Bab 12 Papa Raisya

" Ken kau tidak merindukan uncle?" tanya Zo tersenyum lebar pada Kenzie yang duduk disofa dengan wajah cuek bahkan membelakangi Zo .

" Tidak, Uncle saja tidak merindukan Ken" ucap Kenzie yang bahkan tidak mau di sentuh oleh Zo dan berlari ke pelukan Opa nya .

" Uncle rindu Ken " jawab Zo duduk di samping Daddy nya yang memeluk Kenzie yang naik keatas pangkuan nya .

" Enggak , Uncle jahat " kata Kenzie merajuk .

Sudah hampir 10 menit Zo membujuk Kenzie agar mau dipeluk tapi sepertinya Bocil itu terlanjur kecewa dan sedih sampai di sentuh pun tidak mau .

" Uncle beli mainan nih buat kamu " ucap Zo mengeluarkan kotak dari paper bag yang di bawanya .

" Wahhhh" kagum Kenzie melihat kotak mainan yang cukup besar seperti Robot .

" eits" Saat Kenzie akan mengambil mainan Zo mengangkat tangannya sehingga Kenzie tidak jadi menyentuh mainan itu .

" Berikan uncle" ucap Kenzie yang langsung menjadi tidak sabar untuk melihat isi kotak itu .

" Maafkan uncle dulu" ucap Zo yang langsung diangguki Kenzie yang kini sudah berdiri di depan dia duduk .

" kecup pipi dan peluk uncle dulu " ucap Zo memberikan syarat yang langsung di kerjakan anak polos itu lantaran memang tidak sabar melihat mainan yang dibelikan nya .

Kenzie mengeluarkan mainan nya dengan semangat lalu meronta-ronta saking senangnya berlari memeluk Zo kembali .

" Ternyata apa yang dibilang aunty Rais benar, kalian semua sibuk buat bikin Ken bahagia juga " ucap Kenzie duduk di pangkuan Zo lalu memeluk Zo bahkan mengecup pipi Zo berkali-kali.

" Aunty Rais?" ulang Zo yang memang tidak mengenal orang yang disebut oleh Kenzie, lalu menatap Daddy dan Zi tapi mereka malah mengangkat bahu juga tidak tau .

" Yang pasti itu wanita baik Sepertinya" jawab Daddy berkesimpulan dari cerita Kenzie yang cukup banyak tentang wanita yang dia panggil Aunty itu.

" ayo makan Dad , kak " Ajak Lena yang sudah selesai memanaskan kembali makan malam .

" Mommy mana?" tanya Zo lagi saat Mommy tiba-tiba hilang setelah meronta-ronta kesenangan .

" Apa nak , Mommy tadi sesuaikan warna tas yang kamu belikan sama baju di lemari Mommy" ucap Mommy Zo yang sangat senang sekali .

" Iya ini untuk Daddy" ucap Zo juga memberikan satu paper bag yang diterima Daddynya dengan senang hati .

" Untuk kami mana Kak?" tagih Zi menggenggam tangan istrinya agar ikut duduk bersamanya .

" Ada " jawab Zo singkat, tidak memberikan paperbag tapi mengambil sesuatu dalam saku jaketnya membuat Zi semakin penasaran.

" Ini " ucap Zo dengan cepat melempar sesuatu yang dia keluarkan dari saku jaketnya pada Zi .

" Akkkkk, Sayang Aku takut, geli " teriak Zi sampai duduk di atas pangkuan istrinya saking gelinya dan takut sampai meronta-ronta melihat ular di atas pahanya .

" Sayang tolong Aku " Zi memeluk leher istrinya dengan Tremor .

" Ini hanya ular mainan Dad " jawab Kenzie mengambil ular mainan itu dari atas paha Daddy nya sambil tertawa bersama yang lainnya.

Karena Zi memang adalah tipe orang yang sangat ngeri sampai fobia dengan binatang melata karena trauma masa kecilnya.

" Kau benar-benar tidak menyayangi ku lagi kak " ucap Zi dengan cemberut segera turun dari pangkuan istrinya, selain itu juga malu .

Masa mafia duduk di pangkuan istri , mana istrinya bertubuh kecil kan kasihan .

" Aikkk, masih kurang kasih sayang dari Lena untuk mu " hardik Zo balik .

" jadi kau pikir Aku sudah tidak butuh kasih sayang dari kakak ku lagi " ucap Zi yang membuat Zo langsung tersenyum lebar .

" Ini ambillah" ucap Zo melempar satu paper bag pada Zi , mungkin dia adalah tipe kakak yang cuek tapi dia sangatlah menyayangi adiknya.

" Terimakasih" senang Zi meronta-ronta dan membuat semua orang yang menatapnya tertawa karena Zi benar-benar sama persis sifatnya dengan Kenzie .

" Lena ini untuk mu" ucap Zo juga memberikan satu Paper bag untuk Lena , karena Zo tidak lah pernah membedakan antara Zi dengan Lena yang hanya ipar tapi Zo juga memperlakukan Lena seperti adiknya.

" Terimakasih" Lena lebih senang lagi menerima hadiah untuknya yang ternyata juga tas branded.

" Zo Apa kamu sudah punya pacar nak ?" tanya Mommy yang benar-benar penasaran karena perubahan Zo sangat signifikan sampai membawakan mereka semua hadiah biasanya tidak pernah .

" Iya kayaknya Mom, nggak mungkin inisiatif sendiri" goda Lena saat Zo terlihat wajahnya begitu tegang ditanyai pacar oleh Mommy , biasanya pria itu hanya cuek .

" Tidak. Aku hanya menang tender jadi belikan kalian hadiah " jawaban logis Zo yang masuk akal membuat mereka percaya , Tapi tidak dengan Mommy yang punya insting kuat dan tetap berkesimpulan Zo sedang dekat dengan seorang wanita yang membawa dampak positif bagi nya .

Setelahnya mereka makan malam dengan suasana hangat yang didominasi dengan tingkah lucu Kenzie .

.............

Selesai makan malam dan mengobrol dengan keluarga nya Zo masuk ke kamarnya untuk beristirahat.

" Apa aku menelfon nya sekarang ya bilang terimakasih" ucap Zo yang sudah berbaring di atas ranjang menatap langit-langit kamar itu .

Di deringan ketiga Raisya baru mengangkat panggilan vidio Zo .

" Hallo Daddy" ucap Raisya menyapa Zo yang anehnya langsung tertawa begitu Raisya menjawab telfon .

" Ooohhh, jadi sehitam ini wajah asli kamu " tawa Zo melihat wajah Raisya yang sangat hitam pekat .

" Dihhhh, orang lagi maskeran juga " ucap Raisya yang juga berbaring di atas ranjang itu mempelototi Zo yang menyindir begitu sampai kehati .

" Jangan melotot gitu , Saya jadi takut " ucap Zo yang tak bisa menahan tawa melihat wajah Raisya yang memakai masker berwarna hitam.

" Ihhhh" rengek Raisya duduk merasa kesal terus di ledek Zo .

" Aku cuci muka aja kalau gitu " ucap Raisya melempar ponselnya ke atas ranjang lalu masuk ke kamar mandi merasa kesal di ledek seolah jelek oleh Zo .

" Raisya " panggil seorang pria yang terdengar masuk kedalam kamar Raisya membuat Zo menjadi heran dan kepo .

" Astaga " kaget Zo saat tiba-tiba ponsel Raisya yang entah ditaruh dimana oleh gadis itu karena sedari tadi hanya terlihat langit-langit kamar diambil oleh Papa nya .

" Ha, hallo Om " ucap Zo dengan kaku sekali saat Papa Raisya menatapnya.

" Iya, Kamu pacar Raisya ya" tanya Papa Raisya langsung.

" Papa" Raisya yang baru keluar kamar mandi itu langsung merebut ponselnya yang di pegang oleh Papanya.

" Jawab " kata Papa Raisya sambil tersenyum mengangkat ponsel Raisya keatas agar tidak bisa di ambil .

" Enggak, ihhh Papa kepo " kata Raisya naik keatas ranjang mengambil ponsel dari tangan Papa nya yang berdiri itu .

" Apa sih nak , normal aja kalau kamu punya orang spesial kan emang udah masuk fase dewasa . Masa Papa punya anak nggak normal kan nggak lucu " tawa Papa Raisya yang terdengar hangat .

" Bener kamu pacar Raisya ?" tanya Papa Raisya pada Zo yang kaku nya sudah melebihi meeting dengan sejuta investor saking gugupnya.

Terpopuler

Comments

Sinta Sinta

Sinta Sinta

susah bangat bilang "iya" gitu om...
gengsi mulu diduluin

2024-06-07

4

Novita Tari

Novita Tari

lanjuttt thorr, semangatt banyakin up nya ya

2024-06-06

0

T1 T1n

T1 T1n

hayukkk up-nya🤭🤭

2024-06-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!