Bab 4 Butuh Bantuan

Pagi-pagi sekali Zo sudah berangkat diantar bodyguard menuju perusahaan rekan kerjanya karena mereka akan tekan kontrak hari ini jika semua pemilik saham menyetujui.

" Bos jika tender kali ini bisa kita menangkan secara mutlak maka kita akan memperoleh keuntungan bersih diluar biaya operasional sebanyak 2,3 milyar " ucap asisten Zo yang duduk di sebelah kemudi itu menatap Zo yang duduk di belakang .

" Harus menang " ucap Zo yang sudah menyiapkan semuanya dengan matang dari semalam , tinggal mereka presentasikan di meeting penting nanti .

" Percepat laju mobil nya, kita harus sampai dalam waktu 20 menit lagi " ucap asisten Zo menatap jam di pergelangan tangan nya .

" Baik Tuan " .

...........

" Kenapa?" tanya Zo dengan sedikit kesal saat bodyguard nya membawa mobil seperti orang bodoh yang menginjak pedal rem dengan tiba-tiba belum lagi sejak beberapa saat yang lalu dia membawa mobil dengan arah yang kesana-kemari.

" Maaf tuan sepertinya ban mobil kempes " ucap bodyguard Zo berhenti di pinggir jalan lalu mengecek .

" Huftt, Astaga bagaimana ini " nafas kasar Zo turun dari mobil menatap jam di pergelangan tangan nya.

" Mobil pengganti akan datang sekitar 10 menit lagi tuan " ucap bodyguard itu pada Zo , karena mereka memang tidak membawa staf lain dalam perjalanan kali ini karena selain jarak yang dekat dan juga tidak memprediksi ban mobil akan kempes .

" Aku tidak mau terlambat 15 menit lagi meeting akan dimulai dan jika telat itu akan merusak citra profesionalitas perusahaan kita " ucap Zo yang jadi geram sendiri .

Tin

Tin

Sebuah mobil bewarna merah berhenti tepat di belakang mobil Zo .

" Ban nya kempes ya kak ?" tanya Raisya yang keluar dari mobilnya menghampiri Zo yang berdiri di pinggir jalan.

" Masih bertanya , jika tidak ngapain Saya berdiri di pinggir jalan " ucap Zo semakin kesal mendengar pertanyaan gadis itu .

" Ya mungkin nungguin Aku" ucap Raisya dengan senyum renyah nya tanpa tersinggung karena tau mood Zo sedang jelek dan seperti nya dia buru-buru.

" Pergi berangkat sekolah jangan mengganggu ku" tegas Zo menatap Raisya yang memakai seragam sekolah itu dengan datar .

" Yah , padahal udah niat bantu Kakak tadi " ucap Raisya langsung memutar langkah nya kembali ke mobil .

" Beneran ingin membantu Saya, tapi nanti kamu terlambat " ucap Zo memegang ransel di punggung Raisya agar dia berhenti berjalan .

" Disekolah lagi class meeting Kak jadi tidak masalah datang terlambat" jawab Raisya kembali menatap Zo yang berdiri di belakangnya.

" Yaudah , Saya akan pergi ke perusahaan X yang jaraknya sekitar 7 menit dari sini " ucap Zo meminta asisten nya mengambil tas kerjanya di mobil .

" Tapi Asisten Kakak nggak bisa ikut , soalnya mobil Aku cuma ada 2 kursi " ucap Raisya tersenyum pada asisten Zo yang lumayan tampan itu .

" Tidak papa yang penting Saya sampai dulu disana " ucap Zo yang tidak punya pilihan lain lagi .

" Ayo cepatlah" ucap Zo membuka pintu mobil Raisya tanpa dipersilahkan saking buru-buru nya .

" Kakak mau Aku yang nyetir " tanya Raisya membuat Zo yang sudah duduk kembali turun dari mobil .

" Saya masih ingin hidup " ucap Zo mengambil kunci dari tangan Raisya lalu segera duduk di depan kemudi , jujur saja Zo ragu gadis itu bisa menyetir dengan benar .

..........

" Kenapa kamu terus menatap Saya?" tanya Zo yang tengah menyetir itu merasa risih ditatap oleh Raisya yang bahkan sampai menopang dagunya dengan kedua tangan memperhatikan Zo sedari tadi .

" Kakak ganteng " Ucap Raisya tersenyum lebar semakin menikmati menatap Zo dari dekat .

" Udah dari lahir " jawab Zo dengan cuek tanpa Baper dikatai ganteng oleh gadis itu .

" Iya deh " kata Raisya setuju-setuju saja tanpa membantah ucapan Zo yang sedingin kulkas empat pintu itu .

Sesampai di perusahaan itu Zo langsung turun dari mobil Raisya lalu berjalan .

" Benar-benar tidak tau terimakasih" ucap Raisya turun dari mobil nya lalu membanting pintu merasa kesal saat ditinggal Zo begitu sampai tanpa bicara sepatah kata pun.

" Terimakasih sudah membantu Saya" ucap Zo kembali berbalik yang tadinya memang lupa saking buru-buru nya .

Karena walau bagaimanapun gadis itu sudah membantu nya dan memang tidak etis Zo langsung pergi tanpa sepatah kata .

" Iya " ucap Raisya kembali tersenyum hilang sudah rasa marahnya melihat senyum tipis di wajah Zo yang menatapnya.

" Ini ambillah " ucap Zo mengeluarkan dompetnya lalu memberikan Raisya yang masih berdiri bersandar ke mobil itu sejumlah uang.

" Dih, emang Kakak pikiran Aku ojek ?" ketus Raisya memangku tangan nya merasa tersinggung diberi sejumlah uang oleh Zo.

Zo tampak berfikir sejenak merangkai kata .

" Kamu mau sekolah kan?" tanya Zo yang diangguki Raisya.

" Ambil lah , ini Saya kasih kamu uang jajan tambahan " ucap Zo yang membuat Raisya langsung meronta senang saat paham maksud Zo yang sebenarnya.

" Benar-benar calon suami idaman belum nikah aja udah kasih uang jajan " ucap Raisya dengan senang hati menerima uang yang Zo berikan .

" Calon suami ?, buang dulu ingus kamu itu " ucap Zo dengan jahat lalu berjalan masuk ke perusahaan itu meninggalkan Raisya .

" Iya nanti Aku lap pake duit ini " ucap Raisya yang senang sekali di kasih uang jajan tambahan hampir 2 juta oleh Zo .

Sebenarnya Raisya punya banyak uang tapi entah kenapa dia se senang itu di beri uang oleh Zo .

" Semangat kerjanya" teriak Raisya sebelum masuk ke mobilnya menatap Zo yang sudah hampir sampai di pintu perusahaan.

Sesampai di sekolah .

" Sayang kuh " ucap Raisya dengan cerianya datang memeluk kedua teman nya yang duduk di bangku tangan .

muach

Muach

Tak tanggung-tanggung saking baiknya mood Raisya pagi ini dia sampai mengecup pipi kedua temannya bergantian .

" Ihhh, Astaga " ucap mereka bersamaan menatap Raisya dengan geli .

" Kamu kesambet Bebz" ucap Agnes cemberut menatap pipinya yang ada sedikit bekas lipstik Raisya yang tertinggal.

" Enggak , Aku lagi bahagia yuk Aku traktir kalian makan " ucap Raisya langsung menyeret tangan kedua temannya menuju kantin .

" Ohhh , lagi dapat uang jajan banyak " ucap mereka berdua sampai melongo melihat kantong depan Raisya yang penuh dengan uang seratusan .

" Iya , nanti pulang sekolah kita ke Mall yuk temani aku beli boneka" ucap Raisya.

" Hahh, kurang banyak boneka dirumah Mu Bebz sampai ingin beli lagi ?" tanya Risc bukan mengapa Boneka Raisya dirumah itu sudah hampir di setiap sudut kamarnya, belum lagi yang di ruang lain dirumahnya.

Tapi mereka tau kalau Raisya memang sangat menyukai boneka .

" Hehehe, Aku mau beli buat dibawa tidur " jawab Raisya yang diangguki teman-teman nya tanpa rasa curiga .

" Malam ini tidur sama boneka yang di beli pake duit mu dulu ya kak, sekalian simulasi buat Aku tidur memeluk mu nanti " batin Raisya senyum-senyum sendiri .

Zo semakin bersikap dingin justru semakin menarik di mata Raisya.

Terpopuler

Comments

Harris Arrayan

Harris Arrayan

Benar2 si Raisya... 😁😁😁😁

2024-09-14

1

Mommy ZZ

Mommy ZZ

akhhh.. seru seru seru

2024-07-04

3

fee2

fee2

Raisya udah nandai zo sebagai calon suami...

2024-07-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!