Bab 7 Ada apa dengan mu

" Kak Zo ayok foto bareng " ajak Raisya menatap Zo penuh harap .

" Saya anti kamera " ucap Zo yang memang tidaklah suka berfoto bahkan Zo tidak pernah berfoto jika itu bukan untuk hal penting seperti keperluan perusahaan.

" Dihh , Ayolah satu aja . Please" ucap Raisya dengan wajah imutnya masih berharap Zo mau .

Raisya tidak percaya cowok seganteng Zo anti kamera, walaupun di akun medsos nya Raisya memang tidak menemukan satupun postingan.

" Aku bilang tidak ya tidak " tolak Zo terang terangan tanpa ekspresi.

" Hummm , pelit " ucap Raisya langsung memutar badannya dan melangkah pergi .

" Sya" panggil seorang pria sedikit berlari menghampiri Raisya yang berhenti berjalan karena ada yang memanggilnya.

" Hai , kak Bara " sapa Raisya tersenyum melambaikan tangan ke direktur keuangan perusahaan keluarga nya itu .

" Mana bodyguard, kenapa kamu berjalan sendiri di tengah acara bisnis seperti ini" ucap Pria itu yang terlihat sangat khawatir dengan keselamatan putri mahkota itu .

" Itu " tunjuk Raisya yang langsung dihampiri oleh kelima bodyguard nya .

" Jangan berjalan sendirian ini acara bisnis " peringatan Bara pada Raisya.

Raisya memang akrab dengan salah satu staf Papa nya ini sejak kecil .

" Kak Bara ini pertama kalinya Aku datang ke acara bisnis" ucap Raisya sesekali masih menatap Zo yang masih berdiri tak jauh dari mereka namun setelah menyadari Raisya menatapnya Zo langsung berlari pergi seolah tak peduli

" Jadi , ingin berfoto di almamater perusahaan?" tanya Bara yang diangguki Raisya dengan mata berbinar .

" Ayo " ucap Bara berjalan beriringan dengan Raisya sambil membahas beberapa hal .

" Sini kakak fotokan " ucap Bara meminta ponsel Raisya.

" Mmmh, nggak mau . Malu foto sendiri " cemberut Raisya yang sebenarnya sangat ingin berfoto tapi dia memang masih belum pede naik ke atas panggung almamater hanya untuk berpose apalagi banyak orang yang akan menatap nanti .

" Yaudah " ucap Bara naik lebih dulu keatas panggung lalu mengulurkan tangannya pada Raisya .

Begitu Raisya dan Bara berpose berdua diatas panggung formal itu yang sebenarnya letaknya di sudut tapi entah kenapa saat mereka berdua naik panggung itu seolah menjadi pusat perhatian.

" Gini kak , jangan kayak foto KTP" ucap Raisya dengan cemberut mengajari Bara cara berpose .

" Iya, Iya " ucap Bara yang sebenarnya juga kaku sekali kalau berfoto, tapi demi menemani Putri mahkota itu dia mencoba pede .

.............

" Zo kau kemana saja kami mencari mu sedari tadi " ucap ketiga teman Zo ikut duduk di sofa yang sama dengan Zo disudut ruangan .

" Disini " jawab Zo singkat menikmati wine di gelasnya sambil menatap lurus kearah panggung .

" Wahhh, cocok sekali mereka " puji teman Zo menatap putri mahkota keluarga Albara yang tengah berfoto dengan seorang pria, ketiga teman Zo sepertinya tidak menyadari kalau itu adalah gadis nekat yang sering mengganggu Zo .

Mungkin karena penampilan Raisya yang jauh berbeda makanya mereka tidak mengenali .

" Sejak kapan memuji orang menjadi kebiasaan kalian " ucap Zo menatap ketiga temannya dengan wajah begitu dingin .

" Lah apa salahnya, Aku kalau diajak wanita semanis itu berfoto sudah merangkul dia kedalam pelukan " ucap teman Zo lagi yang membuat Zo semakin bad mood.

" Terserah kalian " ketus Zo meneguk habis wine nya lalu berpindah duduk ke kursi depan panggung karena acara formal akan segera di mulai .

" Dia kenapa?" ucap teman Zo penuh tanda tanya.

...........

Zo duduk di barisan paling depan sesuai dengan kursi undangan , menatap ponselnya dengan fokus menunggu acara inti dimulai .

Satu persatu tamu undangan mulai menduduki kursi mereka , begitupun Raisya.

" Kita duduk disitu kak ?" tanya Raisya yang masih berjalan beriringan dengan Bara .

" Sesuai nomor undangan " jawab Bara mengajak Raisya duduk di kursi yang sudah di cari oleh bodyguard sesuai nomer undangan mereka .

" Emang kalau jodoh nggak bakal kemana?" batin Raisya tersenyum lebar saat mendapati kursi untuknya bersebelahan tepat di samping Zo yang sudah duduk .

" Duduk disini " ucap Bara pada Raisya yang masih berdiri dengan segala pikiran yang dapat terlihat dari wajahnya.

Raisya duduk di samping Zo yang masih fokus menatap ponselnya tanpa terganggu dengan kehadiran orang di sekitarnya .

" Duduk disini ya sampai acara selesai " ucap Bara pada Raisya, karena dia ada beberapa keperluan dengan staf perusahaan yang lain .

" Iya " jawab Raisya dengan patuh dan adem ayem karena sedang dekat Zo .

" Kak Zo " sapa Raisya sedikit berbisik pada Zo yang duduk di sebelahnya.

Zo mengalihkan tatapan nya dari ponsel menatap Raisya sejenak lalu buang muka seolah tak melihat Raisya di samping nya.

" Aikkk, Mata kakak juling " ucap Raisya dengan spontan saat Zo bersikap seolah tidak melihatnya.

Zo langsung menatap Raisya tajam dalam diamnya, lalu saat keempat bodyguard Raisya juga menatapnya Zo menatap lurus kearah panggung benar-benar mengabaikan Raisya.

" Ihhhhh" ngeri Raisya mengangkat kedua bahunya, merasa kedinginan melihat Aura dingin Zo yang benar-benar begitu mendominasi.

Tak berapa lama kemudian setelah mereka saling diam seseorang pria tampan juga duduk di kursi samping Raisya.

" Nona boleh Aku minta selembar tisu " pinta pria itu dengan sopan yang sepertinya memang baru datang ke acara dan saking buru-buru nya sampai keringatan.

" Boleh " jawab Raisya mengeluarkan kotak tisu kecil dari dalam tas genggamannya.

" Ini " ucap Raisya memegang kotak tisu itu yang dengan cepat diambil oleh pria itu untuk membersihkan keringat di wajah dan lehernya.

" Terimakasih" ucap Pria itu tersenyum menatap Raisya yang juga menatap itu .

" Iya " jawab Raisya senang bisa berbagi dengan orang lain walaupun hanya beberapa lembar tisu .

Namun pria yang awalnya menatap Raisya sambil tersenyum menunduk tiba-tiba bahkan seperti orang tekanan batin .

Raisya menoleh ke samping kirinya dan melihat Zo yang masih sibuk dengan ponselnya.

" Kenapa?" tanya Raisya pada pria itu .

" Ti, tidak papa " ucap pria itu dengan gelagapan menatap kearah Raisya dengan risih karena di tatap dengan tatapan membunuh oleh pria di sebelah gadis cantik itu .

Tatapan tajam Zo benar-benar membunuh mental orang , sampai hanya di tatap saja orang sudah ngeri melihat nya.

" Kak Zo " panggil Raisya lagi kini menatap Zo yang masih menatap layar ponselnya.

Zo menatap Raisya yang memanggil nya dengan tatapan datar .

" tolong bukain tutup botol " pinta Raisya yang menggenggam sebotol air mineral.

" Sini saya bukankah Nona" ucap bodyguard Raisya yang paling ganteng berlutut di hadapan Raisya yang duduk di kursi meminta sebotol air yang Raisya pegang , karena saat Raisya minta tolong pria disebelahnya diam saja .

Di kacangin Zo akhirnya Raisya memberikan botol air mineral itu pada bodyguard supaya di bukakan .

Zo mengambil sebotol air yang akan di berikan Raisya pada bodyguard dan langsung membuka tutup nya .

" Terimakasih" senyum senang Raisya meminum air itu , ternyata Zo cuek-cuek gitu juga perhatian .

Terpopuler

Comments

Diyah Ardiyan

Diyah Ardiyan

cuek tp perhatian itu lbih menantang seru kaya'y nih tp kamu udh cinta pasti posesif

2024-09-18

0

sean hayati

sean hayati

Zo mulai suka perhatian Raisya

2024-09-16

0

erinatan

erinatan

ditunggu up nya thor

2024-06-01

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!