Hanya Teman?

Sepanjang perjalanan pikiran Arumi tidak tenang sama sekali. Wanita itu terus saja gelisah dalam duduknya. Brian yang fokus menyetir mengikuti mobil di depannya ini diam-diam melirik Arumi yang tidak bisa diam sejak tadi. Persis seperti seorang yang tengah menahan buang air.

"Arumi tenanglah..Siapa tahu kau hanya salah lihat kan? " Ya, Brian tahu apa yang di rasakan Arumi, Wanita mana yang tidak takut saat suaminya kepergok satu mobil bersama wanita lain.

"Aku yakin itu mas Damian Bri.. Mobilnya saja mobil dia.. " Pikiran Arumi sudah kemana-mana. Arumi yakin ia tidak salah lihat, Walaupun Arumi belum tahu bersama siapa Damian sekarang tapi wanita itu sangat yakin seratus persen bahwa Suaminya sedang berdua dengan seorang wanita dan wanita itu bukanlah dirinya.

"Tapi kau coba untuk tenang dulu.. Jangan gegabah.. Takutnya semua ini hanya salah paham dan kau sendiri yang rugi nantinya.. " Ya, Walaupun Brian tidak suka Arumi membahas Damian tapi ia juga tidak mau jika Arumi salah paham dan hal tersebut bisa membuat Arumi merugi dan malu nantinya. " Mungkin saja mereka sedang ada urusan bisnis.. Suami mu kan pemimpin perusahaan, Tidak semua pemimpin itu pria. Ada juga yang wanita, Bisa saja kan wanita itu hanya rekan bisnis atau keduanya tengah meeting.." Ucap Brian Lagi mencoba menenangkan wanita itu.

" Aku tahu.. Tapi apa mungkin rekan bisnis harus sedekat itu? Mereka satu mobil bersama dan tadi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Mas Damian keluar dari toko aksesori itu berdua dengan wanita itu. " Walaupun Arumi istri yang tidak anggap atau apalah itu. Tapi bukan berarti ia bisa diam saja saat ada wanita lain ada yang mencoba mendekati suaminya.

Mobil masih melaju, Tak lama kemudian mobil yang di kemudikan Damian berbelok sedikit dan terhenti di salah satu Cafe disana.

Arumi masih diam memerhatikan dari dalam mobil Brian. Sementara Brian sendiri, Ia hanya bisa diam saja. Ingin melakukan apa? Ia hanya orang asing disini.

Dan benar saja, Terlihat Damian keluar dari mobilnya. Pria tiga puluh tiga tahun itu juga tampak mengitari mobilnya dan membukakan pintu kepada wanita cantik yang wajahnya hanya bisa di lihat dari samping.

Dada Arumi bergemuruh hebat saat ini. Ia yang istrinya saja tidak pernah di perlakukan seperti itu. Tapi wanita itu? Siapa dia beraninya dekat-dekat dengan Damian.

"Arumi? Kau baik-baik saja.." Arumi menghapus kasar air matanya yang mengalir. Wanita itu menarik nafas..

"Ya, Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir.. Terima kasih ya.. Kau bisa pulang... " Arumi hendak membuka pintu mobil namun Brian lebih dulu mencegah wanita itu.

" Kau yakin akan pergi ke sana sendirian? Aku bisa menemanimu..kalau..

"Tidak perlu Brian.. Aku tidak mau melibatkan orang lain dalam hubungan rumah tanggaku.. Apalagi kau ini adalah seorang publik Figur aku tidak mau namamu rusak hanya gara-gara aku. Di antarkan saja aku sudah sangat berterima kasih.. Pulanglah.."Setelah mengucapkan itu, Arumi segera keluar dari mobil Brian.

Seperginya Arumi, Brian meraih benda pipihnya dan menghubungi seseorang.

"Halo Tuan..

"Ada ada tugas untukmu..

"Apa itu?

Brian pun mengatakan rencana yang sudah ia susun kepada seorang yang ia telfon tadi. Usai menelfon orang tersebut, Brian ikut keluar dan masuk ke Cafe tersebut. Brian duduk di salah kursi tak jauh dari tempat Arumi duduk.

.

.

.

"Kamu mau pesan apa? Biar aku yang bayar.." Tanya Damian pada seorang wanita cantik yang tak lain adalah Adinda.

"Serius Damian, Aku gapapa pesen apa aja?" Dinda tersenyum sumringah, Wanita itu menyentuh tangan Damian dan menggenggamnya erat. Damian melihat tangan lentik itu, Pria itu juga ikut membalas genggaman tangan Dinda.

Damian tersenyum manis, Sejak ia bertemu dengan Dinda. Damian merasa ada yang berbeda, Bahkan pria itu seolah sudah lupa dengan Soraya yang selama ini selalu bertahta di hatinya.

"Kan tadi aku sudah bilang.. Apapun yang kau pesan aku yang bayar.." Arumi mengepalkan kedua tangannya hingga buku-bukunya memutih. Arumi bangkit, Wanita itu melangkah dan duduk di kursi kosong tempat dimana Damian dan Dinda duduk.

Jelas saja Damian dan Dinda merasa terkejut dengan kedatangan Arumi yang secara tiba-tiba itu.

"Aku juga boleh kan mas pesan apapun yang aku mau?" Mendengar pertanyaan itu, Damian mendadak gugup. Pria itu menatap Dinda yang ikut kikuk. Mengganggu saja pikirnya.

"Ngapain kamu disini?" Tanpa peduli dengan pertanyaan Arumi tadi Damian justru bertanya balik.

"Loh!? kok kamu tanya gitu mas.. Aku ini istri kamu loh.. Harusnya aku yang tanya ngapain kamu makan berdua sama perempuan lain? Pakek di tawarin pesen apa aja aku yang bayar lagi.." Ucap Arumi lantang sehingga membiat para pelanggan disana melihat ke arahnya.

Tentu saja Damian merasa sedikit panik. Beberapa orang menatap aneh ke arahnya sambil berbisik. Walaupun ia tidak tahu apa yang mereka bisikan tapi tetap saja Damian merasa tidak nyaman.

"Arumi kamu itu apa-apaan sih? Bisa gak kamu pelanin suara kamu.. Gak enak di dengar semua orang.."Ucap Damian dengan mengeratkan giginya.

"Iya Arumi..Lagian kita cuma teman kok... Kita gak punya hubungan apa-apa.." Dinda pun ikut menimpali.

"Hanya teman? Bener begitu mas? " Damian tidak menjawab, pria itu hanya diam saja Membuat Arumi tertawa getir.

"Apa yang di katakan Dinda benar.. Kita hanya teman.. Apa salahnya kita makan berdua? Tidak ada yang salah kan? " Tanpa rasa bersalah Damian mengucapkan kata itu seakan enteng seperti tanpa beban. Arumi mengangguk...

" Okey..Tapi perlu kamu tahu mas.. Tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan.. Dan yang perlu kamu catat.. Aku bisa memaafkan semua kesalahan kamu ke aku kecuali satu! Yaitu perselingkuhan.. " Arumi bangkit. Wanita itu menatap nyalang kedua pria dan wanita itu.

"Perhatian semua!!!" Teriak Arumi kepada para pelanggan yang ada di sana. Dari yang datang dari awal sampai yang batu duduk. Semua orang yang ada di sana mengarahkan Pandangannya terhadap Arumi tak terkecuali Damian dan Dinda.

"Perhatian untuk semuanya yang ada disini.. Kalian bebas memesan apapun yang kalian mau. Dam semua itu mas dan mbak ini yang bayar.." Damian dan Dinda melotot. Apa-apaan ini?

"Arumi! Apa-apaan kau?" Geram Damian

Arumi mendekati pelayan dan mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan manager Cafe tersebut. Tak lama kemudian manager Cafe pun datang.

"Maaf, Anda yang ingin bertemu dengan saya Nona.." Tanya Manager Cafe itu.

"Iya benar.. Jadi begini, Semua pelanggan yang ada di cafe ini bebas memesan apapun dan semua biayanya akan di tanggung oleh mas dab mbak yang duduk di bangku sana.." Arumi menunjuk ke arah tempat dimana Damian dan Dinda duduk.

Manager tersebut tersenyum dan mengangguk. Arumi kembali mendekati Damian dan Dinda yang tengah menahan kesal.

"Aku pamit pulang.. Lanjutkan makan siang kalian.. Eiiits.. jangan lari dari tanggung jawab ya.." Setelah mengucapkan itu, Arumi segera pergi dari sana. Wanita itu tidak ingin lebih sakit hati lagi. Tapi tak apalah toh sekarang ia cukup puas mengerjai dua orang itu. Walaupun sebenarnya ini belum ada apa-apanya

Damian yang melihat itupun ikut pergi mengejar Arumi yang sudah lebih dulu keluar dari Cafe tersebut. Namun sayang manager tadi melarang Damian keluar dari sana. Karena bagaimana pun total pembayaran di tanggung olehnya.

"Sial!!

Sore menjelang, Damian pulang dengan keadaan kesal dan marah. Pria itu masuk ke dalam rumah dan langsung mencekal tangan Arumi yang saat itu hendak mengambil air minum.

"Kamu apa-apaan sih mas??

Plaakk!

Lagi! Tamparan itu kembali mendarat di pipinya. Tapi Arumi sudah terbiasa dengan semua itu.

"Kamu yang apa-apaan!!? Sudah aku bilang jangan ikut campur urusan ku!! " Bentak Damian di hadapan Arumi yang masih memegangi pipinya.

"Selama kita masih suami dan istri kamu akan tetap jadi urusan ku mas..Kecuali kamu talak aku sekarang.. Baru kamu bukan urusanku lagi.." Damian diam dan tak bereaksi apapun. Bahkan pria itu tidak sadar bahwa Arumi sudah tidak ada lagi di hadapannya.

.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Evi Alvian

Evi Alvian

Dasar Damian gak bersyukur punya istri cantik kayak Arumi malah milih cwek laen.. ditinggal baru tau rasa lu

2024-06-20

0

Viena Alfiatur Rohman

Viena Alfiatur Rohman

Wanita lain di traktir bini sndiri di abaian.. enknya di apain nih Damian..

2024-06-20

1

Erlangga❤

Erlangga❤

Bener.. gak ada tmen laki2 dan perempuan.. apalagi yg laki udah punya istri

2024-06-20

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Sudah Terbiasa
3 Wanita Lain
4 Anak Tawon
5 Miris
6 Abaikan Saja
7 Tidak Tertarik
8 Istri Yang Tak Di Harapkan
9 Cemburu?
10 Firasat Seorang Ibu
11 Semua Palsu
12 Pria Penolong
13 Cantiknya Istri Orang
14 Teman Kecil
15 Sebuah Lolipop
16 Hadiah Ulang Tahun
17 Di Tolak Lagi
18 Curhatan Arumi
19 Hanya Teman?
20 Rencana Tersembunyi
21 Harta Merubah Segalanya
22 Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23 Ku Tunggu Jandamu
24 Berbeda
25 Sebagai Umpan
26 Damian Dan Dinda
27 Menyadap
28 Kabar Buruk?
29 Khawatir
30 Ajakan Atau Jebakan?
31 Suami Macam Apa?
32 Aku Memang Tidak Penting
33 Mari Bercerai
34 Aku Capek Mas!!
35 Sedikit Perubahan
36 Pengakuan
37 Kepergok?
38 Amarah Arumi
39 Keputusan
40 Seperti Inikah Rasanya?
41 Rasa Nyaman
42 Trauma?
43 Janda, Yes! Istri Orang No!
44 Tak Di Sangka
45 Pergilah....
46 Ujian Apalagi Ini?
47 Jangan Seperti Ini...
48 Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49 Lalu Siapa Yang Pantas!?
50 Tidak Perlu Ikut Campur!
51 Salam Perpisahan
52 Saling Membuka Lembaran Baru
53 Meminta Restu
54 Sebentar Lagi
55 Dua Wanita Stres
56 Karma?
57 Hanya Statusnya Yang Janda
58 Calon Keluarga Baru
59 Hama Keluarga
60 Bonus Fitting Baju Pengantin
61 Lunas!
62 Resepsi
63 Tidak Perlu Tutorial
64 Akulah Pemenangnya
65 Ucapan Adalah Doa
66 Cinta Tidak Memandang Status
67 Sikap Menantu Tergantung Mertua
68 Jangan Di Tunda
69 Setajam Silet
70 Kamulah Satu-satunya
71 Sang Pengagum
72 Kenyataan Pahit
73 Hijrah?
74 Setia
75 Ku Pertahankan
76 Jangan Ganggu Mereka!
77 Selalu Hati-hati
78 Cinta Yang Tulus
79 Semua Akan Baik-baik saja
80 Mbak Marissa
81 Dunia Sesempit itu
82 Persiapan Ke Pesta
83 Akankah Berhasil?
84 Loe Jual Gue Beli!
85 Kompor
86 Flashback
87 Mata-mata
88 Harus Sabar..
89 Hidup Penuh Ujian
90 Semua Di Sengaja
91 Hanya Kita Berdua
92 Jangan Di Tantang
93 Bukan Prioritas Utama
94 Berdoa Yang Baik-baik
95 Akan Ku Beritahu
96 Bertahanlah..
97 Aku Titip Dia....
98 Aku Pamit (Marissa)
99 Kehadiran Malaikat Kecil
100 Nyatakah Ini?
101 Surat Dari Marissa
102 Aku Percaya..
103 Skenario
104 Jangan Menutup Mata
105 Bukan Putri Angkat
106 Kakak Tidak Terpaksa
107 Selalu Rindu
108 Ada Pawangnya Masing-Masing
109 Bertemu Mantan
110 Nasibnya..
111 Malapetaka
112 Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113 Berita Baru
114 Atas Nama Dia
115 Life After
116 Mungkinkah Ini Rasanya
117 Jagoanku.. (End)
118 BONCHAP 01
119 Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120 Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121 Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Perjanjian
2
Sudah Terbiasa
3
Wanita Lain
4
Anak Tawon
5
Miris
6
Abaikan Saja
7
Tidak Tertarik
8
Istri Yang Tak Di Harapkan
9
Cemburu?
10
Firasat Seorang Ibu
11
Semua Palsu
12
Pria Penolong
13
Cantiknya Istri Orang
14
Teman Kecil
15
Sebuah Lolipop
16
Hadiah Ulang Tahun
17
Di Tolak Lagi
18
Curhatan Arumi
19
Hanya Teman?
20
Rencana Tersembunyi
21
Harta Merubah Segalanya
22
Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23
Ku Tunggu Jandamu
24
Berbeda
25
Sebagai Umpan
26
Damian Dan Dinda
27
Menyadap
28
Kabar Buruk?
29
Khawatir
30
Ajakan Atau Jebakan?
31
Suami Macam Apa?
32
Aku Memang Tidak Penting
33
Mari Bercerai
34
Aku Capek Mas!!
35
Sedikit Perubahan
36
Pengakuan
37
Kepergok?
38
Amarah Arumi
39
Keputusan
40
Seperti Inikah Rasanya?
41
Rasa Nyaman
42
Trauma?
43
Janda, Yes! Istri Orang No!
44
Tak Di Sangka
45
Pergilah....
46
Ujian Apalagi Ini?
47
Jangan Seperti Ini...
48
Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49
Lalu Siapa Yang Pantas!?
50
Tidak Perlu Ikut Campur!
51
Salam Perpisahan
52
Saling Membuka Lembaran Baru
53
Meminta Restu
54
Sebentar Lagi
55
Dua Wanita Stres
56
Karma?
57
Hanya Statusnya Yang Janda
58
Calon Keluarga Baru
59
Hama Keluarga
60
Bonus Fitting Baju Pengantin
61
Lunas!
62
Resepsi
63
Tidak Perlu Tutorial
64
Akulah Pemenangnya
65
Ucapan Adalah Doa
66
Cinta Tidak Memandang Status
67
Sikap Menantu Tergantung Mertua
68
Jangan Di Tunda
69
Setajam Silet
70
Kamulah Satu-satunya
71
Sang Pengagum
72
Kenyataan Pahit
73
Hijrah?
74
Setia
75
Ku Pertahankan
76
Jangan Ganggu Mereka!
77
Selalu Hati-hati
78
Cinta Yang Tulus
79
Semua Akan Baik-baik saja
80
Mbak Marissa
81
Dunia Sesempit itu
82
Persiapan Ke Pesta
83
Akankah Berhasil?
84
Loe Jual Gue Beli!
85
Kompor
86
Flashback
87
Mata-mata
88
Harus Sabar..
89
Hidup Penuh Ujian
90
Semua Di Sengaja
91
Hanya Kita Berdua
92
Jangan Di Tantang
93
Bukan Prioritas Utama
94
Berdoa Yang Baik-baik
95
Akan Ku Beritahu
96
Bertahanlah..
97
Aku Titip Dia....
98
Aku Pamit (Marissa)
99
Kehadiran Malaikat Kecil
100
Nyatakah Ini?
101
Surat Dari Marissa
102
Aku Percaya..
103
Skenario
104
Jangan Menutup Mata
105
Bukan Putri Angkat
106
Kakak Tidak Terpaksa
107
Selalu Rindu
108
Ada Pawangnya Masing-Masing
109
Bertemu Mantan
110
Nasibnya..
111
Malapetaka
112
Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113
Berita Baru
114
Atas Nama Dia
115
Life After
116
Mungkinkah Ini Rasanya
117
Jagoanku.. (End)
118
BONCHAP 01
119
Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120
Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121
Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!