Bab 3 Gadis Gila

" Papa kita berhenti di pasar malam dulu ya " ucap Raisya semakin merayu Papa nya saat Vicenzo menatapnya.

" Iya Nak, Iya " ucap Papa Raisya segera berjalan menggandeng anak gadis nya yang sudah menyita perhatian banyak orang.

" Pergilah masuk mobil dulu Papa ingin berbicara dengan staf sebentar" ucap Papa Raisya begitu mereka sampai di lobby hotel .

" Jangan lama ya Pah " ucap Raisya yang sudah tidak sabar ingin datang ke pasar malam , berlari kencang menuju mobilnya yang di parkiran ujung .

" Nanana" Raisya berlari sambil bernyanyi tak peduli banyak orang di parkiran memperhatikan nya .

" Selamat malam kakak ganteng " sapa Raisya lagi saat dia lewat kedekat Vicenzo yang tengah mengobrol dengan teman-teman nya sambil bersandar pada mobil .

" Malam cantik " jawab ketiga teman Vicenzo melambaikan tangan menatap gadis manis yang menyapa mereka dengan santai tidak menggoda seperti wanita yang sering mereka temui .

Dalam diam Vicenzo menatap gadis manis yang sudah berlari masuk kedalam mobil itu dengan penuh tanda tanya .

Siapa dia sampai seberani itu menyapa pria , tapi entah mengapa naluri Vicenzo mengatakan dia gadis baik-baik, hanya saja karena terlalu periang dan penyapa membuat penilaian orang buram tentang watak aslinya.

" Kalian mengenalnya?" tanya Vicenzo menatap ketiga temannya.

" Anak Om Tara" tunjuk teman Vicenzo pada Papa Raisya yang berjalan diiringi bodyguard itu.

" Jadi itu beneran Papa nya" ucap Zo dengan suara pelan sekali .

" Kenapa Zo?" tanya mereka bersamaan.

" Tidak ada , kenapa kita malah membahas gadis itu kan lagi membicarakan tentang bisnis kita tadi " ucap Zo kembali ke topik awal karena tak ingin buang waktu juga memikirkan hal tidak penting seperti gadis itu.

Zo melanjutkan obrolan nya dengan teman-teman nya sejenak lalu pulang kerumah nya .

...........

Selesai mandi Zo menuju ruang persenjataan serta markas tersembunyi nya di ruang bawah tanah rumah nya .

" Bagaimana perkembangan nya?" tanya Zo yang berjalan tegas diikuti para bodyguard nya , melewati ratusan bodyguard yang tengah latihan bela diri .

" Semakin baik Tuan , bahkan pasukan kita sangat kuat sekarang bahkan tak terkalahkan sejak sistem operasi militernya diganti dengan sistem yang Tuan rancang " ucap ajudan Zo menjelaskan dengan detail kondisi markas dan sistem pertahanan mereka saat ini .

" Bagus , teruslah sempurnakan kekuatan" ucap Zo yang sudah sampai di ruangan nya, mengeluarkan satu persatu senjata yang sudah menjadi mainan sehari-hari nya .

Zo mulai sibuk dengan senjatanya serta komputer di atas meja menyelesaikan dengan cepat pekerjaan nya.

Drettt

Drettt

Zo melirik ponselnya di atas meja karena bergetar Akhirnya Zo mengambilnya.

" Selamat malam calon jodohku" suara cempreng Raisya sampai Zo menjauhkan ponselnya dari telinga nya .

" Ehhh, gadis gila dari mana kamu mendapatkan nomer saya " tegas Zo yang cukup heran saat gadis itu bisa mendapatkan nomernya yang padahal hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu .

Zo bisa tau kalau itu adalah gadis tadi hanya dengan mendengar suara nya .

" Dari koran lama " jawab Raisya dengan ketus saat di katai gadis gila oleh pria pujaan nya .

" Sejak kapan Saya menaruh nomor telepon di koran ?" ucap Zo dengan tak kalah ketus .

" Aaa udah lah Kakak nggak perlu tau, yang jelas ini nomor Raisya . Save ya " ucap Raisya lagi lalu langsung menutup telponnya secara sepihak .

" Benar-benar gadis gila " ucap Zo mengangkat bahunya langsung memblokir nomor gadis itu.

" Tapi enggak deh , Apa mau gadis itu ?" ucap Zo berpikir ulang , merasa gadis itu sedang merencanakan sebuah konspirasi sehingga Zo tidak jadi memblokir dan malah menandai nomer itu .

Keesokan harinya.

" Gimana Bebz udah dapat kakak itu?" tanya Risc merangkul pundak Raisya yang baru pagi hari sudah lemas saja .

" Jangan dapat yang ada aku malah dikatai gila sama dia " ucap Raisya dengan gugur yang membuat kedua temannya tertawa .

" Ya makanya jangan terlalu agresif lah Bebz " jawab Agnes terkekeh .

" Ihhh, kalian pikir Aku gatel agresif sama kakak itu " kesal Raisya menjitak kelapa kedua sahabatnya itu .

" Bukan begitu Bebz , maksud kami kalau mau dapatin orang itu bermainlah dengan elegan. Kalau soal di Pepet memang harus tapi jangan sampai di ilfil" jelas Risc yang membuat Raisya terdiam .

" makanya jangan tau nolak orang aja , giliran di tolak nangis " kekeh Agnes masih merasa tidak percaya kalau seorang Raisya benar-benar berambisi dalam mencintai pria waktu itu .

" Ya terus gimana lagi , Aku benar-benar menyukai nya" ucap Raisya dengan pikiran labil benar-benar ingin menjadikan Vicenzo miliknya.

Ditengah perjalan dan obrolan santai mereka bertiga berpapasan dengan Jhonatan.

" Selamat pagi cinta" ucap Jho memberikan coklat kepada Raisya.

" Ambillah Cinta, Aku rela tidak jajan hanya demi membelikan coklat untuk mu" ucap Jhonatan dengan aura puitis nya .

" Jho Aku sudah bilang berapa kali , Aku tidak ,,," belum selesai Raisya berucap Jhonatan sudah menyambung.

" Aku tau kamu tidak mencintai ku Raisya, makanya Aku akan terus berusaha dan berjuang sampai kau bisa mencintai ku " ucap Jhonatan yang memang tidak pernah marah di tolak Raisya berkali-kali.

" Ya tapi Aku tidak pernah bisa mencintaimu" ucap Raisya yang kadang juga merasa bersalah, bukan dia yang memberi harapan palsu tapi pria yang selalu menumpangkan harapan padanya .

" Ya nggak papa, setidaknya kamu tau Aku mencintai mu kan " ucap Jhonatan memberikan coklat itu ketangan Raisya lalu pergi .

" Ya tuhan , dari sekian banyak pria yang mencintai ku kenapa pria dingin seperti Kak Zo yang Aku suka " ucap Raisya dengan frustasi menggaruk kepalanya yang tidak gatal .

Raisya adalah tipe orang yang kalau bukan dia yang suka duluan maka tidak akan bisa respect mau seperti apapun orang mencintai nya, tapi kalau sudah suka seperti sekarang Raisya juga tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak berusaha mendekati orang itu .

" Sabar Bebz ini mungkin cara tuhan nunjukin sama kamu kalau berjuang itu tidak mudah " ucap Agnes yang tiba-tiba seolah jadi pendakwah handal .

" Bacot " teriak Raisya serasa ingin muntah di ceramahi temannya yang sama-sama sesat itu .

" yaudah Bebz coba aja berjuang dulu nanti hasil akhirnya kita serahkan sama yang diatas " ucap Risc mengelus punggung sahabatnya, Tau kalau kali ini Raisya benar-benar tersiksa dengan rasa suka yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan.

" Tapi kalau dia tidak menyukai ku balik bagaimana?" ucap Raisya menjadi tidak pede mengingat sikap dingin Vicenzo padanya .

" Bebz berjuang dulu semampu mu " ucap Agnes memberi dukungan pada sahabatnya.

" Baiklah Aku akan berjuang meluluhkan hati Kak Zo dan hanya akan berhenti setelah dia sendiri yang meminta Aku mundur " ucap Raisya menanamkan tekat dalam dirinya.

Walaupun Raisya juga tidak mengerti kenapa rasa suka kali ini benar-benar membuatnya berambisi untuk menaklukkan Vicenzo.

Next

Terpopuler

Comments

Esma_04

Esma_04

aku dicintai pria beda usia 14 tahun.
awalnya illfeel, tp karna kasih sayang dan "cash"....membuatku jadi ibu dari 2 orang putranya.
sudah menikah jalan 10 tahun.

2024-07-16

7

Yel

Yel

ini mah gue 😭 lgi suka dgn pria beda 10 thn lgi huhu :") tpi gak bisa dimiliki

2024-07-13

1

Mommy ZZ

Mommy ZZ

Ya Allah Thor... rahangku udah capek nyengir terus 😁😁

2024-07-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!