Kurang dari jam 9 malam malam Zo sudah berbaring diranjang benar-benar merasa lelah setelah bekerja seharian .
Drettt
Drettt.
" Mengganggu saja " kesal Zo yang baru memejamkan mata tapi sudah di telfon oleh gadis itu dan Zo langsung Mereject lalu melempar ponselnya di bantal di sebelahnya.
Drettt.
setelah sekian banyak deringan ponselnya sebuah chat masuk .
***Kak tolong Aku*** .
Zo langsung menelfon Raisya kembali setelah membaca pesan singkat itu .
" Kamu kenapa ?" tanya Zo langsung begitu Raisya mengangkat telfon .
" Cieeee, khawatir" tawa meledak Raisya yang langsung memenuhi pendengaran Zo .
" Kurang ajar Kamu , Saya tutup telpon nya" ucap Zo dengan emosi seketika, padahal tadi dia pikir gadis itu kenapa-kenapa.
" Yah padahal udah niat buka tadi tapi malah kakak tutup" ucap Raisya dengan suara lesunya.
" Buka apa?" tanya Zo lagi mendengar perkataan gadis itu.
" Buka hati " gombal Raisya membuat Zo semakin berwajah datar mendengar gombalan gadis itu .
" Dasar bocah ingusan , tidur sudah malam . Malah menggombal " marah Zo dengan suara tegas .
" Sudah malam ?" kata Raisya dengan suara kaget nya .
" Iya ini sudah malam , apa sedari tadi Kamu tidur sampai merasa masih sore " ucap Zo lagi .
" Beneran udah malam ?" tanya Raisya seolah tidak percaya .
" Iya ini sudah malam " jawab Zo dengan suara beratnya.
" Oooo, pantes dingin " ucap Raisya lagi .
" Kamu masih merasa dingin padahal suhu kota sudah sepanas ini , bahkan AC saja terasa tak berfungsi " ucap Zo karena memang suhu kota itu semakin malam semakin panas .
" Iyalah dingin kan ada kakak " ucap Raisya lagi tertawa renyah .
" Astaga , Gadis sialan " ucap Zo menggigit bibirnya.
" ikan teri di campur nasi , selamat menikmati tidurmu calon suami " ucap Raisya berpantun lalu seperti kebiasaan nya menutup telfon secara sepihak .
" Gadis sialan " ucap Zo lagi dan lagi tak terima saat gadis itu menutup telfon secara sepihak .
" Astaga" ketika Zo menelpon ulang yang terpencet malah panggilan vidio .
" Apa Sayang , tidurlah katanya sudah malam " ucap Raisya dengan suara manjanya tersenyum menatap wajah panik Zo yang sepertinya salah pencet itu .
Raisa yang sudah bergelung dalam selimut itu menatap Zo dengan senyum lebarnya.
Zo langsung menutup telfon itu tak tau lagi apa yang harus dia katakan saat melihat wajah menggoda gadis itu memenuhi layar ponselnya.
" Hahahaha , Apa lah kakak ini baru di gombalin dikit udah kaku " tawa meledak Raisya yang memang senang menggoda pria dingin itu , kayak sensasinya lain aja gitu .
...........
Seminggu kemudian .
" Bebz itu bukannya kakak pujaan mu ?" tunjuk Agnes yang tengah duduk di sofa sudut Mall pada Raisya yang berdiri di depan nya .
" Mana" kata Raisya berbalik ke belakang mencari orang yang di tunjuk oleh Agnes.
Raisya kembali berdiri menatap Agnes menjilat es krimnya dengan wajah tertekuk .
" Iya " jawab Raisya singkat merasa ada sedikit rasa sakit melihat pria pujaan nya bisa bicara sehangat itu pada seorang wanita sedangkan padanya begitu dingin .
Walaupun menunduk sesekali Raisya masih menatap Zo yang tengah berjalan berdampingan dengan seorang wanita diikuti beberapa staf di belakangnya tapi mereka terlihat sangat akrab.
Raisya mengunyah es krim nya dengan sangat kesal dan rasa dongkol .
" Astaga Bebz " ucap Risc melihat Raisya yang sudah menghabiskan es krimnya dalam hitungan detik padahal mereka baru 3 kali jilatan .
" Aku haus mau beli lagi " ucap Raisya pergi membeli lagi es krim Turkey yang sangat mereka sukai .
" Temani Aku cepatlah" ucap Raisya berjalan kesal matanya sesekali masih melirik Zo yang kini berhenti berjalan disudut Mall saat beberapa temannya juga menyapa .
Raisya antri untuk membeli es krim yang cukup banyak peminatnya, belum lagi penjual es krimnya yang ngeselin selalu main-main kadang buat emosi tapi bagaimana lagi Raisya memang sangat menyukai es krim Turkey.
10 menit kemudian .
Saat tiba giliran nya Raisya sudah senang dan mood nya cukup membaik melihat es krim yang sudah disiapkan oleh penjual nya .
" Eits " saat Raisya akan mengambil es nya penjual itu malah mengambil kembali menggunakan besi panjang sialan yang penuh tipuan itu .
" Heh cepat lah " ucap Raisya yang kesabaran setipis tisu itu malah di permainan kan oleh penjual es itu .
" Ini " ucapnya yang dengan cepat Raisya ambil .
" Anj,,,, cepatlah" teriak Raisya yang menjadi kesal terus dipermainkan oleh penjual sialan itu .
Berulang kali di permainkan akhirnya kesabaran Raisya habis dia melompat keatas meja penjual es krim sampai semua orang menatapnya bahkan beberapa pengunjung Mall menoleh .
" Berikan " kata Raisya dengan galak menginjak besi yang dipegang penjual itu .
" Iya, Iya , maafkan aku Nona" ucap pria itu yang menyesal juga telah mempermainkan gadis cantik yang ternyata kesabaran nya seperti tisu dibelah empat .
" Berikan " ucap Raisya kembali melompat kebawah setelah mendapatkan es krim , mood nya sudah jelek tapi malah di permainkan penjual es krim itu ya dia emosi berbeda dengan biasanya kalau lagi mood baik malah Raisya senang bermain-main dengan penjual es itu .
" Ayo " ucap Raisya pada kedua temannya yang masih melongo menatapnya sampai es krim yang mereka pegang meleleh.
" Bebz" kata mereka memutar tubuh Raisya agar menatap Zo dan teman-teman nya yang sudah menatap Raisya.
" Boleh seemosian itu Dek " tawa salah satu teman Zo yang membuat Raisya menunduk .
" nggak cukup kesabaran ku kak" jawab Raisya singkat tersenyum lebar pada teman Zo namun menatap Zo dengan sudut matanya karena berdiri dekat sekali dengan wanita itu .
" Ohhh, seleranya wanita pebisnis . Biar Aku imbangi " batin Raisya yang kalau cuma bersaing dengan hal begituan aja nggak bakalan kalah .
" Bebz kamu kenapa sih kok natap orang gitu , nanti Tante itu marah " ucap Agnes menyenggol lengan Raisya yang menatap wanita itu tajam .
" Nggak papa Dek , wanita karir seperti Saya memang sudah biasa di tatap julid oleh orang yang tidak mampu mengimbangi serta iri " jawab wanita itu mengatakan realita dan tak ambil pusing juga dengan tatapan Raisya.
" Dihhh, menghancurkan kau saja Aku bisa dengan kibasan jari " ucap Raisya menatap jijik wanita sombong yang merasa paling hebat itu .
Raisya adalah orang santai selama ini tapi kalau sudah bertemu dengan wanita sombong seperti ini, saat itulah jiwa psikopat nya menyala-nyala.
Zo dan teman-teman nya meneguk Saliva mendengar ucapan gadis itu yang memang mustahil terjadi, tapi mereka cukup terkejut dengan keberanian Raisya berkata begitu pada seorang Tapasya Marchel .
" Hahahaha lelucon macam apa itu , jangan terlalu meninggi nanti jatuh sakit . Saya tau kamu ingin terlihat tinggi dihadapan Zo dan teman-teman nya tapi tidak harus merendahkan harga diri juga " ucap Tapasya menatap gadis yang memakai seragam SMA itu tapi sudah berani berkata akan menghancurkan nya dengan kibasan jari .
" Kau ingin simulasi ?" tanya Raisya langsung mengibas tangan nya di udara.
Dor .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
komala
lanjut thor
2024-05-30
2
komala
good job raysa... kasih shock teraphy dikit tu nenek tapasya biar tau diri..
2024-05-30
0
Nuraeny
lanjut thor 💪🏼💪🏼
2024-05-30
0