Bab 8 Di gendong

" kak Zo boleh ya foto satu aja " ucap Raisya mengarahkan kameranya pada Zo yang duduk di sampainya lalu berpose love dengan senyum lebar nya.

Walaupun tidak ikut berpose tapi Zo tidak menolak saat Raisya mengambil foto berdua dengan nya .

" Makasi Kak Zo, fotonya udah Aku kirim " ucap Raisya yang langsung mengirim walaupun tanpa Zo minta .

Zo hanya duduk diam dengan wajah cool nya menatap kearah panggung, namun akhirnya mengambil ponsel Raisya karena sedari tadi gadis itu terus mengambil fotonya secara terang-terangan.

" Hapus " ucap Zo memberikan kembali ponsel Raisya saat mendapati memang benar sedari tadi Raisya mengambil fotonya, tapi Zo tidak menghapus nya secara langsung tapi meminta Raisya.

" Tinggalin 1 ya Kak" pinta Raisya yang dengan patuh menghapus foto Zo yang diambilnya karena memang tidak boleh juga mengambil foto orang tanpa seizin nya .

" Saya bilang hapus " tegas Zo menatap gadis itu yang lancang sekali mengambil fotonya.

" I,,, Iya " kata Raisya dengan gelagapan rada takut saat untuk pertama kalinya mendapatkan tatapan tajam dari mata Zo yang sangat menyurutkan mental .

Ditengah rasa takut karena masih terbayang-bayang ekspresi Zo , Raisya berjalan menaiki panggung dengan langkah pelan saat namanya dipanggil dan rupanya perusahaan keluarga Raisya memiliki 26% saham dalam proyek bisnis besar itu .

Walaupun bukan pemilik Tapi keluarga Raisya menjadi pemegang saham tertinggi sehingga begitu Raisya naik keatas panggung semua orang bertepuk tangan sebagai bentuk penghormatan.

Ini adalah kali pertama Raisya tampil sendirian di publik tanpa di dampingi oleh Papa dan Mama nya , membuat semua mata semakin tertuju padanya karena selama ini putri Mahkota itu sama sekali tidak mau terlibat dalam urusan perusahaan keluarga nya .

Tiba-tiba dia tampil di publik dengan sempurna layaknya wanita karir yang sudah lama bekerja padahal ini adalah kali pertama.

Raisya menyampai kata sambutan dengan penuh percaya diri serta tutur kata yang sangat berkelas dan itu semua menghilangkan jati diri gadis bar-bar itu menjadi wanita incaran dimata publik .

Selesai menyampaikan sambutan singkatnya Raisya kembali turun panggung dan menuju kursinya tadi tapi malah mendapati wanita kemarin duduk di samping kanan Zo .

" Nona" sapa Tapasya dengan segan rada menundukkan kepalanya saat putri mahkota itu berhenti berjalan di hadapan mereka .

Raisya melepas tatanan ikat rambutnya yang tadi sempat di tata bodyguard sebelum naik ke atas panggung lalu menatap Tapasya dengan tatapan datar dan kembali duduk di kursinya.

" Astaga , Kau gadis kemarin ?" ucap Tapasya separuh percaya dengan terkejut , sungguh dia tak mengenali gadis biasa kemarin saat tiba-tiba menjadi Tuan putri .

" Iya , apa kau tidak menganali ku ?" tanya Raisya yang juga duduk di sebelah Zo menatap datar wanita sialan yang sudah berani merendahkan nya kemarin .

Tapasya semakin terdiam membisu saat Raisya mengatakan hal seperti itu.

30 menit kemudian acara pun selesai dan satu persatu tamu juga mulai meninggalkan ruangan .

" Zo ,Aku nebeng kamu ya soalnya nggak bawa mobil . Apartemen kita kan searah " ucap Tapasya begitu Zo berdiri dari duduk nya .

" Tidak bisa , Aku mau pulang kerumah orang tuaku" jawab Zo begitu singkat lalu tanpa berkata hal lain langsung berjalan pergi .

" Khmmm" ledek Raisya yang masih duduk dikursi itu tertawa cekikikan menatap Tapasya yang masih berdiri terdiam menatap Zo yang sudah berjalan pergi setelah menolak secara mentah-mentah.

" Ihhh" ucap Tapasya emosi saat gagal menarik perhatian Zo lalu juga berjalan pergi sambil menghentakkan kakinya.

" Siapa suruh caper " ucap Raisya yang puas sekali melihat wanita caper di tolak mentah-mentah oleh Zo yang langsung mengatakan tidak bisa.

" Ayo pulang Nona sudah malam " ajak kelima bodyguard itu dengan sopan .

" Kaki Aku sakit Om " ucap Raisya melepas high heels yang dipakainya dan memperlihatkan pergelangan kakinya sudah memerah karena memakai high heels terlalu lama , apalagi Raisya tidak terbiasa pakai high heels sebelumnya.

" Yaudah biar Saya gendong Non " ucap Bodyguard itu langsung berjongkok memunggungi Raisya yang duduk di kursi itu .

" Iya " kata Raisya langsung melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu karena memang merasa sakit sekali kakinya dibawa berjalan .

Raisya sebenarnya mau digendong karena memang selain kakinya sakit dia juga sudah mengantuk dan keselamatan nya terjamin seratus persen karena bodyguard yang lain kan juga ikut berjalan bersama mereka .

" Sebentar Non Saya lepas jas dulu " ucap Bodyguard itu takut Raisya nanti merasa tidak nyaman .

Bodyguard itu berjalan menggendong Raisya ditengah empat bodyguard yang berjalan beriringan dengan jarak dekat .

" Om Aku berat nggak ?" tanya Raisya pada bodyguard nya karena merasa banyak sekali orang yang memperhatikan mereka .

" Tidak Non " jawab bodyguard itu berjalan santai saja menggendong Raisya yang mungkin hanya seringan kapas untuk angkatan militer seperti nya .

" Kak Zo " sapa Raisya saat mereka lewat dekat Zo yang masih mengobrol dengan ketiga temannya di parkiran walaupun bodyguard nya terus berjalan .

Mata Zo sampai menyipit menatap Raisya yang digendong bodyguard nya tanpa memakai sandal dan gadis itu berani menyapanya .

" Ternyata gadis gila itu ada dua versi" ucap ketiga teman Zo tertawa secara bersamaan saat akhirnya mengenali Tuan putri tadi adalah gadis nekat yang sering mengejar Zo .

" Cepat Om , udah ngantuk " ucap Raisya yang matanya sudah terpejam itu saat bodyguard nya berhenti berjalan.

" Sebentar Non ada mobil yang mau keluar " ucap bodyguard yang membawa high heels milik Raisya yang berjalan sedikit lebih didepan .

" Apa dia sudah tidak punya kaki untuk berjalan " ucap Zo masih menatap Raisya yang digendong bodyguard nya dengan mata yang semakin menyipit .

Zo yang sudah bed mood itu tidak lagi melanjutkan obrolan dengan temannya, tapi langsung masuk mobil dan berkendara dengan begitu kencang meninggalkan mereka yang masih kebingungan dengan Zo yang tiba-tiba emosi sampai masuk mobil pun membanting pintu.

Zo tidak pulang ke apartemen ataupun kerumah orang tuanya malam ini tapi justru ke hotel terdekat untuk sekedar menginap saja .

Karena Zo memang merasa bod mood sekali untuk berkendara lebih lama .

Sesampai di kamar hotel Zo langsung masuk kemar mandi untuk membersihkan dirinya.

Drettt

Drettt

Zo yang baru keluar kamar mandi sambil mengikat tali kimono nya segera mengambil ponselnya yang bergetar di atas ranjang.

" Apa kakak sudah sampai rumah?" tanya Raisya dengan suara berat seperti dia benar-benar mengantuk namun masih menyempatkan menelfon Zo.

" Saya pulang atau tidak kerumah apa urusan nya denganmu" ketus Zo yang bicara dengan nada datar tanpa intonasi.

" Hehhh, pake nanya urusan . Aku hanya ingin memastikan jodohku sampai rumah dengan selamat dan baik-baik saja" keluar sudah suara cempreng Raisya yang langsung melek mendengar jawaban Zo .

Terpopuler

Comments

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

he he lucu juga ini novel

2024-08-25

2

Adila Ardani

Adila Ardani

jgn galak2 zo nanti kamu bucin

2024-06-15

2

Anonymous

Anonymous

Double up thor

2024-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!