Tok
tok
" Zo kamu jatuh Nak ?" tanya Daddy mengetuk pintu dari luar , karena begitu dia lewat dia mendengar suara bantingan di lantai seperti benda yang terjatuh cukup keras .
" Ti, Tidak Daddy . Botol kaca Deodorant ku yang jatuh " jawab Zo sedikit gelagapan dari dalam .
" ooooh, Daddy tunggu dimeja makan ya Nak" ucap Daddy Zo lalu berlalu pergi .
Zo berjalan sedikit oleng pergi mengambil ponselnya di atas lantai .
" Anak Daddy pembohong" tawa keras Raisya begitu kembali dapat melihat wajah Zo .
" Semua gara-gara kamu , untung tidak rusak ponsel Saya" ucap Zo yang sebenarnya cukup cemas tadi ponselnya akan rusak karena terbanting cukup jauh .
" Ponsel Sultan emang beda di banting pun tak lecet sama sekali " ledek Raisya yang tadinya juga berfikir ponsel Zo akan rusak tapi ternyata tidak .
" Bukan masalah ponsel tapi Data penting di dalam nya" ucap Zo yang merasa lega karena ponselnya tidak lecet .
" Data penting?" ulang Raisya penuh tanda tanya .
" Iya, apa kamu tidak tau data penting?" tanya Zo balik seolah meremehkan Raisya.
" Tau " jawab Raisya sambil cemberut.
" Apa ?" tanya Zo lagi mengangkat sebelah alisnya.
" Paling juga aib " kata Raisya dengan tampang tengil nya yang membuat Zo emosian .
" Aib " ulang Zo dengan nada meninggi .
" Enggak, Hehehe canda kak. Yaudah Aku mandi dulu " ucap Raisya langsung menutup telponnya.
" Benar-benar Gadis sialan " umpat Zo melempar lagi ponselnya keatas ranjang lalu juga mandi dengan cepat karena sudah telat.
.............
Zo memasuki perusahaan nya dengan langkah tegap dan Aura dinginnya yang sangat mendominasi, membuat semua orang yang menyambutnya semakin menundukkan kepala.
" Apa saja jadwal Saya hari ini?" tanya Zo yang terus berjalan diikuti asisten nya sambil menyebutkan satu persatu jadwal Zo .
" Astaga , Apa tidak ada waktu kosong sejam pun hari ini " suara lelah Zo mendengar jadwalnya yang bahkan istirahat hanya makan siang saja .
" Kalau sesuai jadwal tidak boss. Apa boss ingin jadwalnya diatur ulang agar punya waktu untuk gadis kesayangan" kata Asisten Zo yang rada menggoda itu .
Asisten Zo memang jauh lebih muda dari Zo dan sangat suka sekali becanda padahal dia tau seperti apa sifat asli Zo yang begitu dingin tapi anehnya Zo bisa akrab dengan Brian bahkan menyayangi nya seperti adik walaupun tidak Zo tunjukkan secara langsung.
Namun keahlian dan manajemen nya yang baik lah yang membuat Zo terus mempertahankan nya walaupun asisten itu resek dan anehnya dengan cepat sekali tau segala hal tentang Zo , mungkin karena dia selalu ikut kemanapun Zo pergi makanya dia selalu tau .
" Diam. Kau ingin gajimu aku potong" suara tegas Zo begitu mereka masuk ke lift .
" Boleh , kalau Bos mau ngasih gadis manis itu untukku dipecat pun tidak papa " ucapnya terus saja menggoda Zo .
" Brian diam , mood Saya sedang jelek " ucap Zo menatap tajam asisten nya itu .
" Bos kenapa sih gengsian amat nanti gadis manis itu keburu diambil orang " ucap Brian yang langsung menyuarakan aspirasi netizen, karena dia sendiripun geram melihat Zo yang selalu jual mahal padahal gadis manis itu sudah mendekat .
" Nanti bos makan hati liat dia jalan sama pacar barunya" ucap Brian dengan sengaja menakut-nakuti, karena percintaan Zo kali ini benar-benar menarik perhatian nya
" Tinggal Aku tembak mati " ucap Zo dengan aura psikopat nya lanjut berjalan .
" Astaga bos , bersaing yang sehat dong . Masa main tembak aja pas punya saingan " tak setuju Brian terus merepet berbicara di belakang Zo yang berjalan menuju ruangan nya .
" Kamu bisa diam tidak " tegas Zo yang kadang juga merasa dikutuk saat pribadi keras dan irit bicara Sepertinya harus punya rekan kerja seperti Brian yang mulutnya tak bisa diam seperti emak-emak.
" Bisa kalau bos kasih gadis manis itu " ucap pria dengan tampang genit nya , yang benar-benar geram melihat Zo yang jual mahal didekati gadis secantik Raisya mungkin kalau dia mah udah luluh lantah .
" Akkkkk" teriak Briant segera menghindar dengan cepat saat Zo yang emosi itu akan menendang miliknya.
" Ambil kalau dia Mau " ucap Zo membuka sendiri pintu ruangan nya tanpa menunggu dibukakan oleh asisten sialan itu .
" Huftt, kalau dia mau sama Saya nggak mungkin dia mengajar bos " ucap Briant juga duduk dimeja kerjanya, siap untuk bekerja full lelah seharian ini .
Belum sepuluh menit Brian bekerja seorang gadis cantik berdiri di depannya.
" Hallo pak , apa Tuan Zo ada dalam ruangan nya?" tanya gadis cantik yang langsung diantar oleh bodyguard Zo itu .
" Sejak kapan saya jadi bapak kamu " ucap Brian cemberut dipanggil bapak oleh gadis manis yang sangat dia Kagumi itu .
" Hehehe Maaf Asisten Brian" ucap Raisya ulang membaca pin nama diatas meja kerja Brian .
" Bukan itu nama panggilan Saya" ucap Brian menatap gadis manis yang datang membawa paper bag ditangan nya itu .
" Terus panggilan nya siapa ?" tanya Raisya yang gemas sekali melihat wajah merajuk pria tampan yang sepertinya berkepribadian kocak itu .
" Sayang " jawab Brian dengan wajah menggoda yang membuatnya langsung mendapatkan pelototan tajam dari keempat bodyguard Zo yang berdiri di belakang Raisya.
" Okey Sayang" jawab Raisya singkat.
" Ehhhhh, ampun jangan nama Saya Brian . Jangan memanggil lagi ya bisa dipenggal kepala Saya sama pak bos " takut Brian saat gadis itu ternyata begitu patuh .
Ya walaupun suka bercandain Zo , Brian juga sangatlah takut pada Zo lagian dia kalau becanda selalu liat situasi dan kondisi lagian siapa sih yang tidak takut kalau pria sangar seperti Zo marah .
" Ayo Saya antar Nona" ucap Brian seketika menjadi mode formal dan bekerja secara profesional.
tok
Tok
" Boleh masuk Bos " tanya Brian dari luar saat sudah beberapa kali mengetuk pintu tapi Zo sama sekali tidak menyahut dari dalam.
" Kalau tidak ada keperluan mendesak nanti saja , Saya lagi pusing " jawab Zo dengan suara berat dari dalam .
Mendengar jawaban Zo , Brian langsung membuka pintu dan ternyata Zo duduk membelakangi meja kerjanya di atas kursi kerjanya.
" Brian kamu memang ,,," Zo langsung berdiri dengan emosi saat mendengar pintu ruangan nya malah di buka asisten sialan itu .
" Ini Bos , obat sakit kepala " ucap Brian mengajak Raisya masuk lalu segera keluar dan menutup pintu dengan senyum tak karuan nya entah apa yang dibayangkan nya .
Zo berdiri terdiam menatap Raisya yang tengah berjalan kearahnya, tapi memakai pakaian casual ala style Korea .
" Ngapain kamu ke perusahaan Saya ?" itulah satu pertanyaan Zo , cukup heran mengapa gadis itu bisa sampai keruangan nya dengan mudah padahal rasanya Zo belum memberikan izin pada siapapun untuk bisa bertemu dengan nya hari ini .
" Dan siapa yang memberikan kamu izin hingga bisa sampai kesini?" tanya Zo menatap Raisya yang sudah berdiri di depan nya.
" Tuhan " jawab Raisya singkat yang membuat Zo langsung geleng kepala
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Diana Monteiro
😅😅😅
2024-11-26
0
Suli Oke
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
2024-11-02
0
ira rodi
emang si raisya bikin zo emosian pagi2....hahahaha....
2024-09-21
1