Bab 16 Ketahuan

" Daddy kamu minta temenin Mommy main-main ke perusahaan anaknya , dan kami kesini pertama kali" jawab Mommy serius tapi matanya sudah melirik salat di atas meja kerja Zo.

" Astaga Dad , berapa kali Zo bilang nikmati aja masa tua Daddy tanpa memikirkan apapun lagi serahkan semua apa Zo dan Zi ." ucap Zo yang bahkan sejak SMA sudah tidak membiarkan Daddynya bekerja lagi .

" Ya Daddy kan cuma main-main Nak" senyum lebar Daddy pada putranya yang sangat menyayangi nya itu .

" Nggak. Daddy kalau datang ke perusahaan pasti ujung-ujungnya pengen kerja dan memantau nanti pusing kepala Daddy itu . Daddy sudah tua jadi cukup berfikir tentang bekerja, nikmati saja hidup Daddy bersama mommy " ucap Zo yang benar-benar tak ingin melihat orang tuanya susah dari segi apapun termasuk beban pikiran .

" Ya Daddy jenuh kadang terlalu menikmati hidup " ucap Daddy yang merasa dirinya terlalu senang bahkan seolah tak ada lagi ambisi dan tantangan dalam hidup nya sejak 10 tahun terakhir.

" Kalau jenuh , jalan-jalan" jawab Zo singkat yang tidak menerima alasan apapun saat Daddynya akan bekerja demi menghilangkan jenuh katanya .

" Zo Mommy mau " tunjuk Mommy pada salat di atas meja .

Zo langsung melirik Raisya yang masih duduk di bawah meja begitu Mommy nya meminta salat , seolah meminta izin karena bagaimanapun itu salat punya Raisya .

Raisya yang duduk memainkan tali sepatu Zo itu mengangguk sambil tersenyum.

" Iya ini Mom " ucap Zo membukakan tutup salat itu lalu memberikan pada Mommy nya dengan sopan .

" Zo kamu liat apa sih sedari tadi di bawah meja ?" tanya Daddy akan berdiri untuk melihat .

" tidak ada Daddy , kaki Zo gatal " jawab Zo dengan tenang seolah menggaruk kakinya lalu duduk sedikit maju kedepan .

Tubuh Raisya memang kecil bahkan dia bisa duduk dengan santai di bawah kolong meja kerja Zo yang cukup luas , tapi begitu Zo duduk sedikit maju kedepan tentu menjadi sempit .

Raisya memeluk sebelah kaki Zo lalu menyandarkan kepalanya dan beberapa menit kemudian tertidur .

" Enak banget Daddy coba deh?" ucap Mommy menyuapi salat .

" Kamu juga belum coba kan Nak " Mommy pun langsung menyuapi Zo sehingga mereka makan sekotak salat itu bertiga .

" Tumben banget pagi-pagi udah pesan salat ?" ucap Daddy menggoda putranya itu yang tiba-tiba aneh sejak beberapa hari yang lalu , karena Daddy adalah orang paling tau tentang bagaimana kebiasaan putranya itu.

" Siapa yang kasih Zo?" tanya Mommy baru menyadari salat itu pemberian seseorang karena ada paper bag nya .

" biasa lah Mom , fans rahasia anakmu yang tampan ini . Pas Zo datang salat itu sudah ada dimeja " jawab Zo dengan logis karena dia memang sering dapat makanan dan hadiah seperti itu walaupun tidak pernah Zo sentuh atau makan .

Baru pemberian dari Raisya yang Zo makan bahkan Zo membiarkan kedua orang tua nya ikut memakannya.

" Alah tampan tapi jomblo juga" ledek Daddy yang semakin curiga dengan gerak gerik tak biasa putranya itu .

Mungkin Zo bisa membohongi semua orang tapi tidak dengan Daddy yang punya insting sangat kuat siapa yang akan bisa menipu king Mafia sepertinya yang sangat lihai membaca taktik .

" Siapa dibawah meja kerja kamu Zo?" tanya Daddy yang merasa wanita itu spesial karena jika tidak ada artinya Zo tidak akan menyembunyikan nya .

" Kamu bawa jala** masuk kantor Nak " ucap Mommy langsung berfikiran negatif karena kalau wanita baik-baik tidak mungkin Zo sampai menyembunyikan nya .

Pikiran Mommy dan Daddy justru bertolak belakang .

Begitu Mommy dan Daddy melihat gadis kecil yang duduk memeluk kaki Zo sudah tertidur pulas hilang sudah segala prasangka buruk di pikiran mereka .

" Kamu punya gadis cantik Nak?" tanya Mommy yang walaupun tidak melihat sepenuhnya wajah gadis itu tapi melihat tubuh dan sikap manja nya saat tidur saja Mommy sudah bisa menyimpulkan gadis itu cantik .

" Dapat dimana kamu ?" tanya Daddy dengan senyum menggoda nya melihat Zo yang kaku nya sudah bukan main saat ketahuan menyembunyikan seorang gadis .

" Ini adalah putri mahkota keluarga Albara Dad , Mom . Dia datang kesini meminta Zo melindungi nya " ucap Zo menyibak rambut panjang Raisya untuk memperlihatkan kalung liontin pengenal putri mahkota itu .

Walaupun ucapan nya jujur dan logis tapi itu juga adalah salah satu cara Zo menyelamatkan diri dari sejuta pertanyaan orang tua nya nanti.

" Astaga " lirih Daddy dengan spontan mengelus kepala gadis yang sudah tertidur pulas itu .

" Kenapa Dad ?" tanya Zo saat tiba-tiba eskpresi wajah Daddy nya berubah lirih .

" lindungi dia Nak , kasihan dia selalu menjadi sasaran empuk musuh kedua orang tuanya" ucap Daddy yang menjadi tersentuh saat tau siapa gadis itu .

" Jadi apa yang dia ceritakan beneran Dad?" tanya Zo yang tadinya berfikir cerita Raisya hanya separuh yang benar selebih nya ucapan bohong hanya agar dia bisa semakin dekat dengan Zo .

Semacam taktik gadis nekat ini untuk bisa dekat dengan Zo tapi ternyata ucapan Daddy membenarkan semua yang Raisya ceritakan pada Zo .

" Papa nya lalai kali ini , dia terjebak dalam permainan musuhnya yang seolah membuat dia harus memilih antara menyelamatkan istri atau anak nya " ucap Daddy yang mungkin tidak pernah lagi terjun ke dunia mafia tapi dia tau seperti apa perkembangan nya dan hal hangat yang sedang terjadi .

" Tapi penjagaan terhadap gadis ini sangat ketat " ucap Daddy yang bisa merasakan beberapa orang tengah melakukan penyamaran di dalam gedung perusahaan mereka demi memantau gadis itu.

" Bukankah itu bagus , kasihan sekali dia " ucap Mommy terus mengelus kepala anak gadis itu walaupun Mommy tak melihat sepenuhnya wajah gadis itu karena wajahnya tertutup sebagian lantaran tidur bersandar ke kaki Zo .

" Jadi Zo harus bagaimana?" tanya Zo tiba-tiba bingung , padahal dia sudah berniat menyuruh gadis itu pulang agar tidak terganggu dengan kehadiran nya .

" Biarkan saja dia berada disekitar mu dengan begitu musuh Papa nya juga tak akan berani melawan , setidaknya sampai Papa nya pulang " ucap Daddy yang diangguki Zo .

Walaupun masih banyak pertanyaan di pikiran nya Daddy memilih tidak bertanya lebih lanjut dulu , tapi yang jelas Daddy berkesimpulan gadis itu punya hubungan atau sekedar dekat dengan Zo karena jika tidak begitu mana mungkin dia bisa datang keruangan Zo bahkan meminta perlindungan.

Mustahil saja anaknya yang cuek dan keras itu akan sebaik itu pada seorang wanita , bukan kedua orang tua Zo tidak tau seberapa anti putra sulung mereka itu dengan wanita-wanita cantik bahkan di kejar pun Zo menghindar.

"Zo tidurkan lah dia kasihan " ucap Mommy terus mengelus kepala gadis yang 95 % akan menjadi menantunya.

Karena baru gadis itu yang bisa membuat Zo begini sampai didekatnya pun Zo tenang dan ego dalam dirinya meredup .

Terpopuler

Comments

V-hans🌺

V-hans🌺

yuk koreksi rhorr masih bnyak yg typo ni.. ceritanya Bagus lhoo

2024-07-05

7

Reni Anjarwani

Reni Anjarwani

lanjut thor doubel up thor

2024-06-09

0

Nuraeny

Nuraeny

lanjut thor 💪🏼💪🏼

2024-06-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!