Pagi-pagi sekali Zo sudah berangkat diantar bodyguard menuju perusahaan rekan kerjanya karena mereka akan tekan kontrak hari ini jika semua pemilik saham menyetujui.
" Bos jika tender kali ini bisa kita menangkan secara mutlak maka kita akan memperoleh keuntungan bersih diluar biaya operasional sebanyak 2,3 milyar " ucap asisten Zo yang duduk di sebelah kemudi itu menatap Zo yang duduk di belakang .
" Harus menang " ucap Zo yang sudah menyiapkan semuanya dengan matang dari semalam , tinggal mereka presentasikan di meeting penting nanti .
" Percepat laju mobil nya, kita harus sampai dalam waktu 20 menit lagi " ucap asisten Zo menatap jam di pergelangan tangan nya .
" Baik Tuan " .
...........
" Kenapa?" tanya Zo dengan sedikit kesal saat bodyguard nya membawa mobil seperti orang bodoh yang menginjak pedal rem dengan tiba-tiba belum lagi sejak beberapa saat yang lalu dia membawa mobil dengan arah yang kesana-kemari.
" Maaf tuan sepertinya ban mobil kempes " ucap bodyguard Zo berhenti di pinggir jalan lalu mengecek .
" Huftt, Astaga bagaimana ini " nafas kasar Zo turun dari mobil menatap jam di pergelangan tangan nya.
" Mobil pengganti akan datang sekitar 10 menit lagi tuan " ucap bodyguard itu pada Zo , karena mereka memang tidak membawa staf lain dalam perjalanan kali ini karena selain jarak yang dekat dan juga tidak memprediksi ban mobil akan kempes .
" Aku tidak mau terlambat 15 menit lagi meeting akan dimulai dan jika telat itu akan merusak citra profesionalitas perusahaan kita " ucap Zo yang jadi geram sendiri .
Tin
Tin
Sebuah mobil bewarna merah berhenti tepat di belakang mobil Zo .
" Ban nya kempes ya kak ?" tanya Raisya yang keluar dari mobilnya menghampiri Zo yang berdiri di pinggir jalan.
" Masih bertanya , jika tidak ngapain Saya berdiri di pinggir jalan " ucap Zo semakin kesal mendengar pertanyaan gadis itu .
" Ya mungkin nungguin Aku" ucap Raisya dengan senyum renyah nya tanpa tersinggung karena tau mood Zo sedang jelek dan seperti nya dia buru-buru.
" Pergi berangkat sekolah jangan mengganggu ku" tegas Zo menatap Raisya yang memakai seragam sekolah itu dengan datar .
" Yah , padahal udah niat bantu Kakak tadi " ucap Raisya langsung memutar langkah nya kembali ke mobil .
" Beneran ingin membantu Saya, tapi nanti kamu terlambat " ucap Zo memegang ransel di punggung Raisya agar dia berhenti berjalan .
" Disekolah lagi class meeting Kak jadi tidak masalah datang terlambat" jawab Raisya kembali menatap Zo yang berdiri di belakangnya.
" Yaudah , Saya akan pergi ke perusahaan X yang jaraknya sekitar 7 menit dari sini " ucap Zo meminta asisten nya mengambil tas kerjanya di mobil .
" Tapi Asisten Kakak nggak bisa ikut , soalnya mobil Aku cuma ada 2 kursi " ucap Raisya tersenyum pada asisten Zo yang lumayan tampan itu .
" Tidak papa yang penting Saya sampai dulu disana " ucap Zo yang tidak punya pilihan lain lagi .
" Ayo cepatlah" ucap Zo membuka pintu mobil Raisya tanpa dipersilahkan saking buru-buru nya .
" Kakak mau Aku yang nyetir " tanya Raisya membuat Zo yang sudah duduk kembali turun dari mobil .
" Saya masih ingin hidup " ucap Zo mengambil kunci dari tangan Raisya lalu segera duduk di depan kemudi , jujur saja Zo ragu gadis itu bisa menyetir dengan benar .
..........
" Kenapa kamu terus menatap Saya?" tanya Zo yang tengah menyetir itu merasa risih ditatap oleh Raisya yang bahkan sampai menopang dagunya dengan kedua tangan memperhatikan Zo sedari tadi .
" Kakak ganteng " Ucap Raisya tersenyum lebar semakin menikmati menatap Zo dari dekat .
" Udah dari lahir " jawab Zo dengan cuek tanpa Baper dikatai ganteng oleh gadis itu .
" Iya deh " kata Raisya setuju-setuju saja tanpa membantah ucapan Zo yang sedingin kulkas empat pintu itu .
Sesampai di perusahaan itu Zo langsung turun dari mobil Raisya lalu berjalan .
" Benar-benar tidak tau terimakasih" ucap Raisya turun dari mobil nya lalu membanting pintu merasa kesal saat ditinggal Zo begitu sampai tanpa bicara sepatah kata pun.
" Terimakasih sudah membantu Saya" ucap Zo kembali berbalik yang tadinya memang lupa saking buru-buru nya .
Karena walau bagaimanapun gadis itu sudah membantu nya dan memang tidak etis Zo langsung pergi tanpa sepatah kata .
" Iya " ucap Raisya kembali tersenyum hilang sudah rasa marahnya melihat senyum tipis di wajah Zo yang menatapnya.
" Ini ambillah " ucap Zo mengeluarkan dompetnya lalu memberikan Raisya yang masih berdiri bersandar ke mobil itu sejumlah uang.
" Dih, emang Kakak pikiran Aku ojek ?" ketus Raisya memangku tangan nya merasa tersinggung diberi sejumlah uang oleh Zo.
Zo tampak berfikir sejenak merangkai kata .
" Kamu mau sekolah kan?" tanya Zo yang diangguki Raisya.
" Ambil lah , ini Saya kasih kamu uang jajan tambahan " ucap Zo yang membuat Raisya langsung meronta senang saat paham maksud Zo yang sebenarnya.
" Benar-benar calon suami idaman belum nikah aja udah kasih uang jajan " ucap Raisya dengan senang hati menerima uang yang Zo berikan .
" Calon suami ?, buang dulu ingus kamu itu " ucap Zo dengan jahat lalu berjalan masuk ke perusahaan itu meninggalkan Raisya .
" Iya nanti Aku lap pake duit ini " ucap Raisya yang senang sekali di kasih uang jajan tambahan hampir 2 juta oleh Zo .
Sebenarnya Raisya punya banyak uang tapi entah kenapa dia se senang itu di beri uang oleh Zo .
" Semangat kerjanya" teriak Raisya sebelum masuk ke mobilnya menatap Zo yang sudah hampir sampai di pintu perusahaan.
Sesampai di sekolah .
" Sayang kuh " ucap Raisya dengan cerianya datang memeluk kedua teman nya yang duduk di bangku tangan .
muach
Muach
Tak tanggung-tanggung saking baiknya mood Raisya pagi ini dia sampai mengecup pipi kedua temannya bergantian .
" Ihhh, Astaga " ucap mereka bersamaan menatap Raisya dengan geli .
" Kamu kesambet Bebz" ucap Agnes cemberut menatap pipinya yang ada sedikit bekas lipstik Raisya yang tertinggal.
" Enggak , Aku lagi bahagia yuk Aku traktir kalian makan " ucap Raisya langsung menyeret tangan kedua temannya menuju kantin .
" Ohhh , lagi dapat uang jajan banyak " ucap mereka berdua sampai melongo melihat kantong depan Raisya yang penuh dengan uang seratusan .
" Iya , nanti pulang sekolah kita ke Mall yuk temani aku beli boneka" ucap Raisya.
" Hahh, kurang banyak boneka dirumah Mu Bebz sampai ingin beli lagi ?" tanya Risc bukan mengapa Boneka Raisya dirumah itu sudah hampir di setiap sudut kamarnya, belum lagi yang di ruang lain dirumahnya.
Tapi mereka tau kalau Raisya memang sangat menyukai boneka .
" Hehehe, Aku mau beli buat dibawa tidur " jawab Raisya yang diangguki teman-teman nya tanpa rasa curiga .
" Malam ini tidur sama boneka yang di beli pake duit mu dulu ya kak, sekalian simulasi buat Aku tidur memeluk mu nanti " batin Raisya senyum-senyum sendiri .
Zo semakin bersikap dingin justru semakin menarik di mata Raisya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Harris Arrayan
Benar2 si Raisya... 😁😁😁😁
2024-09-14
1
Mommy ZZ
akhhh.. seru seru seru
2024-07-04
3
fee2
Raisya udah nandai zo sebagai calon suami...
2024-07-04
0