Di salah satu AM's Cafe, Damian bersama teman-teman nya tengah merayakan pesta. Dimana pria terlihat bersenang-sebang bersama temannya di waktu masih SMA atau lebih tepatnya Reuni.
Cafe mewah itu sepertinya memang sengaja di sewa oleh para pria wanita yang sama-sama dewasa tersebut. Tidak hanya acara temu kangen, Mereka juga merayakan ulang tahun Damian yang memang bertepatan hari ini.
"Setelah sekian lama kita berpisah dan tidak pernah bertemu akhirnya kita bisa bertemu lagi ya.." Ujar salah satu satu teman lelaki Damian yang bernama Andi. Pria itu juga mencomot kue yang sudah di potong-potong lalu memasukannya ke dalam mulutnya.
"Iya bener banget.. Tapi untung ya si Dinda punya rencana ini..Kapan lagi kita ngerayain pesta gede kayak gini.. jarang-jarang loh.. Apalagi tuh lihat ada dari beberapa yang bawa pasangan masing-masing.." Sahut Mira teman wanita yang duduk di dekat Dinda.
"Lagian ya.. Aku tuh juga kangen sama kalian.. Bertahun-tahun aku tinggal di luar negeri.. makanya aku punya inisiatif buat acara reuni ini.. Kapan lagi kita bisa barengan kayak gini. Walaupun ada yang bareng pasangan gak masalah toh kita bisa seneng bareng kan? " Jelas Dinda di depan semua teman-temannya. Wanita itu juga diam-diam melirik Damian yang sepertinya sangat menikmati pesta ini. Usahanya ternyata tidak sia-sia merangkai rencana diadakan acara Reuni bersamaan dengan hari ulang tahun Damian yang tiga puluh tiga.
"Wah iya...Damian gimana nih? Kok bininya gak di ajak.. " Tanya Andi pada putra sulung Tuan Arya itu.
"Iya ih.. Padahal kita tuh pengen deh kenal lebih dekat sama istri Damian..
"E..Istri gue lagi sakit... Makanya gue gak ajak, Bukannya sembuh yang ada nanti malah tambah parah lagi.. " Ucapnya berbohong. Mana mungkin Damian mengatakan yang sebenarnya.
Mendengar istri Damian di sebut, Ekspresi Dinda mendadak mendung. Walaupun Damian sudah mempunyai istri, Tetap saja Dinda belum rela pria itu jatuh ke tangan wanita lain.
"Oh, ya.. Diantara kita cuma Anya yang tidak datang ya.." Ucap Dinda bertanya. Padahal sebenarnya ingin mengalihkan topik pembicaraan agar tidak terus-terusan membahas Istri dari Damian.
"Owh..Si Anya..?Dia lagi sibuk sih.. Emang kalian gak tahu ya? Anya kan lagi proses cerai sama suaminya.."Timpal wanita cantik berambut setahun bernama anggun. Wanita itu juga tengah memangku anaknya yang masih balita.
" Jadi si Anya beneran lagi proses cerai?
" Iya.. Lagian apa sih yang harus di harapkan dari laki-laki kayak gitu.. Gini ya.. Wanita itu adalah makhluk paling sabar gak sih? Tapi jangan karena dia sabar bisa sabar selamanya.. Ada kalanya sabar itu berbatas.. ya kayak si Anya ini.." Jelas Anggun yang memang tahu tentang sepak terjang kisah rumah tangga temannya itu.
" Emangnya suami Anya kenapa sih?." Tanya Dinda dengan rasa penasarannya.
"Jadi suami Anya tuh KDRT.. Anya tuh kayak gak di anggap gitu sama suaminya.. Awal menikah sebulan dua bulan Anya sabar.. Di sakiti berkali-kali masih sabar.. Dan puncak kesabaran Anya habis pas tahu suaminya main sama perempuan lain.. Yaudah..cerai adalah salah satu jalannya.." Ucap Anggung menjelaskan.
" Lagian SPBU masih buka.. Kenapa gak beli bensin aja si Anya.. Biar menyala tuh Suaminya.." Kata Mira sambil tertawa.
"Nah iya bener banget.. Emang pada dasarnya aja prianya kurang ada rasa bersyukur. Di kasih istri baik gak banyak nuntut masih kurang.. Untung ya suami gue gak kayak gitu.. Walaupun kita menikah karena perjodohan Alhamdulillah dia tetep memperlakukan gue dengan baik.." Mendengar cerita para teman-temannya Damian merasa tersindir dan ngeri, Bagaiman nanti kalau Arumi melakukan hal yang seperti itu?. Alhasil pria itu lebih memilih bangkit dari duduknya.
"Mau kemana?
" Gue pamit pulang dulu ya.. Ini udah malem..." Tanpa mengatakan apapun lagi Damian segera pergi dari acara tersebut. Pria itu sudah tidak menghiraukan teriakan Dinda yang sejak tadi memanggil-manggil namanya.
.
.
.
Damian sampai di kediamannya tepat pukul sebelas malam. Pria itu masuk ke dalam.dan sempat mengernyit heran saat lampu dalam rumah masih menyala.
Damian menghentikan langkahnya tatkala melihat Arumi yang tertidur di atas sofa. Di atas meja terletak sebuah kue ulang tahun dengan lilin yang masih menyala. Namun sayang lilin tersebut sudah meleleh bercampur dengan kuenya.
Arumi menggeliat matanya masih menyipit karena silau lampu yang masih menyala itu. Seketika Arumi beranjak dan tersenyum sumringah melihat bahwa sang suami sudah berdiri di depannya.
" Mas kamu sudah pulang?" Tak ada ekspresi sama sekali dari pria itu. Arumi sudah terbiasa dengan semua ini.
" Mas dari tadi aku nungguin kamu..Sampai kuenya.." Arumi tidak melanjutkan Ucapannya, Matanya melirik kue yang ia beli tadi sudah tidak sesempurna di awal. Tulisan Happy Birthday nya sudah rusak karena lelehan lilin angka yang telah musnah di makan api.
"Maaf ya mas..kuenya gak sebagus tadi... Tapi masih bisa di makan kok..
"Aku udah kenyang..Aku makan bareng temen-temen tadi di Cafe.." Arumi diam. Tanpa rasa bersalah Damian mengatakan bahwa pria itu sudah makan bersama para teman-temannya. Tidak sadarkah Damian bahwa ucapan itu jelas sangat menyakiti hati kecil Arumi.
Meskipun sedih dan sakit, Arumi tetap memaksa tersenyum. Wanita itu meraih kotak kado yang ia letakkan di atas meja juga bersebelahan dengan kuenya.
"Selamat ulang tahun Mas... Maaf aku gak punya hadiah yang bagus jadi aku cuma punya ini.." Arumi menyodorkan kotak kecil itu di hadapan sang suami. Namun alih-alih di terima Damian Justru mendorong hadiah tersebut.
"Kamu gak perlu beli kayak ginian.. Aku gak butuh! Yang ada kamu cuma buang-buang uang tahu gak?" Ucapan itu terlalu pedas masuk ke telinga Arumi. Air mata yang ia tahan sejak tadi mengalir juga..
" Tapi aku beli gak pakai ua..." Damian pergi begitu saja tanpa mendengarkan Arumi menyelesaikan ucapannya.
Arumi menatap nanar hadiah dan kue itu secara bergantian. Padahal Arumi membeli semua itu memakai uangnya sendiri tanpa mengeluarkan uang dari kartu kredit yang Damian kasih.
Arumi memang selalu berada di rumah, Tanpa di ketahui bahwa ia mempunyai uang tabungan yang lumayan banyak. Andai ia ingin membeli sesuatu Arumi tidak berani memakai kartu dari Damian, Entahlah wanita itu seakan takut.
"Di tolak lagi.." Ucapnya tersenyum getir. Arumi meraih kue tersebut ke belakang dan menaruhnya di dalam lemari es. Setelah itu Arumi pergi kamarnya.
Arumi masuk ke dalam kamarnya dan meraih sebuah kotak besar dari dalam lemari pakaiannya. Arumi membuka kotak tersebut dan nampaklah dua hadiah yang masih utuh di dalamnya. Hadiah ulang tahun Damian yang pria itu tolak dan sekarang di tolak lagi..
Arumi pun memasukan hadiah jam tangan itu ke dalam kotak tersebut lalu menutupnya.
"Semoga ini bukan hadiah yang terakhir mas..
.
.
.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Susanty
setegar itu Arumi.,😭 menyerah lah kalo kamu bener² sudah gak kuat, pergi saja Arumi, 😭 ngapain perjuangan sendiri, yang di perjuangkan tidak bisa menerima.
pergi saja Arumi 😭
aku kok jadi 😭😭😭 yah🤭🤣
2024-07-24
0
Evi Alvian
Kalo aku jadi Arumi udah minggat ngapain rumah tangga kayak gtu dipertahanin yg ada tiap hari makan ati
2024-06-19
4
Viena Alfiatur Rohman
Kadonya salah sih Rumi.. harusnya jngan beli hadiah jam tangan tapi bom🔥🔥😂😂
2024-06-19
1