Setelah kedua orang tuanya pulang Zo mengangkat Raisya lalu menidurkan nya di atas sofa .
" Saya pikir kamu berpura-pura tadi " ucap Zo melepas jas nya lalu menyelimuti Raisya yang sudah tertidur pulas .
Zo melanjutkan pekerjaan sambil sesekali juga melihat Raisya yang tidur di atas sofa itu walaupun jaraknya cukup jauh.
Tok
Tok
" Bos 5 menit lagi meeting akan dimulai " ucap Brian dengan formalitas pada atasannya masuk kedalam ruangan Zo dengan beberapa staf di belakangnya.
Zo langsung melirik Raisya yang tertidur pulas di atas sofa itu , sejenak berfikir .
" Baiklah Saya akan segera ke ruangan " ucap Zo memanggil beberapa bodyguard nya .
" Saya akan meeting dalam 2 jam kedepan jadi jaga dia " ucap Zo yang meminta bodyguard nya langsung berjaga di sekitar Raisya tidur .
" Kalau Nona , bangun bagaimana Tuan ?" tanya bodyguard itu sebelum Zo pergi , takut nanti gadis itu malah menangis karena mengira diculik begitu bangun melihat mereka yang berada di sekitarnya.
" Kalian jaga dia dari jarak jauh saja , kalau dia terlihat kebingungan antar dia keruang meeting" ucap Zo yang diangguki bodyguard nya.
..............
Diruang meeting pun walaupun sibuk Zo sesekali masih memantau cctv di ruangan nya melihat gadis itu masih tidur namun semakin lama gaya tidurnya semakin meresahkan.
" untung tidak jadi menyuruh bodyguard berjaga di dalam " batin Zo geleng kepala melihat gadis itu tidur tak ada diamnya terus bergerak kesana kemari .
2 jam kemudian .
Diluar jadwal ternyata sudah lebih 2 jam berlalu rapat itu belum juga selesai dan Zo pun menjadi lebih sering melihat cctv ruangan nya takut Raisya bangun .
" Astaga " Zo langsung berdiri di tengah perdebatan dan adu argumentasi antar direksi membuat semua orang itu terdiam .
" Brian gantikan Saya " ucap Zo segera berlari keluar , sedangkan orang-orang yang kaget itu berfikir Zo marah mendengar perdebatan mereka .
Zo berjalan cepat diikuti tatapan semua orang saat Presiden direktur itu meninggalkan meeting yang masih berjalan tanpa memberi tau alasan .
" Hiks ,,, Sakit " tangis Raisya duduk bersandar ke sofa mengelus siku nya , dia terbangun karena ternyata jatuh dari atas sofa ke lantai dan sikunya mengenai meja .
Zo masuk dengan buru-buru keruangan nya lalu segera berjongkok memeluk Raisya yang sudah duduk di lantai itu.
" Kamu tidak papa?" tanya Zo yang benar-benar masih teringat jelas di ingatan nya bagaimana gadis itu jatuh dari sofa saat tidur .
" Sakit " kata Raisya dengan air mata menggenang menunjukkan sikunya yang memerah .
" Duduk di atas " ucap Zo segera mengambil kotak obat lalu mengobati dan memeriksa yang lain .
" Astaga kepala kamu memar " ucap Zo meniup sambil mengobati sudut pelipis Raisya yang juga sedikit memar akibat jatuh .
" Kenapa bisa jatuh " ucap Zo menatap Raisya yang masih menangis tersedu-sedu itu.
" Nggak tau , pas kebangun sakit " ucap Raisya yang memang tidak sadar kalau jatuh bahkan terbangun pun karena merasa sakit di tubuhnya.
" Kalau Saya tau kamu lasak mending Saya tidurkan di lantai , biar nggak jatuh " ucap Zo yang jadi iba juga melihat Gadis itu menangis karena sudah pasti tubuhnya sakit jatuh dari sofa cukup tinggi .
" Kenapa nggak di atas tangga aja sekalian , biar kalau jatuh langsung mati " ucap Raisya berhenti menangis menatap Zo kesal , karena berucap akan menidurkan nya di lantai .
" Ma , maksud Saya di kamar dan disana ranjangnya rendah hanya berjarak sejengkal dari lantai " ucap Zo menjelaskan maksud nya sambil menunjuk sebuah pintu di dalam ruangan nya .
" Benar-benar gadis nakal tidur pun nakal , bergerak kesana kemari sampai jatuh " omel Zo menatap Raisya yang sudah terlihat geram itu tapi malah diomeli .
" Akkkkk, " pekik Zo dengan suara tertahan saat Raisya mengambil sebelah tangan nya lalu menggigit ujung telapak tangan nya dengan cukup kuat .
" Sofanya yang salah kenapa kecil " ucap Raisya tak mau disalahkan setelah menggigit tangan Zo karena terlampau kesal sudah jatuh sakit kena omel pula .
" Kalau lebih besar dari ini namanya kasur bukan sofa " jawab Zo menatap lurus gadis yang tidak mau disalahkan itu .
" Sudah salah , marah lagi . Emang ribet Kamu" ucap Zo mengomeli gadis itu berulang kali .
Raisya berdiri lalu pergi merasa sakit hati , padahal tubuhnya sakit karena jatuhnya bukannya di perhatikan Zo malah diomeli .
" Mau kemana kamu " tanya Zo memegang tangan Raisya yang akan pergi itu.
" Terserah Aku lah " kesal Raisya menarik paksa tangan nya lalu pergi .
" Cukup . nggak usah pake acara ngambek deh , Saya makan kamu nanti " ucap Zo meraih tangan Raisya sampai gadis itu duduk lagi di samping nya di sofa.
" Udah cemberut nya, beneran mau Saya makan " tanya Zo melirik Raisya yang masih memasang wajah dongkol duduk di samping nya.
" Enggak " jawab Raisya takut di gigit Zo balik seperti yang dia lakukan tadi pada Zo karena geram .
" Enggak apa?" tanya Zo dengan nada rendah.
" Enggak mau liat kakak lagi " ucap Raisya duduk memunggungi Zo yang duduk di sebelahnya.
10 menit kemudian.
" Kakak mau kemana?" tanya Raisya memegang tangan Zo saat dia berdiri .
" Bukankah kamu tidak mau melihat Saya?" ucap Zo yang akan memilih pergi saja agar tidak membuat gadis itu semakin terganggu .
" Ihhhh, benar-benar cowok nggak peka ya " Raisya mengambil bantal sofa lalu memukuli Zo dengan emosi .
Zo memegang kedua tangan Raisya lalu memeluk gadis itu sampai perlahan diam dan tenang dalam pelukan nya .
" Bukan Saya tidak peka tapi , " belum selesai Zo berucap Raisya sudah menyambung.
" Tapi apa?" tanya Raisya menatap Zo dengan kesal .
" Khemm " ucap Brian yang langsung masuk karena pintu ruangan terbuka tapi malah mendapati dua sejoli tengah berpelukan.
" Keluar " ucapan tegas Zo langsung melepaskan pelukannya.
" Ehhhh, mau kemana" ucap Zo kembali memegang tangan Raisya yang kembali akan berjalan .
" Ya pergi " ucap Raisya mematuhi ucapan Zo .
" Saya yang disuruh pergi Nona " tawa cekikikan Brian pada Raisya yang ternyata selain menggemaskan juga patuh .
" ooo, kirain Aku yang disuruh pergi ternyata Sayang " ucap Raisya yang membuat Zo langsung menatap Brian dan Raisya bergantian.
" Sayang " ulang Zo melirik Brian yang memegang map itu dengan tatapan yang serasa menembus ginjal .
" Iya , Kakak itu panggilan dia Sayang katanya " ucap Raisya tersenyum lebar kepada kakak ganteng itu .
" ooooh, Sayang " ucap Zo yang terdengar geram sekali membuat Brian langsung lari takut di amuk pria itu .
" Sayang mau kemana ?" tanya Raisya akan mengejar Brian yang sudah berlari keluar itu tapi tangan nya langsung ditahan oleh Zo .
" Sekali lagi Kamu panggil dia Sayang , Saya benar-benar akan memakan mu " ucap Zo langsung berjalan menggenggam tangan Raisya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Aminya Syauqi
lebih seruh dari cerita mommy zo thor🤣🤣🤣
2024-10-01
0
Sari Maya
ciehhh mulai cemburu niyeee
2024-09-24
0
Harris Arrayan
😅😅😅😅😅😅😅
2024-09-14
0