Kini Brian baru saja keluar dari gedung besar. Sebuah gedung perusahaan milik salah satu pengusaha besar di negara tersebut. Seorang pria yang tak lain adalah adik tiri Papi Leon yang biasa Brian panggil dengan sebutan Uncle Al.
Bersama seorang wanita paruh baya berhijab. Brian tampak memasuki mobilnya di susul oleh wanita yang biasa ia Panggil Mommy Alea itu. Mommy Alea adalah ibu dari Nalendra, Sang sepupu yang memiliki profesi sama dengannya.
"Kita lanjut kemana Mom?
"Ke rumah sakit dong sayang.. Kemana lagi? Mommy ada jadwal operasi petang nanti.." Brian mengangguk dan kembali menyalakan kendaraan roda empatnya.
Dengan kecepatan sedang Brian begitu fokus ke depan. Merasa sepi, Pria itu pun memutar lagu, Salah satu lagunya bersama Nalendra. Di sampingnya Mommy Alea begitu sangat ikut menikmati suara merdu keduanya.
"Kalian udah lama gak duet ya..?
Brian menoleh ke samping sejenak dan kembali fokus ke depan.
"Iya emang udah lama Mom.. Terakhir pas konser kemarin, Gara-gara konser kan? Enda sakit.. Jadi kita gak nyanyi dulu cukup pemotretan aja.."Mommy Alea mengangguk. Mungkin saja dari pihak agensi menyuruh mereka istirahat terlebih dahulu agar tidak terjadi hal seperti kemarin.
Keduanya masih berbincang dan tak lama kemudian, Mobil mewah milik Brian sampai di salah satu rumah sakit terbesar di kota itu.
"Yaudah.. Mommy turun ya sayang..
"Iya Mom... " Brian meraih tangan wanita itu lalu menciumnya. Sebelum turun Mommy Alea mengambil sesuatu dari dalam tas nya.
"Ini buat kamu.. Anggap aja ongkos karena udah nganterin Mommy.." Tentu saja Brian menolak apa yang wanita itu berikan. Uang senilai lima ratus ribu, Mommy selalu memberikan uang kepada para keponakannya siapapun yang mau menolong wanita itu. Mengantar seperti brian misalnya.
"Mommy apa-apaan sih? Emangnya Brian supir apa.." Mommy Alea terkekeh
"Yang nganggep kamu supir itu siapa sih? Ini Mommy ngasih ke kamu loh.. Buat beli bahan bakar ya.. Buat beli jajan juga bisa ..
"Enggak ah Mom.. Buat Mommy aja.. Mommy juga kerja loh Mom.."Ujar Brian kembali menolak.
"Udah gapapa.. Di ambil ya, Jangan menolak rejeki gak baik.. Yaudah udah Mommy turun ya sayang... Hati-hati nyetirnya Brian.." Brian tersenyum manis. Pria itu menatap lima lembar uang seratus ribuan tersebut dan tersenyum. Mommy Alea memang paling royal diantara Aunty-aunty yang lainnya. Tidak seperti Mami nya, Yang super pelitnya minta ampun.
Usai mengantarkan Mommy Alea ke rumah sakit, Sore itu Brian langsung pergi ke gedung dimana biasanya ia sedang melalukan pemotretan.
Selama perjalanan masuk begitu banyak para gadis menyapa Brian dengan gaya centilnya.
"Hay Brian..
"Hay..." Brian pun ikut melambaikan tangan menyapa para penggemarnya. Pria itu juga mengedipkan sebelah matanya yang sudah jelas membuat para hati penggemarnya meleyot saat itu juga.
"Aaah.. Apakah hatiku aman kali ini.." Ucap salah satu gadis disana.
"Brian itu emang beda tau gak sih.. Gak kayak Nalendra, Kalo Nalendra di saat tuh cuma senyum doang. Tapi kalo Brian keliatan banget buayanya..
"Halah.. Pas ketemu Brian aja gitu, Di senyumin Nalendra aja ikut girang..Tapi btw.. Mereka tuh kira-kira udah punya pasangan belom ya?
"Mustahil sih orang seganteng mereka gak punya pasangan.. Mungkin cuma gak di publish ajah..
"Jangan sampai lah.. bisa-bisa potek atiku...
.
.
.
Tepat pukul jam 18.30. Brian memarkirkan mobilnya di basement apartemen mewah milik sang sepupu. Kedua artis papan atas tersebut mulai turun bersamaan.
Sekuriti yang menjaga disana yang sudah tahu siapa mereka segera menunduk hormat. Begitupun para penghuni apartemen-apartemen lainnya.
"Kau kenapa? Sejak tadi kau jadi pendiam ada masalah?" Tanya Nalendra saat keduanya masuk ke dalam lift.
"Tidak, Aku tidak apa-apa..." Jawabnya yang sudah tidak di pedulikan lagi oleh Nalendra. Brian menghela nafas panjang seraya membatin.
"Maaf Enda.. Kali ini aku tida bisa menjaga rahasia..." Batinnya merasa bersalah karena sudah menceritakan sebuah rahasia sepupunya kepada Mommy Alea. Tapi mau bagaimana lagi, Jika tidak, teka teki tentang kematian kekasih Nalendra tidak akan terungkap.
Seperti biasanya Brian hanya numpang makan malam disana. Setelah itu Brian pamit pulang.
"Tumben? Tidak menginap disini kah? " Tanya Nalendra, Pria yang usianya dua bulan lebih tua dari Brian itu merasa heran sebenarnya. Biasanya selain numpang makan, Pria itu biasanya juga numpang tidur.
"Hari ini aku ada janji dengan Joe.."Mata Nalendra memicing menatap curiga terhadap Brian yang mulai kikuk dan tidak nyaman dengan tatapan Nalendra kali ini.
"Punya janji apa malam-malam begini?" Ya, Wajar Nalendra bertanya. Diantara teman tongkrongannya hanya Joe saja yang paling nakal. Pria itu sangat hobby minum di club dan mustahil tidak suka jajan.
"E.. Aku hanya punya janji Enda, Kenapa kau curiga begitu?
"Jangan sampai kau macam-macam.. Jika tidak aku adukan kau ke Uncle Leon dan Opa Darren mau?
Brian menelan salivanya. Apabila sepupunya ini sudah mengancam biasanya tidak pernah main-main.
"Sungguh! Aku hanya ada janji biasa.. Tidak akan macam-macam okey...
"Benar? Kau tidak akan pergi ke tempat yang aneh-aneh kan? ke Club misalnya.." Ucapnya sembari melipat kedua lengannya di depan dada.
"Astagaa.. Enda, Aku tidak akan berbohong..
"Hm, Pergilah.." Brian tersenyum sumringah. Pria itu juga mencium pipi Nalendra membuat pria itu melotot.
"Hiiihhh.. Amit-amit.."Ucap Nalendra sembari mengusap pipinya kasar.
"Hahaha...
Brian pun akhirnya pergi dari apartemen itu. Dan memang benar kecurigaan Nalendra, Joe mengajak putra Tunggal Papi Leon ke Club malam. Dimana tempat tersebut adalah tempat orang-orang mencari kesenangan masing.
Pria dan wanita berbaur menjadi satu. Aroma parfum, Rokok dan Alkohol bercampur menjadi satu di ruangan dengan lampu disco serta musik yang memekakan telinga itu.
"Kau tidak minum?" Tanya Joe Brian yang duduk santai di salah satu sofa disana.
"Hm, ..." Brian pun meraih gelas dan ikut meminum minuman haram tersebut. Jika ada yang mengatakan Brian pria yang biasa-biasa saja. Jawabannya adalah tidak. Tidak seperti Nalendra yang enggan menyentuh minuman seperti itu, Berbeda dengan Tuan muda yang satu ini.
Sebaik-baiknya dan senurut-nurutnya Brian. Pria itu masih ada nakal-nakalnya. Minum alkohol atau merokok sering ia coba, Asal tidak sampai mabuk dan ketahuan saja. Jika sampai ketahuan, Entahlah..
"Hay tampan.. Boleh aku duduk?" Seorang wanita malam yang bertugas untuk menggoda para tamu yang hadir mendekat.
"Yes, Kemarilah sayang..."Joe meraih pinggang wanita seksi tersebut dan mendudukannya di atas pangkuannya.
Wanita lainnya ingin mendekat dan duduk di samping Brian, Akan tetapi pria itu menolak membuat wanita itu kesal bukan main.
"Apa Kau tidak tertarik dengan mereka-mereka ini?
"Tidak..Aku tidak tertarik sama sekali.. Jika ada yang ori kenapa harus yang seperti mereka.."Begitulah jawaban Brian membuat Joe terenyak di buatnya.
.
.
.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Evi Alvian
Lah Brian suka hiburan malam jg tp awas jangan kebablasan lho...
2024-06-13
0
Erlangga❤
Ya wajar sih toh brian udsh dewasa tapi gak baik klo di trusin.. Brian gak punya klainan kan? Sampek gak tertarik sama wanita
2024-06-13
1
Viena Alfiatur Rohman
Asal jngan sampai kebablasan gak masslah.. tapi harus tetep waspada ya btian.. kamu itu publik figur..
2024-06-13
0