Pria Penolong

Waktu terus berjalan, Setelah menginap di rumah Arumi dan Damian. Nimas tidak pernah datang lagi. Bukan tidak peduli kepada putrinya, Hanya saja Nimas tidak ingin Damian curiga kalau ia telah mengetahui semua rahasia yang Arumi sembunyikan selama dua tahun ini.

Seringkali Nimas bertanya kepada Arumi lewat pesan. Jika di tanya jawaban Arumi selalu baik-baik saja. Hal itu tidak membuat hati Nimas sebagai seorang ibu menjadi tenang yang ada justru sebaliknya.

Satu minggu telah berlalu, Pagi ini Damian turun dari kamarnya dan langsung menuju ke ruang makan. Disana sudah ada Bi Muna yang tengah menyiapkan beberapa menu untuk sarapan paginya.

"Selamat pagi Tuan.. Silahkan sarapan dulu..." Ucapnya dengan ramah dan sesopan mungkin. Damian duduk di salah satu kursi dan meraih piring yang sudah di siapkan sejak tadi.

Namun pergerakannya terhenti, Pria itu menatap kursi yang berada di depannya. Usai beberapa hari yang lalu setelah makan sarapan bersama Arumi dan Rain. Damian sudah tidak sarapan di rumah lagi melainkan makan di luar.

Tapi sekarang? Entah mengapa tiba-tiba Damian merasa sepi duduk sendiri di ruang makan itu.

"Arumi mana bi? Tumben gak kelihatan.." Bi Muna yang sedang mencuci gelas pun menoleh ke arah sang Tuan.

"Kenapa bibi menatap ku seperti itu?

Bi Muna gelagapan mendapat pertanyaan seperti itu. Padahal Bi Muna menatap heran majikannya, Tumben-tumben nanyain sang istri.

"E..enggak kok Tuan..Tuan jangan salah paham dulu. Saya cuma heran saja kok tumben Tuan Damian bertanya tentang Non Arumi, Tidak seperti biasanya.."Damian terdiam, Cukup lama pria itu tidak menjawab dan bicara hingga..

"Aku hanya bertanya apa salahnya? " Ya, Sebenarnya Damian juga ikut heran kenapa ia tiba-tiba bertanya tentang istrinya itu.

"Nona Arumi sakit Tuan.. Sudah sejak semalam.." Jelas Bi Muna membuat Damian terlihat biasa saja. Tidak ada aura kaget, Panik atau semacamnya. Bi Muna hanya bisa menghela nafas panjang, Ah sudahlah bukannya memang selalu begitu ya..

"Pergilah ke pasar hari ini.. Kenapa aku rasa menunya setiap hari ini-ini saja.. " Bi Muna hanya mengangguk patuh.

"Baik Tuan.." Tanpa mengatakan apapun lagi. Bi Muna segera meraih tas untuk di bawa ke dalam pasar. Bi Muna pun langsung pergi usai menerima jumlah uang dari majikannya. Bi Muna pun minta antar supir untuk mengantarkannya, Sekalian beli obat untuk Arumi pikirnya.

Sementara itu, Usai sarapan Damian bergegas untuk berangkat ke kantor. Namun langkah pria itu terhenti ketika melihat Arumi turun dari tangga dengan wajah pucatnya.

"Mas..Boleh aku minta tolong gak?" Tanya dengan suara lemahnya. Kepalanya benar-benar pusing saat ini, Suhu tubuhnya pun terasa panas.

"Mau minta tolong apa? " Tanya Damian ketus

"Tolong anterin aku ke rumah sakit.. Aku lagi gak enak badan mas.." Damian menghela nafas panjang.

"Hari ini aku sibuk, Aku ada meeting di luar kota selama tiga hari.. Jadi pergilah sendiri baru sakit seperti itu saja manja! Gak usah lebay kamu.." Seperti biasa Damian selalu bersikap tidak peduli.

"Tapi aku cuma minta antarkan sebentar mas.. " Damian menarik nafas dalam-dalam. Pria itu menatap tajam Wajah cantik Arumi yang memang sangat pucat, Bibirnya pun tampak kering.

Damian menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Tidak bisa..Kau berangkat sendiri saja.." Usai mengatakan itu, Damian pergi meninggalkan Arumi yang diam mematung dengan tatapan nanar nya.

"Sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini terus ke aku mas...

.

.

.

Setidak pentingkah dirinya di mata sang suami. Saat ia sedang sakit pun Damian enggan mengantarkannya ke rumah sakit. Padahal ia istrinya, Dan ternyata lebih penting pekerjaannya.

Tak punya pilihan lain Arumi akhirnya memesan taksi Online. Wanita itupun segera masuk ke kendaraan roda empat tersebut.

"Mas kita rumah sakit X ya..

"Baik mbak..." Sang supir pun langsung melajukan mobilnya ke arah rumah sakit yang terkenal di kota itu. Mengerti jika sang penumpang sedang sakit, Supir taksi pun mengendarai mobilnya de gan kecepatan sedang.

Arumi duduk bersandar, Kepalanya benar-benar pusing. Ingin meminta tolong Bi Muna tidak bisa karena wanita itu sedang pergi bersama supir. Alhasil Arumi memesan taksi saja.

Belum juga sampai di tempat tujuan, Sang supir merasa ada yang aneh dengan mobil yang ia kendarai. Supir itupun segera menepikan mobilnya.

"Ada apa mas..Apa ada masalah?" Tanya Arumi

"Sepertinya iya mbak.. Mbaknya tunggu disini ya.. saya turun dulu.." Arumi mengangguk. Sang supir pun turun mencoba melihat gangguan apa yang menghalangi perjalanannya kali ini.

"Mbak...

"Ya...

"Ban nya kempes... Dan kemungkinan butuh waktu agak lama untuk menggantinya.. Alangkah lebih baik Mbak naik kendaraan lain saja.." Arumi menghela nafas. Padahal ia ingin segera sampai agar merasa lebih baik tapi nyatanya ia sedang apes sepertinya.

"Ya sudah mas.. Saya naik taksi lain saja.." Ujarnya seraya keluar dari mobil tersebut. Tidak lupa Arumi juga memberikan ongkos kepada mas supir taksi tadi.

"Gak usah mbak.. Gapapa kok.. Orang ini baru setengah jalan kan belum nyampe.. " Ucapnya menolak uang yang di berikan Arumi.

"Gapapa Mas.. Saya ikhlas kok..Walaupun cuma setengah jalan tapi tetep aja pakek bahan bakar kan? Udah di terima ya..anggap aja rejeki.."Tak ingin kembali berdebat Arumi meletakkan uang tersebut di telapak tangan pria itu.

"Ini gak ada penolakan "Setelahnya Arumi segera pergi dari sana. Cuaca sedang panas-panasnya, Ia yang sejak tadi merasa pusing menjadi semakin pusing saja.

"Arumi harus kuat okey.. Jangan sampai pingsan disini.." Arumi berusaha kuat, Perlahan kaki itu melangkah menyebrang jalan. Karena rasa pusing yang mendera membuat Arumi tidak sadar ada mobil yang melaju kencang ke arahnya hingga..

Tiinn....Tiin...

Arumi menoleh matanya terbelalak melihat sebuah mobil yang dengan keadaan kencang semakin mendekat ke arahnya.

Ciiitttt....

Mobil terhenti tepat di depan kaki wanita itu. Andai sang pengemudi tidak pintar-pintar mengerem entah apa yang terjadi.

Seorang pria tampan berkacamata hitam keluar dari mobil sport miliknya.

Dengan gaya cool nya pria yang tak lain adalah Brian itu mendekati Arumi yang masih berdiam diri di depan mobilnya.

"Mbak! Kalo jalan tuh pakek mata dong!! Lihat kiri kanan toleh sana sini.. Untung saya bisa mengendalikan mobil kalo enggak bisa-bisa ketabrak gimana? Kan jadi rusak mobil saya!!" Melihat Arumi hanya diam saja Brian pun merasa heran. Dengan takut Brian menyentuh pundak wanita itu namun..

"Eeeiiitt.. Lah pingsan.." Panik Brian ketika Arumi mendadak terkulai lemas dan tak sadarkan diri di pelukannya.

"Heih! Mbak bangun donk!! A... Aku tahu kau pasti hanya pura-pura kan? Bangun gak? Kalo gak bangun aku bakar nih! Kayak yang ada di berita-berita itu.." Ancam Brian pada Arumi yang tak merespon Ucapannya.

"Dia pingsan atau pura-pura sih?" Sebelah tangannya terangkat menyentuh pipi Arumi. Seketika Brian terperanjat ketika merasakan suhu tubuh Arumi yang meninggi.

"Panas banget.. Belum juga di bakar udah panas duluan.."Brian bingung harus apa sekarang.

 "Sepertinya wanita ini memang sedang sakit.. Tenang ya, Aku akan menolong mu " Brian segera membawa Arumi ke dalam gendongannya dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.

.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Susanty

Susanty

visualnya aku gak suka,🤭🤣🤣🤣

2024-07-24

1

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

nabrak jodoh ya bri😄

2024-06-15

1

Evi Alvian

Evi Alvian

Nih anak emang yak gak ama Nalendra aja bicaranya suka nyeleneh udah tau itu wanita lg sakit tolongin cuslahh..

2024-06-15

2

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Sudah Terbiasa
3 Wanita Lain
4 Anak Tawon
5 Miris
6 Abaikan Saja
7 Tidak Tertarik
8 Istri Yang Tak Di Harapkan
9 Cemburu?
10 Firasat Seorang Ibu
11 Semua Palsu
12 Pria Penolong
13 Cantiknya Istri Orang
14 Teman Kecil
15 Sebuah Lolipop
16 Hadiah Ulang Tahun
17 Di Tolak Lagi
18 Curhatan Arumi
19 Hanya Teman?
20 Rencana Tersembunyi
21 Harta Merubah Segalanya
22 Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23 Ku Tunggu Jandamu
24 Berbeda
25 Sebagai Umpan
26 Damian Dan Dinda
27 Menyadap
28 Kabar Buruk?
29 Khawatir
30 Ajakan Atau Jebakan?
31 Suami Macam Apa?
32 Aku Memang Tidak Penting
33 Mari Bercerai
34 Aku Capek Mas!!
35 Sedikit Perubahan
36 Pengakuan
37 Kepergok?
38 Amarah Arumi
39 Keputusan
40 Seperti Inikah Rasanya?
41 Rasa Nyaman
42 Trauma?
43 Janda, Yes! Istri Orang No!
44 Tak Di Sangka
45 Pergilah....
46 Ujian Apalagi Ini?
47 Jangan Seperti Ini...
48 Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49 Lalu Siapa Yang Pantas!?
50 Tidak Perlu Ikut Campur!
51 Salam Perpisahan
52 Saling Membuka Lembaran Baru
53 Meminta Restu
54 Sebentar Lagi
55 Dua Wanita Stres
56 Karma?
57 Hanya Statusnya Yang Janda
58 Calon Keluarga Baru
59 Hama Keluarga
60 Bonus Fitting Baju Pengantin
61 Lunas!
62 Resepsi
63 Tidak Perlu Tutorial
64 Akulah Pemenangnya
65 Ucapan Adalah Doa
66 Cinta Tidak Memandang Status
67 Sikap Menantu Tergantung Mertua
68 Jangan Di Tunda
69 Setajam Silet
70 Kamulah Satu-satunya
71 Sang Pengagum
72 Kenyataan Pahit
73 Hijrah?
74 Setia
75 Ku Pertahankan
76 Jangan Ganggu Mereka!
77 Selalu Hati-hati
78 Cinta Yang Tulus
79 Semua Akan Baik-baik saja
80 Mbak Marissa
81 Dunia Sesempit itu
82 Persiapan Ke Pesta
83 Akankah Berhasil?
84 Loe Jual Gue Beli!
85 Kompor
86 Flashback
87 Mata-mata
88 Harus Sabar..
89 Hidup Penuh Ujian
90 Semua Di Sengaja
91 Hanya Kita Berdua
92 Jangan Di Tantang
93 Bukan Prioritas Utama
94 Berdoa Yang Baik-baik
95 Akan Ku Beritahu
96 Bertahanlah..
97 Aku Titip Dia....
98 Aku Pamit (Marissa)
99 Kehadiran Malaikat Kecil
100 Nyatakah Ini?
101 Surat Dari Marissa
102 Aku Percaya..
103 Skenario
104 Jangan Menutup Mata
105 Bukan Putri Angkat
106 Kakak Tidak Terpaksa
107 Selalu Rindu
108 Ada Pawangnya Masing-Masing
109 Bertemu Mantan
110 Nasibnya..
111 Malapetaka
112 Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113 Berita Baru
114 Atas Nama Dia
115 Life After
116 Mungkinkah Ini Rasanya
117 Jagoanku.. (End)
118 BONCHAP 01
119 Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120 Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121 Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Perjanjian
2
Sudah Terbiasa
3
Wanita Lain
4
Anak Tawon
5
Miris
6
Abaikan Saja
7
Tidak Tertarik
8
Istri Yang Tak Di Harapkan
9
Cemburu?
10
Firasat Seorang Ibu
11
Semua Palsu
12
Pria Penolong
13
Cantiknya Istri Orang
14
Teman Kecil
15
Sebuah Lolipop
16
Hadiah Ulang Tahun
17
Di Tolak Lagi
18
Curhatan Arumi
19
Hanya Teman?
20
Rencana Tersembunyi
21
Harta Merubah Segalanya
22
Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23
Ku Tunggu Jandamu
24
Berbeda
25
Sebagai Umpan
26
Damian Dan Dinda
27
Menyadap
28
Kabar Buruk?
29
Khawatir
30
Ajakan Atau Jebakan?
31
Suami Macam Apa?
32
Aku Memang Tidak Penting
33
Mari Bercerai
34
Aku Capek Mas!!
35
Sedikit Perubahan
36
Pengakuan
37
Kepergok?
38
Amarah Arumi
39
Keputusan
40
Seperti Inikah Rasanya?
41
Rasa Nyaman
42
Trauma?
43
Janda, Yes! Istri Orang No!
44
Tak Di Sangka
45
Pergilah....
46
Ujian Apalagi Ini?
47
Jangan Seperti Ini...
48
Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49
Lalu Siapa Yang Pantas!?
50
Tidak Perlu Ikut Campur!
51
Salam Perpisahan
52
Saling Membuka Lembaran Baru
53
Meminta Restu
54
Sebentar Lagi
55
Dua Wanita Stres
56
Karma?
57
Hanya Statusnya Yang Janda
58
Calon Keluarga Baru
59
Hama Keluarga
60
Bonus Fitting Baju Pengantin
61
Lunas!
62
Resepsi
63
Tidak Perlu Tutorial
64
Akulah Pemenangnya
65
Ucapan Adalah Doa
66
Cinta Tidak Memandang Status
67
Sikap Menantu Tergantung Mertua
68
Jangan Di Tunda
69
Setajam Silet
70
Kamulah Satu-satunya
71
Sang Pengagum
72
Kenyataan Pahit
73
Hijrah?
74
Setia
75
Ku Pertahankan
76
Jangan Ganggu Mereka!
77
Selalu Hati-hati
78
Cinta Yang Tulus
79
Semua Akan Baik-baik saja
80
Mbak Marissa
81
Dunia Sesempit itu
82
Persiapan Ke Pesta
83
Akankah Berhasil?
84
Loe Jual Gue Beli!
85
Kompor
86
Flashback
87
Mata-mata
88
Harus Sabar..
89
Hidup Penuh Ujian
90
Semua Di Sengaja
91
Hanya Kita Berdua
92
Jangan Di Tantang
93
Bukan Prioritas Utama
94
Berdoa Yang Baik-baik
95
Akan Ku Beritahu
96
Bertahanlah..
97
Aku Titip Dia....
98
Aku Pamit (Marissa)
99
Kehadiran Malaikat Kecil
100
Nyatakah Ini?
101
Surat Dari Marissa
102
Aku Percaya..
103
Skenario
104
Jangan Menutup Mata
105
Bukan Putri Angkat
106
Kakak Tidak Terpaksa
107
Selalu Rindu
108
Ada Pawangnya Masing-Masing
109
Bertemu Mantan
110
Nasibnya..
111
Malapetaka
112
Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113
Berita Baru
114
Atas Nama Dia
115
Life After
116
Mungkinkah Ini Rasanya
117
Jagoanku.. (End)
118
BONCHAP 01
119
Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120
Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121
Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!