Bab 9 Kenzie

" Jodoh . Bukankah setiap pria menyukai mu , lalu yang mana jodohmu itu " ucap Zo semakin ketus saja merebahkan tubuhnya di ranjang dengan brutal sampai seperti suara jatuh .

" Iya lah banyak yang suka Aku kan cantik , makanya kakak jangan gengsian nanti keduluan orang menyesal " ucap Raisya dengan suara menggoda .

" Pede sekali Kamu " ucap Zo dengan datar dan segera menutup telfon .

Zo langsung menarik selimut untuk segera tidur bahkan sekedar mengganti baju saja malas , makanya dia tidur menggunakan kimono.

Drettt

Drettt

" Apa lagi Aku ingin tidur " ucap Zo dengan nada sedikit meninggi setelah mengangkat telfon dari Raisya karena ponselnya terus berdering.

" Enak aja nutup telfon sepihak Aku belum selesai bicara " ucap Raisya dengan nada tinggi juga , seolah-olah Zo adalah pacarnya dan mereka lagi marahan .

" Biasanya kamu juga begitu setiap kali kita menelfon " ucap Zo yang tiba-tiba menutup mulut dengan tangan saat kata-kata Alay seperti itu keluar dari mulutnya tanpa Zo duga .

" Aaaaa, Maaf Kak besok janji nggak gitu lagi " ucap Raisya dengan suara manjanya yang membuat tubuh Zo serasa meremang mendengarnya.

" Kakak udah tidur ?" tanya Raisya setelah cukup lama Zo diam .

" Udah " jawab Zo yang bahkan matanya menjadi sama sekali tidak mengantuk sekarang.

" Udah kok masih jawab " goda Raisya lagi .

" Saya akan istirahat jadi jangan mengganggu " ucap Zo tegas menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

" Iya , tapi jawab dulu kakak dimana ?" tanya Raisya.

" private, tidak ada yang boleh tau keberadaan Saya " tegas Zain .

" Apa susahnya sih tinggal bilang , ribet amat jadi cowok " ketus Raisya menjadi kesal juga .

" Kakak dimana?" tanya Raisya sekali lagi .

" Huftt, Saya di hotel " Akhirnya Zo menjawab merasa telinga nya sakit mendengar suara cempreng Raisya yang sangat cerewet bagi orang irit bicara seperti Zo .

Raisya langsung mengalihkan panggilan telfon itu ke vidio yang sama sekali tidak di setujui oleh Zo .

" Ohhh, lagi check in sama kupu-kupu malam " ucap Raisya dengan begitu sewot namun juga membuat Zo benar-benar tidak terima dengan ucapan gadis itu .

" Enteng banget mulut ngomong begitu ya Kamu pikir Saya pria murahan " ucap Zo dengan suara tak kalah tinggi .

" Ya kalau emang enggak apa salahnya angkat biar Aku bisa liat dan percaya " ucap Raisya yang pandai sekali memainkan emosi pria dewasa itu.

" Apa kamu melihat ada wanita disini?" ucap Zo yang bahkan sampai mengarahkan kameranya ke kamar mandi sebagai pembuktian bahwa dia tidak sedang bersama wanita.

" Hehehe kirain " ucap Raisya tersenyum lebar menatap wajah tampan Zo yang sepertinya baru selesai mandi itu .

" Sekali lagi Kamu berani bilang begitu , Awas " ucap Zo yang di balas gelengan oleh Raisya.

" Iya deh , Maaf " ucap Raisya lagi karena memang dia yang salah telah menuduh Zo yang tidak-tidak.

" Yaudah , selamat malam Ayang . Daaa" ucap Raisya yang sebelum mengakhiri telfon yang membuat Zo yang sejenak melamun itu melotot mendengar nya .

" Astaga " ucap Zo mengambil nafas berkali-kali lalu meletakkan ponselnya dan dengan cepat tidur dari pada semakin kepikiran dengan gadis nekat yang entah kenapa tiba-tiba mengejarnya.

Pagi harinya Zo terbangun mendengar dering ponselnya.

" Iya kenapa Zi" tanya Zo pada saudara kembarnya yang sudah menelfon pagi sekali bahkan Zo belum bangun .

" Uncle ini Kenzie" suara lesu ponakan Zo yang sudah hampir berusia 4 tahun itu .

" Ehhhh, kenapa Sayang " ucap Zo langsung duduk bersandar ke kepala ranjang mendengar suara ponakan nya .

" Uncle kemana aja nggak pernah datang lagi kerumah Ken , udah lupa sama Ken ?" tanya Kenzie dengan nada merajuk .

" Ingat kok Ken , uncle sangat sibuk seminggu terakhir" senyum lebar Zo mendengar amukan ponakan nya yang sangat dia sayangi itu .

" Ken mau sekolah di antar uncle , hari ini pokoknya. " ucap Kenzie .

" besok ya hari ini uncle harus berangkat pagi karena ada meeting " ucap Zo memberi pengertian.

" Ken mau hari ini " kata Kenzie yang sudah terlanjur merindukan uncle yang sudah 2 Minggu lebih tidak bertemu .

" Ken , tidak boleh begitu nak uncle mu sibuk jangan rewel " ucap Zi menasehati anak nya .

" Mau ketemu uncle Dad" Kenzie terdengar menangis dan berlari keluar .

" Sudah kah , fokus saja pada kerjaan mu jangan terlalu difikirkan kalau pagi sibuk nanti malam saja datang kerumah untuk bertemu Kenzie" ucap Zi pada Zo yang jadi merasa bersalah itu hingga ponakannya sedih .

" Tapi nanti dia tidak mau sekolah ?" ucap Zo yang akan menunda meeting pagi ini saja dari pada nanti ponakan kesayangan nya tidak mau sekolah atau ngambek sampai tak mau bertemu dengan Zo lagi .

" Dia akan tetap pergi sekolah , jangan terlalu di pikirkan . Percayalah" ucap Zi meyakinkan.

" Baiklah Aku akan pulang nanti malam sekalian bertemu Daddy dan Mommy . Kalian menginap di rumah utama ya " ucap Zo yang disetujui adik nya .

.........

Karena pulang sekolah cepat hari ini Raisya bersama kedua sahabatnya pergi ke alun-alun kota untuk berjalan sepuasnya.

" Bebz , ini rasanya beneran enak banget " kata Raisya kegirangan makan sambil berjalan dan terus mencoba semua makanan yang mereka beli walaupun mereka tengah berjalan di kerumunan banyak orang .

" Coba yang ini " ucap Agnes mereka makan setusuk sate bertiga .

" Enak banget , yang ini coba " ucap Raisya lagi mengeluarkan setusuk pentol dari kresek yang di pegang nya lalu makan lagi bertiga secara bergantian.

" Ihhhh, semua kanan disini enak kapan-kapan kita mampir lagi kesini " ucap Risc karena memang hari ini mereka berangkat sekolah 1 mobil bertiga jadi sangat seru .

" Siap Bos " ucap Raisya yang berjalan mundur itu mengacungkan dua jempol pada sahabatnya.

Brukk .

Raisya yang berjalan mundur itu tidak sengaja menabrak seorang .

" Kak ma,,,,"

" Kalau jangan lihat-lihat, Kau menyakiti anak ku " ucap Ibu itu dengan kesal masih memegang anak perempuan nya yang hampir saja jatuh terduduk ke tanah karena di tabrak oleh gadis yang berjalan mundur itu .

" Aku tidak papa Mom" ucap wanita itu mengelus lengan Ibu nya yang terlihat marah saat seseorang menabrak nya tiba-tiba makanan yang dia pegang jatuh ke tanah .

" Berjalan itu kedepan bukan mundur , mengerti " ucap Ibu itu menatap Raisya dengan kesal masih tak rela jika anak nya kenapa-kenapa tadi.

Ibu itu langsung terdiam saat anak gadis itu menangis lalu berlari menjauhi keramaian, merasa malu ketika semua orang menatapnya.

" Astaga " ketika Ibu itu tersadar bahwa dia telah memarahi anak gadis itu di tengah keramaian langsung merasa bersalah pasti anak itu jadi merasa malu bahkan merusak mentalnya.

" Raisya " kedua teman nya langsung mengejar Raisya yang sudah berlari itu , mereka tau Raisya menangis karena mentalnya surut mendengar Ibu itu .

Raisa adalah anak yang tidak pernah di bentak sekalipun oleh kedua orang tuanya,jadi mungkin mentalnya tak siap saat tiba-tiba dibentak apalagi di tengah keramaian.

" Lena bagaimana ini Mommy sudah membuatnya menangis " Sesal Ibu itu , reaksi spontanitas dalam dirinya sudah menyakiti hati seorang anak gadis dan itu benar-benar membuat dia menyesal lantaran dia juga seorang Ibu.

Terpopuler

Comments

Harris Arrayan

Harris Arrayan

Wah, pasti si Aya tuh..

2024-09-14

0

Erna Wati

Erna Wati

lanjut kk seru semangat

2024-07-20

4

Jar Waty

Jar Waty

lanjut kak

2024-06-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!