Bab 19 Punya rasa takut

" Tunggu Aku mau bawa makanan ini kak " ucap Raisya yang memang masih lapar memunguti makanan nya di atas meja walaupun sebelah tangan nya sudah di tarik Zo .

" Daa Sa ehh . Kak " ucap Raisya berpamitan pada Brian .

" Daaa" kekeh Brian yang benar-benar merasa takjub walaupun rada takut karena selama ini dia benar-benar tak pernah melihat Zo sampai segitunya , padahal Brian berfikir karena Zo sangat anti wanita jadi tidak akan pernah ada rasa cemburu di hatinya.

" Duduk kamu " ucap Zo membukakan pintu mobil nya lalu memasangkan sabuk pengaman untuk Raisya yang walaupun sudah duduk tetap memeluk makanan nya .

" Kita mau kemana Kak?" tanya Raisya begitu Zo duduk di depan kemudi tapi pria itu hanya diam saja dan menjalankan mobil nya .

Karena Zo hanya diam Raisya yang masih lapar makan kembali juga diam seperti Zo sehingga tidak ada lagi pembicaraan mereka di dalam mobil .

" Kakak mau ?" tawar Raisya pada Zo setelah cukup lama saat dia baru saja membuka Snack baru .

" Bagus , orang lain kamu suapi sedangkan saya di tawarin aja" ucap Zo menatap sebal Raisya yang menawarinya makanan.

" Kakak cemburu ?" tanya Raisya mengangkat sebelah alisnya menatap Zo yang sudah tengah menyetir mobil itu.

" Apa juga yang akan saya cemburukan sama Kamu " ucap Zo ketus lalu diam dengan wajah yang jauh lebih dingin lagi .

" Nih " ucap Raisya menyuapi Zo satu lembar kripik tempe .

" Enggak " tegas Zo semakin buang muka .

" Ihhhh, bandel ya " emosian Raisya yang sudah menyuapi beberapa kali tapi dia itu tidak mau .

Raisya melepas sabuk pengamannya lalu berjongkok diatas kursi dan tiba-tiba meraih wajah Zo .

" Makan " ucap Raisya memasukkan beberapa keping keripik tempe kedalam mulut Zo yang masih kaget sampai mobil yang di kendarainya direm mendadak dan untuk di tempat yang sepi pengendara .

" Kamu benar-benar ya bahaya tau nggak kalau sampai nabrak tadi " Suara Zo benar-benar langsung meninggi saat emosinya naik sampai ke ubun-ubun dengan ulah gadis itu.

" Aku rasa skill Kakak tidak akan se lemah itu , sampai disuapi makan saat menyetir akan membuat mobil menabrak" ucap Raisya yang membuat Zo menarik nafas berulang kali.

" Terserah kamu " ucap Zo yang akhirnya tak punya lagi kata yang harus dia ucapkan mendengar jawaban gadis itu .

Drettt

Drettt

" Hallo " ucap Zo mengangkat telfon namun ekspresi wajah nya berubah begitu tegas dan aura dinginnya sangat mendominasi.

............

" Kita pulang kerumah sekarang" ucap Zo langsung berbelok arah .

" Rumah Aku beloknya ke kanan kak " ucap Raisya saat Zo berbelok ke kiri .

" Kerumah Saya" ucap Zo yang membawa mobil semakin cepat saat dia merasakan potensi bahaya .

" Benar-benar gila musuh keluarga gadis ini , sampai dia bersamaku saja tidak mengurungkan niat mereka untuk mencelakakan putri mahkota ini " batin Zo , akhirnya memutuskan membawa Raisya kerumah pribadinya yang lebih aman dan lebih tepatnya rumah sekaligus markas mafia nya .

" Haaaah, Aku malu kalau ketemu keluarga kakak sekarang" rengek Raisya saat malah akan dibawa Zo kerumah nya padahal Raisya tidak ada persiapan apa-apa.

" Kerumah Saya bukan keluarga" ucap Zo menjawab singkat sangat malas berdebat karena dia harus cepat sampai agar nyawa gadis ini aman dan juga identitas rahasia Zo tidak diketahui oleh Raisya .

" Ooooh, kakak punya rumah pribadi juga ?" ucap Raisya.

" punya lah , apa sih yang tidak Saya punya" ucap Zo menyombongkan diri sedikit walaupun ucapan nya memang kenyataan.

" Tidak punya istri , jadi kakak tidak laku " ucap Raisya tertawa keras .

" Bukan tidak laku tapi tidak murah saja . Kalau cuma wanita nggak perlu Saya cari mereka yang datang sendiri pada Saya bahkan dengan suka rela melayani jika Saya mau " ucap Zo dengan perkataan sedikit intim agar bisa membungkam mulut gadis sialan yang berani mengatai nya tidak laku .

" Kalau dikasih duit" sambung Raisya singkat , padat dan jelas tapi seperti membunuh mental Zo sampai pria itu diam tak berkata-kata lagi.

" Ada yang tulus " jawab Zo setelah beberapa saat diam masih menatap lurus kearah jalanan .

" ada lah Aku contohnya" ucap Raisya langsung mengedipkan mata begitu Zo menatapnya.

" Astaga " pangling Zo melihat gadis itu mengedipkan matanya dengan centil .

" Ada ya gadis senekat Kamu" ucap Zo geleng kepala saat kali ini dia menemukan wanita yang benar-benar berbeda dari wanita lain .

" Ada tapi cuma satu di dunia , jadi kalau kakak dapet kesempatan jangan disia-siakan nanti Aku pergi kakak nangis " ucap Raisya menatap Zo serius .

" Kamu pikir air mata Saya se mudah itu jatuh , bahkan tangan Saya patah pun saya tak menangis " ucap Zo benar-benar membantah ucapan ngawur gadis itu yang tidak mungkin akan terjadi .

" menangis karena sakit fisik sama hancur itu beda Kak" ucap Raisya yang dibalas senyum kecut oleh Zo .

" Saya pastikan kalau Saya tidak akan pernah berada di posisi itu " ucap Zo dengan spontan.

" Biar waktu yang menjawab kak" jawab lirih Raisya yang disini bisa menyimpulkan betapa keras nya hati Zo .

Sesampai dirumahnya Zo berjalan masuk dikuti Raisya yang masih menatap sana sini memperhatikan setiap sudut rumah mewah yang benar-benar memanjakan mata .

" Aduh " ringis Raisya saat Zo yang berjalan di depannya berhenti tiba-tiba sehingga Raisya yang tidak melihat jalan jadi menabrak punggung kekar pria itu .

" Apa yang kamu lihat, sampai lupa melihat jalan ?" tanya Zo pada Raisya yang masih berdiri di belakangnya.

" Lihat rumah kakak lah , masa lihatin jaring laba-laba" jawaban asal Raisya yang benar-benar masih terkagum-kagum dengan kemewahan rumah Zo .

" Kenapa rumah Saya jelek ?" tanya Zo berbalik menghadap Raisya yang sampai segitunya memperhatikan rumah nya .

" Ini bagus banget tau kak " kata Raisya yang benar-benar menyukai rumah Zo .

" Nanti Aku beli juga rumah kayak ini " ucap Raisya dengan spontan sampai memfoto beberapa bagian rumah .

" Rumah ini tidak dijual " ucap Zo dengan suara berat , karena memang desain rumah nya ini adalah limited edition yang hanya ada beberapa saja di kelas dunia .

" nggak papa Kak, Aku ada kok tangga " ucap Raisya menatap Zo dengan senyum lebar nya .

" Tangga?" ulang Zo yang tidak mengerti Arah pembicaraan gadis itu.

" Iya biar jadi rumah tangga kita " tawa Raisya memukul lengan Zo yang tiba-tiba malah buang muka tidak mau menatapnya.

" Ayok ikut Saya ke kamar " ucap Zo yang inisiatif meminjamkan gadis itu baju karena Raisya memang sama sekali tidak membawa baju ganti.

" ngapain kekamar?" tanya Raisya yang tiba-tiba waspada takut Zo akan melakukan hal macam-macam padanya .

" Oooh, Gadis nekat ini ada rasa takutnya juga rupanya" batin Zo tersenyum simpul .

" Ya ngapain lagi sore-sore gini " ucap Zo menggenggam tangan gadis itu lalu berjalan .

" Ihhh, enggak ya " teriak Raisya dengan berani tak peduli walaupun disekitar mereka banyak sekali bodyguard dan penjaga yang baru Raisya sadari .

" Ayok cepat " ucap Zo rada memaksa .

" mendekat satu langkah lagi Aku tendang burung kak" ucap Raisya dengan garang terus menjauh saat Zo mencoba mendekati nya

Terpopuler

Comments

Rubyred

Rubyred

haha....pandai takut juga raisyanya

2024-06-14

4

Jar Waty

Jar Waty

lanjut kak

2024-06-12

0

Miss Typo

Miss Typo

gengsimu msh di gedein aja Zo, awas kalau sampai bener² ditinggal Raisya pasti kelabakan nangis juga😁

2024-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!