" Daddy kamu minta temenin Mommy main-main ke perusahaan anaknya , dan kami kesini pertama kali" jawab Mommy serius tapi matanya sudah melirik salat di atas meja kerja Zo.
" Astaga Dad , berapa kali Zo bilang nikmati aja masa tua Daddy tanpa memikirkan apapun lagi serahkan semua apa Zo dan Zi ." ucap Zo yang bahkan sejak SMA sudah tidak membiarkan Daddynya bekerja lagi .
" Ya Daddy kan cuma main-main Nak" senyum lebar Daddy pada putranya yang sangat menyayangi nya itu .
" Nggak. Daddy kalau datang ke perusahaan pasti ujung-ujungnya pengen kerja dan memantau nanti pusing kepala Daddy itu . Daddy sudah tua jadi cukup berfikir tentang bekerja, nikmati saja hidup Daddy bersama mommy " ucap Zo yang benar-benar tak ingin melihat orang tuanya susah dari segi apapun termasuk beban pikiran .
" Ya Daddy jenuh kadang terlalu menikmati hidup " ucap Daddy yang merasa dirinya terlalu senang bahkan seolah tak ada lagi ambisi dan tantangan dalam hidup nya sejak 10 tahun terakhir.
" Kalau jenuh , jalan-jalan" jawab Zo singkat yang tidak menerima alasan apapun saat Daddynya akan bekerja demi menghilangkan jenuh katanya .
" Zo Mommy mau " tunjuk Mommy pada salat di atas meja .
Zo langsung melirik Raisya yang masih duduk di bawah meja begitu Mommy nya meminta salat , seolah meminta izin karena bagaimanapun itu salat punya Raisya .
Raisya yang duduk memainkan tali sepatu Zo itu mengangguk sambil tersenyum.
" Iya ini Mom " ucap Zo membukakan tutup salat itu lalu memberikan pada Mommy nya dengan sopan .
" Zo kamu liat apa sih sedari tadi di bawah meja ?" tanya Daddy akan berdiri untuk melihat .
" tidak ada Daddy , kaki Zo gatal " jawab Zo dengan tenang seolah menggaruk kakinya lalu duduk sedikit maju kedepan .
Tubuh Raisya memang kecil bahkan dia bisa duduk dengan santai di bawah kolong meja kerja Zo yang cukup luas , tapi begitu Zo duduk sedikit maju kedepan tentu menjadi sempit .
Raisya memeluk sebelah kaki Zo lalu menyandarkan kepalanya dan beberapa menit kemudian tertidur .
" Enak banget Daddy coba deh?" ucap Mommy menyuapi salat .
" Kamu juga belum coba kan Nak " Mommy pun langsung menyuapi Zo sehingga mereka makan sekotak salat itu bertiga .
" Tumben banget pagi-pagi udah pesan salat ?" ucap Daddy menggoda putranya itu yang tiba-tiba aneh sejak beberapa hari yang lalu , karena Daddy adalah orang paling tau tentang bagaimana kebiasaan putranya itu.
" Siapa yang kasih Zo?" tanya Mommy baru menyadari salat itu pemberian seseorang karena ada paper bag nya .
" biasa lah Mom , fans rahasia anakmu yang tampan ini . Pas Zo datang salat itu sudah ada dimeja " jawab Zo dengan logis karena dia memang sering dapat makanan dan hadiah seperti itu walaupun tidak pernah Zo sentuh atau makan .
Baru pemberian dari Raisya yang Zo makan bahkan Zo membiarkan kedua orang tua nya ikut memakannya.
" Alah tampan tapi jomblo juga" ledek Daddy yang semakin curiga dengan gerak gerik tak biasa putranya itu .
Mungkin Zo bisa membohongi semua orang tapi tidak dengan Daddy yang punya insting sangat kuat siapa yang akan bisa menipu king Mafia sepertinya yang sangat lihai membaca taktik .
" Siapa dibawah meja kerja kamu Zo?" tanya Daddy yang merasa wanita itu spesial karena jika tidak ada artinya Zo tidak akan menyembunyikan nya .
" Kamu bawa jala** masuk kantor Nak " ucap Mommy langsung berfikiran negatif karena kalau wanita baik-baik tidak mungkin Zo sampai menyembunyikan nya .
Pikiran Mommy dan Daddy justru bertolak belakang .
Begitu Mommy dan Daddy melihat gadis kecil yang duduk memeluk kaki Zo sudah tertidur pulas hilang sudah segala prasangka buruk di pikiran mereka .
" Kamu punya gadis cantik Nak?" tanya Mommy yang walaupun tidak melihat sepenuhnya wajah gadis itu tapi melihat tubuh dan sikap manja nya saat tidur saja Mommy sudah bisa menyimpulkan gadis itu cantik .
" Dapat dimana kamu ?" tanya Daddy dengan senyum menggoda nya melihat Zo yang kaku nya sudah bukan main saat ketahuan menyembunyikan seorang gadis .
" Ini adalah putri mahkota keluarga Albara Dad , Mom . Dia datang kesini meminta Zo melindungi nya " ucap Zo menyibak rambut panjang Raisya untuk memperlihatkan kalung liontin pengenal putri mahkota itu .
Walaupun ucapan nya jujur dan logis tapi itu juga adalah salah satu cara Zo menyelamatkan diri dari sejuta pertanyaan orang tua nya nanti.
" Astaga " lirih Daddy dengan spontan mengelus kepala gadis yang sudah tertidur pulas itu .
" Kenapa Dad ?" tanya Zo saat tiba-tiba eskpresi wajah Daddy nya berubah lirih .
" lindungi dia Nak , kasihan dia selalu menjadi sasaran empuk musuh kedua orang tuanya" ucap Daddy yang menjadi tersentuh saat tau siapa gadis itu .
" Jadi apa yang dia ceritakan beneran Dad?" tanya Zo yang tadinya berfikir cerita Raisya hanya separuh yang benar selebih nya ucapan bohong hanya agar dia bisa semakin dekat dengan Zo .
Semacam taktik gadis nekat ini untuk bisa dekat dengan Zo tapi ternyata ucapan Daddy membenarkan semua yang Raisya ceritakan pada Zo .
" Papa nya lalai kali ini , dia terjebak dalam permainan musuhnya yang seolah membuat dia harus memilih antara menyelamatkan istri atau anak nya " ucap Daddy yang mungkin tidak pernah lagi terjun ke dunia mafia tapi dia tau seperti apa perkembangan nya dan hal hangat yang sedang terjadi .
" Tapi penjagaan terhadap gadis ini sangat ketat " ucap Daddy yang bisa merasakan beberapa orang tengah melakukan penyamaran di dalam gedung perusahaan mereka demi memantau gadis itu.
" Bukankah itu bagus , kasihan sekali dia " ucap Mommy terus mengelus kepala anak gadis itu walaupun Mommy tak melihat sepenuhnya wajah gadis itu karena wajahnya tertutup sebagian lantaran tidur bersandar ke kaki Zo .
" Jadi Zo harus bagaimana?" tanya Zo tiba-tiba bingung , padahal dia sudah berniat menyuruh gadis itu pulang agar tidak terganggu dengan kehadiran nya .
" Biarkan saja dia berada disekitar mu dengan begitu musuh Papa nya juga tak akan berani melawan , setidaknya sampai Papa nya pulang " ucap Daddy yang diangguki Zo .
Walaupun masih banyak pertanyaan di pikiran nya Daddy memilih tidak bertanya lebih lanjut dulu , tapi yang jelas Daddy berkesimpulan gadis itu punya hubungan atau sekedar dekat dengan Zo karena jika tidak begitu mana mungkin dia bisa datang keruangan Zo bahkan meminta perlindungan.
Mustahil saja anaknya yang cuek dan keras itu akan sebaik itu pada seorang wanita , bukan kedua orang tua Zo tidak tau seberapa anti putra sulung mereka itu dengan wanita-wanita cantik bahkan di kejar pun Zo menghindar.
"Zo tidurkan lah dia kasihan " ucap Mommy terus mengelus kepala gadis yang 95 % akan menjadi menantunya.
Karena baru gadis itu yang bisa membuat Zo begini sampai didekatnya pun Zo tenang dan ego dalam dirinya meredup .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
V-hans🌺
yuk koreksi rhorr masih bnyak yg typo ni.. ceritanya Bagus lhoo
2024-07-05
7
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
2024-06-09
0
Nuraeny
lanjut thor 💪🏼💪🏼
2024-06-09
0