Bab 6 Tidak mau kalah saing

" Hummm, baru jadi wanita pebisnis aja belagu " ketus Raisya lalu berjalan pergi memangku kedua tangan nya .

" Bebz kamu kok jadi emosi sih " ucap kedua teman Raisya mengejar lalu memeluk sahabatnya yang sudah emosi itu .

" Aku benci direndahkan. Mulai hari ini akan aku buktikan kalau aku juga bisa jadi wanita pebisnis, liat saja akan Aku hancurkan dia " ucap Raisya penuh dendam mengepal tangan nya.

Malam harinya.

" Apa ? Kamu Beneran Nak bakalan belajar jadi pemimpin di perusahaan kita " ucap Papa Raisya menatap anaknya dengan antusias .

" Iya Pa , kalau bukan Aku siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan kita dan Aku cuma sendirian nggak bisa punya adik lagi " kata Raisya memeluk Papa nya yang duduk di kursi kerja itu dari belakang .

" Baiklah, kalau begitu nanti malam Papa bakalan ajak kamu ke acara bisnis peresmian hotel terbesar di kota ini sehingga nanti kamu bisa ketemu dengan banyak pebisnis hebat serta bisa memperluas relasi " ucap Papa dengan semangat .

" Baik Pah " kata Raisya dengan patuh mengecup pipi Papa nya senang .

" Sebelum itu semua , duduk di depan meja dulu biar Papa jelaskan etika dan sikap seorang pebisnis" ucap Papa Raisya dengan sangat antusias karena akhirnya Putri tunggalnya itu mau belajar bisnis murni keinginan dari hatinya.

Sebagai seorang Ayah yang sangat menyayangi putri nya Papa Raisya tidaklah pernah memaksakan keinginan nya pada Raisya walaupun itu sangat penting karena bagi Papa Raisya kebahagiaan anaknya diatas segala-galanya.

" Ohhhh, ternyata pebisnis memang seistimewa itu, wajar Nenek sihir itu sombong" ucap Raisya yang mulai memahami apa yang disampaikan oleh Papa nya , ternyata menjadi pebisnis tidak menderita seperti yang Raisya bayangkan.

" Terus cara menarik perhatian pebisnis lain gimana Pah?" tanya Raisya dengan wajah polos merujuk pada sebuah eksistensi walaupun didalamnya juga terselip sesuatu yang lain namun tidak disadari Papa nya.

" Ya , tunjukkan pesona serta performa kamu berbeda dari orang lain sehingga tanpa bersusah payah semua mata akan tertuju pada kamu " jawab Papa yang semakin senang saat rasa penasaran anaknya mulai bertambah tentang pengetahuan bisnis .

" Oooo, Harus tampil elegan ya Pah " ucap Raisya lagi.

" Bukan elegan saja Nak, tapi kekayaan atau tahta yang kamu sandang sangat mempengaruhi pandangan orang terhadap kamu " ucap Papa Raisya yang membuat Raisya langsung cemberut.

" loh kok wajahnya gitu ?" tanya Papa Raisya melihat perubahan ekspresi wajah anaknya.

" Iya Pah, tadi itukan Aku ketemu sama wanita pebisnis terus dia merendahkan Aku bahkan seolah anggap Aku tidak punya apa-apa Pah karena masih anak sekolahan " ucap Raisya dengan nada sedih .

Raisya adalah anak yang sulit sekali menyimpan perasaan nya , apapun itu pasti ujung-ujungnya dia bercerita pada Papanya walaupun tanpa sadar .

" Jadi karena itu kamu mau belajar bisnis sekarang?" tanya Papa yang akhirnya mendapatkan jawaban kenapa anaknya tiba-tiba mau belajar bisnis padahal sebelumnya menolak keras .

" Bukan cuma itu Pah, ingin kelihatan unggul juga biar nanti kalau nggak kalah saing " kata Raisya mengangguk malu-malu.

" Kamu menyukai seorang pebisnis Nak?" tanya Papa to the points.

" Ihh, nggak ,nggak ada , Pah " kata Raisya membantah sambil gelagapan.

" Yaudah Pah , Aku cari baju dulu ya buat datang ke pesta nanti " ucap Raisya segera berlari keluar agar tidak ditanyai Papa lebih lanjut .

............

" Cantik nya " puji Papa menatap Raisya yang berdandan ala pebisnis bahkan memakai blazers, walaupun rambutnya masih gerai .

" Loh kok Papa nggak siap-siap katanya pergi jam 7" ucap Raisya merengek , berfikir kalau mereka tidak jadi pergi padahal dia sudah menghabiskan waktu cukup lama untuk bersiap.

" Mau belajar jadi pebisnis kan?" tanya Papa Yang diangguki Raisya.

" Pergilah sendiri , belajar mengangkat pandangan jangan terus memeluk lengan Papa di keramaian tapi berjalan sendiri dengan penuh percaya diri serta keberanian " ucap Papa memegang pundak Raisya.

" Haaaa, nggak mau nanti banyak orang jahatnya " suara lesu Raisya masih merasa trauma sampai sekarang karena sejak kecil sering akan diculik bahkan hampir dibunuh di acara bisnis.

Itulah salah satu dari sekian banyak alasan mengapa Raisya tidak mau datang ke acara bisnis .

" Papa sudah menyiapkan semuanya Nak , tidak mungkin juga Papa melepas Kamu tanpa pengawasan " senyum hangat Papa Raisya memeluk putrinya itu .

Papa Raisya adalah orang yang paling tau betapa besar potensi serangan yang mengintai putri nya setiap saat , karena itu lah dia menjadi ayah yang waspada.

" Ayo Tuan putri " ucap kelima bodyguard yang sudah siap mengawal Raisya disepanjang acara nanti .

" Tumben Ganteng" ucap Raisya menatap kelima bodyguard yang memakai setelan jas hitam itu , bisa dikatakan selain masih sangat muda kegantengan mereka juga diatas rata-rata.

" Oooo, komplen biar pa,,,"

" enggak Pah sama mereka aja " ucap Raisya dengan senang akhirnya punya bodyguard ganteng juga biasanya kan tua semua dan seram lagi .

"Udah pergilah, nanti juga akan ada staf perusahaan kita yang akan mendampingi kamu disana " ucap Papa Raisya mengecup kening putri sebelum mempersilahkan pergi.

" Ingat ya semua yang Papa katakan" yang diangguki Raisya.

............

" harusnya rambut ini di tata , tapi yaudah lah tetap cantik kok. Mama juga lagi nggak ada , mau Tata sendiri nggak ngerti " ucap Raisya keluar mobil begitu bodyguard nya membuka pintu.

Begitu Raisya turun dari mobil semua kamera menyorot nya karena Raisya datang ke acara bisnis itu memakai kalung berliontin sebagai tanda pengenal bahwa dia adalah pewaris tahta kerajaan bisnis Albara company yang membuatnya disegani .

" Raisya harus cool dan cuek pokoknya nggak boleh cempreng" batin Raisya menasehati dirinya sendiri yang sangat sulit mengendalikan diri .

Berada dilingkungan bisnis beberapa saat cukup merubah pandangan Raisya yang selama ini memiliki persepsi kolot sampai menganggap berbisnis sebuah penderitaan padahal seenak ini .

" Kak Zo " ucap Raisya yang benar-benar tidak bisa menahan diri jika sudah melihat Zo.

" Astaga kenapa Aku sefanatik itu pada kak Zo " ucap Raisya yang diam-diam mengambil foto Zo walaupun dari jarak yang cukup jauh .

Raisya tidak tau kenapa dia bisa sesuka itu pada Zo sampai sikap dingin pria itupun dan melunturkan rasa sukanya .

" Om diam disini ya, Aku mau ketemu temen " ucap Raisya pada kelima bodyguard nya yang langsung mengangguk itu.

" Hai kak Zo " sapa Raisya yang berdiri di depan Zo menatapnya dengan penuh senyuman.

" Apa yang Kamu lakukan disini Bocil " ucap Zo dengan spontan menatap Raisya dari bawah keatas secara keseluruhan.

" Apa coba ?" tanya Raisya balik mengedipkan matanya pada Zo sampai pria dewasa itu buang muka .

" Kenapa dimana-mana Saya selalu bertemu kamu ?" tanya Zo justru balik bertanya juga .

" Ya karena jodoh itu emang nggak bakal kemana-mana" jawab Raisya yang hanya sebatas lengan Zo saja berjinjit mengucapkan kata-kata itu kedekat telinga Zo.

Terpopuler

Comments

sean hayati

sean hayati

Nekat juga Raisya

2024-09-16

0

Novita Tari

Novita Tari

lanjuttt thorrr jangan lama"

2024-05-31

4

Miss Typo

Miss Typo

Zo dah terpesona SM Raisya tp msh gengsi, awas nanti Zo bisa bucin nih sm Raisya 😁

sebenarnya penasaran tuh sm kmrn yg bilang simulasi trs ada bunyi dor, itu apa ya yg terjadi?

semangat semangat thor ditunggu lanjutannya 💪💪

2024-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!