Bab 5 sebuah Simulasi

Kurang dari jam 9 malam malam Zo sudah berbaring diranjang benar-benar merasa lelah setelah bekerja seharian .

Drettt

Drettt.

" Mengganggu saja " kesal Zo yang baru memejamkan mata tapi sudah di telfon oleh gadis itu dan Zo langsung Mereject lalu melempar ponselnya di bantal di sebelahnya.

Drettt.

setelah sekian banyak deringan ponselnya sebuah chat masuk .

***Kak tolong Aku*** .

Zo langsung menelfon Raisya kembali setelah membaca pesan singkat itu .

" Kamu kenapa ?" tanya Zo langsung begitu Raisya mengangkat telfon .

" Cieeee, khawatir" tawa meledak Raisya yang langsung memenuhi pendengaran Zo .

" Kurang ajar Kamu , Saya tutup telpon nya" ucap Zo dengan emosi seketika, padahal tadi dia pikir gadis itu kenapa-kenapa.

" Yah padahal udah niat buka tadi tapi malah kakak tutup" ucap Raisya dengan suara lesunya.

" Buka apa?" tanya Zo lagi mendengar perkataan gadis itu.

" Buka hati " gombal Raisya membuat Zo semakin berwajah datar mendengar gombalan gadis itu .

" Dasar bocah ingusan , tidur sudah malam . Malah menggombal " marah Zo dengan suara tegas .

" Sudah malam ?" kata Raisya dengan suara kaget nya .

" Iya ini sudah malam , apa sedari tadi Kamu tidur sampai merasa masih sore " ucap Zo lagi .

" Beneran udah malam ?" tanya Raisya seolah tidak percaya .

" Iya ini sudah malam " jawab Zo dengan suara beratnya.

" Oooo, pantes dingin " ucap Raisya lagi .

" Kamu masih merasa dingin padahal suhu kota sudah sepanas ini , bahkan AC saja terasa tak berfungsi " ucap Zo karena memang suhu kota itu semakin malam semakin panas .

" Iyalah dingin kan ada kakak " ucap Raisya lagi tertawa renyah .

" Astaga , Gadis sialan " ucap Zo menggigit bibirnya.

" ikan teri di campur nasi , selamat menikmati tidurmu calon suami " ucap Raisya berpantun lalu seperti kebiasaan nya menutup telfon secara sepihak .

" Gadis sialan " ucap Zo lagi dan lagi tak terima saat gadis itu menutup telfon secara sepihak .

" Astaga" ketika Zo menelpon ulang yang terpencet malah panggilan vidio .

" Apa Sayang , tidurlah katanya sudah malam " ucap Raisya dengan suara manjanya tersenyum menatap wajah panik Zo yang sepertinya salah pencet itu .

Raisa yang sudah bergelung dalam selimut itu menatap Zo dengan senyum lebarnya.

Zo langsung menutup telfon itu tak tau lagi apa yang harus dia katakan saat melihat wajah menggoda gadis itu memenuhi layar ponselnya.

" Hahahaha , Apa lah kakak ini baru di gombalin dikit udah kaku " tawa meledak Raisya yang memang senang menggoda pria dingin itu , kayak sensasinya lain aja gitu .

...........

Seminggu kemudian .

" Bebz itu bukannya kakak pujaan mu ?" tunjuk Agnes yang tengah duduk di sofa sudut Mall pada Raisya yang berdiri di depan nya .

" Mana" kata Raisya berbalik ke belakang mencari orang yang di tunjuk oleh Agnes.

Raisya kembali berdiri menatap Agnes menjilat es krimnya dengan wajah tertekuk .

" Iya " jawab Raisya singkat merasa ada sedikit rasa sakit melihat pria pujaan nya bisa bicara sehangat itu pada seorang wanita sedangkan padanya begitu dingin .

Walaupun menunduk sesekali Raisya masih menatap Zo yang tengah berjalan berdampingan dengan seorang wanita diikuti beberapa staf di belakangnya tapi mereka terlihat sangat akrab.

Raisya mengunyah es krim nya dengan sangat kesal dan rasa dongkol .

" Astaga Bebz " ucap Risc melihat Raisya yang sudah menghabiskan es krimnya dalam hitungan detik padahal mereka baru 3 kali jilatan .

" Aku haus mau beli lagi " ucap Raisya pergi membeli lagi es krim Turkey yang sangat mereka sukai .

" Temani Aku cepatlah" ucap Raisya berjalan kesal matanya sesekali masih melirik Zo yang kini berhenti berjalan disudut Mall saat beberapa temannya juga menyapa .

Raisya antri untuk membeli es krim yang cukup banyak peminatnya, belum lagi penjual es krimnya yang ngeselin selalu main-main kadang buat emosi tapi bagaimana lagi Raisya memang sangat menyukai es krim Turkey.

10 menit kemudian .

Saat tiba giliran nya Raisya sudah senang dan mood nya cukup membaik melihat es krim yang sudah disiapkan oleh penjual nya .

" Eits " saat Raisya akan mengambil es nya penjual itu malah mengambil kembali menggunakan besi panjang sialan yang penuh tipuan itu .

" Heh cepat lah " ucap Raisya yang kesabaran setipis tisu itu malah di permainan kan oleh penjual es itu .

" Ini " ucapnya yang dengan cepat Raisya ambil .

" Anj,,,, cepatlah" teriak Raisya yang menjadi kesal terus dipermainkan oleh penjual sialan itu .

Berulang kali di permainkan akhirnya kesabaran Raisya habis dia melompat keatas meja penjual es krim sampai semua orang menatapnya bahkan beberapa pengunjung Mall menoleh .

" Berikan " kata Raisya dengan galak menginjak besi yang dipegang penjual itu .

" Iya, Iya , maafkan aku Nona" ucap pria itu yang menyesal juga telah mempermainkan gadis cantik yang ternyata kesabaran nya seperti tisu dibelah empat .

" Berikan " ucap Raisya kembali melompat kebawah setelah mendapatkan es krim , mood nya sudah jelek tapi malah di permainkan penjual es krim itu ya dia emosi berbeda dengan biasanya kalau lagi mood baik malah Raisya senang bermain-main dengan penjual es itu .

" Ayo " ucap Raisya pada kedua temannya yang masih melongo menatapnya sampai es krim yang mereka pegang meleleh.

" Bebz" kata mereka memutar tubuh Raisya agar menatap Zo dan teman-teman nya yang sudah menatap Raisya.

" Boleh seemosian itu Dek " tawa salah satu teman Zo yang membuat Raisya menunduk .

" nggak cukup kesabaran ku kak" jawab Raisya singkat tersenyum lebar pada teman Zo namun menatap Zo dengan sudut matanya karena berdiri dekat sekali dengan wanita itu .

" Ohhh, seleranya wanita pebisnis . Biar Aku imbangi " batin Raisya yang kalau cuma bersaing dengan hal begituan aja nggak bakalan kalah .

" Bebz kamu kenapa sih kok natap orang gitu , nanti Tante itu marah " ucap Agnes menyenggol lengan Raisya yang menatap wanita itu tajam .

" Nggak papa Dek , wanita karir seperti Saya memang sudah biasa di tatap julid oleh orang yang tidak mampu mengimbangi serta iri " jawab wanita itu mengatakan realita dan tak ambil pusing juga dengan tatapan Raisya.

" Dihhh, menghancurkan kau saja Aku bisa dengan kibasan jari " ucap Raisya menatap jijik wanita sombong yang merasa paling hebat itu .

Raisya adalah orang santai selama ini tapi kalau sudah bertemu dengan wanita sombong seperti ini, saat itulah jiwa psikopat nya menyala-nyala.

Zo dan teman-teman nya meneguk Saliva mendengar ucapan gadis itu yang memang mustahil terjadi, tapi mereka cukup terkejut dengan keberanian Raisya berkata begitu pada seorang Tapasya Marchel .

" Hahahaha lelucon macam apa itu , jangan terlalu meninggi nanti jatuh sakit . Saya tau kamu ingin terlihat tinggi dihadapan Zo dan teman-teman nya tapi tidak harus merendahkan harga diri juga " ucap Tapasya menatap gadis yang memakai seragam SMA itu tapi sudah berani berkata akan menghancurkan nya dengan kibasan jari .

" Kau ingin simulasi ?" tanya Raisya langsung mengibas tangan nya di udara.

Dor .

Terpopuler

Comments

komala

komala

lanjut thor

2024-05-30

2

komala

komala

good job raysa... kasih shock teraphy dikit tu nenek tapasya biar tau diri..

2024-05-30

0

Nuraeny

Nuraeny

lanjut thor 💪🏼💪🏼

2024-05-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!