Di mobil kedua sahabat Raisya terus menenangkan nya yang menangis sampai tersedu-sedu saking sedihnya, belum lagi tatapan bodyguard Raisya yang menyetir mobil itu sangat mendetail .
" Udah Bebz jangan menangis , mungkin mungkin itu hanya spontanitas dalam diri Ibu itu saking sayang pada putrinya sehingga tak ingin terjadi apa-apa."
" Aku paham dan mengerti , dia mencemaskan anak nya, dan Aku salah . Tapi mengapa harus memarahiku didepan umum dengan suara sangat keras sampai semua orang menatapku " tangis Raisya bukan dimarahi Ibu itu yang membuat nya sedih tapi cara Ibu itu memarahi yang merusak mentalnya.
" Hiks , Om berhenti di taman itu aja dulu " ucap Raisya pada bodyguard nya menunjuk taman pusat kota .
" Kenapa sih Ibu itu jahat , sekali padahal dia juga punya anak perempuan" tangis Raisya yang duduk bersama kedua sahabatnya di bangku taman , Raisya selalu ingin menangis setiap mengingat Ibu itu.
" Bebz kami tau kamu sedih tapi jangan berlarut-larut lagian Ibu itu nggak bakal sadar juga , udah ya ." ucap mereka memeluk Raisya.
" Iya , nanti Aku bilang ke Mama. Kalau Mama nggak boleh marahin anak orang sembarangan karena itu dapat merusak mentalnya " ucap Raisya menghapus air mata, karena dia tau rasa sakitnya maka dari itu dia tidak ingin Mama nya suatu saat melakukan hal yang sama pada anak orang lain .
Beberapa saat kemudian setelah Raisya merasa cukup lega dia mengajak kedua sahabatnya pulang karena sudah hampir sore .
" Ayuk Bebz " kata kedua sahabat Raisya yang sudah masuk mobil tapi Raisya masih berdiri di luar .
" Sebentar ya Aku mau menemui adik itu " ucap Raisya melihat seorang anak kecil yang sepertinya baru pulang sekolah berjalan sambil menangis di trotoar dan terus dibujuk oleh beberapa bodyguard nya karena tak mau masuk mobil .
" Non ternyata anak laki-laki juga ada yang seperti mu waktu kecil " bodyguard Raisya yang sudah senior itu benar-benar tertawa saat melihat anak kecil itu benar-benar seperti Raisya waktu kecil yang sering ngambek .
" Mana ada ?" kekeh Raisya yang tidak mau mengaku walaupun memang benar .
" Om" rengek Raisya saat bodyguard itu terus tertawa .
" Yaudah sebentar ya " ucap Raisya segera menyebrang .
" Hai adek " kata Raisya menyapa anak kecil yang duduk di tepi trotoar di payungi bodyguard nya.
Walaupun sebenarnya was-was tapi seluruh bodyguard itu diam melihat Kenzie yang di hampiri seorang wanita , tapi karena dia masih memakai seragam SMA bodyguard itu menjadi yakin kalau gadis itu datang hanya untuk membujuk Kenzie .
Kenzie malah terpana melihat seseorang yang menghampiri nya sampai mata tak berkedip .
" Adek kenapa duduk sini , panas . Ayo duduk disana " ajak Raisya menggenggam tangan Kenzie yang langsung di turuti nya untuk berteduh di bangku di bawah pohon .
" Siapa nama Adek?" tanya Raisya mengelus kepala anak kecil tampan yang sedari tadi terus menatapnya .
" Kenzie aunty " jawab nya .
" Kenapa menangis ?" tanya Raisya mengusap sisa air mata yang masih ada di pipi anak itu .
" pasti kamu sedih karena orang tua kamu sibuk ? " ucap Raisya sambil tersenyum menjawab sendiri pertanyaan nya .
" Nggak boleh sedih apalagi sampai ngambek , kan orang tua kamu kerja buat kamu juga. Cari biaya sekolah , makan dan jajan. " jelas Raisya singkat yang dengan mudah di pahami anak itu .
" Ya tapi kan Ken juga butuh kasih sayang sama waktu mereka Aunty, Apalagi uncle Ken yang udah nggak sayang Ken lagi " ucap Kenzie dengan air mata nya yang kembali menggenang merasa tidak disayang sampai di abaikan.
" Ya justru itu , karena mereka sayang sekali sama Ken makanya mereka sibuk cari uang yang banyak biar Ken bisa hidup nyaman " ucap Raisya memberikan pengertian dengan bahasa yang halus .
Raisya mengerti akan perasaan serta anggapan anak kecil seperti Kenzie akan keluarga nya karena Raisya juga pernah berada di posisi itu sampai terus menangis padahal cuma salah pemahaman .
" Jadi sebenarnya mereka Sayang banget sama Ken?" tanya Kenzie yang menjadi tersenyum begitu mengingat bahwa memang tidak ada satupun keinginan nya yang tidak di belikan keluarga nya .
" Ya iyalah , jadi jangan sedih lagi ya. Mereka hanya kurang waktu untuk Ken bukan membiarkan Ken kekurangan kan " kata Raisya dengan seulas senyum mengeluarkan coklat dari tas sekolah nya.
" Ken mau aunty " kata Kenzie yang langsung ngiler melihat coklat di tangan Raisya.
" Janji dulu nggak bakal ngambek lagi dan mau pulang" kata Raisya mengangkat kelingking nya yang dengan cepat di tautkan oleh Kenzie .
" Yaudah , Aunty pulang dulu ya " ucap Raisya yang sudah di panggil sahabatnya.
" Ken boleh peluk aunty?" ucap Kenzie yang bisa merasakan kasih sayang tulus dari orang yang baru dikenalnya itu .
" boleh " ucap Raisya berjongkok dan dengan senang hati memeluk anak itu , mungkin Raisya memang tidak mengenal Kenzie tapi Raisya adalah tipikal orang yang sangat menyukai anak kecil dan mudah dekat.
" Nama aunty siapa?" tanya Ken lagi melepaskan pelukannya.
" Raisya " jawabannya mengelus kepala Ken .
" Rais a,," ucap Kenzie sedikit kesusahan menyebut .
" aunty Rais" ucap Kenzie menyebut nama yang mudah .
" Iya deh " ucap Raisya tersenyum.
" Aunty Rais abis nangis ya ?" tanya Kenzie yang berdiri sejajar sedangkan Raisya yang berjongkok Kenzie dapat melihat mata Raisya yang masih memerah .
" Enggak , Aunty nggak papa kok" ucap Raisya menutupi kesedihannya.
" Ken " panggil Mommy dan Oma Kenzie yang sudah cukup lama melihat Kenzie berinteraksi dengan perempuan penyayang di depannya.
Raisya yang berjongkok itu mendongak menatap dua orang wanita yang berdiri tak jauh dari mereka .
" Aunty ini Mommy sama Oma Ken " kata Kenzie lagi dengan semangat ingin mengenalkan keluarganya.
Sementara masih saling tatap satu sama lain .
" Ayo sini kenalan " ajak Kenzie menggenggam tangan Raisya.
" Tidak Ken , Aunty harus pulang sekarang" kata Raisya langsung berlari menuju mobilnya masih merasa sedih menatap Ibu tadi yang ternyata adalah keluarga Kenzie .
" Nak" Oma Kenzie berlari mengejar Raisya untuk minta maaf karena terus merasa bersalah tapi dia keburu masuk ke mobil dan pergi .
" kenapa Oma ngejar Aunty baik?" tanya Kenzie pada begitu kembali karena Raisya sudah pergi .
" Oo,,,Oma pengen kenalan tapi sepertinya dia buru-buru" ucap Oma sedikit gelagapan.
" nanti pasti kita ketemu lagi sama Aunty itu, dia sangat baik Oma nama nya Aunty Rais " ucap Kenzie bercerita banyak kepada Mommy dan Oma nya tentang gadis baik dan tulus itu membuat mereka semakin terdiam mendengar cerita Kenzie .
" Ken kenapa nggak mau pulang Sayang?" tanya Mommy Kenzie yang sampai datang kesini karena bodyguard mengabari kalau Ken tidak mau pulang .
" Ken sedih karena semua orang sibuk dan nggak peduliin Ken . Tapi kata aunty Rais kalian sibuk karena Sayang banget sama Ken makanya cari uang yang banyak biar Ken bisa beli apa yang Ken mau " Kenzie ceritakan semua yang dia dengar dari mulut Raisya.
" Astaga Lena, Apa yang sudah Mommy lakukan pada anak sebaik itu "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Harris Arrayan
Sama lebay nya dgn Aya wktu muda dlu, tpi klo Aya lbh ke O'on.. 😁😁😁😁
2024-09-14
0
Lya Fatih Bayan
knapa Raisya karakter Raisya di bikin lebay sih.. ?? walaupun dimarahin tempat umum.. tapi kan udah dewasa,, bilang maaf kek bukanya nangis dan lari kayak anak kecil..
2024-08-25
2
Lya Fatih Bayan
lucu, Raisya kayak anak SD baru dimarahin gitu aja udah kayak gitu.. biasanya bar bar.. lebay Thor..
2024-08-25
0