Bab 17 Raisya jatuh

Setelah kedua orang tuanya pulang Zo mengangkat Raisya lalu menidurkan nya di atas sofa .

" Saya pikir kamu berpura-pura tadi " ucap Zo melepas jas nya lalu menyelimuti Raisya yang sudah tertidur pulas .

Zo melanjutkan pekerjaan sambil sesekali juga melihat Raisya yang tidur di atas sofa itu walaupun jaraknya cukup jauh.

Tok

Tok

" Bos 5 menit lagi meeting akan dimulai " ucap Brian dengan formalitas pada atasannya masuk kedalam ruangan Zo dengan beberapa staf di belakangnya.

Zo langsung melirik Raisya yang tertidur pulas di atas sofa itu , sejenak berfikir .

" Baiklah Saya akan segera ke ruangan " ucap Zo memanggil beberapa bodyguard nya .

" Saya akan meeting dalam 2 jam kedepan jadi jaga dia " ucap Zo yang meminta bodyguard nya langsung berjaga di sekitar Raisya tidur .

" Kalau Nona , bangun bagaimana Tuan ?" tanya bodyguard itu sebelum Zo pergi , takut nanti gadis itu malah menangis karena mengira diculik begitu bangun melihat mereka yang berada di sekitarnya.

" Kalian jaga dia dari jarak jauh saja , kalau dia terlihat kebingungan antar dia keruang meeting" ucap Zo yang diangguki bodyguard nya.

..............

Diruang meeting pun walaupun sibuk Zo sesekali masih memantau cctv di ruangan nya melihat gadis itu masih tidur namun semakin lama gaya tidurnya semakin meresahkan.

" untung tidak jadi menyuruh bodyguard berjaga di dalam " batin Zo geleng kepala melihat gadis itu tidur tak ada diamnya terus bergerak kesana kemari .

2 jam kemudian .

Diluar jadwal ternyata sudah lebih 2 jam berlalu rapat itu belum juga selesai dan Zo pun menjadi lebih sering melihat cctv ruangan nya takut Raisya bangun .

" Astaga " Zo langsung berdiri di tengah perdebatan dan adu argumentasi antar direksi membuat semua orang itu terdiam .

" Brian gantikan Saya " ucap Zo segera berlari keluar , sedangkan orang-orang yang kaget itu berfikir Zo marah mendengar perdebatan mereka .

Zo berjalan cepat diikuti tatapan semua orang saat Presiden direktur itu meninggalkan meeting yang masih berjalan tanpa memberi tau alasan .

" Hiks ,,, Sakit " tangis Raisya duduk bersandar ke sofa mengelus siku nya , dia terbangun karena ternyata jatuh dari atas sofa ke lantai dan sikunya mengenai meja .

Zo masuk dengan buru-buru keruangan nya lalu segera berjongkok memeluk Raisya yang sudah duduk di lantai itu.

" Kamu tidak papa?" tanya Zo yang benar-benar masih teringat jelas di ingatan nya bagaimana gadis itu jatuh dari sofa saat tidur .

" Sakit " kata Raisya dengan air mata menggenang menunjukkan sikunya yang memerah .

" Duduk di atas " ucap Zo segera mengambil kotak obat lalu mengobati dan memeriksa yang lain .

" Astaga kepala kamu memar " ucap Zo meniup sambil mengobati sudut pelipis Raisya yang juga sedikit memar akibat jatuh .

" Kenapa bisa jatuh " ucap Zo menatap Raisya yang masih menangis tersedu-sedu itu.

" Nggak tau , pas kebangun sakit " ucap Raisya yang memang tidak sadar kalau jatuh bahkan terbangun pun karena merasa sakit di tubuhnya.

" Kalau Saya tau kamu lasak mending Saya tidurkan di lantai , biar nggak jatuh " ucap Zo yang jadi iba juga melihat Gadis itu menangis karena sudah pasti tubuhnya sakit jatuh dari sofa cukup tinggi .

" Kenapa nggak di atas tangga aja sekalian , biar kalau jatuh langsung mati " ucap Raisya berhenti menangis menatap Zo kesal , karena berucap akan menidurkan nya di lantai .

" Ma , maksud Saya di kamar dan disana ranjangnya rendah hanya berjarak sejengkal dari lantai " ucap Zo menjelaskan maksud nya sambil menunjuk sebuah pintu di dalam ruangan nya .

" Benar-benar gadis nakal tidur pun nakal , bergerak kesana kemari sampai jatuh " omel Zo menatap Raisya yang sudah terlihat geram itu tapi malah diomeli .

" Akkkkk, " pekik Zo dengan suara tertahan saat Raisya mengambil sebelah tangan nya lalu menggigit ujung telapak tangan nya dengan cukup kuat .

" Sofanya yang salah kenapa kecil " ucap Raisya tak mau disalahkan setelah menggigit tangan Zo karena terlampau kesal sudah jatuh sakit kena omel pula .

" Kalau lebih besar dari ini namanya kasur bukan sofa " jawab Zo menatap lurus gadis yang tidak mau disalahkan itu .

" Sudah salah , marah lagi . Emang ribet Kamu" ucap Zo mengomeli gadis itu berulang kali .

Raisya berdiri lalu pergi merasa sakit hati , padahal tubuhnya sakit karena jatuhnya bukannya di perhatikan Zo malah diomeli .

" Mau kemana kamu " tanya Zo memegang tangan Raisya yang akan pergi itu.

" Terserah Aku lah " kesal Raisya menarik paksa tangan nya lalu pergi .

" Cukup . nggak usah pake acara ngambek deh , Saya makan kamu nanti " ucap Zo meraih tangan Raisya sampai gadis itu duduk lagi di samping nya di sofa.

" Udah cemberut nya, beneran mau Saya makan " tanya Zo melirik Raisya yang masih memasang wajah dongkol duduk di samping nya.

" Enggak " jawab Raisya takut di gigit Zo balik seperti yang dia lakukan tadi pada Zo karena geram .

" Enggak apa?" tanya Zo dengan nada rendah.

" Enggak mau liat kakak lagi " ucap Raisya duduk memunggungi Zo yang duduk di sebelahnya.

10 menit kemudian.

" Kakak mau kemana?" tanya Raisya memegang tangan Zo saat dia berdiri .

" Bukankah kamu tidak mau melihat Saya?" ucap Zo yang akan memilih pergi saja agar tidak membuat gadis itu semakin terganggu .

" Ihhhh, benar-benar cowok nggak peka ya " Raisya mengambil bantal sofa lalu memukuli Zo dengan emosi .

Zo memegang kedua tangan Raisya lalu memeluk gadis itu sampai perlahan diam dan tenang dalam pelukan nya .

" Bukan Saya tidak peka tapi , " belum selesai Zo berucap Raisya sudah menyambung.

" Tapi apa?" tanya Raisya menatap Zo dengan kesal .

" Khemm " ucap Brian yang langsung masuk karena pintu ruangan terbuka tapi malah mendapati dua sejoli tengah berpelukan.

" Keluar " ucapan tegas Zo langsung melepaskan pelukannya.

" Ehhhh, mau kemana" ucap Zo kembali memegang tangan Raisya yang kembali akan berjalan .

" Ya pergi " ucap Raisya mematuhi ucapan Zo .

" Saya yang disuruh pergi Nona " tawa cekikikan Brian pada Raisya yang ternyata selain menggemaskan juga patuh .

" ooo, kirain Aku yang disuruh pergi ternyata Sayang " ucap Raisya yang membuat Zo langsung menatap Brian dan Raisya bergantian.

" Sayang " ulang Zo melirik Brian yang memegang map itu dengan tatapan yang serasa menembus ginjal .

" Iya , Kakak itu panggilan dia Sayang katanya " ucap Raisya tersenyum lebar kepada kakak ganteng itu .

" ooooh, Sayang " ucap Zo yang terdengar geram sekali membuat Brian langsung lari takut di amuk pria itu .

" Sayang mau kemana ?" tanya Raisya akan mengejar Brian yang sudah berlari keluar itu tapi tangan nya langsung ditahan oleh Zo .

" Sekali lagi Kamu panggil dia Sayang , Saya benar-benar akan memakan mu " ucap Zo langsung berjalan menggenggam tangan Raisya .

Terpopuler

Comments

Aminya Syauqi

Aminya Syauqi

lebih seruh dari cerita mommy zo thor🤣🤣🤣

2024-10-01

0

Sari Maya

Sari Maya

ciehhh mulai cemburu niyeee

2024-09-24

0

Harris Arrayan

Harris Arrayan

😅😅😅😅😅😅😅

2024-09-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!