" Gadis sialan " senyum lebar Zo ternyata gadis itu galak sekali kalau merasa terancam .
" Saya tidak akan macam-macam, Ayo kekamar Saya pinjamkan baju " ucap Zo dengan tulus .
" Awas aja berani macam-macam " ucap Raisya menuruti langkah Zo menuju kamarnya.
" Liat yang jumbo aja Saya nggak niat apalagi kemasan sachet" ucap Zo berbicara sesuai nalurinya.
" Makanya coba kemasan sachet yang cuma sekali pakai dari pada kemasan jumbo udah di pakai berkali-kali, makanya nggak niat lagi " jawab Raisya yang membuat Zo meneguk Saliva.
" Ada aja jawaban Kamu" geleng kepala Zo .
" Ada dong " jawab Raisya ikut masuk begitu Zo membuka pintu dan pria itu juga tidak menutup kembali pintu .
" kenapa berhenti lagi ?" tanya Zo yang sudah berjalan menuju ruang ganti .
" ini beneran kamar kakak?" tanya Raisya yang tidak menyangka kamar Zo akan semewah ini .
" iya, Apa ada masalah ? " jawab Zo balik bertanya menatap disekitar kamarnya .
" Nggak ada masalah cuma Aku kasihan sama kakak" ucap Raisya yang kembali melanjutkan langkah mengikuti Zo .
" Kasihan ?" ulang Zo yang berdiri di depan pintu lemari .
" Iya , masa kamar mewah dan besar seperti ini tinggal sendirian. Apa nggak kesepian" tawa Raisya, Iya kamarnya mewah dan besar tapi kalau untuk tinggal sendiri kamar ini cukup menyeramkan bagi Raisya yang penakut .
" Kenapa? Mau kamu temani saya tidur disini " ucap Zo lagi yang tentunya langsung di balas gelengan oleh Raisya .
Raisya mungkin memang menginginkan Zo tapi dia tau batasan .
hoammm
" masih mengantuk " Zo menatap Raisya dari atas sampai kebawah berulang kali begitu mendetail dan berhenti saat Raisya akan menampar wajahnya.
" Saya mencari ukuran baju yang cocok " ucap Zo memegang tangan Raisya yang akan menampar wajahnya itu karena salah paham .
" kirain mata jelalatan" ucap Raisya menatap tidak suka saat Zo menatapnya seperti itu.
" Sepertinya semua baju saya kebesaran di tubuh kamu yang kemasan sachet ini " ucap Zo yang jadi bingung harus meminjamkan baju yang mana .
Plakkk.
" Kenapa Kamu menampar Saya?" tanya Zo mengelus lengan nya menatap gadis pendek yang tiba-tiba marah sampai menampar itu .
" Aku tau tubuh ku kecil dan pendek tapi nggak usah bilang kemasan sachet juga " teriak Raisya memukuli Zo dengan tangan nya sambil menangis .
jiwa Miss queen Raisya benar-benar tersakiti dikatai kesamaan sachet oleh Zo .
" Iya , iya , maafkan Aku " ucap Zo segera minta maaf saat sadar ucapan nya menyakiti hati gadis labil yang mungkin sangat sensitif itu .
" Enggak . Kakak jahat " ucap Raisya berjalan keluar ruang ganti dengan cepat ingin segera pulang .
" Kamu disini bersama Saya " tegas Zo memegang tangan Raisya.
" Enggak " teriak Raisya.
" Disini . Kamu bisa celaka berada diluar sana bahkan dari tadi sudah 2 kali ada yang mencoba menyerang kamu" ucap Zo mengatakan hal yang sebenarnya membuat Raisya .
" Beneran Kak " kata Raisya mendadak takut .
" Apa Saya terlihat berbohong " jawab Zo dengan wajah datar .
" Iya , Aku disini aja janji bakalan patuh sama kakak" ucap Raisya yang tiba-tiba jadi patuh bahkan diam .
" Ya harus patuh kalau enggak Saya kasih kamu sama mereka " ucap Zo semakin menakuti Raisya.
" Kakak tega kasih Aku ke Meraka ?" tanya Raisya dengan raut wajah memohon pertolongan.
" menurut kamu?" bukan nya menjawab Zo malah bertanya balik .
" Jangan kasih Aku ke mereka kak, mereka jahat . Nanti kalau Aku di siksa gimana?" tanya Raisya seolah meminta Zo mempertimbangkan.
" urusan nya sama saya apa ?" jawab Zo benar-benar seolah tak peduli .
" Nanti Aku di pukul Kak, kalau nggak dicekik sama orang-orang kasar itu mana Papa belum bisa di telfon lagi ." ucap Raisya penuh permohonan benar-benar trauma jika harus di culik lagi .
" Jadi ?" tanya Zo semakin cuek aja .
" Aku disini aja sama Kakak Ya " pinta Raisya sampai memohon pada Zo, karena hanya Zo tempat teraman saat ini bagi Raisya .
" Enggak . Saya udah capek kerja seharian di tambah lagi beban hidup Saya dengan gadis nakal yang tidak mau diatur seperti Kamu " ucap Zo yang sibuk memilih baju di lemari mewahnya yang sudah hampir sepanjang dinding itu .
" Aku janji bakalan patuh Kak" ucap Raisya mendekati Zo dan memegang lengannya benar-benar tidak berniat untuk melawan lagi pada pria yang kini menjadi tameng pelindung nya .
" bagus " ucap Zo , memberikan satu kemeja putih polos pada Raisya yang berdiri di samping nya .
" Itu saja baju Saya yang paling kecil " ucap Zo yang diterima Raisya dengan patuh .
" Sekarang ganti baju kamu , Saya tunggu diluar agar bisa makan siang " ucap Zo segera keluar dari ruang ganti .
" Tapi ,,,,"
" ooooh benar-benar mau Saya kasih kamu sama mereka" ucap Zo langsung.
" Enggak " ucap Raisya dengan patuh segera mengganti baju tidak bertanya banyak hal lagi .
.............
Zo duduk diatas ranjang memainkan ponselnya karena jenuh juga menunggu Raisya yang ganti baju saja lama sekali .
" Kak " panggil Raisya yang sudah berdiri di depan Zo .
Glukkk
logika dan fisik Zo benar-benar tak bisa diajak kompromi logikanya bilang gadis itu hanyalah kemasan sachet tapi fisik Zo mengatakan itu barang bagus sampai dia tegang sendiri melihat kaki jenjang gadis itu sampai keatas .
" Kamu tidak pake celana ?" tanya Zo dengan spontan menatap paha Raisya yang terlihat separuh itu seperti hanya tertutup kemeja .
" Pake ini " ucap Raisya mengangkat bagian bawah kemeja Zo yang selain kebesaran juga terlalu panjang di tubuh nya .
" Astaga Zo " Zo merutuki dirinya sendiri ..
" Ayo kita makan " ucap Zo menunjuk kearah sofa dalam kamar yang sudah ada beberapa hidangan.
" Kenapa tidak makan di meja makan Kak?" tanya Raisya yang mengikuti Zo .
" Enggak disini saja " ucap Zo yang tengah menggulung lengan kemejanya.
" Kamu masih mengantuk ?" tanya yang tengah mengunyah makanan itu saat melihat Raisya yang makan disebelah berulang kali menguap walaupun dia makan dengan lahap .
" Ya ngantuk lah Kak, baru tidur sebentar udah jatuh " ucap Raisya cemberut.
" Yasudah nanti habis makan tidurlah , Saya juga ada beberapa pekerjaan yang harus Saya selesaikan " ucap Zo .
" Jadi kakak bakalan balik kekantor lagi " ucap Raisya yang tiba-tiba menjadi takut dan was-was mendengar Zo akan pergi.
" Tidak Saya dirumah kok" jawab Zo yang sebenarnya ada urusan dengan beberapa bodyguard nya .
" Janji ya kak nggak pergi Aku takut " ucap Raisya yang walaupun mengantuk tadi juga takut di culik .
Zo hanya mengangguk sebagai jawaban lalu setelah selesai makan dia pun keluar dari kamar untuk menyelesaikan pekerjaan setelah memastikan Raisya tidur .
2 jam kemudian .
Zo yang berdiri ditengah barisan puluhan bodyguard nya langsung berteriak keras tiba -tiba .
" Tutup mata kalian "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Reni Anjarwani
doubel up thor makin seru thor
2024-06-13
3
Nursa Raji
semangat pagi tuk update yg banyak dong Thor
2024-06-13
0
Nuraeny
lanjut thor 💪🏼💪🏼
2024-06-13
0