" Tunggu Aku mau bawa makanan ini kak " ucap Raisya yang memang masih lapar memunguti makanan nya di atas meja walaupun sebelah tangan nya sudah di tarik Zo .
" Daa Sa ehh . Kak " ucap Raisya berpamitan pada Brian .
" Daaa" kekeh Brian yang benar-benar merasa takjub walaupun rada takut karena selama ini dia benar-benar tak pernah melihat Zo sampai segitunya , padahal Brian berfikir karena Zo sangat anti wanita jadi tidak akan pernah ada rasa cemburu di hatinya.
" Duduk kamu " ucap Zo membukakan pintu mobil nya lalu memasangkan sabuk pengaman untuk Raisya yang walaupun sudah duduk tetap memeluk makanan nya .
" Kita mau kemana Kak?" tanya Raisya begitu Zo duduk di depan kemudi tapi pria itu hanya diam saja dan menjalankan mobil nya .
Karena Zo hanya diam Raisya yang masih lapar makan kembali juga diam seperti Zo sehingga tidak ada lagi pembicaraan mereka di dalam mobil .
" Kakak mau ?" tawar Raisya pada Zo setelah cukup lama saat dia baru saja membuka Snack baru .
" Bagus , orang lain kamu suapi sedangkan saya di tawarin aja" ucap Zo menatap sebal Raisya yang menawarinya makanan.
" Kakak cemburu ?" tanya Raisya mengangkat sebelah alisnya menatap Zo yang sudah tengah menyetir mobil itu.
" Apa juga yang akan saya cemburukan sama Kamu " ucap Zo ketus lalu diam dengan wajah yang jauh lebih dingin lagi .
" Nih " ucap Raisya menyuapi Zo satu lembar kripik tempe .
" Enggak " tegas Zo semakin buang muka .
" Ihhhh, bandel ya " emosian Raisya yang sudah menyuapi beberapa kali tapi dia itu tidak mau .
Raisya melepas sabuk pengamannya lalu berjongkok diatas kursi dan tiba-tiba meraih wajah Zo .
" Makan " ucap Raisya memasukkan beberapa keping keripik tempe kedalam mulut Zo yang masih kaget sampai mobil yang di kendarainya direm mendadak dan untuk di tempat yang sepi pengendara .
" Kamu benar-benar ya bahaya tau nggak kalau sampai nabrak tadi " Suara Zo benar-benar langsung meninggi saat emosinya naik sampai ke ubun-ubun dengan ulah gadis itu.
" Aku rasa skill Kakak tidak akan se lemah itu , sampai disuapi makan saat menyetir akan membuat mobil menabrak" ucap Raisya yang membuat Zo menarik nafas berulang kali.
" Terserah kamu " ucap Zo yang akhirnya tak punya lagi kata yang harus dia ucapkan mendengar jawaban gadis itu .
Drettt
Drettt
" Hallo " ucap Zo mengangkat telfon namun ekspresi wajah nya berubah begitu tegas dan aura dinginnya sangat mendominasi.
............
" Kita pulang kerumah sekarang" ucap Zo langsung berbelok arah .
" Rumah Aku beloknya ke kanan kak " ucap Raisya saat Zo berbelok ke kiri .
" Kerumah Saya" ucap Zo yang membawa mobil semakin cepat saat dia merasakan potensi bahaya .
" Benar-benar gila musuh keluarga gadis ini , sampai dia bersamaku saja tidak mengurungkan niat mereka untuk mencelakakan putri mahkota ini " batin Zo , akhirnya memutuskan membawa Raisya kerumah pribadinya yang lebih aman dan lebih tepatnya rumah sekaligus markas mafia nya .
" Haaaah, Aku malu kalau ketemu keluarga kakak sekarang" rengek Raisya saat malah akan dibawa Zo kerumah nya padahal Raisya tidak ada persiapan apa-apa.
" Kerumah Saya bukan keluarga" ucap Zo menjawab singkat sangat malas berdebat karena dia harus cepat sampai agar nyawa gadis ini aman dan juga identitas rahasia Zo tidak diketahui oleh Raisya .
" Ooooh, kakak punya rumah pribadi juga ?" ucap Raisya.
" punya lah , apa sih yang tidak Saya punya" ucap Zo menyombongkan diri sedikit walaupun ucapan nya memang kenyataan.
" Tidak punya istri , jadi kakak tidak laku " ucap Raisya tertawa keras .
" Bukan tidak laku tapi tidak murah saja . Kalau cuma wanita nggak perlu Saya cari mereka yang datang sendiri pada Saya bahkan dengan suka rela melayani jika Saya mau " ucap Zo dengan perkataan sedikit intim agar bisa membungkam mulut gadis sialan yang berani mengatai nya tidak laku .
" Kalau dikasih duit" sambung Raisya singkat , padat dan jelas tapi seperti membunuh mental Zo sampai pria itu diam tak berkata-kata lagi.
" Ada yang tulus " jawab Zo setelah beberapa saat diam masih menatap lurus kearah jalanan .
" ada lah Aku contohnya" ucap Raisya langsung mengedipkan mata begitu Zo menatapnya.
" Astaga " pangling Zo melihat gadis itu mengedipkan matanya dengan centil .
" Ada ya gadis senekat Kamu" ucap Zo geleng kepala saat kali ini dia menemukan wanita yang benar-benar berbeda dari wanita lain .
" Ada tapi cuma satu di dunia , jadi kalau kakak dapet kesempatan jangan disia-siakan nanti Aku pergi kakak nangis " ucap Raisya menatap Zo serius .
" Kamu pikir air mata Saya se mudah itu jatuh , bahkan tangan Saya patah pun saya tak menangis " ucap Zo benar-benar membantah ucapan ngawur gadis itu yang tidak mungkin akan terjadi .
" menangis karena sakit fisik sama hancur itu beda Kak" ucap Raisya yang dibalas senyum kecut oleh Zo .
" Saya pastikan kalau Saya tidak akan pernah berada di posisi itu " ucap Zo dengan spontan.
" Biar waktu yang menjawab kak" jawab lirih Raisya yang disini bisa menyimpulkan betapa keras nya hati Zo .
Sesampai dirumahnya Zo berjalan masuk dikuti Raisya yang masih menatap sana sini memperhatikan setiap sudut rumah mewah yang benar-benar memanjakan mata .
" Aduh " ringis Raisya saat Zo yang berjalan di depannya berhenti tiba-tiba sehingga Raisya yang tidak melihat jalan jadi menabrak punggung kekar pria itu .
" Apa yang kamu lihat, sampai lupa melihat jalan ?" tanya Zo pada Raisya yang masih berdiri di belakangnya.
" Lihat rumah kakak lah , masa lihatin jaring laba-laba" jawaban asal Raisya yang benar-benar masih terkagum-kagum dengan kemewahan rumah Zo .
" Kenapa rumah Saya jelek ?" tanya Zo berbalik menghadap Raisya yang sampai segitunya memperhatikan rumah nya .
" Ini bagus banget tau kak " kata Raisya yang benar-benar menyukai rumah Zo .
" Nanti Aku beli juga rumah kayak ini " ucap Raisya dengan spontan sampai memfoto beberapa bagian rumah .
" Rumah ini tidak dijual " ucap Zo dengan suara berat , karena memang desain rumah nya ini adalah limited edition yang hanya ada beberapa saja di kelas dunia .
" nggak papa Kak, Aku ada kok tangga " ucap Raisya menatap Zo dengan senyum lebar nya .
" Tangga?" ulang Zo yang tidak mengerti Arah pembicaraan gadis itu.
" Iya biar jadi rumah tangga kita " tawa Raisya memukul lengan Zo yang tiba-tiba malah buang muka tidak mau menatapnya.
" Ayok ikut Saya ke kamar " ucap Zo yang inisiatif meminjamkan gadis itu baju karena Raisya memang sama sekali tidak membawa baju ganti.
" ngapain kekamar?" tanya Raisya yang tiba-tiba waspada takut Zo akan melakukan hal macam-macam padanya .
" Oooh, Gadis nekat ini ada rasa takutnya juga rupanya" batin Zo tersenyum simpul .
" Ya ngapain lagi sore-sore gini " ucap Zo menggenggam tangan gadis itu lalu berjalan .
" Ihhh, enggak ya " teriak Raisya dengan berani tak peduli walaupun disekitar mereka banyak sekali bodyguard dan penjaga yang baru Raisya sadari .
" Ayok cepat " ucap Zo rada memaksa .
" mendekat satu langkah lagi Aku tendang burung kak" ucap Raisya dengan garang terus menjauh saat Zo mencoba mendekati nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Rubyred
haha....pandai takut juga raisyanya
2024-06-14
4
Jar Waty
lanjut kak
2024-06-12
0
Miss Typo
gengsimu msh di gedein aja Zo, awas kalau sampai bener² ditinggal Raisya pasti kelabakan nangis juga😁
2024-06-12
0