Bab 11 Kebahagiaan Mommy

" Nanti ya Mom kalau ketemu dia lagi kita minta maaf " bisik Lena yang paham kalau mertuanya sedang merasa bersalah sekali .

" Tapi Mommy tau nggak? Mata Aunty Rais tadi memerah seperti habis menangis " ucap Kenzie lagi yang membuat Mereka semakin saling Tatap.

" Ini Ken dikasih coklat sama Aunty nak?" tanya Mommy Kenzie mengalihkan pembicaraan melirik coklat yang di pegang Kenzie.

............

Sepulang dari perusahaan nya begitu sampai dirumahnya Zo langsung bersiap-siap dan mengganti pakaiannya karena akan datang ke rumah utama keluarga nya bahkan Zo sudah membeli beberapa barang yang akan dia bawa kerumah utama khusus nya untuk ponakan kesayangan nya .

Zo dengan buru-buru mengambil ponselnya lalu melakukan panggilan vidio dengan cepat memencet kontak Mommy nya , walaupun sibuk memakai pakaian. .

Setelah memencet Zo meletakkan dulu ponselnya di atas meja dan sibuk memilih jaket di lemarinya.

" Mommy 20 menit lagi Aku akan sampai di rumah , jadi Aku harap Mommy tidak lupa dengan masakan kesukaan ku" ucap Zo bicara dari jarak jauh begitu mendengar panggilan vidio nya di jawab .

" Apa?" .

" Masakan kesukaan ku Mom" kata Zo rada berteriak karena tengah duduk memakai sepatu nya .

" Apa ?"

" Apa , Bagaimana Mommy bisa lu,,," Zo yang mengambil ponselnya sambil bicara itu langsung terdiam begitu melihat layar ponselnya.

" Mau apa Daddy?" kata Raisya menggoda Zo balik sambil mengedipkan mata.

" Astaga , saya salah telfon " ucap Zo formal mengacak rambut nya yang sebelumnya sudah dia rapikan .

" Mau kemana Kak?" tanya Raisya pada Zo yang terlihat sudah rapi .

" nggak ada urusan nya sama kamu " jawab Zo ketus masih kesal di goda gadis itu dan akan langsung menutup telfon.

" Dihh mau cari Mommy-Mommy ini kayaknya" ucap Raisya dengan julit yang tentu saja membuat Zo langsung naik pitam mendengarnya padahal dia sudah akan menutup telfon tadi .

" Ehhh tutup mulut kamu ya , berani-beraninya kamu bilang Saya cari Mommy-Mommy kamu pikir saya pria apaan " ucap Zo yang tiba-tiba terbawa emosi saat mendengar ucapan Raisya yang seolah merujuk pada pria simpanan tante-tante.

" Ehhhh, kok marah jangan-jangan bener lagi " ucap Raisya semakin menggoda senang sekali mempermainkan emosi pria yang memang mudah terbawa emosi itu .

" Saya akan kerumah Ibu dan Saya memanggil Ibu dengan panggilan Mommy , paham kamu " ketus Zo mempelototi gadis sialan itu .

" Ooooh, bilang lah jadi Aku nggak salah paham " ucap Raisya terkekeh melihat wajah Zo yang begitu tidak ikhlas tapi masih menjelaskan.

" Kamu paham atau enggak. Tidak ada juga urusan nya dengan saya " ucap Zo bodoh amat dan segera mengakhiri telfon secara sepihak .

Drettt

Drettt

Zo sama sekali tidak mengangkat telfon Raisya dan memilih bersiap-siap agar cepat .

Ting .

Kalau pergi kerumah orang tua itu jangan bawa makanan .

Pesan singkat Raisya yang dibaca Zo dengan kening berkerut , padahal Zo sudah menyuruh bodyguard nya untuk membeli beberapa makanan agar keluarga nya senang tapi kenapa Raisya bilang jangan .

Karena saking penasarannya dengan pesan tak beralasan Raisya akhirnya Zo menelfon Raisya balik tapi malah tidak di angkat oleh Raisya selama berulang laki seperti yang Zo lakukan padanya tadi .

Saya ingin bicara , jadi angkat telfonnya.

Zo menulis pesan singkat karena tau kalau Raisya online.

" Apa ?" kata Raisya akhirnya mengangkat telfon itu .

" Kenapa jangan membawa makanan , lalu apa yang harus saya bawa?" tanya Zo to the points.

" Ya bawa hal yang bisa bikin mereka bahagia " jawab Raisya singkat.

" Bukannya makanan adalah salah satu hal yang bakal bikin mereka bahagia " ucap Zo lagi .

" itu di zaman ketumbar kak. Kalau sekarang dibawain atau enggak ya makanan itu pasti ada disetiap rumah orang " jelas Raisya yang sangat logis sehingga membuat Zo menjadi berfikir ulang .

" terus bawa Apa?" tanya Zo pada Raisya.

" Apa ya?" kata Raisya dengan suara main-main menyadari rasa penasaran Zo .

" katakan cepat , Saya tidak punya banyak waktu " ucap Zo yang lama-lama geram juga saat Gadis itu terus berkata main-main.

" Satu kata 50 ribu" tawa meledak Raisya saat Zo benar-benar menjadi penasaran padahal Raisya hanya berniat iseng tadi .

" Okey Saya transfer" ucap Zo yang langsung menyanggupi.

" Hehehe canda kak, maksud Aku tuh bawa yang lain kayak pakaian untuk orang tua kakak atau kalau Mommy kakak suka tas dan perhiasan bawakan itu pasti dia akan sangat senang dan bahagia " ucap Raisya memberikan beberapa contoh yang diangguki Zo karena itu memang ada benarnya.

" Terus yang terakhir kakak harus bawa hal yang bakal bikin orang tua kakak bahagia banget " ucap Raisya.

" Apa?" kata Zo karena memang setiap saran gadis itu benar adanya membawa kebahagiaan untuk orang tua nya.

" Bawa apa lagi " ucap Zo yang semakin tidak sabar serta keburu waktu juga harus segera pergi .

" Bawa Aku " tawa meledak Raisya yang membuat Zo langsung tersenyum saat tawa Raisya memenuhi pendengaran nya .

" Yang ada orang tua saya makin stres nanti " ucap Zo kembali ke wajah datarnya.

" Ihhh mana ada calon menantu idaman ini tau " ucap Raisya yang mengatakan hal valid karena banyak sekali kok yang mengatakan Raisya adalah salah satu kriteria menantu idaman.

" Apa yang kamu bisa?" tanya Zo dengan spontan.

" Ngeremehin ya " ketus Raisya menatap Zo cemberut.

" Ya apa ?" tanya Zo yang tak yakin bahwa gadis cerewet itu akan bisa banyak hal .

" Bisa goreng telur aja udah paling maksimal" ucap Zo menatap Raisya sambil menahan tawa .

" Maksimal Kakak bilang , Aku goreng ya telur kakak yang dua itu " ucap Raisya dengan geram menatap Zo tak terima dikatai bisa goreng telur aja udah maksimal.

" Gadis sialan " rutuk Zo mempelototi Raisya.

" Apa ?" tantang Raisya dengan suara keras .

............

" Zo kenapa terlambat sekali " suara lesu Mommy saat Zo telat lebih dari 1 jam dari janji sampai mereka sekeluarga belum jadi makan malam karena masih menunggu Zo .

" Maaf Mom, tadi aku membeli beberapa barang untuk kalian " ucap Zo dengan alasan yang tepat , padahal dia telat lama ya karena adu mulut dengan gadis sialan yang selalu membuatnya emosian .

" Tumben udah punya panutan kamu sekarang" tawa Daddy memeluk anaknya yang terasa sedikit berubahnya dari biasanya .

" Kayaknya Dad" tawa Zi juga memeluk kakak nya itu .

" Aaaaak,,, makasi sayang " teriak Mommy Zo sampai mengagetkan semua orang berlari memeluk Zo sampai meronta-ronta menggenggam tas branded yang di belikan Zo untuk nya .

Zo benar-benar tersenyum lepas tanpa beban melihat wanita yang paling disayangi nya sebahagia itu hanya karena Zo belikan tas .

" Kalau Aku tau Mommy akan sebahagia ini sudah dari dulu aku belikan Mom" batin Zo memeluk Mommy nya yang sangat senang itu .

" Terimakasih gadis gila" batin Zo walaupun menyebalkan tapi efek dari saran gadis gila itu sangat luar biasa

Terpopuler

Comments

sean hayati

sean hayati

Zo,gak sadar kalau dia mulai jatuh hati pada Raisya

2024-09-16

0

Sunatri Potabuga

Sunatri Potabuga

menghibur banyak gombalnya

2024-09-10

1

T1 T1n

T1 T1n

nunggu up-nya yg GK tentu ini bikin huff... ya sudah lahh😌

2024-06-05

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!