" Hummm, baru jadi wanita pebisnis aja belagu " ketus Raisya lalu berjalan pergi memangku kedua tangan nya .
" Bebz kamu kok jadi emosi sih " ucap kedua teman Raisya mengejar lalu memeluk sahabatnya yang sudah emosi itu .
" Aku benci direndahkan. Mulai hari ini akan aku buktikan kalau aku juga bisa jadi wanita pebisnis, liat saja akan Aku hancurkan dia " ucap Raisya penuh dendam mengepal tangan nya.
Malam harinya.
" Apa ? Kamu Beneran Nak bakalan belajar jadi pemimpin di perusahaan kita " ucap Papa Raisya menatap anaknya dengan antusias .
" Iya Pa , kalau bukan Aku siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan kita dan Aku cuma sendirian nggak bisa punya adik lagi " kata Raisya memeluk Papa nya yang duduk di kursi kerja itu dari belakang .
" Baiklah, kalau begitu nanti malam Papa bakalan ajak kamu ke acara bisnis peresmian hotel terbesar di kota ini sehingga nanti kamu bisa ketemu dengan banyak pebisnis hebat serta bisa memperluas relasi " ucap Papa dengan semangat .
" Baik Pah " kata Raisya dengan patuh mengecup pipi Papa nya senang .
" Sebelum itu semua , duduk di depan meja dulu biar Papa jelaskan etika dan sikap seorang pebisnis" ucap Papa Raisya dengan sangat antusias karena akhirnya Putri tunggalnya itu mau belajar bisnis murni keinginan dari hatinya.
Sebagai seorang Ayah yang sangat menyayangi putri nya Papa Raisya tidaklah pernah memaksakan keinginan nya pada Raisya walaupun itu sangat penting karena bagi Papa Raisya kebahagiaan anaknya diatas segala-galanya.
" Ohhhh, ternyata pebisnis memang seistimewa itu, wajar Nenek sihir itu sombong" ucap Raisya yang mulai memahami apa yang disampaikan oleh Papa nya , ternyata menjadi pebisnis tidak menderita seperti yang Raisya bayangkan.
" Terus cara menarik perhatian pebisnis lain gimana Pah?" tanya Raisya dengan wajah polos merujuk pada sebuah eksistensi walaupun didalamnya juga terselip sesuatu yang lain namun tidak disadari Papa nya.
" Ya , tunjukkan pesona serta performa kamu berbeda dari orang lain sehingga tanpa bersusah payah semua mata akan tertuju pada kamu " jawab Papa yang semakin senang saat rasa penasaran anaknya mulai bertambah tentang pengetahuan bisnis .
" Oooo, Harus tampil elegan ya Pah " ucap Raisya lagi.
" Bukan elegan saja Nak, tapi kekayaan atau tahta yang kamu sandang sangat mempengaruhi pandangan orang terhadap kamu " ucap Papa Raisya yang membuat Raisya langsung cemberut.
" loh kok wajahnya gitu ?" tanya Papa Raisya melihat perubahan ekspresi wajah anaknya.
" Iya Pah, tadi itukan Aku ketemu sama wanita pebisnis terus dia merendahkan Aku bahkan seolah anggap Aku tidak punya apa-apa Pah karena masih anak sekolahan " ucap Raisya dengan nada sedih .
Raisya adalah anak yang sulit sekali menyimpan perasaan nya , apapun itu pasti ujung-ujungnya dia bercerita pada Papanya walaupun tanpa sadar .
" Jadi karena itu kamu mau belajar bisnis sekarang?" tanya Papa yang akhirnya mendapatkan jawaban kenapa anaknya tiba-tiba mau belajar bisnis padahal sebelumnya menolak keras .
" Bukan cuma itu Pah, ingin kelihatan unggul juga biar nanti kalau nggak kalah saing " kata Raisya mengangguk malu-malu.
" Kamu menyukai seorang pebisnis Nak?" tanya Papa to the points.
" Ihh, nggak ,nggak ada , Pah " kata Raisya membantah sambil gelagapan.
" Yaudah Pah , Aku cari baju dulu ya buat datang ke pesta nanti " ucap Raisya segera berlari keluar agar tidak ditanyai Papa lebih lanjut .
............
" Cantik nya " puji Papa menatap Raisya yang berdandan ala pebisnis bahkan memakai blazers, walaupun rambutnya masih gerai .
" Loh kok Papa nggak siap-siap katanya pergi jam 7" ucap Raisya merengek , berfikir kalau mereka tidak jadi pergi padahal dia sudah menghabiskan waktu cukup lama untuk bersiap.
" Mau belajar jadi pebisnis kan?" tanya Papa Yang diangguki Raisya.
" Pergilah sendiri , belajar mengangkat pandangan jangan terus memeluk lengan Papa di keramaian tapi berjalan sendiri dengan penuh percaya diri serta keberanian " ucap Papa memegang pundak Raisya.
" Haaaa, nggak mau nanti banyak orang jahatnya " suara lesu Raisya masih merasa trauma sampai sekarang karena sejak kecil sering akan diculik bahkan hampir dibunuh di acara bisnis.
Itulah salah satu dari sekian banyak alasan mengapa Raisya tidak mau datang ke acara bisnis .
" Papa sudah menyiapkan semuanya Nak , tidak mungkin juga Papa melepas Kamu tanpa pengawasan " senyum hangat Papa Raisya memeluk putrinya itu .
Papa Raisya adalah orang yang paling tau betapa besar potensi serangan yang mengintai putri nya setiap saat , karena itu lah dia menjadi ayah yang waspada.
" Ayo Tuan putri " ucap kelima bodyguard yang sudah siap mengawal Raisya disepanjang acara nanti .
" Tumben Ganteng" ucap Raisya menatap kelima bodyguard yang memakai setelan jas hitam itu , bisa dikatakan selain masih sangat muda kegantengan mereka juga diatas rata-rata.
" Oooo, komplen biar pa,,,"
" enggak Pah sama mereka aja " ucap Raisya dengan senang akhirnya punya bodyguard ganteng juga biasanya kan tua semua dan seram lagi .
"Udah pergilah, nanti juga akan ada staf perusahaan kita yang akan mendampingi kamu disana " ucap Papa Raisya mengecup kening putri sebelum mempersilahkan pergi.
" Ingat ya semua yang Papa katakan" yang diangguki Raisya.
............
" harusnya rambut ini di tata , tapi yaudah lah tetap cantik kok. Mama juga lagi nggak ada , mau Tata sendiri nggak ngerti " ucap Raisya keluar mobil begitu bodyguard nya membuka pintu.
Begitu Raisya turun dari mobil semua kamera menyorot nya karena Raisya datang ke acara bisnis itu memakai kalung berliontin sebagai tanda pengenal bahwa dia adalah pewaris tahta kerajaan bisnis Albara company yang membuatnya disegani .
" Raisya harus cool dan cuek pokoknya nggak boleh cempreng" batin Raisya menasehati dirinya sendiri yang sangat sulit mengendalikan diri .
Berada dilingkungan bisnis beberapa saat cukup merubah pandangan Raisya yang selama ini memiliki persepsi kolot sampai menganggap berbisnis sebuah penderitaan padahal seenak ini .
" Kak Zo " ucap Raisya yang benar-benar tidak bisa menahan diri jika sudah melihat Zo.
" Astaga kenapa Aku sefanatik itu pada kak Zo " ucap Raisya yang diam-diam mengambil foto Zo walaupun dari jarak yang cukup jauh .
Raisya tidak tau kenapa dia bisa sesuka itu pada Zo sampai sikap dingin pria itupun dan melunturkan rasa sukanya .
" Om diam disini ya, Aku mau ketemu temen " ucap Raisya pada kelima bodyguard nya yang langsung mengangguk itu.
" Hai kak Zo " sapa Raisya yang berdiri di depan Zo menatapnya dengan penuh senyuman.
" Apa yang Kamu lakukan disini Bocil " ucap Zo dengan spontan menatap Raisya dari bawah keatas secara keseluruhan.
" Apa coba ?" tanya Raisya balik mengedipkan matanya pada Zo sampai pria dewasa itu buang muka .
" Kenapa dimana-mana Saya selalu bertemu kamu ?" tanya Zo justru balik bertanya juga .
" Ya karena jodoh itu emang nggak bakal kemana-mana" jawab Raisya yang hanya sebatas lengan Zo saja berjinjit mengucapkan kata-kata itu kedekat telinga Zo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
sean hayati
Nekat juga Raisya
2024-09-16
0
Novita Tari
lanjuttt thorrr jangan lama"
2024-05-31
4
Miss Typo
Zo dah terpesona SM Raisya tp msh gengsi, awas nanti Zo bisa bucin nih sm Raisya 😁
sebenarnya penasaran tuh sm kmrn yg bilang simulasi trs ada bunyi dor, itu apa ya yg terjadi?
semangat semangat thor ditunggu lanjutannya 💪💪
2024-05-31
0