Bab 14 Asisten sialan

Tok

tok

" Zo kamu jatuh Nak ?" tanya Daddy mengetuk pintu dari luar , karena begitu dia lewat dia mendengar suara bantingan di lantai seperti benda yang terjatuh cukup keras .

" Ti, Tidak Daddy . Botol kaca Deodorant ku yang jatuh " jawab Zo sedikit gelagapan dari dalam .

" ooooh, Daddy tunggu dimeja makan ya Nak" ucap Daddy Zo lalu berlalu pergi .

Zo berjalan sedikit oleng pergi mengambil ponselnya di atas lantai .

" Anak Daddy pembohong" tawa keras Raisya begitu kembali dapat melihat wajah Zo .

" Semua gara-gara kamu , untung tidak rusak ponsel Saya" ucap Zo yang sebenarnya cukup cemas tadi ponselnya akan rusak karena terbanting cukup jauh .

" Ponsel Sultan emang beda di banting pun tak lecet sama sekali " ledek Raisya yang tadinya juga berfikir ponsel Zo akan rusak tapi ternyata tidak .

" Bukan masalah ponsel tapi Data penting di dalam nya" ucap Zo yang merasa lega karena ponselnya tidak lecet .

" Data penting?" ulang Raisya penuh tanda tanya .

" Iya, apa kamu tidak tau data penting?" tanya Zo balik seolah meremehkan Raisya.

" Tau " jawab Raisya sambil cemberut.

" Apa ?" tanya Zo lagi mengangkat sebelah alisnya.

" Paling juga aib " kata Raisya dengan tampang tengil nya yang membuat Zo emosian .

" Aib " ulang Zo dengan nada meninggi .

" Enggak, Hehehe canda kak. Yaudah Aku mandi dulu " ucap Raisya langsung menutup telponnya.

" Benar-benar Gadis sialan " umpat Zo melempar lagi ponselnya keatas ranjang lalu juga mandi dengan cepat karena sudah telat.

.............

Zo memasuki perusahaan nya dengan langkah tegap dan Aura dinginnya yang sangat mendominasi, membuat semua orang yang menyambutnya semakin menundukkan kepala.

" Apa saja jadwal Saya hari ini?" tanya Zo yang terus berjalan diikuti asisten nya sambil menyebutkan satu persatu jadwal Zo .

" Astaga , Apa tidak ada waktu kosong sejam pun hari ini " suara lelah Zo mendengar jadwalnya yang bahkan istirahat hanya makan siang saja .

" Kalau sesuai jadwal tidak boss. Apa boss ingin jadwalnya diatur ulang agar punya waktu untuk gadis kesayangan" kata Asisten Zo yang rada menggoda itu .

Asisten Zo memang jauh lebih muda dari Zo dan sangat suka sekali becanda padahal dia tau seperti apa sifat asli Zo yang begitu dingin tapi anehnya Zo bisa akrab dengan Brian bahkan menyayangi nya seperti adik walaupun tidak Zo tunjukkan secara langsung.

Namun keahlian dan manajemen nya yang baik lah yang membuat Zo terus mempertahankan nya walaupun asisten itu resek dan anehnya dengan cepat sekali tau segala hal tentang Zo , mungkin karena dia selalu ikut kemanapun Zo pergi makanya dia selalu tau .

" Diam. Kau ingin gajimu aku potong" suara tegas Zo begitu mereka masuk ke lift .

" Boleh , kalau Bos mau ngasih gadis manis itu untukku dipecat pun tidak papa " ucapnya terus saja menggoda Zo .

" Brian diam , mood Saya sedang jelek " ucap Zo menatap tajam asisten nya itu .

" Bos kenapa sih gengsian amat nanti gadis manis itu keburu diambil orang " ucap Brian yang langsung menyuarakan aspirasi netizen, karena dia sendiripun geram melihat Zo yang selalu jual mahal padahal gadis manis itu sudah mendekat .

" Nanti bos makan hati liat dia jalan sama pacar barunya" ucap Brian dengan sengaja menakut-nakuti, karena percintaan Zo kali ini benar-benar menarik perhatian nya

" Tinggal Aku tembak mati " ucap Zo dengan aura psikopat nya lanjut berjalan .

" Astaga bos , bersaing yang sehat dong . Masa main tembak aja pas punya saingan " tak setuju Brian terus merepet berbicara di belakang Zo yang berjalan menuju ruangan nya .

" Kamu bisa diam tidak " tegas Zo yang kadang juga merasa dikutuk saat pribadi keras dan irit bicara Sepertinya harus punya rekan kerja seperti Brian yang mulutnya tak bisa diam seperti emak-emak.

" Bisa kalau bos kasih gadis manis itu " ucap pria dengan tampang genit nya , yang benar-benar geram melihat Zo yang jual mahal didekati gadis secantik Raisya mungkin kalau dia mah udah luluh lantah .

" Akkkkk" teriak Briant segera menghindar dengan cepat saat Zo yang emosi itu akan menendang miliknya.

" Ambil kalau dia Mau " ucap Zo membuka sendiri pintu ruangan nya tanpa menunggu dibukakan oleh asisten sialan itu .

" Huftt, kalau dia mau sama Saya nggak mungkin dia mengajar bos " ucap Briant juga duduk dimeja kerjanya, siap untuk bekerja full lelah seharian ini .

Belum sepuluh menit Brian bekerja seorang gadis cantik berdiri di depannya.

" Hallo pak , apa Tuan Zo ada dalam ruangan nya?" tanya gadis cantik yang langsung diantar oleh bodyguard Zo itu .

" Sejak kapan saya jadi bapak kamu " ucap Brian cemberut dipanggil bapak oleh gadis manis yang sangat dia Kagumi itu .

" Hehehe Maaf Asisten Brian" ucap Raisya ulang membaca pin nama diatas meja kerja Brian .

" Bukan itu nama panggilan Saya" ucap Brian menatap gadis manis yang datang membawa paper bag ditangan nya itu .

" Terus panggilan nya siapa ?" tanya Raisya yang gemas sekali melihat wajah merajuk pria tampan yang sepertinya berkepribadian kocak itu .

" Sayang " jawab Brian dengan wajah menggoda yang membuatnya langsung mendapatkan pelototan tajam dari keempat bodyguard Zo yang berdiri di belakang Raisya.

" Okey Sayang" jawab Raisya singkat.

" Ehhhhh, ampun jangan nama Saya Brian . Jangan memanggil lagi ya bisa dipenggal kepala Saya sama pak bos " takut Brian saat gadis itu ternyata begitu patuh .

Ya walaupun suka bercandain Zo , Brian juga sangatlah takut pada Zo lagian dia kalau becanda selalu liat situasi dan kondisi lagian siapa sih yang tidak takut kalau pria sangar seperti Zo marah .

" Ayo Saya antar Nona" ucap Brian seketika menjadi mode formal dan bekerja secara profesional.

tok

Tok

" Boleh masuk Bos " tanya Brian dari luar saat sudah beberapa kali mengetuk pintu tapi Zo sama sekali tidak menyahut dari dalam.

" Kalau tidak ada keperluan mendesak nanti saja , Saya lagi pusing " jawab Zo dengan suara berat dari dalam .

Mendengar jawaban Zo , Brian langsung membuka pintu dan ternyata Zo duduk membelakangi meja kerjanya di atas kursi kerjanya.

" Brian kamu memang ,,," Zo langsung berdiri dengan emosi saat mendengar pintu ruangan nya malah di buka asisten sialan itu .

" Ini Bos , obat sakit kepala " ucap Brian mengajak Raisya masuk lalu segera keluar dan menutup pintu dengan senyum tak karuan nya entah apa yang dibayangkan nya .

Zo berdiri terdiam menatap Raisya yang tengah berjalan kearahnya, tapi memakai pakaian casual ala style Korea .

" Ngapain kamu ke perusahaan Saya ?" itulah satu pertanyaan Zo , cukup heran mengapa gadis itu bisa sampai keruangan nya dengan mudah padahal rasanya Zo belum memberikan izin pada siapapun untuk bisa bertemu dengan nya hari ini .

" Dan siapa yang memberikan kamu izin hingga bisa sampai kesini?" tanya Zo menatap Raisya yang sudah berdiri di depan nya.

" Tuhan " jawab Raisya singkat yang membuat Zo langsung geleng kepala

Terpopuler

Comments

Diana Monteiro

Diana Monteiro

😅😅😅

2024-11-26

0

Suli Oke

Suli Oke

/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/

2024-11-02

0

ira rodi

ira rodi

emang si raisya bikin zo emosian pagi2....hahahaha....

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!