" Papa kita berhenti di pasar malam dulu ya " ucap Raisya semakin merayu Papa nya saat Vicenzo menatapnya.
" Iya Nak, Iya " ucap Papa Raisya segera berjalan menggandeng anak gadis nya yang sudah menyita perhatian banyak orang.
" Pergilah masuk mobil dulu Papa ingin berbicara dengan staf sebentar" ucap Papa Raisya begitu mereka sampai di lobby hotel .
" Jangan lama ya Pah " ucap Raisya yang sudah tidak sabar ingin datang ke pasar malam , berlari kencang menuju mobilnya yang di parkiran ujung .
" Nanana" Raisya berlari sambil bernyanyi tak peduli banyak orang di parkiran memperhatikan nya .
" Selamat malam kakak ganteng " sapa Raisya lagi saat dia lewat kedekat Vicenzo yang tengah mengobrol dengan teman-teman nya sambil bersandar pada mobil .
" Malam cantik " jawab ketiga teman Vicenzo melambaikan tangan menatap gadis manis yang menyapa mereka dengan santai tidak menggoda seperti wanita yang sering mereka temui .
Dalam diam Vicenzo menatap gadis manis yang sudah berlari masuk kedalam mobil itu dengan penuh tanda tanya .
Siapa dia sampai seberani itu menyapa pria , tapi entah mengapa naluri Vicenzo mengatakan dia gadis baik-baik, hanya saja karena terlalu periang dan penyapa membuat penilaian orang buram tentang watak aslinya.
" Kalian mengenalnya?" tanya Vicenzo menatap ketiga temannya.
" Anak Om Tara" tunjuk teman Vicenzo pada Papa Raisya yang berjalan diiringi bodyguard itu.
" Jadi itu beneran Papa nya" ucap Zo dengan suara pelan sekali .
" Kenapa Zo?" tanya mereka bersamaan.
" Tidak ada , kenapa kita malah membahas gadis itu kan lagi membicarakan tentang bisnis kita tadi " ucap Zo kembali ke topik awal karena tak ingin buang waktu juga memikirkan hal tidak penting seperti gadis itu.
Zo melanjutkan obrolan nya dengan teman-teman nya sejenak lalu pulang kerumah nya .
...........
Selesai mandi Zo menuju ruang persenjataan serta markas tersembunyi nya di ruang bawah tanah rumah nya .
" Bagaimana perkembangan nya?" tanya Zo yang berjalan tegas diikuti para bodyguard nya , melewati ratusan bodyguard yang tengah latihan bela diri .
" Semakin baik Tuan , bahkan pasukan kita sangat kuat sekarang bahkan tak terkalahkan sejak sistem operasi militernya diganti dengan sistem yang Tuan rancang " ucap ajudan Zo menjelaskan dengan detail kondisi markas dan sistem pertahanan mereka saat ini .
" Bagus , teruslah sempurnakan kekuatan" ucap Zo yang sudah sampai di ruangan nya, mengeluarkan satu persatu senjata yang sudah menjadi mainan sehari-hari nya .
Zo mulai sibuk dengan senjatanya serta komputer di atas meja menyelesaikan dengan cepat pekerjaan nya.
Drettt
Drettt
Zo melirik ponselnya di atas meja karena bergetar Akhirnya Zo mengambilnya.
" Selamat malam calon jodohku" suara cempreng Raisya sampai Zo menjauhkan ponselnya dari telinga nya .
" Ehhh, gadis gila dari mana kamu mendapatkan nomer saya " tegas Zo yang cukup heran saat gadis itu bisa mendapatkan nomernya yang padahal hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu .
Zo bisa tau kalau itu adalah gadis tadi hanya dengan mendengar suara nya .
" Dari koran lama " jawab Raisya dengan ketus saat di katai gadis gila oleh pria pujaan nya .
" Sejak kapan Saya menaruh nomor telepon di koran ?" ucap Zo dengan tak kalah ketus .
" Aaa udah lah Kakak nggak perlu tau, yang jelas ini nomor Raisya . Save ya " ucap Raisya lagi lalu langsung menutup telponnya secara sepihak .
" Benar-benar gadis gila " ucap Zo mengangkat bahunya langsung memblokir nomor gadis itu.
" Tapi enggak deh , Apa mau gadis itu ?" ucap Zo berpikir ulang , merasa gadis itu sedang merencanakan sebuah konspirasi sehingga Zo tidak jadi memblokir dan malah menandai nomer itu .
Keesokan harinya.
" Gimana Bebz udah dapat kakak itu?" tanya Risc merangkul pundak Raisya yang baru pagi hari sudah lemas saja .
" Jangan dapat yang ada aku malah dikatai gila sama dia " ucap Raisya dengan gugur yang membuat kedua temannya tertawa .
" Ya makanya jangan terlalu agresif lah Bebz " jawab Agnes terkekeh .
" Ihhh, kalian pikir Aku gatel agresif sama kakak itu " kesal Raisya menjitak kelapa kedua sahabatnya itu .
" Bukan begitu Bebz , maksud kami kalau mau dapatin orang itu bermainlah dengan elegan. Kalau soal di Pepet memang harus tapi jangan sampai di ilfil" jelas Risc yang membuat Raisya terdiam .
" makanya jangan tau nolak orang aja , giliran di tolak nangis " kekeh Agnes masih merasa tidak percaya kalau seorang Raisya benar-benar berambisi dalam mencintai pria waktu itu .
" Ya terus gimana lagi , Aku benar-benar menyukai nya" ucap Raisya dengan pikiran labil benar-benar ingin menjadikan Vicenzo miliknya.
Ditengah perjalan dan obrolan santai mereka bertiga berpapasan dengan Jhonatan.
" Selamat pagi cinta" ucap Jho memberikan coklat kepada Raisya.
" Ambillah Cinta, Aku rela tidak jajan hanya demi membelikan coklat untuk mu" ucap Jhonatan dengan aura puitis nya .
" Jho Aku sudah bilang berapa kali , Aku tidak ,,," belum selesai Raisya berucap Jhonatan sudah menyambung.
" Aku tau kamu tidak mencintai ku Raisya, makanya Aku akan terus berusaha dan berjuang sampai kau bisa mencintai ku " ucap Jhonatan yang memang tidak pernah marah di tolak Raisya berkali-kali.
" Ya tapi Aku tidak pernah bisa mencintaimu" ucap Raisya yang kadang juga merasa bersalah, bukan dia yang memberi harapan palsu tapi pria yang selalu menumpangkan harapan padanya .
" Ya nggak papa, setidaknya kamu tau Aku mencintai mu kan " ucap Jhonatan memberikan coklat itu ketangan Raisya lalu pergi .
" Ya tuhan , dari sekian banyak pria yang mencintai ku kenapa pria dingin seperti Kak Zo yang Aku suka " ucap Raisya dengan frustasi menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
Raisya adalah tipe orang yang kalau bukan dia yang suka duluan maka tidak akan bisa respect mau seperti apapun orang mencintai nya, tapi kalau sudah suka seperti sekarang Raisya juga tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak berusaha mendekati orang itu .
" Sabar Bebz ini mungkin cara tuhan nunjukin sama kamu kalau berjuang itu tidak mudah " ucap Agnes yang tiba-tiba seolah jadi pendakwah handal .
" Bacot " teriak Raisya serasa ingin muntah di ceramahi temannya yang sama-sama sesat itu .
" yaudah Bebz coba aja berjuang dulu nanti hasil akhirnya kita serahkan sama yang diatas " ucap Risc mengelus punggung sahabatnya, Tau kalau kali ini Raisya benar-benar tersiksa dengan rasa suka yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan.
" Tapi kalau dia tidak menyukai ku balik bagaimana?" ucap Raisya menjadi tidak pede mengingat sikap dingin Vicenzo padanya .
" Bebz berjuang dulu semampu mu " ucap Agnes memberi dukungan pada sahabatnya.
" Baiklah Aku akan berjuang meluluhkan hati Kak Zo dan hanya akan berhenti setelah dia sendiri yang meminta Aku mundur " ucap Raisya menanamkan tekat dalam dirinya.
Walaupun Raisya juga tidak mengerti kenapa rasa suka kali ini benar-benar membuatnya berambisi untuk menaklukkan Vicenzo.
Next
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Esma_04
aku dicintai pria beda usia 14 tahun.
awalnya illfeel, tp karna kasih sayang dan "cash"....membuatku jadi ibu dari 2 orang putranya.
sudah menikah jalan 10 tahun.
2024-07-16
7
Yel
ini mah gue 😭 lgi suka dgn pria beda 10 thn lgi huhu :") tpi gak bisa dimiliki
2024-07-13
1
Mommy ZZ
Ya Allah Thor... rahangku udah capek nyengir terus 😁😁
2024-07-04
0