Sesampai nya dirumah Raisya langsung berlari menaiki tangga mencari Papa nya ke kamar .
" Papa Aku nggak mau datang ke pesta bisnis nanti malam " rengek Raisya memeluk lengan Papa nya yang masih berdiri di tepi ranjang begitu dia masuk .
Tadinya Raisya masih ingin nongkrong lebih lama bersama temannya tapi karena mendapat telfon dari Mama nya yang sedang berada di luar negri mengatakan dia harus menemani Papanya ke acara nanti Malam .
" Ya terserah Kamu, kalau kamu rela Papa kamu dianggap duda plus nggak punya anak ya , okey Papa datang sendiri " ucap Papa Raisya dengan santainya merapikan rambut nya .
" Ehhhh, enggak Ya. Datang sama Aku aja Papa masih dikira orang bawa pacar apalagi datang sendiri " ucap Raisya dengan sewot , karena Papa nya awet muda walaupun umurnya sudah 40 tahun lebih masih terlihat 30 tahunan jadi kalau orang yang tidak mengenal betul mereka akan menganggap Papa Raisya adalah pria matang yang belum menikah .
" Nah terus kenapa nggak mau temani Papa?" ucap Papa Raisya semakin santai .
" Ihhhh, Aku malas Pah datang ke acara bisnis pembicaraan disana benar-benar membagongkan " ucap Raisya yang selalu merasa muak mendengar pembicaraan seputar bisnis yang diluar dari frekuensi pemikiran nya sebagai anak remaja .
" Ya kan cuma nemenin Papa , nggak disuruh mimpin rapat juga " ucap Papa Raisya dengan hangat memeluk lalu anaknya yang sejak kecil memang tidak menyukai lingkup bisnis seperti apapun Papa berusaha melakukan pendekatan.
" Ayolah temani Papa, kasihan Mama kamu kepikiran nanti suami ganteng nya di goda wanita lain " ucap Papa Raisya mengangkat kedua alisnya.
" Dihhh, nggak kebalik Pah ?" tanya Raisya balik menggoda Papa nya.
Papa nya memang awet muda tapi Mama Raisya Baby fresh wajahnya malah orang sering bilang Mama adalah kakak nya Raisya.
" Kamu jangan nakut-nakutin ya Papa susul nih Mama kamu ke Belanda " ucap Papa Raisya yang jadi kepikiran juga .
" Tuh mulai nggak percaya sama istri nih " goda Raisya melihat wajah ragu Papa nya .
" Ehhh, Kamu ya yang bikin Papa jadi ragu " ucap Papa Raisya mencubit hidung anaknya.
" Yaudah ganti baju sana , kamu kalau dandan 2 jam males Papa nunggu " ucap Papa menyenggol Raisya lalu masuk keruang kerjanya.
" Ihhhh, gini kali punya Papa jiwa muda " kesal Raisya berjalan meronta-ronta, mau pergi malas kalaupun nggak ikut cemburu liat Papa nya digodain tante-tante.
Sebagai seorang anak Raisya tidak bisa memungkiri kalau dia lebih cemburu dan tidak rela lagi dari Mama nya melihat Papa nya yang memang sering di godain tante-tante bahkan gadis umur 20an .
Raisya adalah tipe orang yang tidak akan pernah rela orang yang dia cintai di ganggu orang lain .
Sesampai di acara bisnis.
" Ayo kita sapa rekan bisnis Papa dulu " ucap Papa mengajak Raisya menghampiri rekan bisnis nya.
" Papa Aku ke toilet dulu " ucap Raisya yang diangguki Papa nya yang sibuk mengobrol dengan rekan bisnis nya , tapi walaupun begitu Papa Raisya tetap memberikan kode pada bodyguard nya untuk menjaga Raisya.
" Ihhhh, kalau bukan demi Papa nggak mau Aku datang" gerutu Raisya yang sedang mencuci tangan menatap dirinya di kaca wastafel.
Raisya Memang tidak suka datang ke acara bisnis tapi kalau pesta pernikahan apalagi party, nggak di ajak Papa nya pun dia akan nyeyel minta di bawa .
Raisya kembali berjalan dengan langkah lesunya memasuki ruangan acara , benar-benar merasa malah bahkan tidak ada yang sefrekuensi dengan nya disini .
" Hai Nona manis sendiri aja" sapa seorang pria menyapa Raisya dan menyita banyak perhatian orang-orang saat dia mendekati Raisya.
" Iya " jawab Raisya seadanya, walaupun pria itu tampan tapi tak mampu menggetarkan hati Raisya yang merupakan tipe yang kalau nggak suka duluan nggak bakal respect.
Begitu Raisya mengangkat pandangan nya dia melihat Vicenzo yang tengah memasuki acara pesta bersama teman-temannya.
" Kak Zo " ucap Raisya menggigit bibir nya lagi dan lagi terpana melihat pesona Vicenzo yang sangat mempesona apalagi malam ini dia memakai stelan jas putih yang sangat elegan di kulit putih nya .
Raisya merapikan rambut dan penampilan nya lalu berjalan menghampiri Vicenzo meninggal pria tadi .
" Ohhh , nggak bisa nekat Raisya ini acara bisnis pertahankan image putri mahkota ku" batin Raisya langsung berjalan lambat karena cepat sadar .
Terpesona hampir membuat dia melupakan segalanya.
" Tetap lah elegan seolah tidak ada apa-apa walaupun naksir berat " ucap Raisya dengan prinsip cewek nya .
Raisya duduk di kursi menikmati cake sambil terus memperhatikan Vicenzo yang berdiri tak jauh darinya.
" Tapi dia sangat dingin bahkan tak tersentuh" ucap Raisya yang sudah cukup lama memperhatikan Vicenzo yang sama sekali tak peduli dengan wanita-wanita disekitarnya yang bahkan ada yang dengan jelas sekali mencoba menggoda nya .
" Mmmh,,, yang cuek-cuek gini nih yang menantang " batin Raisya semakin tertantang langsung berjalan ke toilet lagi begitu melihat Vicenzo juga berjalan ke arah Toilet pria .
.............
Begitu Vicenzo berjalan keluar toilet dia berpapasan dengan seorang gadis yang memakai gaun pesta selutut yang cukup mengalihkan perhatian nya .
" Hai Kakak ganteng " sapa nya dengan hangat bahkan kedua jari nya membentuk love .
" Ehhh, Bocil sekolah yang benar dulu. Malah merayu pria mana Papa kamu?" ucap Vicenzo malah memarahi gadis kecil yang menyapa nya itu .
" Ada di acara pesta " tunjuk Raisya kearah keramaian.
" balik " ucap Vicenzo dengan datar lalu berjalan pergi meninggalkan gadis kecil itu.
Vicenzo memang sudah biasa di goda wanita seperti itu tapi karena kali ini gadis yang dari wajahnya saja terlihat wajah anak sekolahan makanya dia marahi .
..........
" Dihh galak banget " ngeri Raisya mengangkat kedua bahunya lalu berjalan pergi juga mencari Papa nya .
" Kamu mules Nak?" tanya Papa begitu Raisya menghampiri nya .
" Enggak" jawab Raisya seadanya.
" Terus kenapa bolak-balik toilet?" tanya Papa menatap Raisya.
" Papa liat?" tanya Raisya heran .
" Ya liat lah , sibuk-sibuk gini Papa tetap memperhatikan anak " jawab Papa yang membuat Raisya nyengir mungkin barangkali Papa bertanya karena dua kali Raisya bolak balik toilet.
" Papa ayok pulang udah malam" ucap Raisya dengan suara kecil memeluk lengan Papa nya mengajak pulang .
" Sebentar lagi " senyum hangat Papa mengelus kepala Raisya yang manja itu .
" Ayo pulang mau bikin tugas " ajak Raisya lagi setelah beberapa saat merayu Papa nya agar mau pulang , padahal sebenarnya mau mengajak singgah di pasar dulu .
Saat Raisya dalam posisi manja begitu pada Papa nya , Vicenzo lewat tepat di sebelah Raisya bersama beberapa orang di belakangnya melirik Raisya dengan ujung makanya .
" Ayo Sayang " ucap Papa .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
fee2
calon istri zo 11 12 sama aya...
2024-07-03
4
* bunda alin *
baby face thor .. imut gtu
2024-06-22
0
Jessica Xie
mampus lu rasya dikira sugar baby nih
2024-05-27
0