Firasat Seorang Ibu

Hari kembali berganti. Di belahan bumi yang lainnya, Seorang wanita paruh baya berhijab syar'i tengah menyiapkan sarapan paginya. Di bantu oleh seorang pembantu rumah tangga yang sudah begitu lama bekerja di kediaman mewah tersebut.

Tak lama kemudian, Seorang pria paruh baya menuruni anak tangga. Penampilannya sudah rapi dengan setelan jas dan tas kerja yang di tentengnya. Pria yang tak lain adalah Dendy itu duduk di salah kursi. Sebagai seorang istri Nimas selalu melakukan kewajibannya terhadap Sang suami.

Yaitu melayani Dendy dengan baik. Sebelum sarapan,, Nimas membuatkan secangkir kopi untuk Dendy. Pria itupun menyeruputnya sedikit. Tak lama kemudian sebuah piring berisikan nasi dan beberapa lauk pauk tersodor.

"Hari ini aku minta izin mas.. " Ucap Nimas seraya duduk di samping sang suami.

" Mau kemana?

" Mau kerumah Arumi.. Udah lama aku gak kesana.. Kok mendadak pikiran aku gak enak ya mas.. Aku udah sering loh, Punya firasat kayak gini.." Jelas Nimas mengatakan apa yang sering ia rasa. Bukan hanya sekarang tapi awal-awal Arumi menikah. Entah kenapa Nimas merasa bahwa putrinya sedikit berbeda.

"Lagian ngapain sih Arumi di sambangi segala.. Dia itu udah bahagia sama suaminya.. Kalo dia rindu dia pasti kesini.." Nimas menatap sang suami yang masih menikmati sarapan paginya. Selalu seperti itu yang Dendy ucapkan. Pria itu selalu mengatakan bahwa putrinya selalu dengan keadaan baik-baik saja dan bahagia. Tapi Nimas justru sebaliknya, Wanita itu merasa bahwa Arumi sedikit tertekan. Akan tetapi setiap di tanya Arumi mengatakan bahwa putrinya tersebut tidak apa-apa.

"Kenapa harus nunggu Arumi yang kangen Mas? Memang aku salah kalo aku mau ketemu sama putri kita..

" Tapi masalahnya, Damian itu tipe orang yang paling tidak suka ada orang lain masuk ke rumahnya.." Ujar pria itu membuat Nimas mengernyit heran.

"Mas..Aku ini bukan orang lain! Aku ini ibu dari Arumi.. Yang artinya ibu Damian juga. Kamu itu kenapa sih? Kayaknya kamu itu gak suka deh kalo aku pergi ngunjungin putri kita..Dan aku juga merasa seolah-olah kamu itu lebih berpihak ke keluarga Tuan Arya..." Mendengar itu, Dendy kesal. Ia menatap sang istri dengan tatapan tajamnya.

"Aku itu gak berpihak ke Tuan Arya ya!.. Kamu lupa, Tuan Arya itu sudah membantu kita semua.. Dan bahkan sampai sekarang perusahaan kita Masih berdiri pun juga atas bantuan dari besan kita itu... Perlu kamu ingat Nimas! Kita ini punya banyak hutang budi ke Tuan Arya asal kau tahu.. Kau disini hanya bisa berdiam diri dan leha-leha.. Di luar aku yang kerja.. Semua yang ada di atas meja ini aku semua hasil kerja kerasku.. Dan pakaian yang kamu pakai serta perhiasan yang aku beli itu juga semua uang dari aku..." Usai mengatakan itu Dandy bangkit dan keluar darisana tanpa pamit sedikitpun.

Nimas menepuk dadanya merasa sakit hati dengan apa yang di ucapkan sang suami. semenjak menjadi orang penting Dendy selalu perhitungan dengan apa yang pria itu hasilkan dan dengan apa saja yang telah pria itu berikan padanya.

"Kamu benar-benar sudah berubah mas.. Mana Dendy yang dulu yang selalu memberikan perhatian dan cinta kepada keluargamu .. Harta sudah merubah segala-galanya.." Di tataplah piring Dendy yang masih tersisa nasi disana.

Nimas menghela nafas panjang dan memanggil pembantunya agar membereskan meja makan tersebut.

.

.

.

Sesuai niatnya, Sekarang Nimas sudah siap dengan pakaiannya. Setelah merapikan hijab, Nimas menuruni anak tangga dan keluar untuk memanggil supir.

"Saya Nya...

"Tolong antarkan saya ya, Ke rumah Arumi.." Sang supir pun mengangguk dan segera membukakan pintu untuk sang majikan.

Nimas pun masuk ke dalam mobil tersebut. Nimas merogoh tas nya dan meraih benda pipih miliknya. Wanita paruh baya tersebut, mencari nama sang putri ingin menghubungi anaknya itu, Namun setelah di pikir-pikir lebih baik ia datang tanpa memberitahu Arumi.

Anggap saja ini adalah sebuah kejutan. Jika biasanya Nimas menelfon terlebih dahulu saat hendak pergi ke untuk menemui sang putri. Entah mengapa hari ini Nimas lebih memilih diam saja.

"Pk tolong berhenti di toko kue itu ya..

"Baik Nya...

Sang supir pun berbelok dan menghentikan mobilnya di salah satu kue. Seperti biasa Nimas selalu membawa oleh-oleh saat wanita itu berkunjung ke rumah Arumi dan Damian.

Setelah memesan kue favorit Arumi, Nimas duduk di salah satu kursi disana seraya menunggu kue pesanannya datang. Saat sedang menunggu, Tiba-tiba Nimas tak sengaja melihat seseorang pria berjas rapi masuk ke salah satu restoran yang terletak di seberang jalan.

Di lihatnya disana, Pria tersebut tampak merangkul seorang perempuan dengan mesra. Namun karena posisinya membelakangi membuat Nimas tidak begitu jelas dengan wajah pria tersebut.

"Kok dari belakangan kayak mas Dendy yah..." Gumamnya seraya bangkit dari duduknya. Nimas hendak berjalan keluar dan berniat mendekati pria itu namun sebuah panggilan membuat Nimas mengurungkan niatnya.

"Ini kue nya bu..Semua seratus lima puluh ribu.." Nimas mengangguk dan meraih uang dari dalam tas nya.

"Mari.." Dengan kue di tangan, Nimas pun kembali ke mobil. Saat hendak masuk, Nimas memerhatikan restoran tersebut. Pria itu sudah tidak ada lagi mungkin sudah berada di dalam.

"Mungkin aku aja kali ya yang salah lihat..."Gumannya. Tak ingin menunda waktu lagi Nimas segera memerintahkan sang supir agar segera berangkat.

Sepanjang perjalanan, Pikiran Nimas tidak tenang. Entah mengapa ia kepikiran pria yang masuk ke restoran tadi. Walaupun Nimas tidak tahu jelas siapa pria itu. Tapi apabila di perhatikan dari postur tubuhnya, Caranya berjalan sangat mirip dengan suaminya Dendy.

Sejenak Nimas merasa curiga. Tapi kemudian wanita itu menggelengkan kepalanya. Ia yakin ia hanya salah lihat saja. Nimas sangat yakin jika sang suami sedang berada di kantor saat ini.

" Nyonya kenapa nya?" Tanya sang supir merasa aneh dengan tingkah sang majikan.

"Tidak ada.."Jawabnya.

Tak lama kemudian, Mobil yang di tumpangi Nimas telah sampai di kediaman sang putri bersama menantunya. Dengan senyum merekah Nimas turun dari mobil dengan oleh-oleh bawaannya.

Beberapa kali wanita itu memencet bel, Tapi sepertinya tidak ada yang merespon. Nimas kembali memencet bel dan tetap saja tidak ada yang membukakan pintu.

Terpaksa Nimas masuk saja. Rumah terlihat begitu sepi,, Apakah sang putri tidak ada di rumah?

"Cek ke kamarnya aja kali ya..." Nimas bertekad menaiki tangga dan masuk ke kamar sang putri. Terkesan lancang memang tapi sejak tadi Arumi tidak menyahut panggilannya.

Ceklek

Pintu terbuka, Tidak ada siapapun di kamar itu. Karena kamar tersebut adalah kamar yang biasa di tempati Damian. Arumi tidur di kamar itu hanya saat keluarganya menginap agar tidak menimbulkan curiga.

"Kok gak ada orang... Bi Muna juga kemana lagi.." Nimas kembali keluar namun saat hendak turun, Langkahnya terhenti ketika matanya menangkap salah satu ruangan yang terbuka.

Seakan ada yang menuntun Nimas berjalan menuju kamar yang pintunya masih terbuka itu. Begitu sampai, Mata Nimas terbelalak seketika..

"Ya Allah.. Arumi kamu kenapa nak..!!

Arumi yang tengah mengobati luka nya pun terperanjat kaget melihat sang Bunda yang sudah berdiri di ambang pintu kamarnya.

"Bu..Bunda...

.

.

.

Tbc

Terpopuler

Comments

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

suami & nenantu ga ada yg bener ya bun

2024-06-14

1

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

yg ada nnti malah trkejod sendiri ya bu

2024-06-14

1

Evi Alvian

Evi Alvian

Jangan" Dendy selingkuh tuh...dan benar aja filing seorang ibu pasti bener adanya nimas melihat sendiri keadaan Arumi yg sebenarnya

2024-06-14

1

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Sudah Terbiasa
3 Wanita Lain
4 Anak Tawon
5 Miris
6 Abaikan Saja
7 Tidak Tertarik
8 Istri Yang Tak Di Harapkan
9 Cemburu?
10 Firasat Seorang Ibu
11 Semua Palsu
12 Pria Penolong
13 Cantiknya Istri Orang
14 Teman Kecil
15 Sebuah Lolipop
16 Hadiah Ulang Tahun
17 Di Tolak Lagi
18 Curhatan Arumi
19 Hanya Teman?
20 Rencana Tersembunyi
21 Harta Merubah Segalanya
22 Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23 Ku Tunggu Jandamu
24 Berbeda
25 Sebagai Umpan
26 Damian Dan Dinda
27 Menyadap
28 Kabar Buruk?
29 Khawatir
30 Ajakan Atau Jebakan?
31 Suami Macam Apa?
32 Aku Memang Tidak Penting
33 Mari Bercerai
34 Aku Capek Mas!!
35 Sedikit Perubahan
36 Pengakuan
37 Kepergok?
38 Amarah Arumi
39 Keputusan
40 Seperti Inikah Rasanya?
41 Rasa Nyaman
42 Trauma?
43 Janda, Yes! Istri Orang No!
44 Tak Di Sangka
45 Pergilah....
46 Ujian Apalagi Ini?
47 Jangan Seperti Ini...
48 Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49 Lalu Siapa Yang Pantas!?
50 Tidak Perlu Ikut Campur!
51 Salam Perpisahan
52 Saling Membuka Lembaran Baru
53 Meminta Restu
54 Sebentar Lagi
55 Dua Wanita Stres
56 Karma?
57 Hanya Statusnya Yang Janda
58 Calon Keluarga Baru
59 Hama Keluarga
60 Bonus Fitting Baju Pengantin
61 Lunas!
62 Resepsi
63 Tidak Perlu Tutorial
64 Akulah Pemenangnya
65 Ucapan Adalah Doa
66 Cinta Tidak Memandang Status
67 Sikap Menantu Tergantung Mertua
68 Jangan Di Tunda
69 Setajam Silet
70 Kamulah Satu-satunya
71 Sang Pengagum
72 Kenyataan Pahit
73 Hijrah?
74 Setia
75 Ku Pertahankan
76 Jangan Ganggu Mereka!
77 Selalu Hati-hati
78 Cinta Yang Tulus
79 Semua Akan Baik-baik saja
80 Mbak Marissa
81 Dunia Sesempit itu
82 Persiapan Ke Pesta
83 Akankah Berhasil?
84 Loe Jual Gue Beli!
85 Kompor
86 Flashback
87 Mata-mata
88 Harus Sabar..
89 Hidup Penuh Ujian
90 Semua Di Sengaja
91 Hanya Kita Berdua
92 Jangan Di Tantang
93 Bukan Prioritas Utama
94 Berdoa Yang Baik-baik
95 Akan Ku Beritahu
96 Bertahanlah..
97 Aku Titip Dia....
98 Aku Pamit (Marissa)
99 Kehadiran Malaikat Kecil
100 Nyatakah Ini?
101 Surat Dari Marissa
102 Aku Percaya..
103 Skenario
104 Jangan Menutup Mata
105 Bukan Putri Angkat
106 Kakak Tidak Terpaksa
107 Selalu Rindu
108 Ada Pawangnya Masing-Masing
109 Bertemu Mantan
110 Nasibnya..
111 Malapetaka
112 Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113 Berita Baru
114 Atas Nama Dia
115 Life After
116 Mungkinkah Ini Rasanya
117 Jagoanku.. (End)
118 BONCHAP 01
119 Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120 Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121 Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Perjanjian
2
Sudah Terbiasa
3
Wanita Lain
4
Anak Tawon
5
Miris
6
Abaikan Saja
7
Tidak Tertarik
8
Istri Yang Tak Di Harapkan
9
Cemburu?
10
Firasat Seorang Ibu
11
Semua Palsu
12
Pria Penolong
13
Cantiknya Istri Orang
14
Teman Kecil
15
Sebuah Lolipop
16
Hadiah Ulang Tahun
17
Di Tolak Lagi
18
Curhatan Arumi
19
Hanya Teman?
20
Rencana Tersembunyi
21
Harta Merubah Segalanya
22
Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23
Ku Tunggu Jandamu
24
Berbeda
25
Sebagai Umpan
26
Damian Dan Dinda
27
Menyadap
28
Kabar Buruk?
29
Khawatir
30
Ajakan Atau Jebakan?
31
Suami Macam Apa?
32
Aku Memang Tidak Penting
33
Mari Bercerai
34
Aku Capek Mas!!
35
Sedikit Perubahan
36
Pengakuan
37
Kepergok?
38
Amarah Arumi
39
Keputusan
40
Seperti Inikah Rasanya?
41
Rasa Nyaman
42
Trauma?
43
Janda, Yes! Istri Orang No!
44
Tak Di Sangka
45
Pergilah....
46
Ujian Apalagi Ini?
47
Jangan Seperti Ini...
48
Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49
Lalu Siapa Yang Pantas!?
50
Tidak Perlu Ikut Campur!
51
Salam Perpisahan
52
Saling Membuka Lembaran Baru
53
Meminta Restu
54
Sebentar Lagi
55
Dua Wanita Stres
56
Karma?
57
Hanya Statusnya Yang Janda
58
Calon Keluarga Baru
59
Hama Keluarga
60
Bonus Fitting Baju Pengantin
61
Lunas!
62
Resepsi
63
Tidak Perlu Tutorial
64
Akulah Pemenangnya
65
Ucapan Adalah Doa
66
Cinta Tidak Memandang Status
67
Sikap Menantu Tergantung Mertua
68
Jangan Di Tunda
69
Setajam Silet
70
Kamulah Satu-satunya
71
Sang Pengagum
72
Kenyataan Pahit
73
Hijrah?
74
Setia
75
Ku Pertahankan
76
Jangan Ganggu Mereka!
77
Selalu Hati-hati
78
Cinta Yang Tulus
79
Semua Akan Baik-baik saja
80
Mbak Marissa
81
Dunia Sesempit itu
82
Persiapan Ke Pesta
83
Akankah Berhasil?
84
Loe Jual Gue Beli!
85
Kompor
86
Flashback
87
Mata-mata
88
Harus Sabar..
89
Hidup Penuh Ujian
90
Semua Di Sengaja
91
Hanya Kita Berdua
92
Jangan Di Tantang
93
Bukan Prioritas Utama
94
Berdoa Yang Baik-baik
95
Akan Ku Beritahu
96
Bertahanlah..
97
Aku Titip Dia....
98
Aku Pamit (Marissa)
99
Kehadiran Malaikat Kecil
100
Nyatakah Ini?
101
Surat Dari Marissa
102
Aku Percaya..
103
Skenario
104
Jangan Menutup Mata
105
Bukan Putri Angkat
106
Kakak Tidak Terpaksa
107
Selalu Rindu
108
Ada Pawangnya Masing-Masing
109
Bertemu Mantan
110
Nasibnya..
111
Malapetaka
112
Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113
Berita Baru
114
Atas Nama Dia
115
Life After
116
Mungkinkah Ini Rasanya
117
Jagoanku.. (End)
118
BONCHAP 01
119
Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120
Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121
Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!