Bab 10 Aunty Rais

Di mobil kedua sahabat Raisya terus menenangkan nya yang menangis sampai tersedu-sedu saking sedihnya, belum lagi tatapan bodyguard Raisya yang menyetir mobil itu sangat mendetail .

" Udah Bebz jangan menangis , mungkin mungkin itu hanya spontanitas dalam diri Ibu itu saking sayang pada putrinya sehingga tak ingin terjadi apa-apa."

" Aku paham dan mengerti , dia mencemaskan anak nya, dan Aku salah . Tapi mengapa harus memarahiku didepan umum dengan suara sangat keras sampai semua orang menatapku " tangis Raisya bukan dimarahi Ibu itu yang membuat nya sedih tapi cara Ibu itu memarahi yang merusak mentalnya.

" Hiks , Om berhenti di taman itu aja dulu " ucap Raisya pada bodyguard nya menunjuk taman pusat kota .

" Kenapa sih Ibu itu jahat , sekali padahal dia juga punya anak perempuan" tangis Raisya yang duduk bersama kedua sahabatnya di bangku taman , Raisya selalu ingin menangis setiap mengingat Ibu itu.

" Bebz kami tau kamu sedih tapi jangan berlarut-larut lagian Ibu itu nggak bakal sadar juga , udah ya ." ucap mereka memeluk Raisya.

" Iya , nanti Aku bilang ke Mama. Kalau Mama nggak boleh marahin anak orang sembarangan karena itu dapat merusak mentalnya " ucap Raisya menghapus air mata, karena dia tau rasa sakitnya maka dari itu dia tidak ingin Mama nya suatu saat melakukan hal yang sama pada anak orang lain .

Beberapa saat kemudian setelah Raisya merasa cukup lega dia mengajak kedua sahabatnya pulang karena sudah hampir sore .

" Ayuk Bebz " kata kedua sahabat Raisya yang sudah masuk mobil tapi Raisya masih berdiri di luar .

" Sebentar ya Aku mau menemui adik itu " ucap Raisya melihat seorang anak kecil yang sepertinya baru pulang sekolah berjalan sambil menangis di trotoar dan terus dibujuk oleh beberapa bodyguard nya karena tak mau masuk mobil .

" Non ternyata anak laki-laki juga ada yang seperti mu waktu kecil " bodyguard Raisya yang sudah senior itu benar-benar tertawa saat melihat anak kecil itu benar-benar seperti Raisya waktu kecil yang sering ngambek .

" Mana ada ?" kekeh Raisya yang tidak mau mengaku walaupun memang benar .

" Om" rengek Raisya saat bodyguard itu terus tertawa .

" Yaudah sebentar ya " ucap Raisya segera menyebrang .

" Hai adek " kata Raisya menyapa anak kecil yang duduk di tepi trotoar di payungi bodyguard nya.

Walaupun sebenarnya was-was tapi seluruh bodyguard itu diam melihat Kenzie yang di hampiri seorang wanita , tapi karena dia masih memakai seragam SMA bodyguard itu menjadi yakin kalau gadis itu datang hanya untuk membujuk Kenzie .

Kenzie malah terpana melihat seseorang yang menghampiri nya sampai mata tak berkedip .

" Adek kenapa duduk sini , panas . Ayo duduk disana " ajak Raisya menggenggam tangan Kenzie yang langsung di turuti nya untuk berteduh di bangku di bawah pohon .

" Siapa nama Adek?" tanya Raisya mengelus kepala anak kecil tampan yang sedari tadi terus menatapnya .

" Kenzie aunty " jawab nya .

" Kenapa menangis ?" tanya Raisya mengusap sisa air mata yang masih ada di pipi anak itu .

" pasti kamu sedih karena orang tua kamu sibuk ? " ucap Raisya sambil tersenyum menjawab sendiri pertanyaan nya .

" Nggak boleh sedih apalagi sampai ngambek , kan orang tua kamu kerja buat kamu juga. Cari biaya sekolah , makan dan jajan. " jelas Raisya singkat yang dengan mudah di pahami anak itu .

" Ya tapi kan Ken juga butuh kasih sayang sama waktu mereka Aunty, Apalagi uncle Ken yang udah nggak sayang Ken lagi " ucap Kenzie dengan air mata nya yang kembali menggenang merasa tidak disayang sampai di abaikan.

" Ya justru itu , karena mereka sayang sekali sama Ken makanya mereka sibuk cari uang yang banyak biar Ken bisa hidup nyaman " ucap Raisya memberikan pengertian dengan bahasa yang halus .

Raisya mengerti akan perasaan serta anggapan anak kecil seperti Kenzie akan keluarga nya karena Raisya juga pernah berada di posisi itu sampai terus menangis padahal cuma salah pemahaman .

" Jadi sebenarnya mereka Sayang banget sama Ken?" tanya Kenzie yang menjadi tersenyum begitu mengingat bahwa memang tidak ada satupun keinginan nya yang tidak di belikan keluarga nya .

" Ya iyalah , jadi jangan sedih lagi ya. Mereka hanya kurang waktu untuk Ken bukan membiarkan Ken kekurangan kan " kata Raisya dengan seulas senyum mengeluarkan coklat dari tas sekolah nya.

" Ken mau aunty " kata Kenzie yang langsung ngiler melihat coklat di tangan Raisya.

" Janji dulu nggak bakal ngambek lagi dan mau pulang" kata Raisya mengangkat kelingking nya yang dengan cepat di tautkan oleh Kenzie .

" Yaudah , Aunty pulang dulu ya " ucap Raisya yang sudah di panggil sahabatnya.

" Ken boleh peluk aunty?" ucap Kenzie yang bisa merasakan kasih sayang tulus dari orang yang baru dikenalnya itu .

" boleh " ucap Raisya berjongkok dan dengan senang hati memeluk anak itu , mungkin Raisya memang tidak mengenal Kenzie tapi Raisya adalah tipikal orang yang sangat menyukai anak kecil dan mudah dekat.

" Nama aunty siapa?" tanya Ken lagi melepaskan pelukannya.

" Raisya " jawabannya mengelus kepala Ken .

" Rais a,," ucap Kenzie sedikit kesusahan menyebut .

" aunty Rais" ucap Kenzie menyebut nama yang mudah .

" Iya deh " ucap Raisya tersenyum.

" Aunty Rais abis nangis ya ?" tanya Kenzie yang berdiri sejajar sedangkan Raisya yang berjongkok Kenzie dapat melihat mata Raisya yang masih memerah .

" Enggak , Aunty nggak papa kok" ucap Raisya menutupi kesedihannya.

" Ken " panggil Mommy dan Oma Kenzie yang sudah cukup lama melihat Kenzie berinteraksi dengan perempuan penyayang di depannya.

Raisya yang berjongkok itu mendongak menatap dua orang wanita yang berdiri tak jauh dari mereka .

" Aunty ini Mommy sama Oma Ken " kata Kenzie lagi dengan semangat ingin mengenalkan keluarganya.

Sementara masih saling tatap satu sama lain .

" Ayo sini kenalan " ajak Kenzie menggenggam tangan Raisya.

" Tidak Ken , Aunty harus pulang sekarang" kata Raisya langsung berlari menuju mobilnya masih merasa sedih menatap Ibu tadi yang ternyata adalah keluarga Kenzie .

" Nak" Oma Kenzie berlari mengejar Raisya untuk minta maaf karena terus merasa bersalah tapi dia keburu masuk ke mobil dan pergi .

" kenapa Oma ngejar Aunty baik?" tanya Kenzie pada begitu kembali karena Raisya sudah pergi .

" Oo,,,Oma pengen kenalan tapi sepertinya dia buru-buru" ucap Oma sedikit gelagapan.

" nanti pasti kita ketemu lagi sama Aunty itu, dia sangat baik Oma nama nya Aunty Rais " ucap Kenzie bercerita banyak kepada Mommy dan Oma nya tentang gadis baik dan tulus itu membuat mereka semakin terdiam mendengar cerita Kenzie .

" Ken kenapa nggak mau pulang Sayang?" tanya Mommy Kenzie yang sampai datang kesini karena bodyguard mengabari kalau Ken tidak mau pulang .

" Ken sedih karena semua orang sibuk dan nggak peduliin Ken . Tapi kata aunty Rais kalian sibuk karena Sayang banget sama Ken makanya cari uang yang banyak biar Ken bisa beli apa yang Ken mau " Kenzie ceritakan semua yang dia dengar dari mulut Raisya.

" Astaga Lena, Apa yang sudah Mommy lakukan pada anak sebaik itu "

Terpopuler

Comments

Harris Arrayan

Harris Arrayan

Sama lebay nya dgn Aya wktu muda dlu, tpi klo Aya lbh ke O'on.. 😁😁😁😁

2024-09-14

0

Lya Fatih Bayan

Lya Fatih Bayan

knapa Raisya karakter Raisya di bikin lebay sih.. ?? walaupun dimarahin tempat umum.. tapi kan udah dewasa,, bilang maaf kek bukanya nangis dan lari kayak anak kecil..

2024-08-25

2

Lya Fatih Bayan

Lya Fatih Bayan

lucu, Raisya kayak anak SD baru dimarahin gitu aja udah kayak gitu.. biasanya bar bar.. lebay Thor..

2024-08-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!