ku Pertahankan
76
Jangan Ganggu Mereka!
77
Selalu Hati-hati
78
Cinta Yang Tulus
79
Semua Akan Baik-baik saja
80
Mbak Marissa
81
Dunia Sesempit itu
82
Persiapan Ke Pesta
83
Akankah Berhasil?
84
Loe Jual Gue Beli!
85
Kompor
86
Flashback
87
Mata-mata
88
Harus Sabar..
89
Hidup Penuh Ujian
90
Semua Di Sengaja
91
Hanya Kita Berdua
92
Jangan Di Tantang
93
Bukan Prioritas Utama
94
Berdoa Yang Baik-baik
95
Akan Ku Beritahu
96
Bertahanlah..
97
Aku Titip Dia....
98
Aku Pamit (Marissa)
99
Kehadiran Malaikat Kecil
100
Nyatakah Ini?
101
Surat Dari Marissa
102
Aku Percaya..
103
Skenario
104
Jangan Menutup Mata
105
Bukan Putri Angkat
106
Kakak Tidak Terpaksa
107
Selalu Rindu
108
Ada Pawangnya Masing-Masing
109
Bertemu Mantan
110
Nasibnya..
111
Malapetaka
112
Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113
Berita Baru
114
Atas Nama Dia
115
Life After
116
Mungkinkah Ini Rasanya
117
Jagoanku.. (End)
118
BONCHAP 01
119
Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120
Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121
Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!