Miris

Sama seperti hari-hari sebelumnya. Arumi selalu bangun subuh untuk melaksanakan ibadah dua rakaatnya. Setelahnya wanita itu memoles wajahnya agar tampak semakin segar sekaligus menutupi bekas lebam yang masih tersisa itu.

"Arumi, Mau sampai kapan kamu begini.."Gumamnya pada diri sendiri. Ya, Jika ada pertanyaan siapa wanita yang paling bodoh di dunia ini. Mungkin jawabannya adalah para wanita seperti Arumi ini.

Para wanita yang rela bersabar dan masih berada disisi pria yang sama sekali tidak menghargai kehadirannya, Dan tidak menganggapnya sama sekali.

Entah ini Arumi yang bodoh karena masih bertahan atau Damian yang belum bisa moveon dengan masa lalunya. Tapi yang jelas tidak seharusnya Damian memperlakukan istrinya seperti itu.

"Pagi Bi Muna.." Sapa Arumi dengan senyum di wajahnya. Bi Muna tahu, Senyum itu adalah senyum terpaksa demi menutupi kesedihannya.

"Eh Non..

"Bibi masak apa pagi ini? " Tanya Arumi yang kini ikut membantu asisten rumah tangga nya itu memasak. Biasanya Arumi yang sudah berkutat di dapur pagi-pagi. Tapi pagi ini Bi Muna yang telah menyiapkan sarapan. Tapi ya sudahlah, Tidak mungkin kan? ia rebutan siapa yang lebih dulu berada di dapur.

Arumi sesekali melihat ke arah tangga dimana sang suami biasanya sudah keluar pagi ini. Setelah di tunggu-tunggu, Ternyata Damian tidak turun juga. Arumi menghela nafas panjang. Suaminya tidak ada lagi di rumah.

Melihat raut wajah kesedihan dari sang majikan Bi Muna segera mematikan kompor dan memeluk Arumi yang menumpahkan kesedihan di pelukan Bi Muna. Hanya Bi Muna yang selalu ada disaat dirinya sedang tidak baik-baik saja seperti ini.

Tidak baik-baik saja? Arumi selalu tidak baik-baik saja semenjak dirinya menikah dengan Damian. Hidupnya kesiksa lahir dan batin.

"Sudah ya Non.. Non Arum yang sabar.. Kalau Non Arum sudah tidak kuat, Non Arumi boleh pergi dari sini... " Arumi melepas pelukan itu, Menatap sang Asisten rumah tangga dengan mata yang memerah. Arumi menggelengkan kepalanya membuat Bi Muna hanya bisa menghela nafas panjang.

"Tapi kenapa Non?

"Arumi gak bisa Bi.. Kalo Arumi pergi, itu artinya Arumi harus cerai dengan Mas Damian. Masalahnya bukan karena Arumi gak mau lepas dari mas Damian, Bukan! Ada sesuatu yang harus Arumi lindungi..

Ya, Tidak mudah meminta cerai begitu saja, Pernikahan Arumi memang sudah di sepakati oleh dua belah pihak. Namun tetap saja ada sebuah perjanjian dimana Tuan Arya akan kembali mencabut sahamnya kembali dari perusahaan Dendy Ayah Arumi.

Katakanlah Tuan Arya jahat. Ya, Memang jahat karena telah tega mengikat wanita Malang seperti Arumi dengan pernikahan yang menyakitkan.

Jikapun Arumi ingin cerai, Maka harus ada alasan yang masuk akal kenapa Arumi memilih bercerai. Sementara selama ini, Kegiatan Damian di luar sana saja Arumi tidak tahu.

"Udah Non Arum duduk dulu ya, Sarapan dulu.. Jangan banyak pikiran Non, Non sadar gak sih kalo Non tambah kurusan.." Arumi terdiam memerhatikan diri sendiri yang memang rada kurusan.

"Gimana Arum gak kurusan Bi, Hidup Arum aja udah kayak gini.." Ucapnya dengan raut sedih. Memang sesedih itu Kehidupan Arumi setelah menikah. Andai dulu ia tidak langsung setuju sudah pasti ia selamat dari pernikahan neraka ini.

Tapi bukankah ayahnya selalu egois dan mementingkan diri sendiri. Walaupun ia menolak, Pasti ayahnya akan tetap memaksa.

.

.

.

Siang menjelang, Arumi baru saja keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua tak jauh dari kamar Damian berada. Hanya terhalang satu kamar diantara kamar sepasang suami dan istri tersebut. Karena memang selain tidak pernah di sentuh, Keduanya tidak tinggal di satu kamar. Jikapun harus sekamar itu artinya ada keluarga yang lain tengah menginap di rumah tersebut.

Arumi melangkahkan kakinya hendak turun tangga, Namun Arumi menghentikan langkahnya ketika ia melewati sebuah kamar yang berada di tengah-tengah kamar mereka.

Sejak awal menikah, Damian melarang Arumi masuk ke kamar itu. Entah ada apa tapi yang jelas tidak ada yang berani masuk kecuali Damian sendiri.

Damian juga sering tidur di kamar itu, Di kata ruang kerja sepertinya bukan. Arumi tahu dimana letak ruang kerja Damian yang letaknya bersebelahan dengan kamar pribadinya yang sampai saat ini Arumi pun tidak berani masuk.

Miris, Dia seorang istri tapi jangankan masuk ke kamar atau menyentuh Damian. Bicara saja seolah tidak di perbolehkan.

Cukup lama, Arumi berada di depan kamar tersebut. Merasa penasaran, Arumi memegang knop pintu.

Ceklek..

"Gak di kunci ternyata.."Gumannya, Arumi menoleh kesana kemari memerhatikan sekitar agar tidak ada yang tahu. Lagi pula, Damian masih di kantor akan lebih baik ia masuk agar tidak pernah merasa penasaran lagi.

"Kok gelap sih?" Arumi berjalan dengan hati-hati meraba mencari saklar lampu. Hingga Arumi bernafas lega setelah lampu mulai ia nyalakan.

Mata Arumi berbinar berada di dalam kamar tersebut. Sebuah kamar yang sepertinya sengaja di desain dengan sangat indah. Kamar yang cerah dengan cat warna biru langitnya. Tak jauh dari tempatnya ia berdiri ada ranjang ukuran besar tidak lupa dengan boneka yang super jumbo bersandar disana.

"Soraya..." Senyum indah itu perlahan pudar ketika sebuah foto seorang wanita cantik terletak di atas nakas. Arumi baru sadar, Kamar yang ia kagumi dan ia puji-puji tadi mendadak membuat dadanya sesak.

Begitu banyak foto Soraya di kamar itu, Bukan hanya foto Soraya seorang diri. Tapi foto mesra sang suami dengan wanita yang telah menjadi mantan kekasih suaminya.

Air mata itu jatuh tanpa permisi, Kaki Arumi lemas bagaimana jelly. Menyesal ia memaksa masuk ke kamar ini. Ternyata kamar ini sangat menyakitkan dan tidak baik untuk keamanan hatinya.

Perlahan kaki Arumi mendekat ke arah dinding dimana ada sebuah tulisan yang bergantung disana.

"Kamar ini adalah kamar yang sengaja aku buat untukmu Raya.. Semua yang kau suka ada disini... Dan di saat kita menikah nanti. Kamar ini akan menjadi kamar kita berdua, Kita akan selalu bahagia bersama anak dan cucu kita nantinya...

Arumi tersenyum getir membaca bait demi bait tulisan itu. Dari rapinya tulisan tersebut sudah dapat Arumi tebak jika itu adalah ukiran asli tangan suaminya.

Miris!

Itulah yang di rasakan Arumi. Pria yang kini menjadi suaminya nyatanya masih mengharapkan wanita lain.

"Sebesar apa cintamu padanya mas.. Sampai-sampai kamu masih mengharapkan nya dan bahkan sampai sekarang kamu mengabaikan ku sebagai istri kamu..

Tak adakan satu kesempatan untuknya memiliki Damian? Apa masih ada pintu masuk di hati Damian untuknya? Bisakah Arumi menggeser nama Soraya menjadi namanya yang bersarang di otak pria itu? Apa kah ia bisa?

"SEDANG APA KAU DISINI!!

.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Yunia Spm

Yunia Spm

eh.... kaget aq....

2024-07-11

0

Evi Alvian

Evi Alvian

Hayoo Arumi ketahuan tuh masuk kamar..awas ntar dihajar lg ama suami durhaka

2024-06-12

0

Viena Alfiatur Rohman

Viena Alfiatur Rohman

Udah Arumi tinggalin aja.. gak guna pria kyak gitu di perjuangin.. Masalah ayahmu urusan nanti

2024-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Sudah Terbiasa
3 Wanita Lain
4 Anak Tawon
5 Miris
6 Abaikan Saja
7 Tidak Tertarik
8 Istri Yang Tak Di Harapkan
9 Cemburu?
10 Firasat Seorang Ibu
11 Semua Palsu
12 Pria Penolong
13 Cantiknya Istri Orang
14 Teman Kecil
15 Sebuah Lolipop
16 Hadiah Ulang Tahun
17 Di Tolak Lagi
18 Curhatan Arumi
19 Hanya Teman?
20 Rencana Tersembunyi
21 Harta Merubah Segalanya
22 Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23 Ku Tunggu Jandamu
24 Berbeda
25 Sebagai Umpan
26 Damian Dan Dinda
27 Menyadap
28 Kabar Buruk?
29 Khawatir
30 Ajakan Atau Jebakan?
31 Suami Macam Apa?
32 Aku Memang Tidak Penting
33 Mari Bercerai
34 Aku Capek Mas!!
35 Sedikit Perubahan
36 Pengakuan
37 Kepergok?
38 Amarah Arumi
39 Keputusan
40 Seperti Inikah Rasanya?
41 Rasa Nyaman
42 Trauma?
43 Janda, Yes! Istri Orang No!
44 Tak Di Sangka
45 Pergilah....
46 Ujian Apalagi Ini?
47 Jangan Seperti Ini...
48 Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49 Lalu Siapa Yang Pantas!?
50 Tidak Perlu Ikut Campur!
51 Salam Perpisahan
52 Saling Membuka Lembaran Baru
53 Meminta Restu
54 Sebentar Lagi
55 Dua Wanita Stres
56 Karma?
57 Hanya Statusnya Yang Janda
58 Calon Keluarga Baru
59 Hama Keluarga
60 Bonus Fitting Baju Pengantin
61 Lunas!
62 Resepsi
63 Tidak Perlu Tutorial
64 Akulah Pemenangnya
65 Ucapan Adalah Doa
66 Cinta Tidak Memandang Status
67 Sikap Menantu Tergantung Mertua
68 Jangan Di Tunda
69 Setajam Silet
70 Kamulah Satu-satunya
71 Sang Pengagum
72 Kenyataan Pahit
73 Hijrah?
74 Setia
75 Ku Pertahankan
76 Jangan Ganggu Mereka!
77 Selalu Hati-hati
78 Cinta Yang Tulus
79 Semua Akan Baik-baik saja
80 Mbak Marissa
81 Dunia Sesempit itu
82 Persiapan Ke Pesta
83 Akankah Berhasil?
84 Loe Jual Gue Beli!
85 Kompor
86 Flashback
87 Mata-mata
88 Harus Sabar..
89 Hidup Penuh Ujian
90 Semua Di Sengaja
91 Hanya Kita Berdua
92 Jangan Di Tantang
93 Bukan Prioritas Utama
94 Berdoa Yang Baik-baik
95 Akan Ku Beritahu
96 Bertahanlah..
97 Aku Titip Dia....
98 Aku Pamit (Marissa)
99 Kehadiran Malaikat Kecil
100 Nyatakah Ini?
101 Surat Dari Marissa
102 Aku Percaya..
103 Skenario
104 Jangan Menutup Mata
105 Bukan Putri Angkat
106 Kakak Tidak Terpaksa
107 Selalu Rindu
108 Ada Pawangnya Masing-Masing
109 Bertemu Mantan
110 Nasibnya..
111 Malapetaka
112 Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113 Berita Baru
114 Atas Nama Dia
115 Life After
116 Mungkinkah Ini Rasanya
117 Jagoanku.. (End)
118 BONCHAP 01
119 Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120 Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121 Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Perjanjian
2
Sudah Terbiasa
3
Wanita Lain
4
Anak Tawon
5
Miris
6
Abaikan Saja
7
Tidak Tertarik
8
Istri Yang Tak Di Harapkan
9
Cemburu?
10
Firasat Seorang Ibu
11
Semua Palsu
12
Pria Penolong
13
Cantiknya Istri Orang
14
Teman Kecil
15
Sebuah Lolipop
16
Hadiah Ulang Tahun
17
Di Tolak Lagi
18
Curhatan Arumi
19
Hanya Teman?
20
Rencana Tersembunyi
21
Harta Merubah Segalanya
22
Semakin Nyaman Satu Sama Lain
23
Ku Tunggu Jandamu
24
Berbeda
25
Sebagai Umpan
26
Damian Dan Dinda
27
Menyadap
28
Kabar Buruk?
29
Khawatir
30
Ajakan Atau Jebakan?
31
Suami Macam Apa?
32
Aku Memang Tidak Penting
33
Mari Bercerai
34
Aku Capek Mas!!
35
Sedikit Perubahan
36
Pengakuan
37
Kepergok?
38
Amarah Arumi
39
Keputusan
40
Seperti Inikah Rasanya?
41
Rasa Nyaman
42
Trauma?
43
Janda, Yes! Istri Orang No!
44
Tak Di Sangka
45
Pergilah....
46
Ujian Apalagi Ini?
47
Jangan Seperti Ini...
48
Bukan Menghindar Tapi Sedang Berjuang
49
Lalu Siapa Yang Pantas!?
50
Tidak Perlu Ikut Campur!
51
Salam Perpisahan
52
Saling Membuka Lembaran Baru
53
Meminta Restu
54
Sebentar Lagi
55
Dua Wanita Stres
56
Karma?
57
Hanya Statusnya Yang Janda
58
Calon Keluarga Baru
59
Hama Keluarga
60
Bonus Fitting Baju Pengantin
61
Lunas!
62
Resepsi
63
Tidak Perlu Tutorial
64
Akulah Pemenangnya
65
Ucapan Adalah Doa
66
Cinta Tidak Memandang Status
67
Sikap Menantu Tergantung Mertua
68
Jangan Di Tunda
69
Setajam Silet
70
Kamulah Satu-satunya
71
Sang Pengagum
72
Kenyataan Pahit
73
Hijrah?
74
Setia
75
Ku Pertahankan
76
Jangan Ganggu Mereka!
77
Selalu Hati-hati
78
Cinta Yang Tulus
79
Semua Akan Baik-baik saja
80
Mbak Marissa
81
Dunia Sesempit itu
82
Persiapan Ke Pesta
83
Akankah Berhasil?
84
Loe Jual Gue Beli!
85
Kompor
86
Flashback
87
Mata-mata
88
Harus Sabar..
89
Hidup Penuh Ujian
90
Semua Di Sengaja
91
Hanya Kita Berdua
92
Jangan Di Tantang
93
Bukan Prioritas Utama
94
Berdoa Yang Baik-baik
95
Akan Ku Beritahu
96
Bertahanlah..
97
Aku Titip Dia....
98
Aku Pamit (Marissa)
99
Kehadiran Malaikat Kecil
100
Nyatakah Ini?
101
Surat Dari Marissa
102
Aku Percaya..
103
Skenario
104
Jangan Menutup Mata
105
Bukan Putri Angkat
106
Kakak Tidak Terpaksa
107
Selalu Rindu
108
Ada Pawangnya Masing-Masing
109
Bertemu Mantan
110
Nasibnya..
111
Malapetaka
112
Promo Novel Baru: Cinta Luar Biasa
113
Berita Baru
114
Atas Nama Dia
115
Life After
116
Mungkinkah Ini Rasanya
117
Jagoanku.. (End)
118
BONCHAP 01
119
Promo Novel Baru:Cinta Suci Sang Pendosa
120
Promo Novel Baru: Yasmine (Wanita Sempurna)
121
Promo Novel Baru: Zakia (Satu-satunya Cinta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!