Bab 15 Ingin sama Kakak

" Mengapa bisa sampai disini sepagi ini , Apa kamu tidak sekolah ?" tanya Zo lagi menatap Raisya penuh tanda tanya.

" Baru jam 8 lewat , mengapa tidak masuk sekolah ?" tanya Zo beruntun.

" Kamu cabut ?" tanya Zo lagi pada Raisya yang terus diam .

" Hiks , jangan ditanya terus Aku lagi sedih kak " lirih Raisya meletakkan paper bag yang dibawanya di atas meja kerja Zo lalu berjalan mendekat dan tiba-tiba memeluk Zo .

Zo masih berdiri terdiam saat Raisya memeluknya tanpa Zo balas ataupun ditolaknya.

" Kamu kenapa?" Tanya Zo dengan perlahan tangan nya bergerak mengelus punggung Raisya yang sudah terisak itu .

" Papa Aku pergi susul Mama keluar negri karena ada beberapa masalah di perusahaan Mama. Jadi aku tinggal sendiri sekarang Kak" cerita Raisya yang masih menangis di pelukan Zo , benar-benar mengadu .

" Jadi tadi kamu pergi mengantar Papa kebandara?" tanya Zo mengelus punggung Raisya yang masih menangis .

" Iya, Aku pengen ikut Kak tapi , hiks , Papa nggak mau , bawa Aku " tangis Raisya yang masih sedih karena Papa nya tidak mau membawa kali ini tanpa alasan yang jelas padahal sejak kecil sampai remaja pun Kedua orang tua selalu membawa Raisya jika pergi berdua .

" Mungkin kedua orang tua Kamu ada keperluan mendesak serta mungkin ada potensi bahaya makanya tidak bisa membawa kamu " jelas Zo yang sudah langsung bisa berkesimpulan kenapa Papa tidak membawa Raisya.

Alasan utamanya ya pasti keselamatan.

" Ya justru karena itu Kak , Aku tinggal sama Papa dan Mama aja masih banyak yang mau mencelakai Aku apalagi tinggal sendirian" kata Raisya yang benar-benar murni takut karena sering sekali dijadikan sasaran empuk musuh Papa nya sampai Raisya trauma di buatnya.

" Tenanglah kan banyak bodyguard yang akan menjaga kamu , tidak mungkin Papa kamu akan meninggalkan anaknya tanpa pengawasan yang terjamin " jelas Zo mengambil beberapa helai tisu lalu memberikan pada Raisya saat gadis itu menangis sampai ingus nya keluar .

" Bodyguard aja , kakak nggak ikut jagain Aku?" tanya Raisya yang sedang membersihkan wajahnya yang sudah basah dengan air mata.

" Sanggup bayar Saya berapa kamu ?" tanya Zo kembali duduk di kursi kerjanya mengalihkan perhatian nya dari Raisya, entah kenapa Zo tak tega melihat gadis itu menangis .

Raisya merogok saku rok pendek yang dipakainya.

" 2 ribu " Zo langsung tertawa begitu melihat uang yang Raisya keluarkan dari saku rok nya .

" Ini aja yang tinggal " ucap Raisya mengembang uang nya yang benar-benar tinggal 2 ribu saja uang cash yang dia punya .

" Sisa beli apa itu?" tanya Zo lagi.

" ini " tunjuk Raisya pada paper bag yang tadi dibawanya lalu mengeluarkan sekotak salat buah yang terlihat begitu enak .

" Untuk siapa?" tanya Zo melirik sekotak salat diatas mejanya.

" Ya untuk kakak lah " jawab Raisya apa adanya lalu mendorong kotak salat itu kehadapan Zo yang duduk .

" Kamu membelikan Saya salat dengan uang jajan Kamu dan sekarang tinggal 2 ribu , mau jajan pake apa kamu ?" tanya Zo melirik gadis labil itu , sudah tau uang jajan untuk nya saja tidak cukup malah membelikan makanan untuk orang lain .

" Ya nggak papa nggak jajan, Aku lagi nggak pengen jajan kok Kak" ucap Raisya yang memang lupa tadi minta uang jajan pada Papa saking sedih nya tadi .

" Kamu peduli pada Saya?" tanya Zo menatap gadis yang berdiri disampingnya.

" Iya " jawab Raisya singkat yang membuat Zo langsung memalingkan wajahnya yang hampir tersenyum.

Mungkin kalau untuk Zo harga salat itu memang tidaklah seberapa tapi jika dibandingkan pengorbanan gadis itu yang rela tidak jajan hanya demi membelikan salat untuk Zo itu luar biasa effort nya.

" Aku bolehkan disini sama kakak ?" tanya Raisya yang sangat kesepian akhir-akhir ini apalagi sejak kedua sahabatnya ikut pergi keluar negeri bersama orang tua nya membuat Raisya benar-benar merasa sendirian di dunia ini saat di tinggal Papa nya tadi .

" Enggak-enggak, Mau ganggu Saya kerja kamu " tolak Zo tegas . Bisa mati kutu dia digoda gadis nakal dan nekat itu seharian .

" Enggak kok kak , Aku diam aja disini . Aku cuma takut di jahatin musuh Papa " ucap Raisya dengan lirih dia pergi pada Zo benar-benar murni ingin berlindung.

Raisya tidak tau alasan pasti papanya pergi tidak mau membawanya kali ini , padahal Papa sangat tau bagaimana terancamnya keamanan Raisya saat Papa tidak ada didekatnya bahkan pengawalan ketat tak mengurungkan niat para musuh Papa untuk melenyapkan Raisya.

Ditengah perdebatan nya dengan Raisya Zo mendengar suara keributan di luar .

" Astaga Daddy , Mommy " Zo dengan cepat menyuruh Raisya masuk kebawah kolong meja kerjanya sebelum pintu ruangan nya benar-benar di buka .

" Zo apaan sih Asisten kamu larangan-larangan Mommy masuk " omel Mommy Zo begitu sampai di depan meja kerja Zo menatap sinis asisten Zo yang entah kenapa melarang dia dan suaminya masuk .

" Maafkan Aku Nyonya besar lihatlah tatapan Pak bos padaku . Tadi dia bilang akan membunuhku jika Aku mengizinkan orang masuk lagi keruangan nya karena dia sedang sakit kepala " ucap Brian dengan wajah tertunduk takut dan pas sekali dengan ekspresi Zo yang berdiri itu terlihat campur aduk .

" Jadi karena itu Kamu melarang kami masuk?" tanya Daddy tertawa menepuk pundak anak muda yang mengangguk polos itu .

" Maafkan Aku pak Bos besar " ucap Brian lagi seolah benar-benar ditekan Zo .

" Zo jangan menatapnya seperti itu ihhh" Mommy malah mengomeli Zo yang mempelototi Brian.

" Setiap hari Nyonya Aku ditatap seperti itu, entah dosa apa yang aku lakukan sampai bertemu atasan seperti ini " lirih Brian dengan ekspresi begitu menyedihkan.

" Yaudah Saya pecat kamu " ucap Zo langsung.

" Pak bos besar , lihat lah bos memecat Saya jadi nggak bisa ketemu lagi kita " ucap Brian dengan wajah sedihnya menatap Daddy .

" Tidak dipecat . Kembalilah kemeja kerjamu" ucap Daddy yang membuat Brian langsung berlonjak senang .

" dengar bos saya tidak dipecat " kata Brian masih sempat-sempatnya bercanda dan berjalan keluar rada bergoyang.

" Kamu kenapa sih nak kejam amat sama dia , padahal dia lucu Lo " tawa Mommy yang sejak awal kenal memang sudah suka dengan karakter Brian yang multitalenta.

" Iya lucu kayak anak ular , sampai setiap hari Aku ingin membunuhnya" ucap Zo duduk di kursinya kembali karena kedua orang tuanya tidak mau Zo ajak duduk disofa malah memilih duduk berhadapan dengan Zo di meja kerja .

" Huftt" baru juga duduk di kursinya Zo sudah menarik nafas panjang melihat gadis yang duduk di kolong meja itu sedang bersandar nyaman memainkan kertas .

Zo menggeleng pertanda Raisya tidak boleh memegang apalagi memainkan kertas sampah .

" Ada apa? Tumben sekali Daddy dan Mommy datang ?" ucap Zo menatap kedua orang tuanya bergantian dengan Raisya yang kini malah memainkan tali sepatunya.

Terpopuler

Comments

Harris Arrayan

Harris Arrayan

Semoga Ketauan ada Rais dibawah meja...

2024-09-14

0

Sarah Yuniani

Sarah Yuniani

aku suka Zain sama Aya .. karena udah Halal dulu ❤️

2024-08-16

3

Fauzia Citonggababeleang

Fauzia Citonggababeleang

bagus ceritabya thor ngk kalah bagus sma crita ortu ya

2024-07-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!