Bab 20 kemasan sachet

" Gadis sialan " senyum lebar Zo ternyata gadis itu galak sekali kalau merasa terancam .

" Saya tidak akan macam-macam, Ayo kekamar Saya pinjamkan baju " ucap Zo dengan tulus .

" Awas aja berani macam-macam " ucap Raisya menuruti langkah Zo menuju kamarnya.

" Liat yang jumbo aja Saya nggak niat apalagi kemasan sachet" ucap Zo berbicara sesuai nalurinya.

" Makanya coba kemasan sachet yang cuma sekali pakai dari pada kemasan jumbo udah di pakai berkali-kali, makanya nggak niat lagi " jawab Raisya yang membuat Zo meneguk Saliva.

" Ada aja jawaban Kamu" geleng kepala Zo .

" Ada dong " jawab Raisya ikut masuk begitu Zo membuka pintu dan pria itu juga tidak menutup kembali pintu .

" kenapa berhenti lagi ?" tanya Zo yang sudah berjalan menuju ruang ganti .

" ini beneran kamar kakak?" tanya Raisya yang tidak menyangka kamar Zo akan semewah ini .

" iya, Apa ada masalah ? " jawab Zo balik bertanya menatap disekitar kamarnya .

" Nggak ada masalah cuma Aku kasihan sama kakak" ucap Raisya yang kembali melanjutkan langkah mengikuti Zo .

" Kasihan ?" ulang Zo yang berdiri di depan pintu lemari .

" Iya , masa kamar mewah dan besar seperti ini tinggal sendirian. Apa nggak kesepian" tawa Raisya, Iya kamarnya mewah dan besar tapi kalau untuk tinggal sendiri kamar ini cukup menyeramkan bagi Raisya yang penakut .

" Kenapa? Mau kamu temani saya tidur disini " ucap Zo lagi yang tentunya langsung di balas gelengan oleh Raisya .

Raisya mungkin memang menginginkan Zo tapi dia tau batasan .

hoammm

" masih mengantuk " Zo menatap Raisya dari atas sampai kebawah berulang kali begitu mendetail dan berhenti saat Raisya akan menampar wajahnya.

" Saya mencari ukuran baju yang cocok " ucap Zo memegang tangan Raisya yang akan menampar wajahnya itu karena salah paham .

" kirain mata jelalatan" ucap Raisya menatap tidak suka saat Zo menatapnya seperti itu.

" Sepertinya semua baju saya kebesaran di tubuh kamu yang kemasan sachet ini " ucap Zo yang jadi bingung harus meminjamkan baju yang mana .

Plakkk.

" Kenapa Kamu menampar Saya?" tanya Zo mengelus lengan nya menatap gadis pendek yang tiba-tiba marah sampai menampar itu .

" Aku tau tubuh ku kecil dan pendek tapi nggak usah bilang kemasan sachet juga " teriak Raisya memukuli Zo dengan tangan nya sambil menangis .

jiwa Miss queen Raisya benar-benar tersakiti dikatai kesamaan sachet oleh Zo .

" Iya , iya , maafkan Aku " ucap Zo segera minta maaf saat sadar ucapan nya menyakiti hati gadis labil yang mungkin sangat sensitif itu .

" Enggak . Kakak jahat " ucap Raisya berjalan keluar ruang ganti dengan cepat ingin segera pulang .

" Kamu disini bersama Saya " tegas Zo memegang tangan Raisya.

" Enggak " teriak Raisya.

" Disini . Kamu bisa celaka berada diluar sana bahkan dari tadi sudah 2 kali ada yang mencoba menyerang kamu" ucap Zo mengatakan hal yang sebenarnya membuat Raisya .

" Beneran Kak " kata Raisya mendadak takut .

" Apa Saya terlihat berbohong " jawab Zo dengan wajah datar .

" Iya , Aku disini aja janji bakalan patuh sama kakak" ucap Raisya yang tiba-tiba jadi patuh bahkan diam .

" Ya harus patuh kalau enggak Saya kasih kamu sama mereka " ucap Zo semakin menakuti Raisya.

" Kakak tega kasih Aku ke Meraka ?" tanya Raisya dengan raut wajah memohon pertolongan.

" menurut kamu?" bukan nya menjawab Zo malah bertanya balik .

" Jangan kasih Aku ke mereka kak, mereka jahat . Nanti kalau Aku di siksa gimana?" tanya Raisya seolah meminta Zo mempertimbangkan.

" urusan nya sama saya apa ?" jawab Zo benar-benar seolah tak peduli .

" Nanti Aku di pukul Kak, kalau nggak dicekik sama orang-orang kasar itu mana Papa belum bisa di telfon lagi ." ucap Raisya penuh permohonan benar-benar trauma jika harus di culik lagi .

" Jadi ?" tanya Zo semakin cuek aja .

" Aku disini aja sama Kakak Ya " pinta Raisya sampai memohon pada Zo, karena hanya Zo tempat teraman saat ini bagi Raisya .

" Enggak . Saya udah capek kerja seharian di tambah lagi beban hidup Saya dengan gadis nakal yang tidak mau diatur seperti Kamu " ucap Zo yang sibuk memilih baju di lemari mewahnya yang sudah hampir sepanjang dinding itu .

" Aku janji bakalan patuh Kak" ucap Raisya mendekati Zo dan memegang lengannya benar-benar tidak berniat untuk melawan lagi pada pria yang kini menjadi tameng pelindung nya .

" bagus " ucap Zo , memberikan satu kemeja putih polos pada Raisya yang berdiri di samping nya .

" Itu saja baju Saya yang paling kecil " ucap Zo yang diterima Raisya dengan patuh .

" Sekarang ganti baju kamu , Saya tunggu diluar agar bisa makan siang " ucap Zo segera keluar dari ruang ganti .

" Tapi ,,,,"

" ooooh benar-benar mau Saya kasih kamu sama mereka" ucap Zo langsung.

" Enggak " ucap Raisya dengan patuh segera mengganti baju tidak bertanya banyak hal lagi .

.............

Zo duduk diatas ranjang memainkan ponselnya karena jenuh juga menunggu Raisya yang ganti baju saja lama sekali .

" Kak " panggil Raisya yang sudah berdiri di depan Zo .

Glukkk

logika dan fisik Zo benar-benar tak bisa diajak kompromi logikanya bilang gadis itu hanyalah kemasan sachet tapi fisik Zo mengatakan itu barang bagus sampai dia tegang sendiri melihat kaki jenjang gadis itu sampai keatas .

" Kamu tidak pake celana ?" tanya Zo dengan spontan menatap paha Raisya yang terlihat separuh itu seperti hanya tertutup kemeja .

" Pake ini " ucap Raisya mengangkat bagian bawah kemeja Zo yang selain kebesaran juga terlalu panjang di tubuh nya .

" Astaga Zo " Zo merutuki dirinya sendiri ..

" Ayo kita makan " ucap Zo menunjuk kearah sofa dalam kamar yang sudah ada beberapa hidangan.

" Kenapa tidak makan di meja makan Kak?" tanya Raisya yang mengikuti Zo .

" Enggak disini saja " ucap Zo yang tengah menggulung lengan kemejanya.

" Kamu masih mengantuk ?" tanya yang tengah mengunyah makanan itu saat melihat Raisya yang makan disebelah berulang kali menguap walaupun dia makan dengan lahap .

" Ya ngantuk lah Kak, baru tidur sebentar udah jatuh " ucap Raisya cemberut.

" Yasudah nanti habis makan tidurlah , Saya juga ada beberapa pekerjaan yang harus Saya selesaikan " ucap Zo .

" Jadi kakak bakalan balik kekantor lagi " ucap Raisya yang tiba-tiba menjadi takut dan was-was mendengar Zo akan pergi.

" Tidak Saya dirumah kok" jawab Zo yang sebenarnya ada urusan dengan beberapa bodyguard nya .

" Janji ya kak nggak pergi Aku takut " ucap Raisya yang walaupun mengantuk tadi juga takut di culik .

Zo hanya mengangguk sebagai jawaban lalu setelah selesai makan dia pun keluar dari kamar untuk menyelesaikan pekerjaan setelah memastikan Raisya tidur .

2 jam kemudian .

Zo yang berdiri ditengah barisan puluhan bodyguard nya langsung berteriak keras tiba -tiba .

" Tutup mata kalian "

Terpopuler

Comments

Reni Anjarwani

Reni Anjarwani

doubel up thor makin seru thor

2024-06-13

3

Nursa Raji

Nursa Raji

semangat pagi tuk update yg banyak dong Thor

2024-06-13

0

Nuraeny

Nuraeny

lanjut thor 💪🏼💪🏼

2024-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!