" Kak Zo ayok foto bareng " ajak Raisya menatap Zo penuh harap .
" Saya anti kamera " ucap Zo yang memang tidaklah suka berfoto bahkan Zo tidak pernah berfoto jika itu bukan untuk hal penting seperti keperluan perusahaan.
" Dihh , Ayolah satu aja . Please" ucap Raisya dengan wajah imutnya masih berharap Zo mau .
Raisya tidak percaya cowok seganteng Zo anti kamera, walaupun di akun medsos nya Raisya memang tidak menemukan satupun postingan.
" Aku bilang tidak ya tidak " tolak Zo terang terangan tanpa ekspresi.
" Hummm , pelit " ucap Raisya langsung memutar badannya dan melangkah pergi .
" Sya" panggil seorang pria sedikit berlari menghampiri Raisya yang berhenti berjalan karena ada yang memanggilnya.
" Hai , kak Bara " sapa Raisya tersenyum melambaikan tangan ke direktur keuangan perusahaan keluarga nya itu .
" Mana bodyguard, kenapa kamu berjalan sendiri di tengah acara bisnis seperti ini" ucap Pria itu yang terlihat sangat khawatir dengan keselamatan putri mahkota itu .
" Itu " tunjuk Raisya yang langsung dihampiri oleh kelima bodyguard nya .
" Jangan berjalan sendirian ini acara bisnis " peringatan Bara pada Raisya.
Raisya memang akrab dengan salah satu staf Papa nya ini sejak kecil .
" Kak Bara ini pertama kalinya Aku datang ke acara bisnis" ucap Raisya sesekali masih menatap Zo yang masih berdiri tak jauh dari mereka namun setelah menyadari Raisya menatapnya Zo langsung berlari pergi seolah tak peduli
" Jadi , ingin berfoto di almamater perusahaan?" tanya Bara yang diangguki Raisya dengan mata berbinar .
" Ayo " ucap Bara berjalan beriringan dengan Raisya sambil membahas beberapa hal .
" Sini kakak fotokan " ucap Bara meminta ponsel Raisya.
" Mmmh, nggak mau . Malu foto sendiri " cemberut Raisya yang sebenarnya sangat ingin berfoto tapi dia memang masih belum pede naik ke atas panggung almamater hanya untuk berpose apalagi banyak orang yang akan menatap nanti .
" Yaudah " ucap Bara naik lebih dulu keatas panggung lalu mengulurkan tangannya pada Raisya .
Begitu Raisya dan Bara berpose berdua diatas panggung formal itu yang sebenarnya letaknya di sudut tapi entah kenapa saat mereka berdua naik panggung itu seolah menjadi pusat perhatian.
" Gini kak , jangan kayak foto KTP" ucap Raisya dengan cemberut mengajari Bara cara berpose .
" Iya, Iya " ucap Bara yang sebenarnya juga kaku sekali kalau berfoto, tapi demi menemani Putri mahkota itu dia mencoba pede .
.............
" Zo kau kemana saja kami mencari mu sedari tadi " ucap ketiga teman Zo ikut duduk di sofa yang sama dengan Zo disudut ruangan .
" Disini " jawab Zo singkat menikmati wine di gelasnya sambil menatap lurus kearah panggung .
" Wahhh, cocok sekali mereka " puji teman Zo menatap putri mahkota keluarga Albara yang tengah berfoto dengan seorang pria, ketiga teman Zo sepertinya tidak menyadari kalau itu adalah gadis nekat yang sering mengganggu Zo .
Mungkin karena penampilan Raisya yang jauh berbeda makanya mereka tidak mengenali .
" Sejak kapan memuji orang menjadi kebiasaan kalian " ucap Zo menatap ketiga temannya dengan wajah begitu dingin .
" Lah apa salahnya, Aku kalau diajak wanita semanis itu berfoto sudah merangkul dia kedalam pelukan " ucap teman Zo lagi yang membuat Zo semakin bad mood.
" Terserah kalian " ketus Zo meneguk habis wine nya lalu berpindah duduk ke kursi depan panggung karena acara formal akan segera di mulai .
" Dia kenapa?" ucap teman Zo penuh tanda tanya.
...........
Zo duduk di barisan paling depan sesuai dengan kursi undangan , menatap ponselnya dengan fokus menunggu acara inti dimulai .
Satu persatu tamu undangan mulai menduduki kursi mereka , begitupun Raisya.
" Kita duduk disitu kak ?" tanya Raisya yang masih berjalan beriringan dengan Bara .
" Sesuai nomor undangan " jawab Bara mengajak Raisya duduk di kursi yang sudah di cari oleh bodyguard sesuai nomer undangan mereka .
" Emang kalau jodoh nggak bakal kemana?" batin Raisya tersenyum lebar saat mendapati kursi untuknya bersebelahan tepat di samping Zo yang sudah duduk .
" Duduk disini " ucap Bara pada Raisya yang masih berdiri dengan segala pikiran yang dapat terlihat dari wajahnya.
Raisya duduk di samping Zo yang masih fokus menatap ponselnya tanpa terganggu dengan kehadiran orang di sekitarnya .
" Duduk disini ya sampai acara selesai " ucap Bara pada Raisya, karena dia ada beberapa keperluan dengan staf perusahaan yang lain .
" Iya " jawab Raisya dengan patuh dan adem ayem karena sedang dekat Zo .
" Kak Zo " sapa Raisya sedikit berbisik pada Zo yang duduk di sebelahnya.
Zo mengalihkan tatapan nya dari ponsel menatap Raisya sejenak lalu buang muka seolah tak melihat Raisya di samping nya.
" Aikkk, Mata kakak juling " ucap Raisya dengan spontan saat Zo bersikap seolah tidak melihatnya.
Zo langsung menatap Raisya tajam dalam diamnya, lalu saat keempat bodyguard Raisya juga menatapnya Zo menatap lurus kearah panggung benar-benar mengabaikan Raisya.
" Ihhhhh" ngeri Raisya mengangkat kedua bahunya, merasa kedinginan melihat Aura dingin Zo yang benar-benar begitu mendominasi.
Tak berapa lama kemudian setelah mereka saling diam seseorang pria tampan juga duduk di kursi samping Raisya.
" Nona boleh Aku minta selembar tisu " pinta pria itu dengan sopan yang sepertinya memang baru datang ke acara dan saking buru-buru nya sampai keringatan.
" Boleh " jawab Raisya mengeluarkan kotak tisu kecil dari dalam tas genggamannya.
" Ini " ucap Raisya memegang kotak tisu itu yang dengan cepat diambil oleh pria itu untuk membersihkan keringat di wajah dan lehernya.
" Terimakasih" ucap Pria itu tersenyum menatap Raisya yang juga menatap itu .
" Iya " jawab Raisya senang bisa berbagi dengan orang lain walaupun hanya beberapa lembar tisu .
Namun pria yang awalnya menatap Raisya sambil tersenyum menunduk tiba-tiba bahkan seperti orang tekanan batin .
Raisya menoleh ke samping kirinya dan melihat Zo yang masih sibuk dengan ponselnya.
" Kenapa?" tanya Raisya pada pria itu .
" Ti, tidak papa " ucap pria itu dengan gelagapan menatap kearah Raisya dengan risih karena di tatap dengan tatapan membunuh oleh pria di sebelah gadis cantik itu .
Tatapan tajam Zo benar-benar membunuh mental orang , sampai hanya di tatap saja orang sudah ngeri melihat nya.
" Kak Zo " panggil Raisya lagi kini menatap Zo yang masih menatap layar ponselnya.
Zo menatap Raisya yang memanggil nya dengan tatapan datar .
" tolong bukain tutup botol " pinta Raisya yang menggenggam sebotol air mineral.
" Sini saya bukankah Nona" ucap bodyguard Raisya yang paling ganteng berlutut di hadapan Raisya yang duduk di kursi meminta sebotol air yang Raisya pegang , karena saat Raisya minta tolong pria disebelahnya diam saja .
Di kacangin Zo akhirnya Raisya memberikan botol air mineral itu pada bodyguard supaya di bukakan .
Zo mengambil sebotol air yang akan di berikan Raisya pada bodyguard dan langsung membuka tutup nya .
" Terimakasih" senyum senang Raisya meminum air itu , ternyata Zo cuek-cuek gitu juga perhatian .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Diyah Ardiyan
cuek tp perhatian itu lbih menantang seru kaya'y nih tp kamu udh cinta pasti posesif
2024-09-18
0
sean hayati
Zo mulai suka perhatian Raisya
2024-09-16
0
erinatan
ditunggu up nya thor
2024-06-01
2